Articles
7
Documents
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH

ABDIMAS PEDAGOGI Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ABDIMAS PEDAGOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.861 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this science, technology, and art (ipteks) implementation is that at the end of the activity, the Principal Principals in Blitar City can realize quality education through the implementation or implementation of School Based Management (SBM) in elementary school (SD). The target of community service activities is the Principal and Primary School Supervisor. The form of activities is community education, which is implemented through seminar and workshop techniques. The training methods used are varied, among others through lectures, questions and answers, discussions, brainstorming, task methods, exercises, sharing experiences, and consolidation. Based on the results of the evaluation, the outline of capacity building activities of school principals in realizing quality education through the implementation or implementation of school-based management in primary schools can be done well. The number of participants who attended 34 principals, from the number of participants who had more than 90% of the Principal is very active in following the seminar and workshop. All the attendees (100%) followed the activity thoroughly from start to finish. Judging from the results, more than 90% of principals and supervisors understand about the material presented by the resource person.Keywords: school quality, school based managementAbstrak: Tujuan kegiatan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (ipteks) ini adalah agar pada akhir kegiatan, para Kepala Sekolah Dasar di Kota Blitar mampu mewujudkan pendidikan bermutu melalui penerapan atau implementasi MBS di SD. Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Kepala Sekolah Dasar dan Pengawas TK/SD. Bentuk kegiatannya adalah pendidikan masyarakat, yang dilaksanakan melalui teknik seminar dan lokakarya. Metode pelatihan yang digunakan secara bervariasi, antara lain melalui ceramah, tanya jawab, diskusi, brainstorming, metode tugas, latihan, sharing experiences, dan pemantapan. Berdasarkan hasil evaluasi, secara garis besar kegiatan peningkatan kapasitas kepala sekolah dalam mewujudkan pendidikan bermutu melalui penerapan atau implementasi manajemen berbasis sekolah di SD dapat terlaksana dengan baik. Jumlah peserta yang hadir 34 orang Kepala Sekolah, dari jumlah peserta yang hadri lebih dari 90% Kepala Sekolah sangat aktif dalam mengikuti kegiatan seminar dan lokakarya ini. Seluruh peserta yang hadir (100%) mengikuti kegiatan secara tuntas dari awal sampai akhir. Ditinjau dari hasilnya, lebih dari 90% Kepala Sekolah dan Pengawas memahami tentang materi yang disampaikan oleh narasumber.Kata kunci: manajemen berbasis sekolah, mutu sekolah

ANEKA OLAHAN PISANG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN NILAI JUAL PISANG DAN PENDAPATAN MASYARAKAT

ABDIMAS PEDAGOGI Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ABDIMAS PEDAGOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.12 KB)

Abstract

Abstract: Training activities and business assistance of various banana preparations is an effort in order to increase the selling value of local products that will impact directly to the community’s income. To achieve these objectives, this training uses training methods and business development assistance. The result is that people become aware of the economic potential that exists in their surroundings. The community has expertise in banana processing into various types of food, and slowly but surely the income of the villagers continues to increase, which initially relies only on agricultural income now getting additional results from skills.Keywords: processed banana, banana selling value, community incomeAbstrak: Kegiatan pelatihan dan pendampingan usaha aneka olahan pisang merupakan sebuah upaya dalam rangka meningkatkan nilai jual produk lokal yang akan berdampak secara langsung kepada pendapatan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut pelatihan ini menggunakan metode pelatihan dan pendampingan pengembangan usaha. Hasil yang diperoleh adalah masyarakat menjadi sadar akan potensi ekonomi yang ada di lingkungan sekitarnya. Masyarakat memiliki keahlian dalam pengolahan pisang menjadi aneka jenis makanan, dan secara perlahan namun pasti pendapatan masyarakat desa menjadi terus meningkat yang awalnya mereka hanya mengandalkan pendapatan dari hasil pertanian kini mendapatkan tambahan dari hasil keterampilan.Kata kunci: olahan pisang, nilai jual pisang, pendapatan masyarakat

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR MOTIVASIONAL PESERTA DIDIK SMA DALAM MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR DI LUAR SEKOLAH

Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018
Publisher : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.21 KB)

Abstract

Abstract: The Analysis of Motivational Factors of High School Students in Attending Course Institutions at Malang City. The purpose of this research is to find new factors, to know the contribution level of each factor, and to find the most dominant factor of high school students in attending course institutions at Malang City. This research uses quantitative approach with descriptive exploratory research design. The research found that there were 9 new factors that is: (a) assessment factor, (b) recognition factor, (c) punishment factor, (d) ability factor, (e) success factor, (f) ridicule factor, (g) social needs factor, (h) appreciation factor, and (i) competition factor. Keywords: motivation of high school students, attending course institutions at Malang CityAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk menemukan faktor-faktor baru, mengetahui tingkat kontribusi masing-masing faktor, dan menemukan faktor yang paling dominan pada peserta didik SMA dalam mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah Se-Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian bersifat deskriptif eksploratori. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat 9 faktor baru yaitu: (a) faktor penilaian, (b) faktor pengakuan, (c) faktor hukuman, (d) faktor kemampuan, (e) faktor keberhasilan, (f) faktor ejekan, (g) faktor kebutuhan sosial, (h) faktor penghargaan, dan (i) faktor persaingan. Kata kunci: motivasi peserta didik SMA, mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI MAHASISWA MENGIKUTI ORGANISASI KEMAHASISWAAN

Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018
Publisher : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.93 KB)

Abstract

Anam, K. 2006. Hubungan Persepsi dan Minat Berorganisasi dengan Partisipasi Berorganisasi Mahasiswa. Jurnal Manajemen Pendidikan, 19 (1): 61-75.Fajrina, A. D. dan Rosiana, D. 2014. Hubungan Flow dengan Psychological Well-Being Mahasiswa Psikologi Unisba yang Aktif Organisasi. (Online), (http://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/psikologi/article/dowload/1292/pdf), diakses pada 11 Januari 2017.Hamalik, O. 2011. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.Keputusan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Tahun 2017 tentang Struktur Kepengurusan Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. 2017. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan UM.Peraturan Rektor Universitas Negeri Malang Nomor 13/Kep/UN32/KM/2012 tentang Pedoman Organisasi Kemahasiswaan Universitas Negeri Malang. 2012. (Online), (http://kemahasiswaan.um.ac.id/wp-content/uploads/2013/05/SK-ORMAWA-2012-Final-TDD-File-Rektor.rtf), diakses 22 Februari 2016.Robbins, S. P. 1994. Teori Organisasi: Struktur, Desain & Aplikasi. Terjemahan Jusuf Udaya. Jakarta: Arcan.Robbins, S. P. dan Timothy, A. J. 2008. Perilaku Organisasi. Terjemahan Diana Angelica. Jakarta: Salemba Empat.Sardiman, A. M. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press.Setyadin, B. 2005. Modul 2a Reduksi Data Melalui Analisis Faktor Eksploratori. Malang: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang.Setyadin, B. 2005. Modul I: Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah. Malang: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang.Shaleh, A. R. 2008. Psikologi: Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam. Jakarta: Kencana.Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.Thobroni, M. dan Mustofa, A. Belajar dan Pembelajaran: Pengembangan Wacana dan Praktik Pembelajaran dalam Pembangunan Nasional. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2013. Bandung: Citra Umbara.Wiyono, B. B. 2007. Metodologi Penelitian (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan Action Research) (Burhannuddin, Ed.). Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA

JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018
Publisher : JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.59 KB)

Abstract

Abstract: Management is the process of utilizing all resources in order to achieve the goals set. The management process includes: planning, organizing, implementation, and supervision. the substance of management that exist in educational institutions and become an important focus in the world of education are learners. the purpose of this study is to explain the character education management of learners through extracurricular activities scouting in SMPN 1 Bandung, Tulungagung. This research uses qualitative approach with descriptive method. data collection methods used in the form of observation, interviews, and documentation. SMPN 1 Bandung, Tulungagung character education in all areas of activity including extracurricular activities scout. Keywords: management, character education, extracurricular scout. Abstrak: Manajemen adalah proses pendayagunaan semua sumber daya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun proses manajemen meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Substasnsi manajemen yang ada pada lembaga pendidikan dan menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan yakni peserta didik. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menjelaskan manajemen pendidikan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka yang ada di SMPN 1 Bandung, Tulungagung. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. SMPN 1 Bandung, Tulungagung pendidikan karakter di semua bidang kegiatan termasuk kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Kata Kunci: manajemen, pendidikan karakter, ekstrakurikuler pramuka.

Pemetaan Gaya Dan Tipe Kepemimpinan Kepala Sekolah

Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 27 Nomor 1 Mei 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.137 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to know style, type, leadership style, and leadership type that most dominant of headmasters of state primary schools, state junior and senior high school in Malang City. Quantitative approach with descriptive exploratory analysis design. Population (136) headmasters of state primary schools, state junior and senior high school in Malang City, sample of random sampling 41 people. Data collection techniques use questionnaire, factor analysis and descriptive. Outcome: (1) 5 types of leadership style, that is democratic, delegative, militaristic/autocratic, exploitative, and consultative, (2) leadership type that is administrative/executive, democratic, populist/nationalistic, charismatic and authoritarian/autocratic, (3) the most dominant democratic style the headmaster answered agree, the delegative style and consultative answer agreed, militaristic/autocratic style and exploitative less agree. (4) administrative/executive type, democratic, charismatic, and authoritarian, the most dominant principal responds agree, and populist/nationalistic type responds less agree.Keyword: leadership style, leadership type, headmasterAbstrak: Tujuan penelitian mengetahui gaya, tipe, gaya kepemimpinan paling dominan, dan tipe kepemimpinan paling dominan kepala sekolah SD, SMP, dan SMA Negeri Kota Malang. Pendekatan kuantitatif dengan rancangan analisis deskriptif eksploratori. Populasi (136) orang kepala SD, SMP, dan SMA Negeri se-Kota Malang, sampel random sampling 41 orang. Teknik pengumpulan data angket, analisis faktor dan deskriptif. Hasil: (1) gaya kepemimpinan ada 5 macam yaitu demokratik, delegatif, militeristik/otokratis, eksploitatif, dan konsultatif, (2) tipe kepemimpinan yaitu administratif/eksekutif, demokratis, populistik/nasionalistik, karismatik, dan otoriter/otokratis, (3) gaya demokratik paling dominan kepala sekolah menjawab setuju, gaya delegatif dan konsultatif menjawab setuju, gaya militeristik/otokratis) dan eksploitatif kurang setuju, (4) tipe administrative/eksekutif), demokratik, karismatik, dan otoriter yang paling dominan kepala sekolah menjawab setuju, dan tipe populistik/nasionalistik) menjawab kurang setuju.Kata kunci: gaya kepemimpinan, tipe kepemimpinan, kepala sekolah

BUDAYA SEKOLAH BERBASIS KETARUNAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK

JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018
Publisher : JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.711 KB)

Abstract

Abstract: the purpose of this research to describe: (1) the form of culture, (2) cultural excellence, (3) the process formation of student character, (4) supporting factors of cultural implementation, (5) inhibiting factors of cultural implementation and (6) solutions made in overcome the barriers of “ketarunaan” based culturein forming student character. This study uses a qualitative approach, with a case study research at SMK Negeri 13 Malang. Data collection uses interview, observation, and documentation techniques. In analyzing data, the techniques used are reduction, data display and conclusion drawing. The results of this study are: (1) the form of “ketarunaan” culture consists of akamedic culture, social culture and democratic culture; (2) cultural excellence includes benefits obtained by internal and external parties; (3) the process of character building takes place through the implementation of school culture accompanied by elements of supporting the implementation of culture; and (4) supporting factors, inhibiting factors and solutions made in overcoming obstacles to the implementation of school-based learning culture which consists of internal and external parties.Key-Words: school culture, “ketarunaan”, students character Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk budaya, (2) keunggulan budaya, (3) proses pembentukan karakter peserta didik, (4) faktor pendukung pelaksanaan budaya, (5) faktor penghambat pelaksanaan budaya dan (6) solusi yang dilakukan dalam mengatasi hambatan budaya sekolah berbasis ketarunaan dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan racangan penelitian studi kasus di SMK Negeri 13 Malang. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, teknik yang digunakan yaitu reduksi, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu: (1) bentuk budaya sekolah berbasis ketarunaan terdiri dari budaya akademik, budaya sosial dan budaya demokratis; (2) keunggulan budaya meliputi keuntungan yang diperoleh pihak internal dan eksternal; (3) proses pembentukan karakter berlangsung melalui pelaksanaan budaya sekolah disertai dengan elemen penunjang pelaksanaan budaya; dan (4) faktor pendukung, faktor penghambat dan solusi yang dilakukan dalam mengatasi hambatan pada pelaksanaan budaya sekolah berbasis ketarunaan terdiri dari pihak internal dan eksternal.Kata Kunci: budaya sekolah, ketarunaan, karakter peserta didik