Zulfikar Noormansyah, Zulfikar
Unknown Affiliation

Published : 24 Documents
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI GULA SEMUT (Studi Kasus pada Perajin Gula Semut di Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis) Hadwa, Idin; Soetoro, Soetoro; Noormansyah, Zulfikar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 3, No 2 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v4i2.719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) besarnya biaya, penerimaan, pendapatan, dan R/C agroindustri gula semut di Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis, dan 2) besarnya nilai tambah agroindustri gula semut Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan mengambil kasus pada perajin gula semut di Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sampling yang digunakan adalah purposive sampling sebanyak 1 orang responden.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa :1) Besarnya biaya agroindustri gula semut di Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp 41.905,53; besarnya penerimaan agroindustri gula semut di Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp 60.000,00; besarnya pendapatan agroindustri gula semut di Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp 18.094,00, dan besarnya R/C agroindustri gula semut di Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis adalah sebesar 1,43.2) Besarnya nilai tambah agroindustri gula semut di Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis adalah sebesar Rp 1.327,94 per kilogram.Kata kunci : Usaha, Agroindusti, Gula Semut
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI SANTAN KELAPA Mahaerani, Aan; Rochdiani, Dini; Noormansyah, Zulfikar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 3, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v3i2.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi 1) faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal agroindustri santan kelapa di Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran,2) merumuskan alternatif strategi dan menentukan prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan agroindustri santan kelapa di Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus di PT Pacific Eastern Coconut Utama.Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.Responden yang diambil sebanyak empat orang yang dipilih secara sengaja (purposive). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Berdasarkan faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan agroindustri santan kelapa, dapat diidentifikasi faktor-faktor internal yang meliputi kekuatan dan kelemahan. Adapun kekuatan internal antara lain : kualitas produk, menguasai pasar modern, kapasitas produksi, ketersediaan bahan baku, kemampuan dalam mengakses modal, pemberian insentif kepada tenaga kerja, dan mempunyai website. Kelemahan internal antara lain : hambatan masuk bagi industri santan kelapa, keterbatasan sumberdaya/ kapabilitas perusahaan, pengedukasian produk terutama manfaat dari santan, pemasaran masih terbatas, dan sistem kelembagaan rendah. Identifikasi faktor-faktor eksternal meliputi peluang dan ancaman. Adapun peluang eksternal antara lain : kemajuan teknologi produksi, komunikasi dan informasi, permintaan pasar, kebijakan Dispaperindagkop UMKM Kabupaten Pangandaran yang menempatkan santan kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Pangandaran, sarana dan pemasaran memadai, penetapan lokasi perusahaan, dan daya beli masyarakat. Sedangkan ancaman eksternal antara lain : persaingan dengan industri sejenis, perbaruan atau direvisinya peraturan, meningkatnya kekuatan tawar menawar dari pembeli/ pemasok, lemahnya daya beli masyarakat, dan jaringan distribusi pesaing lebih luas. 2) Alternatif strategi yang dapat diterapkan adalah mempertahankan kualitas produk dan kapasitas produksi, memperluas peluang pasar dengan memanfaatkan website, dan meningkatkan pemberian insentif kepada tenaga kerja untuk dapat mengembangkan usahanya.Kata Kunci : Agroindustri, Santan Kelapa
ANALISIS SALURAN PEMASARAN TEMPE (Suatu Kasus di Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya) Sundari, Rachmawati Siti; Rusman, Yus; Noormansyah, Zulfikar
AGROINFO Vol 3, No 2 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.65 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i2.724

Abstract

untuk mengetahui : (1) Saluran pemasaran tempe di Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, (2) Besarnya biaya, marjin dan keuntungan pemasaran tempe di Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, (3) Besarnya bagian harga yang diterima perajin tempe di Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survai. Responden yang diambil sebanyak 30 orang yang merupakan 30 persen dari seluruh perajin tempe dengan jumlah populasi sebanyak 101 orang, sedangkan sampel untuk lembaga pemasaran diambil dengan cara (Snowball Sampling) terhadap 4 orang pedagang pengecer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) Terdapat satu saluran pemasaran tempe yaitu : Perajin- Pedagang Pengecer- Konsumen2) Biaya pemasaran untuk pedagang pengecer sebesar Rp 84,50,- per buah. Marjin pemasaran untuk pedagang pengecer sebesar Rp 300,- per buah.Keuntungan pemasaran untuk pedagang pengecer sebesar Rp 215,50,- per buah.3).Bagian harga yang diterima perajin dari harga yang dibayarkan oleh konsumen sebesar 80 persen.Kata Kunci : Pemasaran, Marjin, Biaya, Keuntungan
HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETANI DENGAN PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MELATI Nurahman, Ivan Sayid; Rusman, Yus; Noormansyah, Zulfikar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 3, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v3i2.212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Tingkat faktor sosial ekonomi anggota Kelompok Wanita Tani Melati, 2) Tingkat partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani Melati, 3) Hubungan tingkat faktor sosial ekonomi dengan tingkat partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani Melati di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Penarikan sampel dilakukan dengan mengambil seluruh (sensus) anggota populasi wanita tani pada Kelompok Wanita Tani Melati dengan jumlah anggota sebanyak 31 orang. Untuk mengetahui tingkat faktor sosial ekonomi petani dan tingkat partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani Melati di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis dibagi ke dalam 3 kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah serta dilakukan analisis secara deskriptif. Sedangkan untuk menentukan interval masing-masing kategori dilakukan perhitungan menurut Sudjana (2005). Untuk menguji hipotesis secara parsial digunakan rumus koefisien Korelasi Rank Spearman dan untuk menguji hipotesis secara simultan digunakan rumus Koefisien Konkordans Kendall, dengan menggunakan software SPSS versi 23.0. Hasil dari penelitian ini adalah :1. Tingkat faktor sosial ekonomi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis termasuk kategori sedang yaitu dengan nilai rata-rata 36,03 diukur dari tingkat pendidikan, pendapatan per bulan, tingkat kekosmopolitan, tanggungan keluarga, kepemilikan kekayaan, dan jenis pekerjaan. Hasil pengukuran dari indikator faktor sosial ekonomi tersebut adalah sebagai berikut, tingkat pendidikan masuk dalam kategori rendah, pendapatan, tanggungan keluarga dan tingkat kekosmopolitan masuk kategori sedang, pemilikan kekayaan dan jenis pekerjaan masuk dalam kategori tinggi.2. Tingkat Partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis termasuk kategori sedang, dengan nilai rata-rata mencapai 34,22. Sedangkan partisipasi dalam tahap perencanaan dan pengambilan keputusan termasuk kategori sedang. Pada tahap pelaksanaan dan pengambilan manfaat termasuk kategori tinggi. Pada tahap evaluasi termasuk kategori rendah.3. Secara parsial, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, tingkat kekosmopolitan, jumlah tanggungan keluarga, pemilikan kekayaan dan jenis pekerjaan mempunyai hubungan positif yang tidak nyata dengan Tingkat Partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati. Secara simultan terdapat hubungan positif yang sangat nyata antara faktor sosial ekonomi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati dengan Tingkat Partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati.Kata Kunci : Faktor sosial ekonomi pertanian, Partisipasi, KWT
ANALISIS RENTABILITAS DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA AGROINDUSTRI KERIPIK SUKUN (Studi Kasus pada Perusahaan Keripik Sukun Karya Ayu di Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis) Rohendi, Rohendi; Rochdiani, Dini; Noormansyah, Zulfikar
AGROINFO Vol 4, No 1 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.757 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i1.1597

Abstract

This study aims to find out : 1) The amount of cost, revenue, income and R / C at breadfruit chips agroindustry in one production process, 2) The amount of rentability in breadfruit chips agroindustry in one production process, and 3) The amount of labor absorption on breadfruit chips agroindustry. The method used in this research was a case study. Withdrawal of the respondents in this study used proposive sampling a company breadfruit chips in Pusakanagara village Sub-district Baregbeg Ciamis regency. Result of research on breadfruit chips agroindustry in one production process shows that from the row material of breadfruit as much as 200 pieces of breadfruit at price Rp. 5.000,00 per fruit, resulting in breadfruit chips as much as 150 kologram, selling price of breadfruit chips per kilogram Rp. 25.000, 00. Based on thecalculation results are known: 1) Crafters cost Rp. 2.193.931,00, resulting in revenue of Rp. 6.150.000,00, income of Rp.3.931.068,45 and R / C value of 2,8. 2) Rentability generated by 1,79 percent of total cost incurred. 3) The amount of labor absorbed in the breadfruit chips agroindustry in one production process is 12 people with the absorption of labor by 0,55 percent.Keyword : Rentability, Employment, Agroindustry
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN RESPON PETANI TERHADAP PROGRAM PENGEMBANGAN KEDELAI (Kasus pada Petani Peserta Program Pengembangan SL-PTT Kedelai di Kabupaten Ciamis) Noormansyah, Zulfikar; Sendjaja, Tuhpawana P.; Rochdiani, Dini; Sulistyowati, Lies
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7374.658 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i2.16656

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan : 1) Mengindentifikasikan karakteristik petani kedelai Program Pengembangan SL-PTT Kedelai di lahan sawah dan darat, 2) Mengindentifikasikan respons petani dalam melaksanakan usahatani kedelai Program Pengembangan SLPTT Kedelai di lahan sawah dan darat, dan 3) Menganalisis hubungan karakteristik dan respon petani dalam Program Pengembangan SL-PTT Kedelai di lahan sawah dan darat. Objek penelitian ini adalah karakteristik dan respon petani dalam melaksanakan program pengembangan SL-PTT Kedelai yang mengambil temapat penelitian di Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan adalah metode survey. Dengan responden dalam penelitian ini 241 petani kedelai lahan sawah dari 4.256 petani, dan 137 petani kedelai lahan darat dari 2.414 petani dengan menggunakan stratifikasi random sampling. Untuk mengidentifikasi masalah ke-satu dan ke-dua dianalisis dengan menggunakan tabulasi silang dan diukur dengan analisis nilai I (interval) untuk mengetahui pengukuran indikator karakteristik dan perilaku petani kedelai, dibagi kedalam lima kategori dengan panjang kelas interval untuk setiap kategori. Untuk masalah ke-tiga berkaitan pengukuran dengan skala ordinal digunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Secara umum karakteristik petani peserta Program Pengembangan Kedelai Model di Kabupaten Ciamis baik lahan sawah maupun lahan darat masuk dalam kategori sedang. Karakterisrtik petani kategori lahan sempit untuk petani lahan sawah masuk kategori sedang, sedangkan petani lahan darat masuk kategorirendah. Karakteristik petani kategori lahan luas untuk petani lahan sawah masuk kategori  tinggi dan petani lahan darat masuk kategori sedang 2) Respons petani peserta Program Pengembangan Kedelai Model di Kabupaten Ciamis secara umum masuk kategori tinggi. Respon berdasar katebori lahan sempit untuk lahan sawah masuk kategori sedang dan petani lahan darat masuk kategori tinggi. Untuk kategori lahan luas respon petani lahan sawah masuk kategori tinggi dan petani lahan darat masuk kategori sangat tinggi 3) Terdapat hubungan karakteristi dan respon petani dalam program pengembangan SL-PTT kedelai di Kabupaten Ciamis. Dengan sifat hubungan semakin tinggi karakteristik petani maka semakin tinggi pula respon petani dalam pelaksanaan program pengembagan SL-PTT kedelai di Kabupaten CiamisKata Kunci : Karakteristik, Respon Petani, Kedelai, Lahan sawah dan Lahan Darat
ANALISIS KAPABILITAS PETANI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI DALAM USAHATANI PADI SAWAH (Studi Kasus di Desa Bugel Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya) Fariz, Husni Khamdan; Sujaya, Dedi Herdiansah; Noormansyah, Zulfikar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 2, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v2i2.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) menganalisis kapabilitas petani dalam berusahatani padi sawah di Desa Bugel Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya (2) menganalisis pengaruh berbagai tingkat kapabilitas petani terhadap produksi padi di Desa Bugel Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survei, yaitu suatu metode pengamatan atau penyelidikan langsung yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang jelas dan baik terhadap suatu persoalan tertentu di dalam suatu daerah tertentu. Sasaran penelitian ini adalah petani padi sawah di Desa Bugel Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya yang melakukan usahatani padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan kapabilitas petani di Desa Bugel secara rata-rata tergolong rendah. Rendahnya kapabilitas petani dibentuk oleh komponen pembentuk kapabilitas yaitu akses modal, penggunaan pupuk, akses pasar produk pertanian, pengendalian hama dan penyakit, serta tingkat kosmopolitan. Petani yang memiliki kapabilitas sangat rendah sebesar 27,08 persen, 25,00 persen untuk petani dengan tingkat kapabilitas rendah dan kapabilitas tinggi, dan 22,92 persen untuk kapabilitas sangat tinggi. Produksi padi sawah pada petani dengan tingkat kapabilitas sangat tinggi lebih besar dibanding petani dengan tingkat kapabilitas tinggi rendah, dan sangat rendah. Hal ini berarti kapabilitas petani berpengaruh secara signifikan terhadap produksi padi di Desa Bugel Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya.
ANALISIS BIAYA, PENDAPATAN DAN R/C USAHATANI KUBIS (Brassica Oleraceal) (Suatu Kasus di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis) Nurmala, Lesria; Soetoro, Soetoro; Noormansyah, Zulfikar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 2, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v2i2.64

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Besarnya rata-rata biaya dan rata-rata penerimaan pada usahatani kubis per hektar dalam satu kali musim tanam di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis, (2) Besarnya rata-rata pendapatan pada usahatani kubis per hektar dalam satu kali musim tanam di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis, (3) Besarnya R/C pada usahatani kubis per satu kali musim tanam di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai yang dilakukan di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis. Teknik penarikan sampel dilakukan dengan metode sampling jenuh atau sensus, dimana jumlah petani kubis di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri dijadikan sampel semua yaitu sebanyak 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Besarnya rata-rata biaya pada usahatani kubis di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis sebesar Rp 4.621.086,46 per hektar dalam satu kali musim tanam. Penerimaannya sebesar Rp 11.887.500,-per hektar dalam satu kali musim tanam, diperoleh dari hasil panen kubis sebesar 7.925 kg per hektar dengan harga Rp 1.500/Kg. Besarnya rata-rata pendapatan pada usahatani kubisdi Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis adalah sebesar Rp 7.266.413,54 per hektar dalam satu kali musim tanam. Besarnya rata-rata R/C pada usahatani kubis di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis adalah sebesar 2,57. Dengan demikian usahatani kubis putih di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis layak untuk diusahakan.
TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PADA USAHATANI PADI SAWAH SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) Sungkawa, Laras Waras; Rusman, Yus; Noormansyah, Zulfikar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 1, No 1 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v1i1.290

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat penerapan teknologi pada usahatani padi sawah System of Rice Intensification (SRI). Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode studi kasus pada Kelompoktani Angsana Mekar Desa Cibahayu Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya. Sampel penelitian diambil secara aacak sederhana (SampleRandom Sampling) sebanyak 36 orang dari jumlah anggota populasi 180 orang yang tergabung dalam kelompoktani Angsana Mekar. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan teknologi pada usahatani padi sawah System of Rice Intensification (SRI) di Kelompok Angsana Mekar termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 78,19. Penerapan tiap aspek teknologi yang dicapai responden adalah, a) pengolahan tanah 75 persen termasuk kriteria sedang dengan skor yang diperoleh 6,16, b) penggunaan benih 30,56 persen termasuk kriteria sedang 6, dengan skor yang diperoleh 6,83, c) perlakuan benih 86,11 persentermasukn kriteria tinggi dengan skor yang diperoleh 10,31, d) persemaian 83,33 persen termasuk kriteria tinggi dengan skor yang diperoleh 12,64, e) penanaman 19,44 persen termasuk kriteria sedang dengan skor yang diperoleh 7,10, f) pemupukan 63,89 persen termasuk kriteria sedang dengan skor yang diperoleh 7,10, g) penyiangan 75 persen termasuk kriteria tinggi dengan skor yang diperoleh 5,10, h) pengaturan air 100 persen termasuk kriteria tinggi dengan skor yang diperoleh 6,00, i) pengendalian hama dan penyakit 100 persen termasuk kriteria tinggi dengan skor yang diperoleh 8,56 serta, j) panen dan pasca panen 100 persen termasuk kriteria tinggi dengan skor yang diperoleh 8,39Kata kunci : System of Rice Intensification, Usahatani Padi Sawah
ANALISIS PEMASARAN KEDELAI Fiona, Yepi; Soetoro, Soetoro; Noormansyah, Zulfikar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 1, No 2 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v1i2.248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) saluran pemasaran kedelai dari produsen sampai ke konsumen; 2) besarnya biaya pemasaran, marjin pemasaran dan keuntungan pemasaran kedelai untuk setiap tingkatan lembaga pemasaran; 3) besarnya bagian harga yang diterima petani dari harga eceran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, dengan mengambil kasus pada petani dan lembaga pemasaran kedelai di Desa Langkapsari Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. Dengan pengambilan responden petani menggunakan metode acak sederhana dari anggota populasi petani kedelai sebanyak 205 diambil 15 persen yaitu berjumlah 30,75 dibulatkan menjadi 31 responden petani kedelai dan untuk lembaga pemasaran dilakukan penelusuran (snow ball sampling). Dari hasil analisis dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Terdapat satu saluran pemasaran kedelai dari petani yang ada di Desa Langkapsari sampai ke konsumen industri, yaitu sebagai berikut: Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Besar – Konsumen Industri. 2) Besarnya marjin pemasaran pada pedagang pengumpul adalah sebesar Rp. 500,- per kilogram dan pada pedagang besar Rp. 750,- per kilogram. Biaya pemasaran pada pedagang pengumpul sebesar Rp. 214,82 per kilogram dan pedagang besar 551,81 per kilogram. Keuntungan yang diperoleh pedagang pengumpul sebesar Rp. 285,18 per kilogram dan pada pedagang besar sebesar Rp. 198,19 per kilogram. 3) Bagian harga yang diterima petani atau farmer’s share adalah sebesar 85,71 persen dari harga jual kedelai yang dijual petani sebesar Rp. 7.500,- per kilogram dan harga jual pedagang besar Rp. 8.750,- per kilogram.Kata kunci : pemasaran, kedelai