Muh. Fajaruddin Atsnan, Muh. Fajaruddin
STKIP PGRI Banjarmasin

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh rasa ingin tahu terhadap koneksi matematis siswa pada pembelajaran trigonometri menggunakan model kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) di kelas X SMA Negeri 10 Banjarmasin tahun pelajaran 2016-2017

Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.847 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasa ingin tahu, kemampuan koneksi matematis, dan ada tidaknya pengaruh rasa ingin tahu terhadap kemampuan koneksi matematis siswa pada pembelajaran trigonometri menggunakan model kooperatif tipe think talk write (TTW) di kelas X-1 SMA Negeri 10 Banjarmasin tahun pelajaran 2016-2017.  Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi adalah siswa kelas X SMA Negeri 10 Banjarmasin tahun pelajaran 2016-2017 yang berjumlah 226 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Sampel dalam penelian ini adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri 10 Banjarmasin yang berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes.  Hasil penelitian tentang pembelajaran trigonometri menggunakan model kooperatif tipe think talk write (TTW) di kelas X-1 SMA Negeri 10 Banjarmasin menunjukkan bahwa: (1) Karakter rasa ingin tahu siswa termasuk dalam kualifikasi sudah berkembang, (2) Kemampuan koneksi antar konsep matematika siswa termasuk dalam kategori baik, (3) Ada pengaruh karakter rasa ingin tahu terhadap kemampuan koneksi matematis siswa.

PEMANFAATAN HASIL EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMA DI KOTA BANJARMASIN

Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru memiliki peranan yang sangat strategis dan menentukan bagi keberhasilan pendidikan. Sangatlah penting kompetensi dan kinerja guru itu ditingkatkan sehingga peranannya yang strategis dan determinan itu benar-benar menyukseskan pendidikan. Kompetensi yang menjadi bagian dari kompetensi pedagogik dan menjadi unsur penilaian kinerja guru salah satunya adalah evaluasi. Dengan kompetensi ini diharapkan guru menyelenggarakan evaluasi proses dan hasil belajar secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan hasil evaluasi pembelajaran matematika oleh guru-guru matematika SMA di kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif dengan subjek dua orang guru matematika SMA (masing-masing sekolah terakreditasi A dan B) di kota Banjarmasin. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode wawancara dengan pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru matematika SMA terakreditasi A dan B di kota Banjarmasin memanfaatkan hasil evaluasi pembelajaran matematika untuk promosi peserta didik, mendiagnosis kelemahan dan kekurangan peserta didik, menentukan pengelompokkan dan penempatan peserta didik, sebagai umpan balik untuk perbaikan terhadap sistem pembelajaran, menyusun laporan kepada orang tua guna menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik, sebagai dasar pertimbangan dalam membuat perencanaan pembelajaran, dan untuk menentukan perlu tidaknya pembelajaran remedial. Dalam menyusun laporan kepada orang tua, guru matematika SMA terakreditasi A dan B di kota Banjarmasin hanya membuat laporan secara tertulis, untuk laporan secara lisan kepada orang tua hanya dilakukan pada saat pembagian raport.

MENGEMBANGKAN SELF-EFFICACY MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK

Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui self-efficacy siswa terhadap matematika sebelum dan  sesudah pembelajaran melalui Pendekatan  Matematika Realistik. (2) Mengetahui perkembangan self-efficacy siswa terhadap matematika sebelum dan  sesudah pembelajaran dengan Pendekatan  Matematika Realistik. Jenis penelitian ekperimen dengan desain penelitian one group pretest and posttes design, dengan populasi siswa kelas VII SMP Negeri 27 Banjarmasin tahun peajaran 2016/2017. sampel penelitian dipilih dengan teknik purpossive sampling, sebanyak 30 orang siswa di kelas VII D. Teknis analisis data yang digunakan teknik analisis deskriptif dan data analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan self-efficacy siswa terhadap matematika sebelum perlakuan dengan persentase kategori rendah 40%, kategori sedang 47%,  dan 13% termasuk kategori tinggi. Sedangkan self-efficacy siswa terhadap matematika setelah pembelajaran melalui PMR, diperoleh persentase self-efficacy siswa  terhadap matematika 3% yang termasuk kategori rendah, 73% untuk kategori sedang, dan 23% untuk kategori tinggi. Melalui uji Wilcoxon pada taraf signifikan 5% memperlihatkan nilai Sig. Sebesar 0,000 lebih kecil dari  = 0,005. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perkembangan self-efficacy siswa terhadap matematika  melalui Pendekatan Matematika Realistik lebih baik dibandingkan pembelajaran sebelumnya. Sebagai implikasi dari hasil penelitian ini sebagai alternatif untuk mengembangkan self-efficacy siswa terhadap matematika hendaknya guru menggunakan model pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik.

peningkatan motivasi dan minat belajar matematika siswa melalui pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika yang bermakna

Pythagoras: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2: December 2017
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar matematika siswa melalui pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika yang bermakna. Tujuan lain penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual oleh guru matematika kelas VIII di SMP Negeri 7 Banjarmasin dan SMP Negeri 24 Banjarmasin. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII B SMP Negeri 7 Banjarmasin dan kelas VIII F SMP Negeri 24 Banjarmasin. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 7 Banjarmasin sebanyak 27 orang dan siswa kelas VIII F SMP Negeri 24 Banjarmasin tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 30 orang. Hasil penelitian di kelas VIII B SMP Negeri 7 Banjarmasin menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan pembelajaran pada siklus 1 dan 2 di SMP Negeri 7 Banjarmasin adalah 100%, (2) terjadi peningkatan motivasi dan minat belajar matematika siswa dari pra tindakan ke siklus 1 ke siklus 2. Sedangkan untuk hasil penelitian di kelas VIII F SMP Negeri 24 Banjarmasin menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan persentase keterlaksanaan pembelajaran pada siklus 1 sebesar 28,7% pada pertemuan 1 dan 100% pada pertemuan 2 ke siklus 2 sebesar 100%; (2) terjadi peningkatan motivasi dan minat belajar matematika siswa dari pra tindakan ke siklus 1 ke siklus 2. Increased Motivation and Interest in Student Mathematics Learning Through Contextual Approach in Meaningful Mathematics Learning AbstractThis study aims to improve students motivation and interest in learning mathematics through contextual approach in meaningful math learning. Another purpose of this research is to know the implementation of learning with contextual approach by teacher of math class VIII in SMP Negeri 7 Banjarmasin and SMP Negeri 24 Banjarmasin. The research was conducted in class VIII B SMP Negeri 7 Banjarmasin and class VIII F SMP Negeri 24 Banjarmasin. The subjects of this study are students of class VIII B SMP Negeri 7 Banjarmasin as many as 27 people and students of class VIII F SMP Negeri 24 Banjarmasin 2016/2017 lesson year as many as 30 people. The result of research in class VIII B SMP Negeri 7 Banjarmasin shows that (1) learning activity in cycle 1 and 2 in SMP Negeri 7 Banjarmasin is 100%; (2) there is an increase of motivation and interest in learning mathematics from pre-action to cycle 1 to cycle 2. As for the results of research in class VIII F SMP Negeri 24 Banjarmasin shows that (1) there is an increase in the percentage of learning implementation in cycle 1 of 28.7% at 1 and 100% meeting at the second meeting to cycle 2 by 100%; (2) there is an increase in motivation and interest in learning mathematics students from pre-action to cycle 1 to cycle 2.

Pemanfaatan hasil evaluasi pembelajaran matematika SMA di kota Banjarmasin

Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 3 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.668 KB)

Abstract

Guru memiliki peranan yang sangat strategis dan menentukan bagi keberhasilan pendidikan. Sangatlah penting kompetensi dan kinerja guru itu ditingkatkan sehingga peranannya yang strategis dan determinan itu benar-benar menyukseskan pendidikan. Kompetensi yang menjadi bagian dari kompetensi pedagogik dan menjadi unsur penilaian kinerja guru salah satunya adalah evaluasi. Dengan kompetensi ini diharapkan guru menyelenggarakan evaluasi proses dan hasil belajar secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan hasil evaluasi pembelajaran matematika oleh guru-guru matematika SMA di kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif dengan subjek dua orang guru matematika SMA (masing-masing sekolah terakreditasi A dan B) di kota Banjarmasin. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode wawancara dengan pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru matematika SMA terakreditasi A dan B di kota Banjarmasin memanfaatkan hasil evaluasi pembelajaran matematika untuk promosi peserta didik, mendiagnosis kelemahan dan kekurangan peserta didik, menentukan pengelompokkan dan penempatan peserta didik, sebagai umpan balik untuk perbaikan terhadap sistem pembelajaran, menyusun laporan kepada orang tua guna menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik, sebagai dasar pertimbangan dalam membuat perencanaan pembelajaran, dan untuk menentukan perlu tidaknya pembelajaran remedial. Dalam menyusun laporan kepada orang tua, guru matematika SMA terakreditasi A dan B di kota Banjarmasin hanya membuat laporan secara tertulis, untuk laporan secara lisan kepada orang tua hanya dilakukan pada saat pembagian raport.

Mengembangkan self-efficacy matematika melalui pembelajaran pendekatan matematika realistik pada siswa kelas VII D SMP Negeri 27 Banjarmasin tahun pelajaran 2016-2017

Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.84 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui self-efficacy siswa terhadap matematika sebelum dan  sesudah pembelajaran melalui Pendekatan  Matematika Realistik. (2) Mengetahui perkembangan self-efficacy siswa terhadap matematika sebelum dan  sesudah pembelajaran dengan Pendekatan  Matematika Realistik. Jenis penelitian ekperimen dengan desain penelitian one group pretest and posttes design, dengan populasi siswa kelas VII SMP Negeri 27 Banjarmasin tahun peajaran 2016/2017. sampel penelitian dipilih dengan teknik purpossive sampling, sebanyak 30 orang siswa di kelas VII D. Teknis analisis data yang digunakan teknik analisis deskriptif dan data analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan self-efficacy siswa terhadap matematika sebelum perlakuan dengan persentase kategori rendah 40%, kategori sedang 47%,  dan 13% termasuk kategori tinggi. Sedangkan self-efficacy siswa terhadap matematika setelah pembelajaran melalui PMR, diperoleh persentase self-efficacy siswa terhadap matematika 3% yang termasuk kategori rendah, 73% untuk kategori sedang, dan 23% untuk kategori tinggi. Melalui uji Wilcoxon pada taraf signifikan 5% memperlihatkan nilai Sig. Sebesar 0,000 lebih kecil dari  = 0,005. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perkembangan self-efficacy siswa terhadap matematika  melalui Pendekatan Matematika Realistik lebih baik dibandingkan pembelajaran sebelumnya. Sebagai implikasi dari hasil penelitian ini sebagai alternatif untuk mengembangkan self-efficacy siswa terhadap matematika hendaknya guru menggunakan model pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik.

Pendekatan problem solving pada pembelajaran matematika

Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.541 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran matematika dengan pendekatan problem solving pada materi statistika. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 7 Banjarmasin yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tak terstruktur untuk mengetahui bagaimana siswa mengecek kembali proses dan hasil penyelesaian masalah secara mendalam. Sedangkan dokumentasi berupa hasil penyelesaian masalah yang disajikan pada LKS 1 dan LKS 2. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan persentase dan kualitatif dengan deskripsi tentang hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika melalui pendekatan problem solving (pemecahan masalah) pada materi statistika di kelas VIII E SMP Negeri 7 Banjarmasin berjalan 75% Dari empat langkah pendekatan problem solving, 3 langkah yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian dan menyelesaikan dilaksanakan oleh siswa pada saat berkelompok. Diperlukan pembiasaan menyajikan soal-soal pemecahan masalah (non rutin), agar anak terbiasa dan memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Pengaruh pendekatan problem solving terhadap kemampuan representasi dan literasi matematis siswa

Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 2: November 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.198 KB)

Abstract

Pada konteks penilaian berskala internasional seperti PISA, kompetensi pemecahan masalah dalam bidang matematika dan sains terkait permasalahan nyata merupakan fokus pengembangan kompetensi representasi dan literasi matematis siswa. Mengingat pentingnya pemecahan masalah, kemampuan representasi dan literasi matematis, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan problem solving terhadap kemampuan representasi dan literasi matematis siswa SMP. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen kuasi (quasi experimental), dengan desain penelitian yang digunakan adalah Randomized Posttest-Only Control Group Design, yakni dua kelas yang telah dipilih secara acak, selanjutnya diberikan perlakukan yang diakhiri dengan tes kemampuan representasi dan literasi matematis pada kedua kelas tersebut. Berdasarkan hasil kajian dan analisis data dengan bantuan SPSS 24, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan problem solving berpengaruh terhadap kemampuan representasi dan literasi matematis siswa SMP, khususnya di kelas VIII SMP Negeri Banjarmasin. Terlihat jelas perbedaan cara menyelesaikan masalah yang diujikan kepada siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Melalui pendekatan problem solving, terbukti dapat menjadikan siswa terbiasa ketika menjumpai soal-soal pemecahan masalah selevel PISA atau TIMSS.The effect of problem solving approach to the ability mathematic representation and literature students AbstractIn the context of international scale assessment such as PISA, problem-solving competence in the field of mathematics and science related to real problems is the focus of developing students' mathematical representation competence and literacy. Given the importance of problem solving, the ability of representation and mathematical literacy, this study aims to determine the effect of problem solving approach on the ability of representation and mathematical literacy of junior high school students. The method used in this research is quasi experimental method, with the research design used is Randomized Posttest-Only Control Group Design, ie two classes that have been chosen randomly, then given treatment which ends with the test of representation ability and mathematical literacy in both classes. Based on the results of study and data analysis with the help of SPSS 24, it can be concluded that mathematics learning with problem solving approach affects the ability of representation and mathematical literacy of junior high school students, especially in class VIII SMP Negeri Banjarmasin. There is a clear difference in how to solve the problems tested to the experiment class and control class students. Through the problem solving approach, it is proven to make the students accustomed when encountering problem solving problems at PISA or TIMSS level.