Wulan Izzatul Himmah, Wulan Izzatul
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS BELIEF MATEMATIK SISWA TINGKAT SMP Himmah, Wulan Izzatul
Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Vol 1, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan belief matematik siswa kelas VIII, dan mengetahui pengaruh belief matematik siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk uji pengaruh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, dan tes. Subyek dalam penelitian ini adalah  siswa kelas VIII Bahasa SMP Eka Sakti Semarang. Hasil penelitian ini adalah (1) prosentase siswa yang memiliki belief matematik sangat tinggi, tinggi, rendah, dan sangat rendah masing-masing adalah 12,82%, 74,36%, 12,82%, dan 0%; (2) aspek keyakinan tentang pendidikan matematika yaitu 71,79%, 17,95%, 10,26%, dan 0,00%; (3) aspek keyakinan tentang diri sendiri yaitu 41,03%, 46,15%,  12,82%, dan 0,00%; (4) aspek keyakinan tentang konteks sosial yaitu 17,95%, 12,82 %, 69,23%, dan 0,00%; (5) besar koefisien korelasi antara belief matematik dan kemampuan pemecahan masalah adalah 0,531 dengan kontribusi sebesar 28,2%. Dari hasil penelitian diketahui bahwa belief matematik memiliki pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah dan setiap siswa memiliki belief matematik yang berbeda.Kata kunci: belief matematik;  kemampuan pemecahan masalah.ABSTRACTThe aim of this study was to describe grade VII students’ mathematics beliefs, and to know its affect towards students’ problem solving skill. This is a descriptive study with combination of kuantitative and cualitative approach which carried out students of grade VIII SMP Eka Sakti. Data was obtained by quisioner, interview, and test. The result shows that (1) percentage of students mathematics beliefs belongs to very high, high, low, and very low level simultaneously is 12,82%, 74,36%, 12,82%, and 0%; (2) beliefs in math education 71,79%, 17,95%, 10,26%, and 0,00%; (3) belief in  41,03%, 46,15%,  12,82%, and 0,00%; (4) beliefs in social context is 17,95%, 12,82 %, 69,23%, dan 0,00%; (5) correlation coefficient between mathematics belief and problem solving skill is 0,531 with contribution as much as 28,2%. Thus students’ mathematics beliefs affect students’ problem solving skill and each student has different level of mathematics belief.Keywords: mathematics belief, problem solving skill.
ANALISIS BELIEF MATEMATIK SISWA TINGKAT SMP Himmah, Wulan Izzatul
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 1 No 1 (2017): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan belief matematik siswa kelas VIII, dan mengetahui pengaruh belief matematik siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk uji pengaruh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, dan tes. Subyek dalam penelitian ini adalah  siswa kelas VIII Bahasa SMP Eka Sakti Semarang. Hasil penelitian ini adalah (1) prosentase siswa yang memiliki belief matematik sangat tinggi, tinggi, rendah, dan sangat rendah masing-masing adalah 12,82%, 74,36%, 12,82%, dan 0%; (2) aspek keyakinan tentang pendidikan matematika yaitu 71,79%, 17,95%, 10,26%, dan 0,00%; (3) aspek keyakinan tentang diri sendiri yaitu 41,03%, 46,15%,  12,82%, dan 0,00%; (4) aspek keyakinan tentang konteks sosial yaitu 17,95%, 12,82 %, 69,23%, dan 0,00%; (5) besar koefisien korelasi antara belief matematik dan kemampuan pemecahan masalah adalah 0,531 dengan kontribusi sebesar 28,2%. Dari hasil penelitian diketahui bahwa belief matematik memiliki pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah dan setiap siswa memiliki belief matematik yang berbeda.Kata kunci: belief matematik;  kemampuan pemecahan masalah.ABSTRACTThe aim of this study was to describe grade VII students’ mathematics beliefs, and to know its affect towards students’ problem solving skill. This is a descriptive study with combination of kuantitative and cualitative approach which carried out students of grade VIII SMP Eka Sakti. Data was obtained by quisioner, interview, and test. The result shows that (1) percentage of students mathematics beliefs belongs to very high, high, low, and very low level simultaneously is 12,82%, 74,36%, 12,82%, and 0%; (2) beliefs in math education 71,79%, 17,95%, 10,26%, and 0,00%; (3) belief in  41,03%, 46,15%,  12,82%, and 0,00%; (4) beliefs in social context is 17,95%, 12,82 %, 69,23%, dan 0,00%; (5) correlation coefficient between mathematics belief and problem solving skill is 0,531 with contribution as much as 28,2%. Thus students’ mathematics beliefs affect students’ problem solving skill and each student has different level of mathematics belief.Keywords: mathematics belief, problem solving skill.
Analisis Soal Penilaian Akhir Semester Mata Pelajaran Matematika Berdasarkan Level Berpikir Himmah, Wulan Izzatul
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 3 No 1 (2019): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.999 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan soal berdasarkan level berpikir, yakni dengan mengelompokkan soal berdasarkan level Lower Order Thinking Skills (LOTS), Middle Order Thinking Skills (MOTS), atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) serta mengelompokkan soal berdasarkan jenis stimulus yang digunakan sebagai dasar pertanyaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif jenis analisis dokumen. Dokumen yang dianalisis pada penelitian ini adalah dokumen soal Penilaian Akhir Semester Genap pada mata pelajaran matematika kelas VIII di tingkat SMP salah satu sekolah di Kota Semarang tahun pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari tiga perempat dari keseluruhan soal berada pada kategori Middle Order Thinking Skills (MOTS), kurang dari seperempat dari keseluruhan soal merupakan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS), dan terdapat satu soal yang merupakan soal Lower Order Thinking Skills (LOTS). Soal kategori Higher Order Thinking Skills (HOTS) paling banyak ditemukan pada materi bangun ruang sisi datar, sedangkan pada materi peluang belum ada soal yang memenuhi kriteria Higher Order Thinking Skills (HOTS). Jenis stimulus yang terdapat pada soal adalah gambar, daftar kata, penggalan kasus, tabel, dan diagram dimana penggalan kasus merupakan stimulus yang paling banyak ditemukan, yakni hampir sepertiga dari keseluruhan soal. Kata kunci: penilaian akhir semester, level berpikir, stimulus.   ABSTRACT This research aims to describe the question based on the level of thinking, namely by grouping questions based on the level of Lower Order Thinking Skills (LOTS), Middle Order Thinking Skills (MOTS), or Higher Order Thinking Skills (HOTS) and grouping questions based on the type of stimulus used as a basis question. This research is a descriptive study of the type of document analysis. The documents analyzed in this study are documents about the Final Semester Evaluation on the eighth grade mathematics subjects in one of the Semarang Junior High School in school year 2017/2018. The results showed that more than three-quarters of all questions were in the Middle Order Thinking Skills (MOTS) category, less than a quarter of all questions were Higher Order Thinking Skills (HOTS), and there was one problem which was a matter of Lower Order Thinking Skills (LOTS). The problem with the category of Higher Order Thinking Skills (HOTS) is found mostly on 3-D shape with flat faces materials, while in the probalility materials, there is no problem that meets the criteria of Higher Order Thinking Skills (HOTS). The types of stimulus found in the problem are pictures, word lists, fragments of cases, tables, and diagrams where the fragment of the case is the most common stimulus, that is, almost one third of the questions. Keywords: final semester assessment, thinking level, stimulus.
Keefektifan Pembelajaran Berbantuan Multimedia Pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Himmah, Wulan Izzatul
Jurnal Hikmatuna Vol 4 No 2 (2018): HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies, December 2018
Publisher : Postgraduate Program Islamic State Institute of Pekalongan for Islamic Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.302 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan multimedia dalam pembelajaran matematika pada materi bangun ruang sisi lengkung terhadap hasil belajar matematika siswa SMP. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Eka Sakti Semarang Tahun Ajaran 2016/2017. Pemilihan sampel ditetapkan dengan cara random dan diperoleh siswa kelas IX Nusa sebagai kelompok eksperimen dimana pembelajarannya menggunakan bantuan multimedia dan siswa kelas IX Bangsa sebagai kelompok kontrol dimana pembelajarannya tanpa multimedia. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah tes hasil belajar matematika. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa 1) pembelajaran matematika berbantuan multimedia efektif dilihat dari hasil belajar matematika siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung; 2) terdapat perbedaan keefektifan pembelajaran matematika berbantuan multimedia dan pembelajaran matematika tanpa bantuan multimedia dilihat dari hasil belajar matematika siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung; 3) pembelajaran matematika berbantuan multimedia lebih efektif dari pembelajaran matematika tanpa bantuan multimedia dilihat dari hasil belajar siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Melalui Problem Posing Himmah, Wulan Izzatul; Istiqlal, Muhammad
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.167 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran problem posing tipe post solution posing terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada salah satu SMP di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimen dengan desain pretest-postest. Pemilihan sampel ditetapkan dengan teknik random sampling dan diperoleh siswa kelas VII A sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VII B sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data penelitian adalah tes kemampuan pemecahan masalah pada pokok bahasan segi empat sub pokok bahasan persegi panjang dan persegi. Uji yang digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan rata-rata gain adalah uji t. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata gain kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model  pembelajaran problem posing tipe post solution posing adalah 13.91, sedangkan rata-rata gain kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional adalah 7.09. Dengan uji t terlihat bahwa rata-rata gain kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran problem posing tipe post solution posing lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional.  Disarankan guru dapat terus mengembangkan pembelajaran dengan model  problem posing tipe post solution posing dan menerapkan pada materi lain.The purpose of this study was to determine the effectiveness of applying the problem posing learning model type post solution posing to students' problem solving abilities in one of the junior high schools in the Semarang city. This research is a quasi-experimental study with a pretest-posttest design. Sample selection was determined by random sampling technique and was obtained by students of class VII A as an experimental group and students of class VII B as a control group. The instrument used for retrieval of research data is a problem solving ability test on the subject of rectangles. The test used to determine the difference in average gain is the t test. Based on the results of the study, the average gain problem solving ability of students who get learning with problem posing learning model type post solution posing is 13.91, while the average gain problem solving ability of students who obtain conventional learning is 7.09. With the t test it can be seen that the average gain of problem solving abilities of students who get problem posing learning model type post solution posing is better than students who get conventional learning. It is suggested that the teacher can continue to develop learning with problem posing learning model type post solution posing and apply it to other material.