Dhani Aryanto, Dhani
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Pupuk Organik Cair Dari Limbah Cair Proses Pengomposan sampah Putra S, Irwansyah; Kasim, Hasni; Aryanto, Dhani
Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid III nomor 1 Juni 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.923 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui karakter lindi dari proses pengomposan sampah sebagai pupuk cair, mengetaui pengaruh penambahan EM4 dan lama waktu permentasi teradap kualitas pupuk cair yang dihasilkan.  Pembuatan pupuk cair ini dilakukan dengan cara fermentasi anaero dalam keadaan ruang terkontrol (homogen). Penelitian dilakukan dengan mengamati pengaruh penambahan dosis starter EM4 ( 0, 15, 20 dan 25 ml ) dan lama fermentasi ( 21 dan 28 hari ) terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada karakter-karakter lindi. Data kuantitatif dari uji fisik ( pH dan suhu) dan uji kimia ( N,P dan K ) dianalisa dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan starter dan lama fermentasi akan menurunkan pH dari 4,00 sesuai dengan persamaan regresi Y1 = 4,00 – 0,01X1 – 0,01X2 Perubahan suhu tidak berpengaruh nyata dengan suhu rata-rata 31OC dan mengikuti persamaan Y2 = 30,98 + 0,02X1+ 0,01X2. Demikian juga perubahan N tidak signifikan. Nilai N tertinggi sebesar 189 ppm pada S2W1 dan terendah sebesar 128 ppm pada S0W0 dan mengikuti persamaan Y3 = 150,70 + 0,24X1+ 0,07X2. Namun untuk perubahan P dan K signifikan. Nilai P tertinggi sebesar 330 ppm pada S2W1 dan terendah sebesar 94 ppm pada S0W0. Persamaan perubahan kadar P adalah Y4 = 124,11 + 1,41X1+ 6,85X2. Nilai K tertinggi sebesar 484 ppm  pada S2W2 dan nilai terendah sebesar 326 ppm pada S0W2. Perubahan kadar K mengikuti persamaan Y5 = 392,35 + 4,81X1+ 1,59X2.
Kajian Jenis Dan Konsentrasi Bahan Pengikat Keripik Mandai Azizatin, Asmaul; Kahar, Kahar; Aryanto, Dhani
Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid III nomor 1 Juni 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.394 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan pengikat berupa tepung tapioka dan tepung sagu dengan konsentrasi yang berbeda terhadap kadar air keripik mandai serta mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap produk keripik mandai. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola tersarang (Nested Design) dengan menggunakan dua faktor yaitu faktor konsentrasi tepung 10%, 20%, 30% dan 40% yang tersarang dalam faktor utama yaitu jenis tepung tapioka dan tepung sagu. Hasil penelitian nilai kadar air terbaik terdapat pada keripik mandai menggunakan tepung tapioka konsentrasi 30% sebesar 6,64%. Hasil perhitungan Anova didapatkan hasil bahwa Fhitung < Ftabel pada taraf 5%. Hal ini menunjukan bahwa konsentrasi tepung tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air keripik mandai, jenis tepung berpengaruh nyata terhadap kadar air pada keripik mandai. Pengujian organoleptik meliputi : rasa, aroma, warna, tekstur keripik mandai, hasil uji oraganoleptik rasa diperoleh hasil 4,68 (cenderung agak menyukai),  aroma 4,24 (cenderung netral), warna 4,72 (cenderung agak menyukai), dan sebesar 4,84 (cenderung agak menyukai). Hasil penelitian terbaik menggunakan metode Index efektivitas diperoleh pada perlakuan S2P1 sebesar 0,99.
Pemanfaatan Biji Cempedak Sebagai Subtitusi Tepung Tapioka Dalam Pengolahan Kerupuk Paita, Istana; Kasim, Hasni; Aryanto, Dhani
Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid III nomor 2 Desember 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.562 KB)

Abstract

Biji cempedak merupakan limbah yang jarang dimanfaatkan oleh masyarakat, yang mengandung karbohidrat yang sangat tinggi sehingga untuk mengoptimalkan pemanfaatannya maka dibuat dengan berbagai macam olahan diantaranya tepung. Tepung biji cempedak yang dibuat dengan teknik modifikasi larutan asam klorida. Salah satu mengoptimumkan pemanfaatan tepung biji cempedak adalah mengolahnya menjadi kerupuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perendaman parutan biji cempedak pada berbagai konsentrasi larutan asam klorida, proporsi tepung biji cempedak dan tepung tapioka terhadap volume pengembangan kerupuk serta mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap produk kerupuk biji cempedak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Data Percobaan Faktorial dengan dua Faktor. Faktor pertama konsentrasi larutan asam klorida dengan 4 taraf (0 %, 0,5 %, 1 %, 1,5 %) dan faktor kedua proporsi tepung biji cempedak dan tepung tapioka dengan taraf (25%:75% ; 20%:80% ; 15%:85%) dan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Hasil analisis ragam anova menunjukkan bahwa konsentrasi larutan asam klorida, proporsi tepung biji cempedak dan tepung tapioka memberikan pengaruh nyata terhadap volume pengembangan kerupuk. Perlakuan terbaik adalah perlakuan A0P2 yaitu tanpa konsentrasi larutan asam klorida dengan proporsi tepung biji cempedak 20% dan tepung tapioka 80% memiliki volume pengembangan kerupuk tertinggi sebesar 119,33%. Secara organoleptik rasa, aroma, warna dan tekstur kerupuk biji cempedak diperoleh hasil uji organoleptik rasa  5,32 (Cenderung agak menyukai), aroma 5 (Agak menyukai), warna 5,56 (Cenderung menyukai), dan tekstur 5,32 (Cenderung agak menyukai). Penerimaan konsumen yang terbaik diperoleh pada kerupuk A0P1 yaitu tanpa konsentrasi larutan asam klorida dengan proporsi tepung biji cempedak 25% dan tepung tapioka 75% sebesar 0,86.
Optimalisasi Proses Adsorbsi Biji Kelor Untuk Penurunan Kadar Logam Air Lindi di TPA Sangatta Aryanto, Dhani
Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IV nomor 2 Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.167 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi dan lama pencampuran serbuk biji kelor yang optimum untuk menurunkan kadar besi dan seng pada air lindi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental untuk mengetahui konsentrasi dan lama waktu pencampuran serbuk biji kelor dalam menurunkan kadar besi dan seng pada air lindi. Untuk mendapatkan optimasi dari konsentrasi dan lama waktu pencampuran digunakan software minitab 17 free trial dengan metode respon permukaan memakai rancangan CCD (Central Composite Design). Hasil yang diperolehmenunjukan bahwa penurunan kadar besi mengikuti persamaan Y1 = 2,650 - 2,614 X1 - 0,285 X2 + 0,508 X12 + 0,273 X22+ 0,358 X1X2 dengan R2= 98,11% sedangkan penurunan kadar besi mengikuti persamaan Y2 = 0,10100- 0,08250 X1 - 0,03149 X2 + 0,01506 X12 - 0,00319 X22+ 0,03500 X1X2 dengan R2= 96,86%. Nilai optimal untuk mendapatkan kadar besi dan seng minimum pada variasi konsentrasi sebesar 5,414%, dan lama waktu pencampuran 35,86 menit. Dan Berdasarkan analisis desirability function didapatkan nilai optimasi 1,0000 dengan kadar besi rata-rata 0,2033 mg/L dan Kadar seng rata-rata 0,0174 mg/L
Pengaruh Jenis Kemasan Terhadap Lama Penyimpanan Inti Sawit ”Kernel” Elaeis (guneensis Jacq.) Mardiana, Mardiana; Kahar, Kahar; Aryanto, Dhani
Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid II nomor 1 Juni 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.056 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui lama penyimpanan yang tebaik pada masing-masing jenis kemasan yaitu karung goni (A1), karung woven (A2), karung goni lapis plastik (A3) dan karung woven lapis plastik (A4), dengan menggunakan 2 (dua) Faktor yaitu kemasan dan lama penyimpanan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis regresi korelasi (linear dan quadratik) dengan persamaan Y’1 = a+bx. Kemasan merupakan salah satu cara untuk melindungi atau mengawetkan produk dari pengaruh oksidasi dan mencegah terjadinya kontaminasi dengan udara luar. Kemasan Goni (A1), dengan lama penyimpanan 51,5 hari dengan kandungan kadar air 8,00%, dan asam lemak bebas (FFA) 2,85%,  Kemasan Woven (A2), dengan lama penyimpanan 67,4 hari kandungan kadar air 8,00%, asam lemak bebas (FFA) 2,78%, Kemasan Goni Lapis Plastik (A3), dengan lama penyimpanan 68,4 hari kandungan kadar air 8,00%, Asam Lemak Bebas atau (FFA) 2,00%, Kemasan Woven Lapis Plastik (A4), dengan lama penyimpanan 73 hari kandungan kadar air 8,00%, asam lemak bebas (FFA) 1,85%. Keasan yang terbaik baik untuk penyimpan kernel adalah jenis kemasan karung woven lapis plastik (A4), dengan lama penyimpanan 73 hari serta  kandungan kadar air 8,00%  dan FFA 1,85% sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI).
ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUKSI GULA SIRUP, GULA SEMUT DAN GULA CETAK DARI NIRA NIPAH (NYFA FRUTICANS WURMB) Aryanto, Dhani; Wijana, Susinggih; Kumalaningsih, Sri
AGROMIX Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2263.312 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran usaha pengolahan nira nipah menjadi produk gula dan nilai tambah serta marjin dari gula nipah dalam bentuk gula sirup, gula semut dan gula cetak. Metode analisis nilai tambah yang digunakan adalah Metode Hayami (1987). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tambah gula sirup, gula semut dan gula cetak secara berturut-turut adalah Rp. 705,26 per liter nira nipah (13,75%), Rp. 203,27 per liter nira nipah (4,25%) dan Rp. 292,36 per liter nira nipah (6,29%). Kegiatan pengolahan nira nipah menjadi gula sirup, semut dan cetak memiliki nilai konversi 22,3%-17,1% dan yang paling menguntungkan adalah usaha gula sirup.
EFEKTIFITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L) DALAM MENGHAMBAT PERKEMBANGBIAKAN BAKTERI Escherichia coli PADA BAKSO SAPI Tamal, Mey Anggraeni; Aryanto, Dhani
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 43, No 3 (2018)
Publisher : Pusat Penerbitan Ilmiah Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.177 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the best concentration of garlic extract in inhibiting e coli bacteria proliferation and the best storage time from beef meatballs has been soaked in garlic extract. Deskriptive statistical methods were used by soaking beef meatballs samples in garlic extract with different concentration, namely 0, 20, 40, and 60% for 15 minutes. Then samples are stored at room temperature ranging from 22-31 degrees celcius for 1, 3, and 5 days. The variable observed were e coli bacterial concentration using Total Plate Count (TPC) calculation. The results showed that the best concentration of garlic extract in inhibiting e coli bacterial proliferation was 40% and the best storage time was 1 day but can also be stored for 5 days
Analisis Kualitas Air di KM 35 Desa Rantau Makmur Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur Amprin, Amprin; Aryanto, Dhani
Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 1 Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.064 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air di rawa KM 35 berdasarkan parameter fisika, paramater kimia, dan parameter biologi, dan mengetahui status mutu air di rawa KM 35 berdasarkan standar kualitas air pada kelas IV untuk sumber irigasi pertanian tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2015, di rawa KM 35 Desa Rantau Makmur Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur. Dan pengujian sampel dilakukan di Laboratorium Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Mulawarman Samarinda. Penentuan status mutu air dengan menggunakan metode storet sistem penilaian US-EPA (United Status Environment Protection Agency) dan mengacu pada peraturan pemerintah No.82 tahun 2001. Hasil analisis berdasarkan parameter menunjukan bahwa kondisi air memenuhi baku mutu standar kualitas air berdasarkan peraturan pemerintah No. 82 tahun 2001. Parameter fisika yang meliputi suhu air rawa 27,7oC, warna 4,75 PtCo, Kekeruhan 183,6 NTU. Parameter kimia meliputi pH 6,3, BOD 1.39 mg/lt, COD 7,20 mg/lt, DO 3,65 mg/lt, Nitrat 2,89 mg/lt, Mangan di bawah batas limit, Besi 0,58 mg/lt, Khlorida 5,33 mg/lt, Nitrit 0,007 mg/lt, dan Sulfat 10,37 mg/lt. Parameter biologi meliputi Total Cloriform 90 MPN/100ml. Hasil analisis tersebut menunjukan kondisi air rawa pada kelas IV status mutu air baik atau memenuhi baku mutu, untuk sumber irigasi pertanian terutama tanaman padi.