Articles

Found 12 Documents
Search

Pemanfaatan Buah Seri (Muntingia Calabura L) untuk Pembuatan Asam Asetat menggunakan Bakteri Acetobacter Xylinum Hasfita, Fikri; Maulinda, Leni; Devi, Ayu Sari
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah seri (Muntingua Calabura L) merupakan tumbuhan neotropik yang pemanfaatannya belum maksimal padahal di dalam buah seri diketahui mengandung karbohidrat yang berpotensi sebagai bahan baku pembuatan asam asetat. Asam asetat atau asam cuka adalah senyawa organik yang mengandung gugus asam karboksilat, yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Kandungan karbohidrat yang tinggi dalam buah seri memungkinkan untuk difermentasikan menghasilkan asam asetat. Pembuatan asam asetat berbahan baku buah seri dilakukan secara fermentasi menggunakan bakteri Acetobacter Xylinum yang dilakukan dalam dua tahap yaitu fermentasi alkohol dan fermentasi asetat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas buah seri (Muntingua Calabura L) sebagai bahan baku asam asetat dengan menganalisa pengaruh waktu fermentasi 3, 6, 9, 12 hari, dan volume filtrat 500, 550, 600, dan 650 ml, terhadap karakteristik asam asetat yang dihasilkan. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kadar asam asetat tertinggi pada waktu fermentasi 9 hari dengan jumlah alkohol sebanyak 650 ml yaitu 1,369 %. Hasil densitas untuk asam asetat telah memenuhi nilai standar densitas yaitu sebesar 1,055-1,083 gr/ml, dari waktu fementasi 3-12 hari, sedangkan untuk yield asam asetat nilai tertinggi diperoleh 40.00%. Nilai pH terbaik diperoleh pada waktu fermentasi 9 hari  dengan penambahan jumlah alkohol sebesar 650 ml yaitu 5,49.
Pemanfaatan Kulit Singkong sebagai Bahan Baku Karbon Aktif Maulinda, Leni; ZA, Nasrul; Sari, Dara Nurfika
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v4i2.69

Abstract

Kulit singkong merupakan salah satu limbah padat yang dihasilkan pada pembuatan keripik singkong hasil olahan industri rumah tangga. Limbah ini mengandung unsur karbon yang cukup tinggi sebesar 59,31%. Hal tersebut yang mendasar bahwa kulit singkong dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif. Salah satu pemanfaatan karbon aktif adalah sebagi absorben pada pemurnian air sumur. Pembuatan karbon aktif dilakukan dengan 2 tahap, yaitu proses aktivasi menggunakan bahan kimia NaOH dan proses karbonisasi. Proses pengarangan(karbonisasi), karbon dilakukan dengan 2 variabel yaitu waktu karbonisasai selama 1, 2 , 3, dan 4 jam, temperatur karbonisasi 300 0C, 400 0C, 500 0C, dan 600 0C. Ciri karbon aktif yang diteliti dalam penelitian ini adalah rendemen, kadar air, dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dikarbonisasi selam 2 jam pada temperatur 600 0C. Dimana karbon aktif mampu mengurangi kotoran maupun logam yangada di dalam air sumur yaitu Fe = 87,75%, Cl- = 63,67%, TDS = 67,6%, kekeruhan= 57,68%, dan pH = 4,73%. Spesifikasi tersebut sesuai dengan persyaratan kualitas air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 82/2001
PENGARUH TEMPERATUR PENGERINGAN DAN KONSENTRASI ASAM SITRAT PADA PEMBUATAN SILIKA GEL DARI SEKAM PADI Meriatna, Meriatna; Maulinda, Leni; Khalil, Munawar; Zulmiardi, Zulmiardi
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v4i1.65

Abstract

Sekam padi adalah salah satu bahan baku yang bisa dibuat menjadi silica gel karena komponen utama dari abu sekam padi adalah silika sekitar 86,9 – 97,8% Silika gel merupakan salah satu jenis adsorben yang banyak digunakan untuk berbagai keperluan, kandungan utama silika gel adalah silika. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan silika gel dari sekam padi dan mengkaji pengaruh variabel temperature pengeringan (160, 180, 200, dan 220 oC), dan konsentrasi asam sitrat (5, 10, 15, dan 20%) terhadap kadar air, kadar abu, densitas dan pH. Proses pembuatan silika gel dari sekam padi melalui tahap pembentukan larutan natrium silika dan pembuatan silika gel kering, dan setelah itu dilakukan tahap analisa. Dari hasil penelitian didapatkan nilai silika gel tertinggi adalah 82,02 dengan suhu 1800C, konsentrasi HCl 10% dan konsentrasi asam sitrat 20%,. pH sesuai dengan standar yang telah ditentukan yaitu kisaran pH antara 7-8 dan nilai densitas adalah 2,03 gr/ml terendah sedangkan densitas tertinggi tertinggi adalah 2,27 gr/ml.
PEMODELAN KONTROL FUZZY PADA PEMANAS FUEL GAS ZA, Nasrul; Maulinda, Leni; Amri, Amri
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v1i1.36

Abstract

Kendali berbasis logika fuzzy saat ini banyak digunakan, menurut hasil beberapa penelitian terdahulu melaporkan kendali fuzzy mempunyai unjuk kerja lebih baik dibandingkan  kendali konvensional Proporsional Integral Derivative (PID). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kemungkinan  aplikasi kontrol fuzzy pada sistem feed reject di PT. Arun NGL yang berfungsi mengatur temperatur aliran gas yang menuju ke kompresor fuel gas. Pada plant temperatur  harus dijaga pada -37,5 °C, tujuannya untuk mencegah terjadinya surging pada kompresor fuel gas. Metodologi penelitian ini didasarkan pada simulasi komputer untuk membandingkan unjuk kerja kontrol FInc dengan kontrol Fuzzy dalam mengontrol temperatur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa, pada pengujian model kontrol dengan variasi setpoint pada range temperatur yang kecil model kontrol FInc lebih cepat 2 menit/°C untuk mencapai setpoint. Kenaikan dan penurunan temperatur setpoint secara bertahap pada range temperatur yang besar model kontrol FInc lebih cepat mencapai setpoint 1,41 menit/°C. Pada kenaikan dan penurunan temperatur secara drastis model kontrol FInc lebih cepat 0,89 menit mencapai setpoint. Kontrol FInc mempunyai kinerja yang lebih baik pada posisi error yang besar dan laju alir yang besar.
HIDROLISIS ASAM LEMAK DARI BUAH SAWIT SISA SORTIRAN Maulinda, Leni; ZA, Nasrul; Nurbaiti, Nurbaiti
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v5i1.75

Abstract

Asam lemak merupakan unit pembangun yang sifatnya khas untuk setiap lemak, atau disebut juga asam alkanoat atau asam karboksilat. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kondisi terbaik dengan memvariasikan volume etanol, suhu dan waktu penyimpanan hidrolisis, dimana bahan baku yang digunakan adalah buah sawit sisa sortiran, untuk menghasilkan asam lemak. Buah sawit sisa sortiran adalah buah sawit yang sudah melewati waktu panen TBS (Tandan Buah Segar) dengan kadar asam lemaknya yang tinggi. Bila buah sawit sisa sortiran ini diolah dengan TBS akan menurunkan kualitas CPO (Crude Palm Oil) yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengaktifkan enzim lipase yang terdapat pada buah kelapa sawit yang akan menghidrolisa trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol. Buah sawit dipisahkan dari inti buah kemudian diblender dengan volume etanol 40%, 45%, 50%, 55% dan 60% (dari berat sampel). Kemudian dilanjutkan dengan penyimpanan 1, 2, dan 3 hari pada suhu 300C,  350C, 400C, 450C, dan 500C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam lemak terbaik yaitu 48,7% didapatkan pada suhu 300C, penambahan etanol 60% dan lama penyimpanan 3 hari, dengan densitas 0,907 gr/ml, bilangan peroksida 13,5 meq/kg dan kadar air 0,07%.
PENGOLAHAN AWAL LIMBAH CAIR PABRIK MINYAK KELAPA SAWIT SECARA FISIKA Maulinda, Leni
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v2i2.47

Abstract

Pencemaran limbah kelapa sawit dapat menurunkan kualitas lingkungan yang secara tidak langsung akan berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Hal ini disebabkan air limbah pabrik minyak kelapa sawit mempunyai kandungan bahan organik yang tinggi dengan BOD rata-rata 26.222mg/l, COD rata-rata 62.934 mg/l, sifatnya asam (pH 4,05 – 4,15), mengandung minyak serta padatan tersuspensi dan terlarut lainnya. Proses pengolahan limbah cair pabrik minyak kelapa sawit selama ini menggunakan kolam aerob dan anaerob, tetapi sistem ini memerlukan waktu tinggal hidrolik yang sangat lama. Melihat sistem pengolahan limbah cair pabrik minyak kelapa sawit begitu lama, maka dicari cara pengolahan pendahuluan yang dilakukan terhadap limbah cair pabrik minyak kelapa sawit. Salah satu cara pengolahan fisik tersebut adalah secara flotasi udara. Dimana dimasukkan gelembung udara ke dalam limbah cair pabrik minyak kelapa sawit. Sehingga flok-flok dari lumpur, padatan tersuspensi, serta minyak/lemak yang terapungkan kemudian disaring/diskim keluar secara periodik. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh waktu tinggal cairan dan laju alir udara terhadap perubahan konsentrasi COD, lemak/minyak, MLSS, MLVSS, pH dan DO. Dari hasil penelitian didapat bahwa waktu tinggal cairan dan laju alir udara sangat berpengaruh terhadap konsentrasi COD, lemak/minyak, MLSS, MLVSS, pH dan DO keluaran. COD, lemak/minyak, MLSS, MLVSS keluaran reaktor masing-masing didapat 30119,214 mg/l, 114 mg/l, 3545,73 mg/l, dan 600,39mg/l dengan pH tertinggi 4,95 yang dicapai pada waktu tinggal cairan 5 hari dan laju alir udara 8 liter/menit. Sedangkan konsentrasi oksigen terlarut (DO) tertinggi diperoleh sebesar 2,77 mg/liter yang dicapai pada waktu tinggal cairan 5 hari dan laju alir udara 11 liter/menit.  
ISOLASI NIKOTIN DARI PUNTUNG ROKOK SEBAGAI INSEKTIS Aji, Amri; Maulinda, Leni; Amin, Sayed
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v4i1.67

Abstract

Nikotin merupakan senyawa alkaloid utama dalam daun tembakau yang aktif sebagai insektisida, Nikotin diyakini dapat menjadi racun syaraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida. Limbah puntung rokok yang  jumlahnya sangat melimpah dan masih mengandung nikotin dibuang begitu saja, hal ini sangat berbahaya terhadap lingkungan. Pemisahan Nikotin dari Tembakau Limbah Puntung Rokok dilakukan dengan metode ekstraksi dan menggunakan cloroform sebagai pelarut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan Nikotin sebagai bahan baku untuk membuat insektisida nikotin sulfat dengan cara mereaksikannya dengan asam sulfat. Penelitian ini menggunakan sampel puntung rokok Gudang garam merah dan Puntung rokok Dji sam soe Magnum dengan variasi waktu ekstraksi adalah 8, 10, dan 12 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Nikotin dari jenis Puntung rokok Kretek ( Gudang garam Merah) lebih tinggi dari pada jenis puntung rokok Filter (Dji sam soe Magnum), yaitu 12,0247 %; 14,0487 %; dan 14,5255 % untuk Gudang garam merah, sedangkan Dji sam soe Magnum 9,1657 %; 13,4225 % ; dan 13,6543 %. Semakin lama waktu ekstraksi maka semakin banyak jumlah Nikotin yang terekstrak.
PERBANDINGAN PEMODELAN KONTROL FUZZY DAN PID PADA PEMANAS FUEL GAS ZA, Nasrul; Maulinda, Leni
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v4i1.64

Abstract

Kendali berbasis logika fuzzy saat ini banyak digunakan, menurut hasil beberapa penelitian terdahulu melaporkan kendali fuzzy mempunyai unjuk kerja lebih baik dibandingkan  kendali konvensional Proporsional Integral Derivative (PID). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kemungkinan aplikasi kontrol fuzzy pada sistem feed reject di PT. Arun NGL yang berfungsi mengatur temperatur aliran gas yang menuju ke kompresor fuel gas. Pada plant temperatur  harus dijaga pada -37,5 oC, tujuannya untuk mencegah terjadinya surging pada kompresor fuel gas. Metodologi penelitian ini didasarkan pada simulasi komputer untuk membandingkan unjuk kerja kontrol FInc dengan kontrol konvensional PID dalam mengontrol temperatur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa, pada pengujian model kontrol dengan variasi setpoint pada range temperatur yang kecil model kontrol FInc lebih cepat 1.05 menit /oC untuk mencapai setpoint dibandingkan model kontrol PID. Kenaikan dan penurunan temperatur setpoint secara bertahap pada range temperatur yang besar model kontrol FInc lebih cepat mencapai setpoint 0.164 menit/oC dibandingkan  model kontrol PID. Pada kenaikan dan penurunan temperatur secara drastis model kontrol FInc lebih cepat 0.13 menit mencapai setpoint dibandingkan kontrol PID. Kontrol FInc mempunyai kinerja yang lebih baik pada posisi error yang besar dan laju alir yang besar, sebaliknya kontrol PID pada posisi error yang kecil dan laju alir yang kecil memiliki kinerja yang sangat baik.
PEMANFAATAN ABU JERAMI PADI SEBAGAI PEMBUATAN PUPUK KALIUM Maulinda, Leni; Jalaluddin, Jalaluddin
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v1i1.33

Abstract

Jerami padi merupakan salah satu limbah padat dari lahan pertanian yang sampai saat ini belum dimanfaatkan. Limbah ini mengandung kalium sehingga dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan pupuk kalium sulfat. Pupuk kalium sulfat dibuat dengan cara mereaksikan kalium karbonat yang terdapat pada abu pembakaran dengan kalsium sulfat yang terdapat dalam gipsum di dalam reaktor berpengaduk. Reaksi dibuat dengan berbagai variabel yang semuanya mempengaruhi kondisi proses yaitu pada temperatur 60 oC, 70 oC, dan 80 oC, kecepatan pengaduk 100 rpm, 150 rpm, dan 200 rpm, serta waktu reaksi 60 menit, 90 menit dan 120 menit. Untuk mengetahui kualitas dari pupuk kalium sulfat yang didapatkan dalam penelitian ini dilakukan uji kadar kalium, kadar sulfat, kadar air dan kelarutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kalium sulfat yang baik diperoleh pada suhu  80 °C, kecepatan pengaduk 200 rpm dan waktu reaksi 120 menit, yaitu dengan perolehan kadar kalium sebesar 0,68 % dan kadar sulfat sebesar 30,57 %.
Aplikasi Kontrol PID Heat Exchanger Pabrik Etilen Glikol dengan Kapasitas 100.000 Ton/Tahun Maulinda, Leni; Nisa, Chairun; Muhammad, Muhammad
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v7i2.1254

Abstract

 Heat exchangers are tools used to transfer heat energy between a solid surface and fluid or inside different particles and in thermal contact. The objective of the study was to determine the optimum values of Kc, Ti and Td which were applied to the control equipment of the ethylene glycol preparation exchanger. This research also uses design expert software to help get optimum vlue of Kc, Ti and Td before applied to PID system. Proportional-Integral-Derivative (PID) is a controller to determine the precision of an instrumentation system with the characteristics of feedback on the system. As the methodology of this research is to create a steady state Heat Exchanger model, then change the steady state model into a dynamic model, so create a PID model control, then tuning the PID control and testing PID controls, by disturbing the set point. The result of applying PID control system then got the fastest average time with value Kc = 3, Ti = 0,01 Td = 0,04 that is 0,77 minutes. At a temperature of 147.6 air vapor rate of 290.8 Kg / hr; at a temperature of 148.6 found velocity speed of 297.7 Kg / hr; At temperature 149.6 air vapor rate 305.0 Kg / hour; At a temperature of 149.7 air vapor rate of 305.8 Kg / hour and at a temperature of 150 air vapor rate of 308.1 Kg / Hour. Keywords:heat exchanger, PID, set point