Andika Sulistiawan, Andika
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN PERILAKU DAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS TIGO BALEH KECAMATAN AUR BIRUGO TIGO BALEH KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2014 Sulistiawan, Andika; Putra, Yuhendri
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue feveris a disease caused by the dengue virus isclassified as an arbovirus and entered into the patients body through the bite of Aedes aegypty. Based on the initial survey, the working area Talawi health center has the highest prevalence of DHF compared to other health centers. The purpose of this study was to identify factors that affect the incidence of dengue in the health centers of Talawi, Sawahlunto 2014. Analytic descriptive method of research methods with cross sectional design. The population is all the people who are in the health centers of Talawi, Sawahlunto samples to taling 98 respondent. Univariate data processing is done by editing, coding, precessing, dry and bivariate data analysis performed by computer using statistical test chi-square test at the 0.05 significance. From the results of this study showed no significant relationship between know The results showed 47 respondents (48.0%) have less knowledge, more than half of the 58 respondents (59.2%) had a negative attitude, more than half of the 52 respondents (53.1%) had no clean environment, and who have had DHF 44 respondents (44.9%). In conclusion, no significant association between knowledge of the incidence of DHF (p value = 0.048), no significant relationship between the attitude of the incidence of DHF (p value = 0.037), no significant relationship between the environment and the incidence of DHF (p value = 0.023) incidence of DHF. Educational institutions are expected to be used as baseline data for further research, as the empirical data for the development of nursing, and a clean environment are expected to have a sense of community is higher so as to have a positive attitude to the incidence of dengue. This requires cooperation between public health officials in an effort to prevent the occurrence of DHF
Hubungan Perilaku dan Lingkungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2014 Sulistiawan, Andika; Junios, Junios; Mutia Kosasih, Siti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a health problem with an increasing number of cases is equal to 65.57 per 100 thousand inhabitants. Based on data from the health department of Bukittinggi in 2011-2013 the number of dengue cases in the region Puskesmas Tigo Baleh In 2011 as many as 20 cases, 35 cases were in 2012, in 2013 a total of 39 cases. this type of research is an analytic survey with case-control study design and size of the study respondents were 78 respondents with totaly sampling technique. The data was collected using a questionnaire with interview techniques. This research uses the chi-square test with 95% degree of confidence (ɑ = 0.05). The results showed no significant relationship between knowledge of the incidence of DHF (p = 0.000, OR 59,500), there was no significant relationship between the attitude of the incidence of DHF (p = 0.074, OR 2.066), a significant relationship between the incidence of dengue measures (p = 0.030 , OR 4.500), and no significant relationship between the environment and the incidence of DHF (p = 1.000 OR 2.054). Expected, government and health centers can improve public knowledge and action better through counseling with a more effective method.
Pendidikan Kesehatan dan Pelatihan Tentang Perawatan Payudara Sendiri (Sadari) Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Guru SMAN 5 Kota Jambi Mulyani, Sri; Rudini, Dini; Sulistiawan, Andika
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol 2 No 2 (2018): Volume 2, No (Issue) 2, Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.711 KB)

Abstract

Penyakit kanker payudara merupakan kanker dengan kejadian tertinggi pada negara maju dan berkembang. Kanker payudara merupakan kanker yang paling umum terjadi pada wanita di seluruh dunia, baik di negara maju dan berkembang. Di negara-negara penghasilan rendah dan menengah angka kejadian kanker payudara terus meningkat  ditahun-tahun terakhir. Deteksi dini penyakit merupakan cara yang digunakan untuk mengendalikan kejadian kanker payudara. Ketika kanker payudara dideteksi sejak awal, dan jika   diagnosa   dan   pengobatan   yang  baik   tersedia   maka   akan memberikan kesempatan yang baik untuk mengurangi kanker payudara. Pada umumnya kematian karena kanker payudara yang terjadi di negara dengan penghasilan rendah dan menengah adalah sebanyak 269.000, dimana banyak wanita dengan kanker payudara didiagnosa pada stadium akhir karena kurangnya kesadaran untuk deteksi dini dan hambatan dalam pelayanan kesehatan. Terdapat beberapa metode untuk deteksi dini kanker payudara, diantaranya adalah mammografi, USG, MRI payudara dan pemeriksaan fisik SADARI. Mammografi, USG, MRI payudara adalah metode yang dilakukan dengan teknologi khusus yang dilakukan di RS oleh ahli.     Penemuan dini kasus kanker payudara juga   dapat   dengan   kesadaran   dari   individu   untuk   melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Teknik ini berguna untuk mengetahui adanya  perubahan  bentuk  atau  adanya  kelainan  di  payudara  mereka  sendiri. Deteksi dini dapat menurunkan resiko kematian pada wanita.
Hubungan Perilaku dan Lingkungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2014 Sulistiawan, Andika; Rina, Rina
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.28 KB)

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a health problem with an increasing number of cases is equal to 65.57 per 100 thousand inhabitants. Based on data from the health department of Bukittinggi in 2011-2013 the number of dengue cases in the region Puskesmas Tigo Baleh In 2011 as many as 20 cases, 35 cases were in 2012, in 2013 a total of 39 cases. this type of research is an analytic survey with case-control study design and size of the study respondents were 78 respondents with totaly sampling technique. The data was collected using a questionnaire with interview techniques. This research uses the chi-square test with 95% degree of confidence (ɑ = 0.05). The results showed no significant relationship between knowledge of the incidence of DHF (p = 0.000, OR 59,500), there was no significant relationship between the attitude of the incidence of DHF (p = 0.074, OR 2.066), a significant relationship between the incidence of dengue measures (p = 0.030 , OR 4.500), and no significant relationship between the environment and the incidence of DHF (p = 1.000 OR 2.054). Expected, government and health centers can improve public knowledge and action better through counseling with a more effective method.
Pengaruh Terapi Tertawa Terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Puskesmas Olak Kemang Kota Jambi Nurhusna, Nurhusna; Oktarina, Yosi; Sulistiawan, Andika
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi|JIITUJ| Vol 2 No 1 (2018): Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.95 KB)

Abstract

Latar Belakang Hipertensi merupakan salah satu masalah utama pada kesehatan yang saat ini banyak diderita oleh orang-orang lanjut usia. Hipertensi dapat menyebabkan komplikasi pada otak (stroke), jantung (Infark Miokard), dan juga gangguan koroner lainnya. Agar terhindar dari komplikasi fatal hipertensi, maka dapat dilakukan pengobatan hipertensi. Ada dua cara pengobatan hipertensi yaitu terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi farmakologis membutuhkan waku yang lama serta memberi efek samping terhadap tubuh, Terapi Non Farmakologis menjadi alternatif terapi yang dikembangkan mampu mengatasi hipertensi lebih sederhana serta cost effective. Terapi Tertawa adalah suatu metode relaksasi yang diduga dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Terapi ini merupakan salah satu yang paling sederhana dan mudah dipelajari, dan dianggap mampu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat apakah ada pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Olak Kemang Kota Jambi. Metoda Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pre experiment desain berupa two group pre- test and post- test dan dilaksanakan di Puskesmas Olak Kemang Kota Jambi selama lebih kurang 6 bulan dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Olak Kemang yang diambil secara purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji wilcoxson. Hasil Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan tekanan darah responden sebelum dan sesudah terapi tertawa pada kelompok intervensi p-Value =0,001 (P-Value <0,005) namun berbeda pada pada kelompok kontrol P-Value = 1,000 (P-Value <0,005). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tekanan darah P-Value =0,004 Uji Wilcoxon. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan terapi tertawa dapat menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi terutama pada nilai Sistolik segera setelah dilakukan terapi tertawa. Terapi ini baik untuk diterapkan sebagai upaya perawatan penyakit hipertensi non farmakologi.