p-Index From 2014 - 2019
1.452
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan
Mellia Fransiska, Mellia
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE II PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2015 Fransiska, Mellia
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.203 KB)

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang besar. Data dari studi global menunjukkan bahwa jumlah penderita diabetes mellitus pada tahun 2013 telah mencapai 382 juta. Di Kota Bukittinggi, prevalensi DM meningkat setiap tahunnya, dan Puskesmas Mandiangin menempati urutan pertama jumlah kasus Diabetes Mellitus tipe II pada lansia yaitu 5,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian Diabetes mellitus tipe II pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi tahun 2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2015. Populasi pada penelitian ini adalah semua lansia yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin yang berjumlah 1.376 orang, dengan sampel sebanyak 93 orang, yang dipilih melalui metode simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah wawancara dengan kuesioner dan pengukuran gula darah dengan glucosemeter. Data diolah dengan menggunakan uji statistic chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan kejadian Diabetes Mellitus Tipe II adalah variabel aktifitas fisik p value = 0,0005, Obesitas p value = 0,027, dan riwayat keluarga DM p value = 0,0005. Maka dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik, obesitas, dan riwayat keluarga DM dengan kejadian DM tipe II pada lansia. Oleh karena itu disarankan kepada Puskesmas Mandiangin untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan berupa peningkatan motivasi dan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup sehat melalui penyuluhan, dan meningkatkan program promosi kesehatan tentang faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus tipe II.
HUBUNGAN STATUS GIZI, STATUS IMUNISASI, DAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA Fransiska, Mellia; Rina, Rina; Okta Sanggara, Vivi; Kurnia Gustin, Rahmi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute Respiratory Infections (ARI) is an acute infections process which incubation for 14 days. It’s caused by microorganisms and attack one or more of the airway. Tanah Datar is a regency that incidence of ARI in children toddlers was highest (80.65%) in West Sumatera in 2011, with the most case in Batipuh I Health Centre (123.47%). The aims of this study were known variable and dominant factor relationship of ARI incidence on children toddlers at working area of Batipuh I Health Centers. Design of this research was cross sectional. Population was all mothers who have children toddlers (2079 people) and obtained 106 sample with multistage sampling technique. Data were analyzed by univariate and bivariate with Chi-square test. The results showed that there was a significant association between immunization status (p = 0.006, OR=6588, CI = 95%) and exclusive breastfeeding (p = 0.015, OR = 2.985, CI = 95%). Recommended to Batipuh I Health Center to provide information about the importance of immunization, exclusive breast feeding, and monitoring the nutritional status of children toddlers. The parents should provide a complete immunization, exclusive breast feeding, and pay attention to the nutritional status of children toddlers in order to anticipate the incidence of ARI.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMA KAUM II KECAMATAN LIMA KAUM KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2013 Kurnia Gustin, Rahmi; Fransiska, Mellia
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dunia setiap tahun diperkirakan lebih dari 2 juta anak balita meninggal karena ISPA ( 1 anak balita/15 detik ) dari 9 total kematian balita. Kabupaten Tanah Datar memiliki 23 Puskesmas, dari 23 Puskesmas yang ada, Puskesmas lima Kaum II menempati urutan tertinggi kejadian ISPA. ISPA merupakan proses infeksi akut yang berlangsung selama 14 hari yang menyerang saluran pernafasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak balita. Penelitian ini menggunakan desain penelitian crossectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Lima Kaum II Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan juli sampai agustus 2014. Populasi penelitian adalah anak balita sebanyak 758 jiwa dengan jumlah sampel 110 anak balita diambil secara Multistage Random Samling. Dari hasil pengumpulan data yang menderita ISPA 75(68,2), yang memiliki gizi baik 97 (88,2%), yang memiliki imunisasi lengkap 107 (97,3%), dan ASI Ekslusif 70 (63,6%). Status gizi tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian ISPA yaitu p.value > 0,05 (p=0,219) Ho diteriama, Status imunisasi tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadin ISPA yaitu p.value>0,05 (p=0,550) Ho diterima, ASI Ekslusif memiliki hubungan bermakna dengan kejadian ISPA yaitu p.value 0,05 (p=0,04) Ho ditolak. Dapat disimpulkan, bahwa dari 3 variabel yang dibahas, terdapat 1 yang berhubungan dengan kejadian ISPA yaitu ASI Ekslusif, 2 diantaranya tidak memiliki hubungan. Disarankan pada petugas kesehatan dan orang tua agar selalu memperhatikan kesehatan dan perkembagan bayi dan anak balita agar terhindar dari penyakit terutama penyakit infeksi
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG OBESITAS BALITA DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA BALITA DI NAGARI KOTO RAJO KAB. PASAMAN TAHUN 2015 Fransiska, Mellia; Rahmadani, Melda
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.482 KB)

Abstract

Obesitas menyebabkan 10,3% dari seluruh kematian di dunia. Menurut WHO, angka tersebut menempati peringkat kelima penyebab utama kematian di dunia. Sebanyak 14% balita di Indonesia mengalami obesitas. Menurut Menkes RI sebanyak 14,2% terjadi pada tahun 2010 balita di Indonesia mengalami Kegemukan (Obesitas). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Hubungan pengetahuan ibu tentang obesitas balita dengan kejadian obesitas pada balita di Nagari Koto Rajo Pasaman 2014. Metode penelitian survey analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan agustus 2014. Sampel sebanyak 36 orang. Data primer diperoleh dari kuesioner dan penimbangan berat badan , data diolah menggunakan teknik komputerisasi dan uji statistiknya chi-square, kemudian data dianalisa secara analisa univariat dan analisa bivariat. Dari hasil penelitian diketahui ditribusi frekuensi pengetahuan yaitu, tinggi sebanyak 77,8 % dan rendah sebanyak 22,2%, dan distribusi frekuensi kejadian obesitas yaitu, ya 11,1% dan tidak 88,9%. Analisa menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kejadian obesitas P= 0,028. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu berpengaruh16,200 kali terhadap kejadian obesitas pada balita. Diharapkan kepada orang tua dapat lebih meningkatkan lagi pengetahuan dan pemantauan terhadap balita tentang kesehatan pada balita khusus nya balita dengan kejadian obesitas pada balita .
HUBUNGAN PENGETAHUAN SUAMI TENTANG PERUBAHAN FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS IBU HAMIL DENGAN DUKUNGAN SUAMI DI JORONG SURAU BATU NAGARI SUNGAI PUA TAHUN 2016 Fransiska, Mellia; Yulia, Yulia
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.475 KB)

Abstract

Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta perubahan sosial didalam keluarga. Adaptasi anatomis, dan fisiologis, serta biokimia yang terjadi pada wanita selama kehamilan yang pendek itu begitu besar. Perubahan-perubahan tersebut segera terjadi setelah fertilisasi dan berlanjut sepanjang kehamilan. Oleh karena itu perlunya dukungan pengetahuan suami terhadap perubahan yang terjadi pada ibu hamil. Penelitian ini bersifat analitik Dengan desain penelitian secara cross sectional. Populasi berjumlah 34 orang dengan sampel 34 responden. Cara pengambilan sampel ini dengan total sampling. Data dikumpulkan secara primer mengunakan alat bantu daftar cheklist dan uji statistik chi square secara komputerisasi. Hasil penelitian ini terdapat 20 responden (58,8%) yang berpengetahuan rendah dengan 24 responden ( 70,6%) yang kurang memberikan dukungan. Dari hasil penelitian peneliti menyimpulkan bahwa adanya hubungan pengetahuan suami tentang perubahan fisiologis dan psikologis ibu hamil dengan dukungan suami dimana nilai p = 0,024 . Untuk itu diharapkan kepada wali jorong agar mengajak tenaga kesehatan untuk mengadakan penyuluhan pada suami tentang pentingnya pengetahuan suami terhadap perubahan fisilogis dan psikologis ibu hamil dengan dukungan suami
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE II PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2015 Fransiska, Mellia
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.203 KB)

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang besar. Data dari studi global menunjukkan bahwa jumlah penderita diabetes mellitus pada tahun 2013 telah mencapai 382 juta. Di Kota Bukittinggi, prevalensi DM meningkat setiap tahunnya, dan Puskesmas Mandiangin menempati urutan pertama jumlah kasus Diabetes Mellitus tipe II pada lansia yaitu 5,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian Diabetes mellitus tipe II pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi tahun 2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2015. Populasi pada penelitian ini adalah semua lansia yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin yang berjumlah 1.376 orang, dengan sampel sebanyak 93 orang, yang dipilih melalui metode simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah wawancara dengan kuesioner dan pengukuran gula darah dengan glucosemeter. Data diolah dengan menggunakan uji statistic chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan kejadian Diabetes Mellitus Tipe II adalah variabel aktifitas fisik p value = 0,0005, Obesitas p value = 0,027, dan riwayat keluarga DM p value = 0,0005. Maka dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik, obesitas, dan riwayat keluarga DM dengan kejadian DM tipe II pada lansia. Oleh karena itu disarankan kepada Puskesmas Mandiangin untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan berupa peningkatan motivasi dan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup sehat melalui penyuluhan, dan meningkatkan program promosi kesehatan tentang faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus tipe II.
Faktor yang berhubungan dengan Perilaku Merokok pada Remaja Putra SMA X Kecamatan Payakumbuh Fransiska, Mellia; Firdaus, Putri Anggia
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.106 KB)

Abstract

Perilaku merokok merupakan perilaku yang membakar salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar, dihisap dan atau dihirup termasuk rokok kretek, rokok putih, cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman nicotina tabacum, nicotina rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan Pengetahuan, Pengaruh Iklan Rokok, Kemudahan mendapatkan rokok, Pengaruh Orang Tua dan pengaruh Teman Sebaya dengan perilaku merokok pada remaja putra Sekolah Menengah Atas (SMA) X Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuanitatif dengan metode survey analitikdengan menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak laki-laki di SMA X Kecamatan Payakumbuh sebanyak 181 siswa dengan sampel 65 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratified random sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik chi square. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa responden yang merokok 73,84 %,responden berpengetahuan tinggi 64,6%, responden yang terpengaruh iklan rokok 58,5%,responden yang mudah mendapatkan rokok 58,5%,responden yang ada pengaruh orang tua yang merokok 53,8% dan responden yang mendapatkan pengaruh teman 60%. Nilai signifikasi pengetahuan p 0.038, Pengaruh Iklan Rokok p 0.049, Kemudahan mendapatkan rokok p 0.0001,Pengaruh Orang Tua p 0.039 dan Pengaruh Teman Sebaya p 0.033.
ANALISIS EPIDEMIOLOGI PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE MELALUI PENDEKATAN TEMPORAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN FAKTOR IKLIM DI KOTA PADANG TAHUN 2014-2017 Rahmi, Febria; Hadi, Dasman; Fransiska, Mellia; Kustanto, Debby Ratno
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.38 KB)

Abstract

Pada tahun 2013, di Indonesia jumlah penderita DBD yang dilaporkan sebanyak 112.511 kasus dengan jumlah kematian 871 orang (Incidence Rate / Angka kesakitan = 45,85 per 100.000 penduduk dan CFR / angka kematian = 0,77%). Kota Padang merupakan salah satu kota yang angka kejadian DBDnya tertinggi di Sumatera Barat. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan kasus DBD, antara lain nyamuk sebagai vektor, faktor lingkungan, dan unsur iklim yang dapat ditinjau dari aspek temporal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor iklim dengan kejadian penyakit demam berdarah dengue berdasarkan pendekatan temporal di Kota Padang Tahun 2014-2017. Penelitian ini menggunakan rancangan studi ekologi dengan jenis Times Series Study (Time Trend Study). Penelitian ini dilakukan di Kota Padang pada bulan Mei - Juli tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita penyakit DBD yang berada di Kota Padang dan tercatat dalam register DBD Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2014-2017, yaitu berjumlah 3311 kasus. Seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian ini. Pengolahan data (procesing) dilakukan dengan menggunakan program komputer. Hasil penelitian didapatkan Secara spasial, angka Insidence DBD tertinggi terjadi di Kecamatan Bungus yaitu 169 per 100.000 penduduk pada tahun 2015, selanjutnya Kecamatan Kuranji. Sedangkan insidence DBD terendah juga terjadi di Kecamatan Bungus yaitu 16 per 100.000 penduduk pada tahun 2014. Secara temporal, Kasus DBD tertinggi di Kota Padang tahun 2014-2017 terjadi pada Bulan November tahun 2015 sebesar 200 kasus dan yang terendah terjadi pada Bulan April tahun 2017 sebesar 14 kasus. Rata-rata kejadian kasus DBD tertinggi terjadi pada Bulan Desember sebesar 124 kasus dan yang terendah terjadi pada Bulan April sebesar 27 kasus. Hubungan curah hujan dengan jumlah kasus DBD di Kota Padang tahun 2014 – 2017 menunjukkan hubungan yang kuat (r = 0,607), berpola positif, dan ada hubungan yang signifikan (p = 0,036). Secara umum, Kecamatan di Kota Padang tergolong daerah yang endemis DBD.Disarankan kepada masyarakat untuk meningkatkan peran serta di dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD seperti melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus serta peningkatan health promotion seperti penyuluhan yang berkaitan dengan penyakit DBD kepada masyarakat oleh pihak atau instansi terkait terutama kepada Puskesmas yang tinggi Incidence DBD.