Anita Kurniawati, Anita
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

SCAFFOLDING FOR PEER FEEDBACK SESSION: WHAT, WHY, AND HOW? Kurniawati, Anita
Indonesian JELT Vol 9, No 2 (2013): Indonesian Journal of English Language Teaching vol 9 no. 2 October 2013
Publisher : Indonesian JELT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.582 KB)

Abstract

Recent research has shown the value of peer feedback in writingclass. By evaluating their peer’s work, students can figure out thestrengths and weaknesses of their friends’ drafts. After doing this, it isexpected that they could compare their peer’s work to their own work,which will certainly be beneficial for the revision process. Thebiggest challenge I faced when implementing peer feedback is how toscaffold the students to be able to provide valuable input to theirfriends’ work. This ability is important because the input studentsgive to their friends could become a reflection to their own draft. Thissharing is based on what I experienced during Expository andArgumentative Writing Class last semester, particularly on what I didbefore, during, and after the peer feedback session. To get clearer ideaabout the classroom situation, I will provide some examples of thetask sheets used. I will also provide some empirical evidence from thestudent worksheets. I expect that my sharing could enrich ourunderstanding on how to use peer feedback sessions, particularly onhow to scaffold the students to provide valuable peer feedback.Keywords: scaffolding, peer feedback
Perbandingan Pengaruh LIDC yang Dikombinasi Dengan Argentum dan Antibiotik Untuk Proses Penyembuhan Luka Terinfeksi Ismiarto, Yoyos Dias; Kurniawati, Anita; Pardamean, Arnold David
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.998 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i1.19183

Abstract

Luka terinfeksi menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan morbiditas pasien ortopedi, termasuk mempengaruhi lamanya rawat inap, biaya, kepuasan pasien, keberhasilan pasca operasi, dan komorbiditas terkait lainnya. Resistensi antibiotik menyebabkan penyembuhan luka menjadi terhambat. Tujuan penelitian ini menemukan pengobatan alternatif untuk menangani luka yang terinfeksi dengan meminimalkan penggunaan antibiotik.Disain penelitian prospektif eksperimental dengan Rancang Acak Lengkap (RAL) menggunakan 16 kelinci Selandia Baru dengan luka yang diinokulasi Staphylococcus aureus. Subjek dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok yang hanya diberi antibiotik (A) dan kelompok yang diberi gabungan argumentum (Ag) dan LIDC (B). Hasil diperoleh pada hari ke-6 dan ke-14 dengan mengukur kadar FGF-2, FGF-7, jumlah fibroblas dan laju kontraksi luka. Data diolah secara statistik menggunakan Uji Kruskal Wallis dengan SPSS 2.0. Penelitian ini dilakukan pada September 2017 di Rumah Sakit Hasan Sadikin BandungTerdapat peningkatan yang signifikan dari kadar FGF-2, FGF-7, dan laju kontraksi luka dengan menggunakan kombinasi Ag dan listrik. Selain itu, penggunaan Ag dan kombinasi listrik dapat menekan pertumbuhan koloni bakteriPengelolaan luka terinfeksi dengan menggunakan Ag dan LIDC menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan pengobatan menggunakan antibiotikKata Kunci: Argentum, FGF-2, FGF-7, LIDC, Laju Kontraksi Luka