Rahmita Yuliana Gazali, Rahmita Yuliana
Pendidikan Matematika STKIP PGRI Banjarmasin

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Pembelajaran matematika yang bermakna

Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 3 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.52 KB)

Abstract

Definisi pembelajaran matematika yang bermakna mempunyai cakupan yang luas karena kecenderungannya masih umum dan belum terukur. Dalam kajian ini, parameter pembelajaran matematika bermakna terdiri atas belajar matematika bermakna tidak sekadar hafalan (menghafal) berdasarkan teori Ausubel dan belajar matematika bermakna melalui kegiatan atau aktivitas yang menyenangkan. Jika seorang siswa berkeinginan untuk mengingat sesuatu tanpa mengaitkan dengan hal yang lain maka baik proses maupun hasil pembelajarannya dapat dinyatakan sebagai hafalan dan tidak akan bermakna baginya.

Pendekatan problem solving pada pembelajaran matematika

Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.541 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran matematika dengan pendekatan problem solving pada materi statistika. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 7 Banjarmasin yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tak terstruktur untuk mengetahui bagaimana siswa mengecek kembali proses dan hasil penyelesaian masalah secara mendalam. Sedangkan dokumentasi berupa hasil penyelesaian masalah yang disajikan pada LKS 1 dan LKS 2. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan persentase dan kualitatif dengan deskripsi tentang hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika melalui pendekatan problem solving (pemecahan masalah) pada materi statistika di kelas VIII E SMP Negeri 7 Banjarmasin berjalan 75% Dari empat langkah pendekatan problem solving, 3 langkah yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian dan menyelesaikan dilaksanakan oleh siswa pada saat berkelompok. Diperlukan pembiasaan menyajikan soal-soal pemecahan masalah (non rutin), agar anak terbiasa dan memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TS-TS PADA MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR

Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.31 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitaif untuk menggambarkan atau menjelaskan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi tertentu. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kerja kelompok melihat pemahaman mahasiswa tentang konsep grup dan sifat-sifatnya, lembar observasi untuk mengetahui capaian keterlaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS), serta lembar observasi aktivitas mahasiswa. Sedangkan teknik analisis data dengan persentase. Hasil penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS) pada mata kuliah struktur aljabar di materi grup dan sifat-sifatnya menunjukkan: (1) terlaksananya semua sintaks pada pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS (2) Memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep grup dan sifat-sifatnya dikarenakan karakteristik sistem kandang (stay) dan tandang (stray) yang memungkinkan mahasiswa untuk bertanya dan menjelaskan secara tidak langsung dapat memperdalam pemahaman tentang konsep yang dipelajari; (3) Memperbanyak variasi aktivitas yang dilakukan mahasiswa saat perkuliahan, tidak hanya sekadar mencatat, mendengarkan penjelasan dosen, tetapi sharing bertanya jawab dengan teman maupun anggota kelompok.

PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG BERMAKNA

Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Definisi pembelajaran matematika yang bermakna mempunyai cakupan yang luas karena kecenderungannya masih umum dan belum terukur. Dalam kajian ini, parameter pembelajaran matematika bermakna terdiri atas belajar matematika bermakna tidak sekadar hafalan (menghafal) berdasarkan teori Ausubel dan belajar matematika bermakna melalui kegiatan atau aktivitas yang menyenangkan. Jika seorang siswa berkeinginan untuk mengingat sesuatu tanpa mengaitkan dengan hal yang lain maka baik proses maupun hasil pembelajarannya dapat dinyatakan sebagai hafalan dan tidak akan bermakna baginya.

peningkatan motivasi dan minat belajar matematika siswa melalui pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika yang bermakna

Pythagoras: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2: December 2017
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar matematika siswa melalui pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika yang bermakna. Tujuan lain penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual oleh guru matematika kelas VIII di SMP Negeri 7 Banjarmasin dan SMP Negeri 24 Banjarmasin. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII B SMP Negeri 7 Banjarmasin dan kelas VIII F SMP Negeri 24 Banjarmasin. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 7 Banjarmasin sebanyak 27 orang dan siswa kelas VIII F SMP Negeri 24 Banjarmasin tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 30 orang. Hasil penelitian di kelas VIII B SMP Negeri 7 Banjarmasin menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan pembelajaran pada siklus 1 dan 2 di SMP Negeri 7 Banjarmasin adalah 100%, (2) terjadi peningkatan motivasi dan minat belajar matematika siswa dari pra tindakan ke siklus 1 ke siklus 2. Sedangkan untuk hasil penelitian di kelas VIII F SMP Negeri 24 Banjarmasin menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan persentase keterlaksanaan pembelajaran pada siklus 1 sebesar 28,7% pada pertemuan 1 dan 100% pada pertemuan 2 ke siklus 2 sebesar 100%; (2) terjadi peningkatan motivasi dan minat belajar matematika siswa dari pra tindakan ke siklus 1 ke siklus 2. Increased Motivation and Interest in Student Mathematics Learning Through Contextual Approach in Meaningful Mathematics Learning AbstractThis study aims to improve students motivation and interest in learning mathematics through contextual approach in meaningful math learning. Another purpose of this research is to know the implementation of learning with contextual approach by teacher of math class VIII in SMP Negeri 7 Banjarmasin and SMP Negeri 24 Banjarmasin. The research was conducted in class VIII B SMP Negeri 7 Banjarmasin and class VIII F SMP Negeri 24 Banjarmasin. The subjects of this study are students of class VIII B SMP Negeri 7 Banjarmasin as many as 27 people and students of class VIII F SMP Negeri 24 Banjarmasin 2016/2017 lesson year as many as 30 people. The result of research in class VIII B SMP Negeri 7 Banjarmasin shows that (1) learning activity in cycle 1 and 2 in SMP Negeri 7 Banjarmasin is 100%; (2) there is an increase of motivation and interest in learning mathematics from pre-action to cycle 1 to cycle 2. As for the results of research in class VIII F SMP Negeri 24 Banjarmasin shows that (1) there is an increase in the percentage of learning implementation in cycle 1 of 28.7% at 1 and 100% meeting at the second meeting to cycle 2 by 100%; (2) there is an increase in motivation and interest in learning mathematics students from pre-action to cycle 1 to cycle 2.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS pada mata kuliah struktur aljabar

Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.009 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitaif untuk menggambarkan atau menjelaskan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi tertentu. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kerja kelompok melihat pemahaman mahasiswa tentang konsep grup dan sifat-sifatnya, lembar observasi untuk mengetahui capaian keterlaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS), serta lembar observasi aktivitas mahasiswa. Sedangkan teknik analisis data dengan persentase. Hasil penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS) pada mata kuliah struktur aljabar di materi grup dan sifat-sifatnya menunjukkan: (1) terlaksananya semua sintaks pada pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS (2) Memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep grup dan sifat-sifatnya dikarenakan karakteristik sistem kandang (stay) dan tandang (stray) yang memungkinkan mahasiswa untuk bertanya dan menjelaskan secara tidak langsung dapat memperdalam pemahaman tentang konsep yang dipelajari; (3) Memperbanyak variasi aktivitas yang dilakukan mahasiswa saat perkuliahan, tidak hanya sekadar mencatat, mendengarkan penjelasan dosen, tetapi sharing bertanya jawab dengan teman maupun anggota kelompok.

Pengaruh pendekatan problem solving terhadap kemampuan representasi dan literasi matematis siswa

Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 2: November 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.198 KB)

Abstract

Pada konteks penilaian berskala internasional seperti PISA, kompetensi pemecahan masalah dalam bidang matematika dan sains terkait permasalahan nyata merupakan fokus pengembangan kompetensi representasi dan literasi matematis siswa. Mengingat pentingnya pemecahan masalah, kemampuan representasi dan literasi matematis, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan problem solving terhadap kemampuan representasi dan literasi matematis siswa SMP. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen kuasi (quasi experimental), dengan desain penelitian yang digunakan adalah Randomized Posttest-Only Control Group Design, yakni dua kelas yang telah dipilih secara acak, selanjutnya diberikan perlakukan yang diakhiri dengan tes kemampuan representasi dan literasi matematis pada kedua kelas tersebut. Berdasarkan hasil kajian dan analisis data dengan bantuan SPSS 24, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan problem solving berpengaruh terhadap kemampuan representasi dan literasi matematis siswa SMP, khususnya di kelas VIII SMP Negeri Banjarmasin. Terlihat jelas perbedaan cara menyelesaikan masalah yang diujikan kepada siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Melalui pendekatan problem solving, terbukti dapat menjadikan siswa terbiasa ketika menjumpai soal-soal pemecahan masalah selevel PISA atau TIMSS.The effect of problem solving approach to the ability mathematic representation and literature students AbstractIn the context of international scale assessment such as PISA, problem-solving competence in the field of mathematics and science related to real problems is the focus of developing students' mathematical representation competence and literacy. Given the importance of problem solving, the ability of representation and mathematical literacy, this study aims to determine the effect of problem solving approach on the ability of representation and mathematical literacy of junior high school students. The method used in this research is quasi experimental method, with the research design used is Randomized Posttest-Only Control Group Design, ie two classes that have been chosen randomly, then given treatment which ends with the test of representation ability and mathematical literacy in both classes. Based on the results of study and data analysis with the help of SPSS 24, it can be concluded that mathematics learning with problem solving approach affects the ability of representation and mathematical literacy of junior high school students, especially in class VIII SMP Negeri Banjarmasin. There is a clear difference in how to solve the problems tested to the experiment class and control class students. Through the problem solving approach, it is proven to make the students accustomed when encountering problem solving problems at PISA or TIMSS level.

Etnomatematika pada perlengkapan tari bagipang masyarakat Pantai Hambawang Timur

Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kebudayaan tarian tradisional yang masih dilestarikan masyarakat Pantai Hambawang Timur adalah tari bagipang. Tari bagipang merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang yang perlu dilestarikan. Penampilan tarian ini memakai seekor kuda-kudaan yang terbuat dari bambu dengan tata rias dan tata busana yang khas, dan diiringi dengan musik gamelan.Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui bentuk geometri dan konsep matematika yang ada pada perlengkapan tari bagipang, metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bentuk-bentuk geometri yang beraturan pada perlengkapan tari bagipang, yaitu: (1) persegi panjang; (2) belah ketupat; (3) trapesium sama kaki; (4) segitiga sama sisi dan sama kaki; (5) lingkaran; (6) bola; dan (7) setengah bola, adapun bentuk geometri tak beraturan terdapat pada bentuk kuda gipangnya. Ada konsep-konsepmatematika pada perlengkapan tari bagipang, yaitu:(1) bilangan; (2) fungsi konstan; (3) fungsi periodik; (4) refleksi; (5) himpunan; (6) volume benda putar; (7) pengukuran volume dengan satuan liter; (8) volume dengan satuan gelas; dan (9) volume kerucut terpancung dengan satuan gelas. Salah datu contoh konsep matematika adalah konsep bilangan. Angka yang kita kenal adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Sedangkan bilangan adalah susunan dari angka-angka yang memiliki nilai tertentu. Bilangan terdiri dari satu angka yang kita kenal dengan satuan, bilangan dua angka yang kita kenal dengan puluhan, bilangan tiga angka yang kita kenal dengan ratusan, dan seterusnya.