Articles

Found 8 Documents
Search

A Simple Aerial Photogrammetric Mapping System Overview and Image Acquisition Using Unmanned Aerial Vehicles (UAVs)

Journal of Applied Geospatial Information Vol 1 No 01 (2017): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aerial photogrammetry is one of the Alternative technologies for more detailed data, real time, fast and cheaper. Nowadays, many photogrammetric mapping methods have used UAV / unmanned drones or drones to retrieve and record data from an object in the earth. The application of drones in the field of geospatial science today is in great demand because of its relatively easy operation and relatively affordable cost compared to satellite systems especially high - resolution satellite imagery.  This research aims to determine the stage or overview of data retrieval process with DJI Phantom 4 (multi - rotor quad - copter drone) with processing using third party software. This research also produces 2 - dimensional high resolution image data on the research area. Utilization of third party software (Agisoft PhotoScan) making it easier to acquire and process aerial photogrammetric data. The results of aerial photogrammetric recording with a flying altitude of 70 meters obtained high resolution images with a spatial resolution of 2 inches / pixels. 

Kajian Ketahanan Kawasan Wisata Berbasis Masyarakat Dalam Penguatan Ekonomi Lokal Serta Pelestarian Sumberdaya Kebudayaan Kawasan Kotagede Yogyakarta

Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Kotagede Cultural Heritage area had been considered less attention. The tour trail activity was able to provided historical, fun and healthy knowledge as it could only be preserved or on foot. The activity depended on the interest of the people and tourists in choosing the tour. This research was intended to contributed  to the objective analysis in one of the important destinations in Yogyakarta City which was the cultural art and heritage of Kotagede and provided a spatial picture of the existing cultural tourism attractions to provided informative knowledge to the public to be in demand and continue to preserved the tour.The study of Kotagede tourism object used qualitative method combined with the use of high-resolution remote sensing image data in more interactive visualization results.The result of Kotagede tourism study showed that tourism object in Kotagede Culture area was cultural object, tradition, craft, and art which was summarized into four recommended route that were spiritual trail tour package, hallway trail tour package, architectural trail  tour package, and study trail  tour package. Managed in a participatory manner by the surrounding community and could still grew better if received direct attention from the government and stakeholders related to the management of the tourist area of Kotagede. ABSTRAK Kawasan Cagar Budaya (KCB) Kotagede selama ini dinilai kurang mendapat perhatian. Kegiatan tour wisata heritage trail ini mampu memberi pengetahuan sejarah, menyenangkan, dan menyehatkan karena hanya dapat dilalui dengan bersepeda atau berjalan kaki. Kegiatan tersebut tergantung dari minat masyarakat dan wisatawan dalam memilih tour wisata. kajian ini dimaksudkan untuk turut memberikan kontribusi dalam analisis destinasi di salah satu tujuan penting di Kota Yogyakarta yaitu kawasan seni budaya dan heritage Kotagede dan memberikan gambaran spasial tentang atraksi wisata budaya yang ada di sana guna memberikan pengetahuan yang informatif kepada masyarakat agar tertarik dan terus bisa melestarikan wisata tersebut.Kajian objek wisata heritage trail di Kotagede ini menggunakan metode kualitatif ditambah dengan pemanfaatan data citra penginderaan jauh resolusi tinggi dalam visualisasi hasil yang lebih interaktif.Hasil kajian wisata kawasan Kotagede menunjukkan bahwa atraksi wisata yang ada di kawasan Cagar Budaya Kotagede berupa benda-benda budaya, tradisi, kerajinan, dan kesenian yang dirangkum ke dalam empat rute yang direkomendasikan yakni, paket wisata jelajah spiritual, paket wisata jelajah lorong, paket wisata jelajah arsitektural, dan paket wisata jelajah studi. Paket wisata tersebut dikelola secara partisipatif oleh masyarakat sekitar dan masih dapat berkembang menjadi lebih baik lagi apabila mendapat perhatian secara langsung dari pemerintah maupun stakeholder yang berkepentingan terkait dengan pengelolaan kawasan wisata Kotagede.

Sinyal Elektrik untuk Memperkaya Pengendalian Robot Jarak Jauh

Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.539 KB)

Abstract

A remote control operator enables a robot to perform in a hazard or area which can not be reached by humans. To control the robot, several researchers have equipped a robot with a system which can give others types of feedback information, besides of visual feedback from the robot. One of the feedback types is haptic feedback. The aim of this feedback is to make the operator become immersed with the robot. The existing researchers are using electro-mechanics system. However, these systems are complex, bulky, and hence prevent a seamless embodiment between an operator’s body. The objective of this research is to develop a haptic feedback system combined with stereo vision feedback which compact, versatile and easy to fit. This system is tested to accomplish the task using mobile robot and robot arm. The result shows that this system can help the operator to control robot better.

Pengukur Sudut Digital dengan Sensor Accelerometer Analog

JURNAL INTEGRASI Vol 4 No 1 (2012): Jurnal Integrasi - April 2012
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukur sudut adalah sebuah alat untuk mengukur derajat kemiringan atau objek tertentu yang diukur dan ditampilakan secara digital. Alat ini hanya dibuat untuk mengukur kemiringan pada dua dimensi saja. Alat ini dibuat agar mengukur kemiringan dapat dibuat secara lebih akurat. Alat ini memanfaatkan sensor accelerometer sebagai sensornya, mengunakan tampilan lcd, dan mengunakan mikrokontroler AT Mega 8535 sebagai prosesornya. Hasil yang didapat dari sensor ini dapat mengukur sampai dengan 10, dengan kesalahan berkisar 1,5%

Visualisasi 3Dimensi untuk Memperkaya Pengoperasian Jarak Jauh dengan Mengunakan Kamera Webcam

JURNAL INTEGRASI Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Integrasi - April 2017
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pengendalian robot jarak jauh, dibutuhkan informasi mengenai sekitar dari robot. Informasi ini mambuat operator dapat mengendalikan robotnya dengan lebih baik. Informasi visual adalah  informasi yang paling banyak digunakan oleh sistem pengoperasian robot jarak jauh. Informasi visual yang digunakan sebagian besar masih menggunakan informasi dua dimensi. Robot menggunakan sebuah kamera dan operator melihat informasi dari sebuah layar monitor. Hal ini memiliki kekurangan antara lain operator tidak mendapatkan efek kedalaman sehingga operator memiliki kesulitn untuk mengira jarak antara robot dan objek didepannya. Kekurangan ini dapat diselesaikan dengan menggunakan sistem visual tiga dimensi. Namun sistem ini membutuhkan kamera stereo yang tidak murah. Penelitian ini meneliti sebuah sistem yang mengunakan dua buah webcam yang terhubung dengan sebuah komputer, dan operator dapat merasakan sensasi 3 dimensi dengan menggunakan sebuah Virtual reality headset Kamera-kamera ini diletakan pada dua motor steper sehingga digerakan keatas-kebawah serta samping kiri dan kanan. Kemampuan gerak ini membuat operator mendapat informasi mengenai keadaan sekeliling dari robot. Motor-motor ini dikendalikan dari headset  sehingga memudahkan operator. Sistem ini diharapkan dapat digunakan pada robot yang dikendalikan jarak jauh sehingga operator dapat mengoperasikan robot lebih baik lagi.

Clamp-Meter Pengukur Arus AC Berbasis Mikrokontroller

JURNAL INTEGRASI Vol 2 No 2 (2010): Jurnal Integrasi Edisi Khusus (Seminar Nasional) - Juli 2010
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clamp-meter Pengukur Arus AC Berbasis Mikrokontroller merupakan suatu alat yang berfungsi untuk mengukur arus yang mengalir pada suatu kabel tanpa memutus kabel tersebut. Clamp-meter Pengukur Arus AC Berbasis Mikrokontroller ini menggunakan sebuah hall effect sensor yang berfungsi mendeteksi medan magnet pada kabel berarus. Medan magnet ini akan diubah menjadi tegangan oleh sensor tersebut. Besaran tegangan ini akan dikuatkan oleh sebuah penguat sinyal atau op-amp. Tegangan keluaran dari op-amp yang berupa tegangan bolak-balik akan disearahkan oleh dioda bridge dan menjadi tegangan searah. Tegangan searah ini akan dibaca oleh mikrokontroller sebagai pengolah data. Hasil dari perhitungan data tersebut akan ditampilkan di LCD.

Pemberdayaan Masyarakat Nongsa Dengan Pembelajaran Penentuan Daerah Penangkapan Ikan Berbasis Teknologi Dibidang Kelautan

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 4, No 1 (2018): September
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3181.797 KB)

Abstract

Keterbatasannya teknologi dibidang kelautan sangatlah merupakan masalah besar yang dimiliki setiap daerah pesisir di Indonesia. Permasalahan ini akan muncul ketika masyrakat di daerah pulau-pulau terluar dan menjadi perbatasan antara luar negeri disaat masyarakat tersebut tidak mampu memanfaatkan sumberdaya alamnya, terutama di lautan. Dengan melihat penurunan tingkat pendapatan di daerah Kota Batam dan secara keseluruhannya adalah di Pulau Batam, maka teknologi adalah jawaban untuk mengatasi permasalahan ini.            Kegiatan pengabdian masyrakat ini bertjuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat pantai Bale-Bale, Nongsa, Batam tentang penentuan dan pemetaan daerah penangkapan ikan (DPI), dan hak kekayaan intelektual (Lokasi Penangkapan Ikan ) Pengembangan bahan ajar (buku ajar)  di Kampus Politeknik Negeri Batam. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah sebuah keberhasilan warga dengan sudah memahami tentang apa saja alat-alat yang digunakan untuk melakukan kegiatan melaut agar lebih efisiensi. Masyrakat nelayan di pantai Bale-Bale, Nongsa, Batam ini sudah mampu menggukan GPS Map 585, dan alat deteksi kedalaman instrument Side Scan Sonar, dengan menduga lokasi yang sangat banyak mendeteksi ikan di laut. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyrakat tersebut dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat (warga) di daerah Bale-Bale dengan yang lebih difokuskan adalah anak remaja yang mempunyai jiwa muda dan terampil, merupakan faktor kunci yang sangat menentukan keberhasilan proses pemanfaatan teknologi dibidang kelautan untuk menduga stok ikan dan membantu meningkatkan tingkat efisiensi dalam proses melaut.Kata Kunci: pemberdayaan, sosialisasi, teknologi kelautan, nelayan, daerah penangkapan   ikan (DPI).

Pemberdayaan Masyarakat Nongsa Dengan Pembelajaran Penentuan Daerah Penangkapan Ikan Berbasis Teknologi Dibidang Kelautan

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 4, No 1 (2018): September
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The limitation of technology in the marine sector is a big problem faced by every coastal region in Indonesia. By looking at the income levels decreasion in Batam City area and the whole Batam Island, technology is the answer to overcome this problem. This community service activity aims to improve the understanding and skill of coastal community of Bale-Bale, Nongsa, Batam on the mapping and fishing area determination (DPI), intellectual property rights (Fishing Location) , and development of instructional material (textbook) at Batam State Polytechnic Campus. The fishermen at Bale-Bale Beach, Nongsa, Batam have been able to use GPS Map 585, and  depth detection instrument Side Scan Sonar for detecting and saving location which had lots of fish. Based on the results of community service activities, it can be concluded that community participation in Bale-Bale area with more focus is adolescents who have young and skilled soul, is a key factor that determines the success of marine technology utilization process to predict fish stock and helping to improve efficiency levels in the process of going out to sea.