N. Hidayat, N.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Keberlanjutan Sistem Usahatani Integrasi Tanaman-Ternak Pasca Bencana Alam Gempa Bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta Hidayat, N.
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 7, No 1 (2009): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sainspet.7.1.30-35

Abstract

The research was done at the period of August 2001 until September 2002 with location in Jambu, Kepuharjo Village, Cangkringan Sub district, Sleman regency, Daerah Istemewa Yogyakarta province. The purpose of these research to detect the increasing production of Arabica Coffee tree and the economic value from the using faces and urine of dairy cow which have been proceeded being complex organic fertilizer. The research method use “on farm research” with involved farmer groups “Dadi Makmur” that has obtained arabica coffee tree since 1994 and care dairy cow with the property between 3-7 dairy cow/person. In those location has been occur the good integration between the arabica coffee trees with dairy cow livestock. In arabica coffe farm, the farmer use stale waste which in the form of faces and urine that has proceeded being organic fertilizer to fertilize their plantation in order to the producing coffee is called organic coffee. In this research is put complex organic fertilizer to arabica coffee tree in dosages 5kg/tree, 10 kg/tree and as a control is not put fertilizer. The research result indicate that the using fertilizer for 10 kg/tree has very real influence to the amount of unproduce coffee production with increasing product are 46,56 % and give the economic value that is relative bigger when compared with using fertilize 5kg/tree and without fertilize giving (control).   Key words :   Economic value, integration of coffee tree-dairy cow, organic fertilizer
Dampak Gempa Bumi Terhadap Kelayakan Usaha Sapi Potong Model Integrasi Padi-Ternak di DIY (Studi Kasus di Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul) Widodo, Sugeng; Hidayat, N.; Suharsono, Suharsono
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 6, No 1 (2008): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sainspet.6.1.1-8

Abstract

Selain korban jiwa, rumah dan infrastruktur lainnya, gempa bumi yang terjadi di DIY dan sebagian wilayah Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 memberikan dampak negatif terhadap sektor pertanian khususnya sub sektor peternakan. Hal ini secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas ternak yang dipeliharanya. Hal ini karena selama 2 sampai 3 minggu pasca gempa petani masih sibuk dengan bersih-bersih rumah serta urusan logistik. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap pengelolaan sapi potong model kelompok yang sudah berjalan dengan baik menjadi terlantar. Lokasi penelitian merupakan korban berat karena gempa yaitu Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul. Di lokasi inilah telah diterapkan introduksi teknologi Padi-Ternak dengan menggunakan ternak potong jenis Siemental dan Limousin. Metodologi pendekatan adalah mengestimasi kelayakan finansial saat fase Pra pemulihan (1 sampai 2 bulan); fase Pemulihan (3 sampai 6 Bulan) dan fase Rekonstruksi (1 sampai 2 tahun) pasca gempa berdasarkan pada data dan hasil analisis sebelum gempa terjadi. Metode penelitian secara Quick Assessment (QA) di wilayah gempa dan dilakukan wawancara terbuka secara partisipatif pada 10 responden dari 30 anggota kelompok ternak yang mengintroduksikan teknologi SIPT. Berdasarkan hasil analisis kelayakan usaha sebelum gempa, usaha ternak sapi potong layak dengan indikator nilai B/C>1,0,  Net Present Value (NPV) positif dan Internal Rate of Return (IRR) aktual>IRR estimate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pada fase Pra Pemulihan secara finansial usaha ternak sapi potong mengalami kerugian dengan indikator nilai Net B/C<1,0 ; IRR<IRR estimate (12%) dan nilai NPV negatif, (2) pada fase Pemulihan dan fase Rekonstruksi usaha ternak sapi potong sudah mulai pulih dan memberikan keuntungan dengan indikator nilai Net B/C>1,0; NPV positif dan IRR aktual>IRR estimate, namun pada (3) fase Rekonstruksi usaha sapi potong ini mengalami keuntungan dengan indikator nilai Net B/C>1,0; NPV positif dan IRR aktual>IRR estimate. Kata kunci : sapi potong, integrasi padi-ternak, kelayakan, pasca gempa