p-Index From 2014 - 2019
1.152
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan
Fauzi ashra, Fauzi
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN TEH ROSELLA TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR TABIT KOTA PAYAKUMBUH

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang jumlahnya akan terus meningkat dimasa yang akan datang. Menurut laporan badan kesehatan dunia atau World Health Organisation (WHO), pada tahun 2000 dianggarkan sebanyak 171 juta jiwa menderita diabetes mellitus tipe 2 dan diperkirakan pada 2030 akan terjadi peningkatan sebanyak 195 juta jiwa lagi yang akan menderita diabetes mellitus tipe 2. Studi populasi diabetes mellitus tipe 2 di berbagai Negara oleh WHO menunjukkan jumlah penderita diabetes mellitus pada tahun 2000 di Indonesia menempati urutan ke 4 terbesar dengan 8,426 juta orang dan diperkirakan akan menjadi sekitar 21,257 juta pada tahun 2030. Penderita diabetes mellitus bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh teh rosella terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 sampai dengan 20 agustus tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode Quasy Eksperiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini seluruh pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tabit dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purpossive sampling. Jumlah responden yang dijadikan sampel sebanyak 12 orang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data Independent Sampel Test. Hasil uji statistik menyeluruh nilai p=0,006 (p

PENGARUH TERAPI DAUN PEPAYA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DISMENORE PADA REMAJA PUTRI PESANTREN MUALIMIN SAWAH DANGKA BUKITTINGGI TAHUN 2014

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore adalah nyeri menstruasi, dikarakteristikkan sebagai nyeri singkat sebelum awitan atau selama menstruasi (Reeder, 2011). Daun pepaya mengandung enzim papain, alkaloid karpaina, pseudokarpaina, glikosid, karposid, saponin, sakarosa, dekstrosa, levulosa. Alkaloid karpaina mempunyai efek seperti digitalis, kandungan yang ada pada daun pepaya berkhasiat untuk menambah nafsu makan dan peluruh haid (Setiawan, 2004). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi daun pepaya terhadap penurunan tingkat dismenore pada remaja putri pesantren mualimin sawah dangka bukittinggi tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Preexperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas X, dan XI yang mengalami dismenore. Sampel berjumlah 14 responden dengan menggunakan tekhnik pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini menggunakan tekhnik paired sample t-test. Hasil uji statistik perbandingan tingkat dismenore antara sebelum dan sesudah diberikan terapi daun pepaya yaitu sebesar 1,929, uji statistik paired sample t-test P 0,000 jika dibandingkan dengan nilai α= 0,05 maka P < 0,05. Berdasarkan nilai p value tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi daun pepaya terhadap penurunan dismenore pada Remaja Putri Pesantren Mualimin Sawah Dangka Bukittinggi Tahun 2014, dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Saran peneliti pada responden agar dapat menerapkan pemberian terapi daun pepaya saat mengalami dismenore untuk penurunan tingkat dismenore.

Hubungan Tingkat Kecemasan Ibu dengan Perawatan yang dilakukan di Rumah Kepada Balita yang Menderita Common Cold di Wilayah Kerja Puskesmas Lima Kaum I Kabupaten Tanah Datar Tahun 2012

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Comon Cold adalah masalah besar yang mengancam Indonesia dan banyak negara diseluruh dunia. Hasil pendataan Depkes RI yang diakumulasi pada tanggal 30 Desember 2012, Indonesia mengalami peningkatan angka Penderita commomn cold selama tahun 2012 mencapai angka 34.645 Penderita. Angka kematian common cold pada tahun 2012 di Indonesia mencapai 726 orang.Tingkat keberhasilan terapi ARV sangat tergantung pada tingkat kepatuhan penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi dan sikap penderita dengan kepatuhan minum obat antiretroviral di Poliklinik Serunai Wilayah Kerja Puskesmas Lima Kaum I Kabupaten Tanah Datar Tahun 2012. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study yang dilakukan di Poliklinik Serunai RSUD Dr. Achmad Moctar Bukittingi dari tanggal 16-18 Juli 2013. Populasi penelitian ini adalah pasien terinfeksi common cold sebanyak 16 penderita dengan sampel berjumlah 16 penderita. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket.Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan komputer menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisa univariat menunjukkan 61,5% responden memiliki motivasi tinggi, 68,8% responden memiliki sikap positif, 68,8% responden yang patuh. Hasil analisa bivariate menunjukkan p=0,036 terdapat hubungan yang bermakna Antara motivasi pasien PENDERITA dengan kepatuhan minum obat ARV, p=0,013 terdapat hubungan bermakna Antara sikap pasien PENDERITA dengan kepatuhan minum obat ARV. Dapat disimpulkan bahwa penderita yang memiliki motivasi tinggi dan sikap yang positif sebagian besar patuh meminum obat ARV(antiretroviral). Saran untuk pendamping agar dapat memotivasi anggota bimbingan untuk lebih meningkatkan motivasi dan sikap penderita terhadap kepatuhan minum obat agar mencapai keberhasilan dalam terapi tersebut dan mengurangi angka kegagalan terapi.

HUBUNGAN PERAN ORANG TUA TERHADAP KEPATUHAN TERAPI DIET GLUTEN FREE CASEIN FREE (GFCF) PADA ANAK AUTISME DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) KHUSUS AUTIS AL-IKHLAS BUKITTINGGI TAHUN 2014

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autisme merupakan gangguan pervasive yang mencakup gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, dan emosi. Data UNESCO pada tahun 2011 mencatat, sekitar 35 juta orang penyandang autisme di dunia. Diperkirakan jumlah penyandang autisme di Indonesia sekitar 2,4 juta orang, dan bertambah sekitar 500 orang penyandang baru tiap tahunnya. Diet GFCF adalah diet yang dilakukan dengan menghilangkan sumber bahan makanan/minuman yang mengandung kasein dan gluten. Penerapan diet GFCF akan memberikan hasil yang maksimal apabila dilakukan sesuai dengan aturannya, secara konsisten, serta dibarengi oleh pengawasan yang ketat serta peran orang tua yang optimal dalam mengurangi gejala yang dialami oleh anak autisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua terhadap kepatuhan terapi dalam menerapkan diet GFCF. Desain penelitian adalah Deskriptif Korelasional yang dilakukan mulai bulan Maret sampai September 2014 melalui pengisian kuesioner, jumlah sampel 55 orang tua di Sekolah Luar Biasa (SLB) Khusus Autisme Al-Ikhlas Bukittinggi dengan tekhnik pengambilan sampel Cross Sectional. Hasil penelitian didapatkan hanya sebagian besar 30 orang tua (54,5%) yang berperan optimal, sedangkan 38 orang tua (69,1%) yang tidak patuh dalam menerapkan terapi diet GFCF. Dari hasil penelitian didapatkan hubungan bermakna yang diperoleh p value=0,013, maka p value < 0,05 jadi terdapat hubungan bermakna antara peran orang tua dengan kepatuhan terapi diet GFCF. Saran pada penelitian ini adalah perlu dikembangkannya penelitian mengenai pengaruh dari peran orang tua terhadap kepatuhan terapi diet GFCF pada perkembangan anak autisme sebagai salah satu intervensi yang diberikan oleh tenaga kesehatan.

Efektivitas Senam Otak terhadap Perubahan Skor Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Demensia Ringan di Panti Sosial Treshna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2014

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO tahun 2009 salah satu infeksi nasokomial adalah infeksi luka pasca operasi, dimana hal ini bisa menjadi penyebab utama morbiditas, mortalitas. Resiko terjadinya infeksi setelah pembedahan dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk didalamnya, umur pasien, status nutrisi dan obesitas. Berdasarkan pengambilan data di RSUD pada tahun 2012 ditemukan 49 pasien yang menjalani operasi laparatomi, hamper 50% orang diantaranya mengalami infeksi pada luka post operasi dan pada tahun 2013 dari 61 pasien yang menjalani operasioperasi laparatomi, 50% orang diantaranya mengalami infeksi luka operasi, dimana terdapat peningkatan kejadian infeksi luka post operasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan tejadinya infeksi luka pasien post laparatomi. Penelitian ini menggunakan desain studi korelasi dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 30 orang, dengan pengolahan data menggunakan chi-squere. Alat yang digunakan adalah lembar kuesioner dan observasi. Variabel yang diteliti adalah umur, status nutrisi, obesitas dan infeksi luka psien post laparomi. Penelitian ini menunjukan 72,7 % responden yang berumur >60 tahun beresiko terhadap infeksi post laparatomi, 71,4% responden dengan status nutrisi buruk, 71,4% responden mengalami obesitas dan 33,3% responden yang terjadinya infeksi luka post laparatomi. Analisis bivariat, ada hubungan umur (p value 0,001), status nutrisi (p value 0,026) dan obesitas ( p value 0,111) dengan terjadinya infeksi pada pasien post laparatomi. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara umur, status nutrisi dan obesitas dengan terjadinya infeksi pada pasien post laparatomi di RSUD Achmad Darwis Suliki, disarankan pada pihak RSUD agar bisa memberikan penyuluhan tentang upaya preventif terjadinya infeksi.

HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU DENGAN PERAWATAN YANG DILAKUKAN DI RUMAH KEPADA BALITA YANG MENDERITA COMMON COLD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMA KAUM I KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2012

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan pengalaman subjektif yang tidak dapat diobservasi secara langsung dan merupakan sumber penting dalam usaha memelihara keseimbangan hidup. Perubahan kondisi/kesehatan anak termasuk saat anak menderita Common Cold akan menimbulkan kecemasan pada ibu dengan tingkatan yang berbeda-beda. Common Cold merupakan salah satu penyakit yang angka kunjungannya banyak setiap bulan yaitu ± 200 balita perbulan di Puskesmas Lima Kaum I. Balita yang menderita Common Cold membutuhkan perawatan dirumah yang baik oleh ibu agar tidak terjadi komplikasi. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan crosssectional. Pengambilan sampel dengan metode accidental sampling, dengan jumlah sampel 50 orang. Penelitian ini dilakukan bulan Juni 2012 di Puskesmas Lima Kaum I. Alat pengumpulan data untuk kecemasan menggunakan HRS-A (Hamilton Rating Scale For Anxiety) dan untuk perawatan dirumah menggunakan 15 pertanyaan tertutup. Variabel yang diteliti yaitu tingkat kecemasan ibu dan perawatan yang dilakukan di rumah pada balita yang menderita Common Cold. Dari hasil penelitian pada umumnya (60%) ibu berpendidikan menengah atas, dan bahkan (18%) berpendidikan tinggi. Berdasarkan pekerjaan sebagai Ibu rumah tangga (50%) dan (50%) lainnya bekerja sebagai petani, pedagang,guru dan PNS. Tingkat kecemasan ibu pada umumnya (58%) mengalami cemas sedang, (24%) cemas ringan dan (18%) cemas berat. Perawatan dirumah yang dilakukan ibu hampir setengah (46%) dengan kualias cukup,(30%) kurang, dan (24%) baik. Hasil analisa bivariat diketahui ada hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan ibu dengan perawatan yang dilakukan di rumah kepada balita yang menderita Common Cold dimana P< 0,05.

The Relationship Between Characteristics Of Nurse And Their Response Time In Emergency Case In Emergency Unit Of Public Health Care Kumanis Sijunjung In 2016

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Response time is the time between the clients entering the room and request addressed. Response time for the patient is more and less 5 minutes. Long response time can result in a risk of death or severe injury. From the observation data obtained from health centers Kumanis Sijunjung average response time of 5-8 minutes. This study aims to examine the relationship between the characteristics of the nurse and their response time in handling an emergency case in the emergency unit of the health center Kumanis Sijunjung in 2016. This type of research was quantitative with a cross-sectional study. The population in this study was all of the nurses in the emergency unit of health center Kumanis Sijunjung. The Sampling technique was saturated sampling, who was 18 people. The instrument used was observation. The research result showed that there was no relationship  between the age of the nurses and their response time (p-value = 0.02), and there was no relationship between gender and their response time (p-value = 1.000),then, there was no relationship between the education of nurses and their response time (p-value = 0909 ), and there was a relationship between a long working relationship and their response time (p-value = 0.02). Suggestions for emergency unit nurses in order to improve professionalism in serving the availability of human resources and infrastructure affect the speed of services.

PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP PERUBAHAN SUHU TUBUH BAYI BARU LAHIR DI BPM “Y” KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2015

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mayoritas bayi baru lahir terlahir normal dan sehat, bayi tersebut tidak memerlukan intervensi setelah pelahiran, selain dikeringkan dengan handuk hangat dan melakukan kontak kulit ke kulit dengan ibu mereka. Data yang diperoleh dari RSUD dr. Achmad Mochtar pada tahun 2014, didapatkan data bahwa kejadian hipotermia sebanyak 1,7%, bayi baru lahir sebanyak 2,6%, dan asfiksia sebanyak 4,9%. Salah satu penanganan kehilangan panas (hipotermi) salah satunya dengan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apakah ada pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap pencegahan hipotermi pada bayi baru lahir di BPM “Y” kota bukittinggi tahun 2015. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian secara quasi eksperimen. Cara pengambilan sampel dengan accidental sampling. Data dikumpulkan dengan cara observasi, dan uji paired t-test secara komputerisasi. Dari pengolahan data yang dilakukan, didapatkan nilai p= 0,001. Dapat di jelaskan secara statistic ada hubungan yang signifikan antara pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap pencegahan hipotermi pada bayi baru lahir. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan suhu setelah dilakukan IMD. Di harapkan pada bidan nantinya untuk melakukan IMD kepada bayi baru lahir agar terhindar dari hipotermi.