Rikha Surtika Dewi, Rikha Surtika
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMBELAJARAN RAMPAK KENDANG DENGAN BAHASA ISYARAT PADA SISWA TUNARUNGU DI SLB AISIYAH SINGAPARNA Lestari, Asti Tri; Pratiwi, Anggia Suci; Dewi, Rikha Surtika
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Naturalistic
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.652 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Pembelajaran Rampak Kendang dengan Bahasa Isyarat pada Siswa Tunarungu di SLB Aisiyah Singaparna” ini bertujuan untuk mengetahui: (1) proses pembelajaran rampak kendang dengan bahasa isyarat pada siswa tunarungu di SLB Aisiyah Singaparna, (2) kendala-kendala yang dihadapi siswa tunarungu dalam pembelajaran rampak kendang di SLB Aisiyah Singaparna, dan (3) hasil pembelajaran rampak kendang dengan bahasa isyarat di SLB Aisiyah Singaparna. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode ini digunakan untuk memberikan gambaran tentang proses pembelajaran rampak kendang dengan bahasa isyarat, kendala yang dihadapi siswa tunarungu dalam pembelajaran rampak kendang, serta gambaran hasil pembelajaran rampak kendang tersebut. Setelah penelitian ini diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan dengan metode eksperimen ataupun metode Research and Development (R&D), yaitu pengembangan sebuah media pembelajaran berupa media digital untuk membantu siswa tunarungu dalam pembelajaran rampak kendang atau pembelajaran lainnya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tunarungu SLB Aisyiyah mampu mengikuti pembelajaran rampak kendang melalui instruksi bahasa isyarat. Proses pembelajaran rampak kendang dilakukan sebanyak sepuluh kali pertemuan di dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan lima pertemuan di luar KBM. Di akhir pembelajaran, siswa menampilkan rampak kendang di depan umum. Hal ini dilakukan untuk menanamkan rasa percaya diri siswa tunarungu. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru, kendala yang sering dihadapi oleh siswa tunarungu dalam pembelajaran, yaitu masalah komunikasi. Pembelajaran tari tidak terlalu mengalamai kendala karena bersifat visual, namun kendala dihadapi saat harus menggunakan musik dan pergantian gerakan. Untuk keharmonisan musik dan gerak disiasati dengan pengkodean, hitungan, dan ketukan. Siswa akan mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran jika penglihatan terlepas dari guru, maka pandangan siswa diusahakan selalu fokus.
PENGARUH PELATIHAN EFIKASI DIRI SEBAGAI PENDIDIK TERHADAP PENURUNAN BURNOUT PADA GURU DI SEKOLAH INKLUSI Dewi, Rikha Surtika
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Naturalistic
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.172 KB)

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah tingginya tingkat kelelahan kerja atau burnout yang dialami oleh guru di sekolah inklusi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pelatihan efikasi diri sebagai pendidik terhadap penurunan burnout pada guru di sekolah inklusi.             Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan disain kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Penelitian ini dilakukan empat sekolah yaitu SDN Puren, SDN Gejayan, SD Mustokorejo dan SD Muhammadiyah Bayen. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru-guru yang mengalami burnout dan memiliki efikasi diri sebagai pendidik rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan non tes (angket dan wawancara) .Validitas dan reliabilitas instrumen tes dihitung dengan menggunakan SPSS versi 16.0 for Windows. Adapun analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik U-Mann Whitney.             Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh pelatihan efikasi diri sebagai pendidik teradap penurunan burnout pada guru di sekolah inklusi, guru yang diberikan pelatihan efikasi diri sebagai pendidik memiliki tingkat burnout yang lebih rendah dibandingkan dengan guru yang tidak diberikan pelatihan. hasil analisis data menunjukan bahwa kelompok guru yang diberikan pelatihan efikasi diri sebagai pendidik memiliki skor rata-rata yang lebih rendah (100,75) dibandingkan dengan kelompok guru yang tidak diberikan pelatihan (135,37) dengan nilai Z= -3,258, p= 0,01 pada  α 0.05.
PPBK: Peningkatan Kemampuan Guru Paud Dalam Pengelolaan Pembelajaran Bagi Anak Usia Dini Mirawati, Mirawati; Dewi, Rikha Surtika; Anggarasari, Nandhini Hudha; Kh, Elfan Fanhas; Nugraha, Fajar; Fidianti, Aini; Laelasari, Lusi
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2019): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1265.281 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v2i1.302

Abstract

Program Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi (PPTBK) merupakan program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan guru yaitu yang mengacu pada tuntutan kompetensi guru baik kompetensi pedagogik, pribadi, sosial maupun professional. Program ini menjadi salah satu solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan terkait pengelolaan pembelajaran yang dialami oleh guru PAUD di Desa Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. PPTBK ini merupakan salah satu bentuk pengabdian pada masyarakat dengan pemberian penyuluhan dan pendampingan bagi guru terkait dengan peningkatan kompetensi yang dimilikinya. Program PPTBK bertujuan bukan hanya meningkatkan pemahaman guru, namun juga agar guru memiliki keterampilan yang memadai untuk melaksanakan proses pembelajaran bagi anak usia dini. Pelaksanaan PPTBK ini berjalan dengan cukup baik dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru PAUD, khususnya dalam aspek pengelolaan pembelajaran bagi anak usia dini misalnya dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran, penyediaan media/APE bagi anak usia dini dan pelaksanaan evaluasi pembelajaran.
IDENTIFIKASI ANAK UNDERACHIEVEMENT Dewi, Rikha Surtika; Trisnawati, Mery
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Vol 1 No 2 (2017): Early Childhood : Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.925 KB) | DOI: 10.35568/earlychildhood.v1i2.122

Abstract

ABSTRAKDalam dunia pendidikan anak underachievement merupakan suatu fenomena kesenjangan yang signifikan antara prestasi dengan potensi intelgensi anak yang puncaknya diukur berdasarkan tes inteligensi terstandarisasi. Kesenjangan yang terjadi merupakan suatu kegagalan dalam proses adaptasi baik dalam proses belajar maupun dengan lingkungan belajarnya. Anak yang dikategorikan underachievement disebut sebagai underachiever atau gifted underachiever, meskipun nampak sama namun terdapat perbedaan diantara keduanya. Anak underachiever atau gifted underachiever memiliki karakteristik yang berbeda-beda, salah satunya adalah karena potensi keberbakatannya. Dalam dunia pendidikan underachievement merupakan salah satu kesulitan belajar yang dialami anak, oleh karena itu perlu adanya pemahaman tentang karakteristik, dan fatkor-faktor yang mempengaruhi sehingga seorang anak bisa diidentifikasi sebagai underachiever atau gifted underachiever. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan kajian pustaka yaitu penelaahan secara mendalam berbagai rujukan yang relevan untuk mengingkatkan pemahaman mengenai topik underachiever.
PSIKOEDUKASI KESADARAN FONOLOGI DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KOTA TASIKMALAYA pratiwi, anggia suci; Dewi, Rikha Surtika; Lestari, Asti Tri
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Vol 2 No 2a (2018): Early Childhood : Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.977 KB) | DOI: 10.35568/earlychildhood.v2i2a.284

Abstract

ABSTRAK   Makalah ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan mengimplementasikan psikoedukasi kesadaran fonologi di sekolah dasar. Psikoedukasi kesadaran fonologi merupakan pelatihan yang mengembangkan sensitivitas anak terhadap struktur bunyi. Psikoedukasi ini dilakukan sebagai upaya stimulasi dan optimalisasi terhadap potensi berbahasa yang dimiliki anak sesuai dengan tahap perkembangannya dan memberikan layanan, serta bimbingan yang dibutuhkan anak dalam melewati tahap-tahap periode sensitif yang dilaluinya dengan cara menggunakan berbagai aktivitas praakademik untuk mengembangkan kesadaran fonologi.                 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan metode observasi dan wawancara dengan guru. Observasi dilakukan di dalam kelas untuk melihat kesadaran fonologi anak. Upaya guru dalam pengembangan kesadaran fonologi anak didapatkan melalui wawancara dan pengamatan secara langsung. Setelah dilakukan observasi dan wawancara, selanjutnya dilaksanakan psikoedukasi kesadaran fonologi kepada siswa dan guru. Pemilihan metode yang akan digunakan dalam psikoedukasi pada anak dapat disesuaikan dengan tingkat usia anak. Deteksi aliterasi dan deteksi fonem tunggal relatif mudah bagi anak, yaitu untuk mengenali bunyi silabel awal yang sama (pada purwakanti) dan bunyi silabel akhir yang sama (pada sajak) dari kata-kata yang disajikan. Adapun teknik psikoedukasi dapat melalui lagu anak yang bersajak ataupun melalui kegiatan berpantun. Metode dengan tingkat yang lebih sulit yang dapat digunakan seperti metode deteksi fonem tunggal; di sini tingkat kesulitannya sudah meningkat, karena anak harus mengenali unit bunyi yang lebih kecil daripada silebel. Apabila keterampilan tersebut telah dikuasai, lebih lanjut anak dapat diberi pelatihan dengan metode yang semakin tinggi tingkat kesulitannya seperti metode ketukan fonem.   Kata Kunci: Psikoedukasi, Kesadaran Fonologi, Pendidikan Anak Usia Dini.     ABSTRACT   This paper is the result of a study aimed at implementing psychoeducation in phonological awareness in primary schools. Psychoeducation of phonological awareness is a training to develop children's sensitivity to the sound structure. This psychoeducation serves to stimulate and optimize the language potential of children according to the stage of development, to provide services and to provide guidance that children need to go through the sensitive stage in which they use various preschool activities to develop phonological awareness. The approach used in this study is a qualitative approach using descriptive methods. The data collection technique in this study is the observation method and interviews with the teacher. Observations were carried out in the classroom to see the phonological awareness of the child. Teacher's efforts in developing children's phonological awareness achieved through interviews and direct observation. After conducting observations and interviews, then psychoeducation phonological awareness was carried out to students and teachers. The selection of methods to be used in psychoeducation in children can be adjusted to the age level of the child. Alliteration detection and detection of single phonemes are relatively easy for children to recognize, namely the same initial syllable sound (in purwakanti) and the same final syllable sound (in poetry) of the words presented. The psychoeducation technique can consist of children's songs which are poetry, or dance activities. More difficult level methods can be used such as single-phonemic detection methods; here the level of difficulty has increased as the child has to recognize a sound unit that is smaller than the silebel. If these skills have been mastered, furthermore the child can be given training with methods that increase the level of difficulty such as the phoneme knock method.   Kata Kunci: Psychoeducation, Phonological Awareness, Early Childhood Education
MITIGASI BENCANA PADA ANAK USIA DINI Dewi, Rikha Surtika; anggarasari, nadhini hudha
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Vol 3 No 1 (2019): Early Childhood : Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.332 KB) | DOI: 10.35568/earlychildhood.v3i1.438

Abstract

Abstraksi   Bencana yang sering terjadi di Indonesia memberikan dampak yang serius bagi semua kalangan masyarakat, khususnya pada anak usia dini. Salah satu cara untuk mengurangi dampak bencana adalah dengan melakukan mitigasi bencana. Berdasarkan penelitian sebelumnya, mitigasi bencana pada anak usia dini untuk anak PAUD belum pernah dilakukan. Padahal mitigasi bencana atau penanganan bencana perlu diberikan sejak dini. Oleh karena itu peneliti akan melakukan mitigasi bencana, salah satunya tsunami pada anak usia dini (PAUD) dengan cara memberikan kegiatan bermain yang terdiri dari peningkatan wawasan tentang pengertian, dampak, dan keterampilan mitigasi bencana, hingga anak PAUD dalam melakukan simulasi sederhana dengan tenang, tanpa ada kepanikan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah ditemukan, kegiatan bermain dapat menjadi salah satu cara untuk melakukan mitigasi bencana tsunami. Kegiatan bermain dengan tema bencana ini perlu dilakukan secara berkesimbungan agar proses evakuasi saat bencana dapat terekam lebih baik pada memori anak-anak dan hal yang terpenting adalah proses sosialisasi dan mitigasi bencana pun perlu dikuasi terlebih dahulu oleh guru. Kata kunci : mitigasi bencana, anak usia dini   Abstract   Disasters that often happened in Indonesia have a serious impact for all societies, especially in early childhood. One way to reduce the impact of disasters is to conduct disaster mitigation. Based on preceding research, disaster mitigation in early childhood had not been done. Whereas disaster mitigation or disaster management needed to be given early on. Therefore, researchers conducted disaster mitigation, for tsunami in early childhood education (PAUD) by providing playing activities focusing on increasing their insight on understanding about the disaster, knowing its impact and disaster mitigation skills. A simple simulation was done to the children of early childhood education calmly, without any panic.The results of research showed that playing activities could be one way to mitigate the tsunami disaster. The activities of disaster theme playing needed to be done continuously so that the evacuation process could be recorded well in children’s memory. The process of socialization and disaster mitigation were also needed to be mastered first by the teachers. Keyword    : Mitigation, Early Childhood
Kegiatan Outbound untuk Membangkitkan Semangat Teamwork dan Menambah Energi yang Baru Pada Anggota MDMC Pangandaran Anggarasari, Nandhini Hudha; Dewi, Rikha Surtika
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2018): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.545 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v1i2.326

Abstract

MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) is one of the disaster management institutions under the Persyarikatan Muhammadiyah. One of the MDMCs, who were in Pangandaran lacked volunteers from Muhammadiyah's orthomal cadres. This is due to lack of collaboration with orthom and lack of socialization about disasters. Therefore, the author offers a solution to establish collaborative work with all Muhammadiyah orthoms in Pangandaran Regency, conduct outbound activities to increase cooperation, and provide socialization about disasters. The community service activities included material on disaster socialization in Pangandaran, exploring the potential and disadvantages of each organization, the importance of cooperation and communication both internally and externally on the organization, and vertical rescue training to add new insights and energy about one of the skills needed by disaster volunteers . This community service provides a positive impact on MDMC members. Collaboration built in institutions motivates members to collaborate with other organizations and fosters new enthusiasm and ideas for collaborating in humanitarian activities, especially related to the disaster in Pangandaran.