p-Index From 2014 - 2019
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan
Rahmi Kurnia Gustin, Rahmi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SCABIES PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUL ULUM PIQ KECAMATAN DUO KOTO KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2015

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan desensitisasi terhadap tungau Sarcoptes Scabiei dan banyak di jumpai di pondok pesantren. Scabies saat ini oleh badan kesehatan dunia (WHO) dianggap sebagai pengganggu dan perusak kesehatan yang tidak dapat lagi dianggap hanya sekedar penyakitnya orang miskin karena penyakit ini telah merebak menjadi penyakit kosmopolit yang menyerang semua tingkat sosial. Prevalensi penyakit Scabies di Indonesia adalah sekitar 6-27% dari populasi umum dan cenderung lebih tinggi pada anak dan remaja. Prevalensi Scabies di Indonesia menurut Depkes RI berdasarkan data dari Puskesmas seluruh Indonesia tahun 2008 dalah 5,6%-12,95%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan personal hygiene dengan kejadian scabies. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional dan menggunakan teknik total sampling dengan sampel 176 responden. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kejadian scabies, dimana nilai p=0,044. hubungan antara perilaku personal hugiene dengan kejadian scabies, dimana nilai p=0,036. Dari penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara variabel independen yaitu pengetahuan dan perilaku personal hygiene dengan variabel dependen yaitu kejadian scabies pada santri di pondok pesantren Darul Ulum Cubadak. Saran ditujukan kepada pondok pesantren perlunya membuat kebijakan, sanksi atau penghargaan bagi santri yang melaksanakan kebersihan diri dan kesehatan lingkungannya.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS KUAMANG KECAMATAN PANTI TAHUN 2016

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi adalah suatu kondisi yang dapat menggerakan dan mempengaruhi pegawai.Puskesmas Kuamang merupakan salah satu dari beberapa Puskesmas yang ada di Kabupaten Pasaman. Dilihat Rekapitulasi kehadiran di Puskesmas Kuamang kehadiran pegawai masih rendah ditemukan 80% dari 40 pegawai pernah tidak masuk kerja dengan bebagai alasan seperti izin tampa keterangan, alpa, cuti melewati batas. Kinerja Puskesmas Kuamang dilihat dari laporan tahunan 2015 terlihat rendahnya cakupan Program dilaksanakan seperti: terlihat pada Program KIA cakupan Kunjungan Nifas 78% target 90% ,Asi Eksklisif 66,99% target 100%. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi kerja pegawai. Desain penelitian mengunakan cross sectional dilakukan pada bulan Maret-Agustus 2016 di Puskesmas Kuamang Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman. Populasi penelitian seluruh pegawai Puskesmas berjumlah 40 orang, semua populasi dijadikan sampel dengan mengunakan teknik sampel jenuh. Pengolahan data analisis secara univariat dan bivariat mengunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis diperoleh adanya hubungan bermakna antara tanggung jawab dengan motivasi kerja (p=0,0001,) hubungan interpersonal dengan motivasi kerja (p=0,011), kondisi kerja dengan motivasi kerja (p=0,006), dan pengawasan dengan motivasi kerja (p=0,002). Dapat disimpulkan, bahwa faktor tanggung jawab, hubungan interpersonal, konsi kerja dan pengawasan berhubungan dengan motivasi kerja pegawai di Puskesmas Kuamang. Untuk itu diharapkan kepada seluruh pegawai agar dapat menerapkan pola motivasi kerja dengan baik.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMA KAUM II KECAMATAN LIMA KAUM KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2013

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dunia setiap tahun diperkirakan lebih dari 2 juta anak balita meninggal karena ISPA ( 1 anak balita/15 detik ) dari 9 total kematian balita. Kabupaten Tanah Datar memiliki 23 Puskesmas, dari 23 Puskesmas yang ada, Puskesmas lima Kaum II menempati urutan tertinggi kejadian ISPA. ISPA merupakan proses infeksi akut yang berlangsung selama 14 hari yang menyerang saluran pernafasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak balita. Penelitian ini menggunakan desain penelitian crossectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Lima Kaum II Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan juli sampai agustus 2014. Populasi penelitian adalah anak balita sebanyak 758 jiwa dengan jumlah sampel 110 anak balita diambil secara Multistage Random Samling. Dari hasil pengumpulan data yang menderita ISPA 75(68,2), yang memiliki gizi baik 97 (88,2%), yang memiliki imunisasi lengkap 107 (97,3%), dan ASI Ekslusif 70 (63,6%). Status gizi tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian ISPA yaitu p.value > 0,05 (p=0,219) Ho diteriama, Status imunisasi tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadin ISPA yaitu p.value>0,05 (p=0,550) Ho diterima, ASI Ekslusif memiliki hubungan bermakna dengan kejadian ISPA yaitu p.value 0,05 (p=0,04) Ho ditolak. Dapat disimpulkan, bahwa dari 3 variabel yang dibahas, terdapat 1 yang berhubungan dengan kejadian ISPA yaitu ASI Ekslusif, 2 diantaranya tidak memiliki hubungan. Disarankan pada petugas kesehatan dan orang tua agar selalu memperhatikan kesehatan dan perkembagan bayi dan anak balita agar terhindar dari penyakit terutama penyakit infeksi

HUBUNGAN STATUS GIZI, STATUS IMUNISASI, DAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute Respiratory Infections (ARI) is an acute infections process which incubation for 14 days. It’s caused by microorganisms and attack one or more of the airway. Tanah Datar is a regency that incidence of ARI in children toddlers was highest (80.65%) in West Sumatera in 2011, with the most case in Batipuh I Health Centre (123.47%). The aims of this study were known variable and dominant factor relationship of ARI incidence on children toddlers at working area of Batipuh I Health Centers. Design of this research was cross sectional. Population was all mothers who have children toddlers (2079 people) and obtained 106 sample with multistage sampling technique. Data were analyzed by univariate and bivariate with Chi-square test. The results showed that there was a significant association between immunization status (p = 0.006, OR=6588, CI = 95%) and exclusive breastfeeding (p = 0.015, OR = 2.985, CI = 95%). Recommended to Batipuh I Health Center to provide information about the importance of immunization, exclusive breast feeding, and monitoring the nutritional status of children toddlers. The parents should provide a complete immunization, exclusive breast feeding, and pay attention to the nutritional status of children toddlers in order to anticipate the incidence of ARI.