Sukristiyanti Sukristiyanti, Sukristiyanti
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Manajemen Data Kejadian Gerakan Tanah dalam Penyusunan Basis Data Spasial Longsor Indonesia (Studi Kasus: Kabupaten Garut) Management of Ground Movement Occurrence Data in Building Indonesian Landslide Spatial Database (Case Study: Garut Regency)

Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2149.689 KB)

Abstract

ABSTRAKData kejadian gerakan tanah adalah informasi yang penting dalam upaya mitigasi bencana gerakan tanah. Data bersumber dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, data tersebut masih tabular nonspasial, dengan beragam format. Makalah ini membahas mengenai manajemen data gerakan tanah dalam proses penyusunan basis data spasial untuk kejadian longsor di Kabupaten Garut. Basis data spasial tersebut merupakan bagian dari basis data longsor Indonesia. Metode yang dilakukan dalam manajemen data gerakan tanah meliputi pendekatan spasial dan filtering data. Pendekatan spasial digunakan untuk melakukan konversi data nonspasial menjadi spasial. Filtering data dilakukan untuk membuat sebuah format data baru berupa tabel normal yang dapat menampung semua data. Hasil yang diperoleh dari pendekatan spasial berkaitan dengan pemetaan data gerakan tanah di Kabupaten Garut adalah (1) sistem proyeksi geografis (LL/ Latitude-Longitude) sebagai sistem proyeksi yang dipilih, (2) kenampakan titik untuk memetakan lokasi kejadian gerakan tanah, dan (3) pendekatan wilayah lokasi kejadian untuk mengeplot data yang tidak memiliki informasi koordinat lintang-bujur. Hasil filtering data adalah satu tabel normal yang berisi empat belas kolom data gerakan tanah. Manajemen data telah memberikan solusi berupa strategi penyusunan basis data spasial yang dibangun dari data nonspasial.Kata kunci: basis data spasial, data nonspasial, data kejadian gerakan tanahABSTRACTGround movement occurrence data are important information in ground movement disaster mitigation. The sources of the data in Indonesia are Centre for Volcanology and Geological Hazard Mitigation (PVMBG) and Regional Disaster Management Agencies (BPBDs). However, the data are still tabular and in various formats. This paper discusses about the management of ground movement occurrence data in building landslide spatial database of Garut Regency. The database is part of landslide spatial database of Indonesia. Two methods were conducted i.e. spatial approach and data filtering. Spatial approach was needed in converting data from nonspatial to spatial. Data filtering was done to arrange a new form/normal table which can accommodate the whole landslide data. The results of spatial approach regarding to ground movement data mapping in Garut were (1) the geographic projection system (LL/ Latitude-Longitude) as the chosen system, (2) the feature of point to map ground movement occurrence data, and (3) the regional approach of the locations for plotting data that do not have the latitude-longitude coordinate information. The result of the data filtering was a normal table that contained fourteen columns of landslide data. Data management has given a solution in the form a strategic of spatial database building which is constructed from non spatial data.Keywords: landslide spatial database, nonspatial data, ground movement occurrence data

Ekstraksi Aspek Geomorfologi (Scarps)Pada Citra Fusi Landsat 7 dan Terrasar-X untuk Meningkatkan Tingkat Kedetailan Zonasi Kerentanan Gerakan Tanah (Kasus Kabupaten Cianjur)

Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1377.816 KB)

Abstract

ABSTRAKMorfologi scarp (gawir) yang berbentuk concave/cekung dapat dijadikan indikasi adanya potensi gerakan tanah dan dapat di identifikasi melalui interpretasi citra satelit. Wilayah Kabupaten Cianjur dan sekitarnya adalah salah satu daerah yang rentan terhadap bencana gerakan tanah. Hampir 80% desa di Cianjur berpotensi terhadap bencana tersebut, dengan zona kerentanan gerakan tanah tinggi sebesar 17,24% dari total wilayah Kabupaten Cianjur (Sumber: Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah – PVMBG). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentukan scarp dan mendelineasi area potensi gerakan tanah di wilayah Cianjur dan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah interpretasi visual pada citra hasil fusi antara Landsat 7 dan DSM TerraSAR-X, dan memvalidasi lokasi bentukan scarp dengan titik lokasi gerakan tanah (bersumber dari BPBD Kabupaten Cianjur) dan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah - PVMBG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bentukan scarp merupakan indikasi area gerakan tanah. Selain morfologi scarp (gawir), bentukan geomorfologi lain seperti kipas vulkanik juga berpotensi gerakan tanah yang harus diwaspadai. Daerah berpotensi gerakan tanah di sekitar scarp bisa dipergunakan untuk melakukan revisi Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah dan juga dimanfaatkan untuk penataan ruang. Data citra penginderaan jauh terutama DSM dari citraTerraSAR-X dengan resolusi menengah sekitar 9m, dapat dijadikan data dasar untuk mengidentifikasi bentukan scarp dan zona gerakan tanah yang disebabkan oleh bentukan morfologi tersebut.Kata kunci: scarp, gerakan tanah, Cianjur, Landsat 7, TerraSAR-XABSTRACTScarp morphology in concave form can be an indication of the availability of earth movement potential and it can be identified through satellite image interpretation. Cianjur Regency and the surrounding areas are areas that are prone to have earth movement disasters. Almost 80% of villages in Cianjur have the potential to have the earth movement disaster with the high earth movement prone zone of 17.24% out of the whole areas of Cianjur Regency (source: Map of Earth Movement Prone Zone-Centre for Volcanology and Geological Disaster Mitigation). The aim of this research is to identify scarp form and to delineate areas which are potential to have earth movement in Cianjur Regency and surrounding areas. The method used in this study is visual interpretation on images as the result of fusion between Landsat 7 and DSM TerraSAR-X, and validating scarp formed locations with location points of earth movement (from BPBD of Cianjur Regency) and Map of Earth Movement Prone Zone-Centre for Volcanology and Geological Disaster Mitigation. The research result shows that most of scarp forms are indications of areas of earth movement. Besides scarp morphology, another geomorphology form like volcanic fan is also potential to have earth movement which need to be considered. Areas of potential to have earth movements around the scarp can be used to revise the Map of Earth Movement Prone Zone and for landuse planning. Data of remote sensing image, especially DSM of TerraSAR-X image with moderate resolution of about 9 m, can be used as basic data to identify scarp form and earth movement zone caused by the morphology form.Keywords: scarp, earth movement, Cianjur, Landsat 7, Terra SAR-X

Evaluasi Potensi Erosi Tanah Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi di DAS Bodri Hulu

Majalah Geografi Indonesia Vol 24, No 2 (2010): September 2010
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Erosi tanah menimbulkan dampak negatif baik terhadap lingkungan atau aspek ekonomi. DAS sebagai unit yang tepat untuk mempelajari erosi membuat data penginderaan jauh memiliki peran penting dalam penelitian ini. Kawasan ini diteliti DAS Bodri atas seluas 501,81 km persegi. Beberapa tujuan dalam penelitian ini adalah mengevaluasi potensi erosi tanah dalam skala moderat dengan menggunakan model erosi dan metode kualitatif, dan memvalidasi peta mengakibatkan erosi tanah. Data utama Landsat ETM + gambar direkam pada tanggal 29 Juni 2006 dan data DEM dari RBI (Rupa Bumi Indonesia) peta pada skala 1:25,000. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi visual dari jenis penggunaan lahan dan vegetasi transformasi indeks pada citra Landsat ETM +, kemiringan gradien turunan berdasarkan data DEM, dan analisis spasial untuk mengevaluasi erosi potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua peta erosi tanah potensial kelas menyerupai mewakili evaluasi mereka di kelas dari 79%. Daerah yang diteliti didominasi oleh kelas ringan potensi erosi tanah dengan nilai pada 0-20 mm / tahun. Tingkat detail data DEM berasal dari peta RBI dan SRTM (Shuttle Radar Topografi Misi) 30 m tidak sama dengan tingkat detail dari peta kelas erosi tanah potensial. Ini berarti bahwa data DEM tidak dapat digunakan sebagai bahan validasi bagi mereka peta. Validasi kepada mereka peta dengan menggunakan data tanah memeriksa menunjukkan bahwa peta erosi tanah kelas potensial yang dihasilkan oleh metode kualitatif yang lebih mencerminkan dari yang lain. Hal ini disebabkan bahwa metode kualitatif lebih banyak variabel yang terlibat.  ABSTRACT Soil erosion causes negative impact either on the environment or economic aspect. Watershed as an appropriate unit to study erosion makes remote sensing data have an essential role in this study. This researched area was upper watershed of Bodri covering an area of 501.81 square km. Some goals in this research were evaluating potential soil erosion in moderate scale by using an erosion model and a qualitative method, and validating the resulted soil erosion maps.The main data were Landsat ETM+ image recorded on 29 June 2006 and DEM data of RBI (Rupa Bumi Indonesia) map at the scale of 1:25,000. Methods used  in this  research  were  visual  interpretation  of landuse  type  and  vegetation index transformation on Landsat ETM+ image, slope gradient derivation based on DEM data, and spatial analysis for evaluating potential soil erosion.Results indicated that both potential soil erosion class maps are resemble in representing   their  evaluation  at  the  grade  of  79%.  The  researched  area  is dominated by light potential soil erosion class with value at 0 – 20 mm/year. The detail  level  of  DEM  data  derived  from  RBI  map  and  SRTM  (Shuttle  Radar Topography  Mission)  30 m is not equal with detail  level of those potential  soil erosion class maps. It means that the DEM data cannot be used as a validation material  for those  maps.  Validation  to those  maps  by using  ground  check  data showed that the potential soil erosion class map resulted by qualitative method is more representative than the other. It is caused that the qualitative method involved more variables.

PEMANFAATAN BAND TERMAL CITRA LANDSAT UNTUK IDENTIFIKASI KELUARAN AIRTANAH LEPAS PANTAI (KALP) DI PANTAI UTARA LOMBOK

JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 27, No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.485 KB)

Abstract

This paper examines the use of Landsat 7 and 8 thermal band as an indirect method of identifying submarine groundwater discharge (SGD) in the northern coast of Lombok Island. Image processing steps include atmospheric correction, the acquisition value of the effective temperature, effective temperature anomalies and effective standardised temperature anomalies, as well as image enhancement. Effective standardised temperature anomaly map has more varied pattern than the effective temperature map. But both of them have not been able to demonstrate the extreme temperatures that indicate the location of SGD. Parameter of effective standardised temperature anomaly could not be used as a single variable. SGD identification in tropical area needs more detailed spatial resolution. The acquisition time has also to be considered i.e. when low tidal and for low temperature SGD, when the water temperature is warmer. AbstrakMakalah ini mengkaji penggunaan band termal citra Landsat 7 dan 8 sebagai metode tidak langsung dalam mengidentifikasi kehadiran keluaran airtanah lepas pantai (KALP) di perairanutara Pulau Lombok. Langkah pengolahan citra meliputi koreksi atmosferik, pemerolehan nilai suhu efektif, anomali suhu efektif, dan anomali suhu efektif standar serta penajaman citra. Petaanomali suhu efektif standar memiliki pola yang lebih bervariatif dibandingkan peta suhu efektif. Namun keduanya belum dapat menunjukkan suhu ekstrim yang mengindikasikan lokasi KALP. Parameter anomali suhu efektif standar tidak dapat dipergunakan sebagai variabel tunggal. Identifikasi lokasi KALP di daerah tropis membutuhkan data citra dengan resolusi spasial yang lebih detail. Pemanfaatan data citra juga perlu memperhatikan waktu perekaman citra yaitu pada saat kondisi perairan hangat untuk kasus KALP bersuhu rendah dan pada saat air surut.

MODEL KERENTANAN GERAKAN TANAH WILAYAH KABUPATEN SUKABUMI SECARA SPASIAL DAN TEMPORAL

JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 26, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2530.975 KB)

Abstract

Spatial and temporal prediction of landslide hazard is required for hazard mitigation. This paper aims to present the results of areal slope stability modeling in Sukabumi Regency, considering the spatial characteristics of the slope and soil properties and temporal variation of rainfall. The modeling uses TRIGRS software to calculate the grid based slope safety factor with a size of 100 m x 100 m due to the infiltration of rainwater. Results of modeling show that landslide vulnerability of Sukabumi Regency is significantly influenced by topography and soil engineering characteristics. Meanwhile, the variation of rainfall intensity is the causative factor of temporal variation of landslide vulnerability. Based on the safety factor-based zonation, high vulnerability zone is  located in the District of Pelabuhan Ratu, Cikidang, Cisolok, Kabandungan, Parakan Salak, Nagrak, Cibadak, Gegerbitung, Nyalindung, Ciracap and Warung Kiara. Many previous landslides occurred in this susceptibity zone. Thus, this landslide susceptibility modelling may apply to a spatial mapping and temporal prediction of landslide hazard.Prediksi bahaya gerakan tanah secara spasial dan temporal diperlukan untuk mitigasi bencana gerakan tanah. Makalah ini bertujuan untuk menyajikan hasil pemodelan tingkat kerentanan gerakan tanah dengan mempertimbangkan karakteristik lereng dan kekuatan tanah secara spasial dan curah hujan harian secara temporal di wilayah Kabupaten Sukabumi. Pemodelan menggunakan perangkat lunak TRIGRS untuk menghitung faktor keamanan lereng berbasis grid dengan ukuran 100 m x 100 m akibat infiltrasi air hujan. Hasil pemodelan menunjukkan tingkat kerentanan gerakan tanah spasial di Kabupaten Sukabumi dipengaruhi oleh topografi dan karakteristik keteknikan tanah. Sementara itu, curah hujan kumulatif menjadi faktor pengontrol penyebab perubahan tingkat kerentanan gerakan tanah temporal. Berdasarkan nilai faktor keamanan lereng, daerah dengan kerentanan gerakan tanah tinggi tersebar di Kecamatan Pelabuhan Ratu, Cikidang, Cisolok, Kabandungan, Parakan Salak, Nagrak, Cibadak, Gegerbitung, Nyalindung, Ciracap, dan Warung Kiara. Tingkat kerentanan ini bersesuaian dengan lokasi-lokasi gerakan tanah yang terjadi di daerah-daerah tersebut. Dengan demikian, pemodelan kerentanan gerakan tanah ini dapat digunakan untuk membantu dalam memprediksi gerakan tanah secara spasial dan temporal.