Bobby Rachmat Saefudin, Bobby Rachmat
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS: FAKTOR-FAKTOR PENENTU AGRIBISNIS MANGGA DI KABUPATEN MAJALENGKA BERDASARKAN PENGUASAAN LAHANNYA Rasmikayati, Elly; Saefudin, Bobby Rachmat
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.865 KB)

Abstract

Mango farmers in Majalengka Regency who have narrow land tenure tend to market their mangrove production only to traditional markets. Even if they are able to improve their agribusiness behavior, even smallholder farmers should have the opportunity to market mango production to the modern market which includes supermarkets and exports that will increase farmers' income. The purpose of this paper are: 1) To analyze the characteristics of mango farmers in Majalengka Regency; and 2) Analyzing the determinants of mango agribusiness in Majalengka Regency based on their land tenure. The research method used survey techniques in Majalengka District as one of the centers of mango production in West Java. The sample of farmers determined using 130 stratification sampling techniques. Data analysis techniques carried out using descriptive statistical analysis, and confirmatory factor analysis. The results of the study show that the proportion of farmers with narrow land tenure is 43 people (33.08%) while 87 people (66.92%) are mango farmers who are cultivating medium and wide land. Farmers who have narrow land tenure have a more homogeneous age than farmers whose land area is medium and wide, but more heterogeneous in terms of mango farming experience. The level of education of farmers with narrow land is lower than that of farmers whose land area is medium and wide. Factors that determine mango agribusiness in Majalengka Regency for farmers with narrow mastery, all significant factors are social factors, economic factors, technological factors, resource factors, institutional factors and cultural factors. Whereas for farmers with medium and broad mastery, significant factors are social factors, technological factors, resource factors and institutional factors, while economic factors and cultural factors are not significant.
KAJIAN SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN KOPI SERTA PENDAPATNYA TERHADAP VARIAN PRODUK DAN POTENSI KEDAINYA Rasmikayati, Elly; Pardian, Pandi; Hapsari, Hepi; Ikhsan, Risyad M.; Saefudin, Bobby Rachmat
MIMBAR AGRIBISNIS: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.372 KB)

Abstract

Tingginya tingkat konsumsi kopi yang ada di Indonesia membuat peluang bagi banyak pelaku usaha kedai kopi untuk mengembangkan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana sikap dan perilaku konsumen terhadap pembelian kopi yang mereka lakukan di Armor Kopi Garden, Bandung. Metode analisis data yang digunakan adalah theory of reasoned action dari Fishbein yang terdiri dari sikap dan perilaku konsumen dengan sampel sebanyak 95 orang. Atribut yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasa, variasi menu, desain produk, layanan pelengkap, harga, dan promosi. Hasil analisis menunjukan bahwa konsumen yang datang rata-rata adalah laki-laki berstatus mahasiswa/i. Alasan mereka datang ke kedai kopi yang paling dominan adalah karena suasana yang nyaman (44%), kemudian keinginan untuk sekedar mencoba (22%) lalu karena faktor rasanya yang khas (10%) dan berbagai alasan lainnya (22%). Sikap konsumen terhadap pembelian produk kopi secara keseluruhan menunjukan hasil yang baik. Sikap yang dianggap paling baik ada pada atribut desain produk dan yang dianggap paling tidak baik ada pada atribut promosi. Hasil analisis perilaku konsumen di Armor Kopi Garden berdasarkan angka skor rata-rata menunjukan bahwa yang berperan paling dominan dalam membuat keputusan konsumen adalah teman dan media sedangkan skor yang terendah ada pada keluarga. Potensi yang dimiliki antara lain produk yang beragam, fasilitas yang lengkap, serta barista yang handal. Kedala yang dimiliki dalam menjalankan usaha adalah adalah adanya competitor yaitu Armor Kopi Tahura yang menyebabkan pengunjung terbagi-bagi.
ANALISIS USAHATANI KOPI DI KELOMPOK TANI HUTAN GIRI SENANG DESA GIRI MEKAR KABUPATEN BANDUNG Amir, Nur Halimah; Rasmikayati, Elly; Saefudin, Bobby Rachmat
AGROINFO Vol 3, No 3 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.503 KB)

Abstract

Produktivitas kopi yang tinggi dan kualitas kopi yang baik pada petani di Kelompok Tani Hutan Giri Senang namun pendapatan petani kopi rendah hal ini karena harga jual kopi yang rendah. Tujuan Penelitian adalah untuk menganalisis hasil usahatani dan pemasaran petani kopi di daerah penelitian, untuk mengetahui potensi dan kendala yang ada dalam usahatani kopi di daerahpenelitian, dan mengetahui bagaimana dinamika hubungan petani dengan kelompok tani dan bandar dalam segi sosial dan ekonomi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode wawancara terhadap petani kopi yang tergabung ke dalam anggota Kelompok Tani Hutan Giri Senang dengan menggunakan kuesioner yang bersifat terbuka (responden dapat menjawab secaradetail) dan tertutup (pertanyaan berupa pilihan). Jumlah petani responden adalah 60 orang. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa hasil pendapatan usahatani petani kopi yaitu sebesar Rp 5.816.640,-/hektar/tahun dengan keuntungan sebesar Rp 2.770.612 per tahun dan berdasarkan hasilperhitungan r/c rasio yaitu 1,9 layak untuk diusahakan.Kata kunci: kopi, produksi, pendapatan usahatani, keuntungan, r/c rasio.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI MANGGA DALAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI OFF SEASON DI KABUPATEN CIREBON Budi Kusumo, Rani Andriani; Rasmikayati, Elly; Mukti, Gema Wibawa; Fatimah, Sri; Saefudin, Bobby Rachmat
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Faculty of Agriculture, University of Galuh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.149 KB)

Abstract

Kabupaten Cirebon merupakan salah satu sentra penghasil mangga di Provinsi Jawa Barat. Namun berbagai kendala menyebabkan ketidakstabilan produksi mangga di Kabupaten Cirebon, dimana salah satunya disebabkan adopsi teknologi off season yang masih terbilang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) karakteristik sosial ekonomi petani mangga di Kabupaten Cirebon; 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani mangga dalam menggunakan teknologi off season di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah 130 orang petani mangga yang diambil secara acak. Data dianalisis secara deskriptif serta analisis regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden menanam mangga di lahan milik sendiri, dengan jumlah kepemilikan pohon < 100 pohon, Sebagian besar responden menggunakan modal sendiri dalam berusahatani mangga, dan menjual hasil panen kepada perusahaan pemasok buah. Frekuensi kegiatan penyuluhan, kemitraan dalam hal pemasaran, persepsi petani mengenai permintaan dan ketersediaan sarana produksi merupakan faktor – faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam menggunakan teknologi off season.  Dukungan berbagai pihak sangat diperlukan untuk mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas mangga di Kabupaten Cirebon.Kata kunci: keputusan, mangga, off season, petani, pengaruh
ANALISIS USAHATANI KOPI DI KELOMPOKT TANI HUTAN GIRI SENANG DESA GIRI MEKAR KABUPATEN BANDUNG Amir, Nur Halimah; Rasmikayati, Elly; Saefudin, Bobby Rachmat
AGROINFO Vol 4, No 3 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kopi yang tinggi dan kualitas kopi yang baik pada petani di Kelompok Tani Hutan Giri Senang namun pendapatan petani kopi rendah hal ini karena harga jual kopi yang rendah. Tujuan Penelitian adalah untuk menganalisis hasil usahatani dan pemasaran petani kopi di daerah penelitian, untuk mengetahui potensi dan kendala yang ada dalam usahatani kopi di daerahpenelitian, dan mengetahui bagaimana dinamika hubungan petani dengan kelompok tani dan bandar dalam segi sosial dan ekonomi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode wawancara terhadap petani kopi yang tergabung ke dalam anggota Kelompok Tani Hutan Giri Senang dengan menggunakan kuesioner yang bersifat terbuka (responden dapat menjawab secaradetail) dan tertutup (pertanyaan berupa pilihan). Jumlah petani responden adalah 60 orang. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa hasil pendapatan usahatani petani kopi yaitu sebesar Rp 5.816.640,-/hektar/tahun dengan keuntungan sebesar Rp 2.770.612 per tahun dan berdasarkan hasilperhitungan r/c rasio yaitu 1,9 layak untuk diusahakan.Kata Kunci: Kopi, Produksi, Pendapatan Usahatani, Keuntungan, R/C Rasio.
FAKTOR PENENTU DINAMIKA PERILAKU AGRIBISNIS PETANI MANGGA DI KECAMATAN GREGED KABUPATEN CIREBON Rasmikayati, Elly; Mukti, Gema Wibawa; Saefudin, Bobby Rachmat
Agricore Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cirebon sudah dikenal sebagai salah satu daerah penghasil mangga. Tetapi sampai sekarang, agribisnis mangganya belum mampu mempertahankan kualitas dan menjamin ketersediaan mangga sepanjang tahun. Permasalahan tersebut merupakan akibat dari dinamisnya perilaku agribisis yang dilakukan oleh para petaninya, sehingga pengembangan agribisnis mangga di era globalisasi harus didasarkan pada peningkatan perilaku agribisnis petani mangga ke arah yang lebih baik. Tujuan makalah ini adalah menganalisis faktor-faktor apa saja yang menentukan peningkatan perilaku agribisnis petani mangga. Metode penelitian menggunakan teknik survey di Kecamatan Greged Kabupeten Cirebon menggunakan teknik simple ramdom sampling kepada 130 petani mangga. Teknik analisis data dilakukan menggunakan path analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara berurutan dari yang terbesar ke terkecil, faktor yang paling kuat pengaruhnya secara signifikan dalam menentukan peningkatan perilaku agribisnis petani mangga adalah faktor sumberdaya dengan pengaruh langsung sebesar 5,7% dan pengaruh tak langsung sebesar 3,5%, faktor berikutnya adalah faktor kelembagaan dengan pengaruh langsung sebesar 6,4% dan pengaruh tak langsung sebesar 1,8%, kemudian faktor budaya dengan pengaruh langsung sebesar 5,3% dan pengaruh tak langsung sebesar 1,7% dan terakhir faktor teknologi dengan pengaruh langsung sebesar 2,3% dan pengaruh tak langsung sebesar 2,5%.  Kata kunci:     Faktor penentu, dinamika perilaku agribisnis, agribisnis mangga, path analysis
RISIKO PRODUKSI DAN PEMASARAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI MANGGA: KELOMPOK MANA YANG PALING BERISIKO Rasmikayati, Elly; Sulistyowati, Lies; Saefudin, Bobby Rachmat
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Faculty of Agriculture, University of Galuh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.888 KB)

Abstract

Permintaan konsumen terhadap buah, khususnya mangga semakin besar, seiring dengan meningkatnya pendapatan dan kesadaran konsumen akan pentingnya mengkonsumsi buah sebagai salah satu penjaga kesehatan. Konsumen sekarang ini menghendaki mangga selalu tersedia di pasar disertai dengan kualitas yang terjaga prima. Untuk memenuhi tuntutan konsumen tersebut, petani tidak bisa berperilaku seadanya dalam menangani mangga, tetapi perlu lebih bersikap professional terutama dalam usahatani dan pemasaran mangganya. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskipsikan dan mengkaji dampak dari risiko produksi dan pemasaran terhadap pendapatan petani mangga serta mengidentifikasi kelompok mana yang paling berisiko. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Petani mangga di Kabupaten Cirebon dan Majalengka diambil sebanyak 240 orang dengan menggunakan teknik Multi Stage Cluster Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor risiko produksi dan risiko pemasaran seperti risiko jumlah pohon, risiko biaya pupuk kandang, risiko biaya pestisida dan risiko harga jual mangga berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani. Sementara itu, Terdapat perbedaan perilaku petani dalam produksi dan pemasaran mangganya jika petani dibagi kedalam tiga kelompok, berdasarkan jumlah pohon yang dikuasai, yaitu petani yang jumlah pohonnya terbatas, cukup dan banyak. Diantaranya perbedaan tersebut adalah dalam hal rata-rata harga jual mangga per kilogram. Fakta selanjutnya, petani yang jumlah pohonnya terbatas dibanding dengan petani dari kelompok lainnya, kurang berani mengambil risiko produksi, tetapi mereka lebih berani mengambil risiko pemasaran.
Behavioral Dynamics of Farmers and First Buyer in Marketing Mangoes in Sedong District, Cirebon Regency, West Java Sari, Aurelia Fadhilah; Rasmikayati, Elly; Saefudin, Bobby Rachmat
AGRIFOR Vol 18, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.695 KB)

Abstract

Mango marketing will be profitable for farmers if they are free to determine one of the first buyers in the market and get the maximum profit. But in reality, most mango farmers have a high dependence on selling their crops to middlemen. This is due to farmers' limitations on market information and access to capital. This research aimed at describe variation of first buyers for mango farmers and farmer's behavior in selling mango crops to first buyer parties. This research was conducted by survey research method. Respondents in this study were 50 mango farmers in Sedong District, Cirebon Regency. The data was analyzed using descriptive statistics and crosstabulation analysis. The results show that the variation of first buyers for mango farmers in Sedong District were a) 1 direction: wholesalers, middlemen/traders b) 2 directions: wholesalers, traditional markets; middlemen/traders, traditional markets; middlemen/traders, wholesalers, dan c) 3 directions: wholesalers, exporters, retailers; middlemen/traders, wholesalers, traditional markets. There are mango farmers who have sold to modern retailers, but have stopped doing partnerships because they are unable to fulfill the quality requirements set by modern retailers. However, majority of mango farmers (72%) in Sedong District still sell mango crops to middleman/traders.
FAKTOR PENENTU DINAMIKA PERILAKU AGRIBISNIS PETANI MANGGA DI KECAMATAN GREGED KABUPATEN CIREBON Rasmikayati, Elly; Mukti, Gema Wibawa; Saefudin, Bobby Rachmat
Agricore Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cirebon sudah dikenal sebagai salah satu daerah penghasil mangga. Tetapi sampai sekarang, agribisnis mangganya belum mampu mempertahankan kualitas dan menjamin ketersediaan mangga sepanjang tahun. Permasalahan tersebut merupakan akibat dari dinamisnya perilaku agribisis yang dilakukan oleh para petaninya, sehingga pengembangan agribisnis mangga di era globalisasi harus didasarkan pada peningkatan perilaku agribisnis petani mangga ke arah yang lebih baik. Tujuan makalah ini adalah menganalisis faktor-faktor apa saja yang menentukan peningkatan perilaku agribisnis petani mangga. Metode penelitian menggunakan teknik survey di Kecamatan Greged Kabupeten Cirebon menggunakan teknik simple ramdom sampling kepada 130 petani mangga. Teknik analisis data dilakukan menggunakan path analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara berurutan dari yang terbesar ke terkecil, faktor yang paling kuat pengaruhnya secara signifikan dalam menentukan peningkatan perilaku agribisnis petani mangga adalah faktor sumberdaya dengan pengaruh langsung sebesar 5,7% dan pengaruh tak langsung sebesar 3,5%, faktor berikutnya adalah faktor kelembagaan dengan pengaruh langsung sebesar 6,4% dan pengaruh tak langsung sebesar 1,8%, kemudian faktor budaya dengan pengaruh langsung sebesar 5,3% dan pengaruh tak langsung sebesar 1,7% dan terakhir faktor teknologi dengan pengaruh langsung sebesar 2,3% dan pengaruh tak langsung sebesar 2,5%.  Kata kunci:     Faktor penentu, dinamika perilaku agribisnis, agribisnis mangga, path analysis
KAJIAN KARAKTERISTIK, PERILAKU DAN FAKTOR PENDORONG PETANI MUDA TERLIBAT DALAM AGRIBISNIS PADA ERA PASAR GLOBAL Rasmikayati, Elly; Setiawan, Iwan; Saefudin, Bobby Rachmat
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Faculty of Agriculture, University of Galuh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.551 KB)

Abstract

Pasar produk pertanian telah berubah secara signifikan, yang tadinya bersifat tradisional, sekarang sudah lebih modern dan bersifat global. Demikian juga dengan petaninya, yang tadinya digambarkan petani Indonesia adalah sudah pada tua dan jenuh, sepertinya tidak sepenuhnya benar. Terdapat proses regenerasi, ada kecenderungan bahwa petani muda yang terlibat di agribisnis sudah mulai meningkat kuantitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1. Karakteristik Petani Muda pelaku agribisnis, 2. Perilaku beragribisnis petani muda, 3. Faktor-faktor yang mendorong mereka untuk terjun di bidang agribisnis. Metode penelitian yang dilakukan adalah survey yang diperkaya dengan FGD. Ukuran sampel sebanyak 280 orang. Berasal dari 3 lokasi terpilih di Jawa Barat. Analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif, cross-tabulasi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1). Petani muda pelaku agribisnis umumnya berpendidikan lebih tinggi, dan berpengalaman tidak hanya di bidang pertanian tapi juga bidang non-pertanian. 2). Perilaku agribisnis petani muda, walaupun masih memiliki kelemahan pada sisi kualitas dan belum berdaya saing, mereka umumnya sudah melaksanakan agribisnis yang lebih modern. 3). Terdapat beberapa factor utama yang mendorong para petani muda untuk terlibat di bidang agribisnis, diantaranya faktor lembaga penyuluhan, perusahaan agribisnis, komunitas dan dukungan keluarga.Kata kunci : petani muda, pasar global, perilaku agribisnis