0.44
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi
Articles
2
Documents
Bahaya gas vulkanik Gunung Salak, Jawa Barat

Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2573.474 KB)

Abstract

SARIAktivitas Gunung Salak saat ini mengambil tempat di Kompleks Cikuluwung Putri yang terdiri dari Kawah Ratu, Kawah Hirup, dan Kawah Paeh. Aktivitasnya yang menonjol adalah emisi gas vulkanik dengan komponen utama adalah : H2O, CO2, SO2, H2S, NH3, HCl, H2, N2, dan O2+Ar. Dalam Juli 2007 sejumlah murid sekolah yang sedang berkemah meninggal dunia karena keracunan gas yang secara tiba-tiba meningkat konsentrasinya melampaui ambang batas normal. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa yang menjadi penyebabnya adalah terjadi penurunan kadar air dan kenaikan gas belerang dioksida serta gas karbon dioksida yang tinggi sehingga mencemari udara sekitarnya. Udara yang mengandung racun tersebut kemudian terhirup oleh peserta perkemahan. Karena kawasan ini merupakan area perkemahan, maka pemantauan kimia gas vulkanik mutlak dilakukan secara menerus untuk menghindari jatuhnya korban berikutnya.Kata kunci: Cikuluwung Putri, gas vulkanik, keracunan gas, gas belerang dioksida, gas karbon dioksidaABSTRACTMt. Salak activities are currently located at the Putri Cikuluwung Complex which consists of Ratu Crater, Hirup Crater, and Paeh Crater. The dominant activity is the emission of volcanic gases with the major components consisting of H2O, CO2, SO2, H2S, NH3, HCl, H2, N2, and O2 + Ar. In July 2007 a group ofschool students who were camping died of gas poisoning in a sudden increase its concentration exceeded the normal threshold. Based on the research it is found that the cause is the decline of water levels and the increase in sulfur dioxide gas and carbon dioxide gas is so high that pollute the surrounding air. Aircontaining toxins are then inhaled by the participants of the camp. Cause this area is camp area, so the chemical monitoring of volcanic gases to be conducted continuously to prevent the next casualties.Kata kunci : Cikuluwung Putri, Volcanic gases, gas poisoning, Sulfur dioxide gas, carbon dioxide gas

Semburan gas dan dampaknya terhadap lingkungan di sekitar Lumpur Sidoarjo

Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.231 KB)

Abstract

SARIFenomena lain yang muncul bersama semburan Lumpur Sidoarjo adalah semburan gas. Munculnya semburan gas ini menimbulkan pertanyaan, antara lain, jenis dan dampaknya terhadap lingkungan, terutama bagi pendudduk sekitarnya, untuk menjawab pertanyaan tersebut dilakukan penelitian geokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gas yang keluar adalah gas hidrokarbon dengan komposisi utama gas metana (CH4) dan gas karbondioksida (CO2). Berdasarkan jenis dan sumbernya, gas tersebut merupakan gas termogenik yang sumbernya diperkirakan adalah bahanorganik pada level di atas “Oil Window”. Dari nilai isotop menunjukkan bahwa gas tersebut mempunyai tingkat kematangan termal yang cukup. Akibat semburan gas hidrokarbon ditengah-tengah pemukiman penduduk tersebut berdampak pada lingkungan, terutama air. Air sumur penduduk menjadi keruh dan berbau menyengat sehingga tidak dapat dipergunakan untuk kebutuhan sehari hari.Kata kunci: Semburan gas, Sidoarjo, dampak lingkunganABSTRACTAnother fenomenon which is ocurred in the mud extrution of Sidoarjo is gas abruptions. At first that are become a big question. Due to this reason, an investigation of geochemistry of the gases are needed. These results show that gas abruptions are dominated by hydrocarbon gases with the main composition of methane (CH4) and is followed by carbondioxide (CO2). Based on the kind and its source, these gases are thermogenic gas which derived from organic matter above the level of “Oil Window”. The carbone isotope of the hydrocarbon gases show a mature of thermal maturity degree. Gases abruptions which are occurred in the area of a densed population, caused the water of people shallow well become turbid with strong bad smell which could not be used for daily used.Keyword: Outpouring of gas, Sidoarjo, environment impact