Muh. Rasyid Ridha, Muh. Rasyid
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

Desa Pattedong pada Masa Pemerintahan Ismail Sangga dan Rasyid Rauf Jannah, Miftahul; Bosra, Mustari; Ridha, Muh. Rasyid
Jurnal Pattingalloang Vol. 5 No. 3 Juli - September 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.952 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i3.8516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terbentuknya Desa Pattedong, Perkembangan Desa Pattedong pada masa pemerintahan Ismail Sangga dan Rasyid Rauf. Desa Pattedong terbentuk pada tahun 1982, dari hasil pemekaran dari Desa Je’ne Maeja. Setelah tahun 1999 Desa Pattedong pada masa pemerintahan Ismail Sangga mengalami perkembangan dilihat dari segi sosial yaitu keharmonisan dan eksistensi tradisi adat istiadat serta budaya gotong royong masih berlaku, bidang ekonomi dapat dilihat dari banyaknya pembangunan infrastruktur desa yang dibangun seperti jalan desa, bidang pendidikan dapat dilihat dari pemberian pendidikan sejak dini, sedangkan bidang kesehatan dapat dilihat dari adanya pemeriksaan kesehatan dari anak kecil hingga yang lanjut usia. Begitu pula dengan pemerintahan Rasyid Rauf yang mengalami banyak perkembangan dalam bidang ekonomi yaitu ekonomi pembangunan seperti pembangunan jalan tani, drainase, plat dekker disetiap dusun di Desa Pattedong. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang menggunakan metode sejarah melalui tahapan kerja yakni heuristic atau pengumpulan data, kritik sumber, interpertasi, historiografi atau penulisan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian lapangan terdiri dari wawancara (Rasyid Rauf, Damir, Sulaeman dan warga Desa Pattedong) dan mengumpulkan sumber arsip (dokumen dari kantor desa dan BPS kabupaten Luwu) serta literatur-literatur yang berhubungan.Kata Kunci : Pemimpin, Desa Pattedong
Pasar Tradisional Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu 2002-2017 Aripin, Nilla; Ridha, Muh. Rasyid; Patahuddin, Patahuddin
Jurnal Pattingalloang Vol. 5 No. 4 Oktober - Desember 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.158 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i4.9009

Abstract

Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui latar belakang berdirinya Pasar Padang Sappa, mengetahui perkembangan Pasar Padang Sappa serta dampak keberadaan Pasar Padang Sappa bagi masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengkaji  permasalahan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang meliputi beberapa tahapan yaitu, heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), kritik sumber (kritik ekstern dan intern, interpretasi atau penafsiran sumber, dan hisoriografi (penulisan sejarah). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penelitian lapangan (wawancara) dan mengumpulkan sumber arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang berdirinya Pasar Padang Sappa karena adanya konflik sosial yang terjadi tahun 2000, sehingga pasar tersebut dipindahkan sementara di Lapangan Sepak Bola Padang Sappa. Karena lokasi lapangan yang memang tidak memadai untuk berjualan, pemerintah akhirnya menemukan lokasi pasar baru di Padang Sappa samping Kantor Polres Ponrang dan memindahkan pasar tersebut pada tahun 2002. Dalam perkembangan Pasar Padang Sappa kondisi fisik pasar yang awalnya menggunakan tenda-tenda darurat, saat ini telah menggunakan tempat yang layak untuk melakukan transaksi jual-beli untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Keberadaan Pasar Padang Sappa ini dapat memberikan dampak ekonomi, sosial dan budaya yaitu sebagai sumber pendapatan daerah, sebagai penyedia lapangan pekerjaan dan sumber penghasilan bagi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Pasar Tradisional Padang Sappa resmi dipindahkan pada tahun 2002 dan mulai dijadikan tempat jual-beli. Pasar Tradisional Padang Sappa muncul sebagai pasar kecamatan yang menyediakan berbagai kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya.  This research and writing aims to find out the background of the establishment of Padang Sappa Market, to know the development of Padang Sappa Market and the impact of the existence of Padang Sappa Market for the community. The method used to study the problems in this study is the historical method, which includes several stages, namely, heuristics (searching and collecting resources), source criticism (external and internal criticism, interpretation or interpretation of sources, and hisoriography (historical writing). done by conducting field research (interviews) and collecting archival sources. The results showed that the background of the establishment of Padang Sappa Market was due to the social conflict that occurred in 2000, so that the market was temporarily moved at the Padang Sappa Football Field. Due to the inadequate location of the field to sell, the government finally found a new market location in Padang Sappa next to the Ponrang Police Station and moved the market in 2002. In the development of Padang Sappa Market the physical condition of the market which initially used emergency tents has now use a decent place to make buying and selling transactions to meet the daily needs of the community. The existence of the Padang Sappa Market can provide economic, social and cultural impacts as a source of regional income, as a provider of employment and income sources for the community. Based on the results of the study, it can be concluded that the Padang Sappa Traditional Market was officially transferred in 2002 and began to be used as a place to buy and sell. Padang Sappa Traditional Market emerges as a sub-district market that provides various needs to meet the needs of the community
PERANCANGAN SISTEM INFOMASI PENGOLAHAN DATA KULIAH KERJA USAHA DAN PENELITIAN (Studi Kasus : Program Studi Sistem Informasi Universitas Islam Indragiri) Ridha, Muh. Rasyid
SISTEMASI Vol 2, No 4 (2013): SISTEMASI
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.055 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v2i4.137

Abstract

Pada saat ini kualitas sebuah sistem kehidupan tertentu, akan ditentukan oleh kemampuannya mengolah komunikasi tersebut, yang secara khusus pula berarti kemampuannya dalam memiliki teknologi komputer yang terbaik. Beberapa hal yang dimiliki teknologi komputer sehingga masa depan sangat tergantung kepadanya adalah : Kecepatan proses (kerja), Kemampuan penyimpanan data yang sangat besar dan terjamin, Kemudahan pengaksesan dan pengelolaan data. Sistem Informasi yang berjalan di Program Studi Sistem Informasi pada Universitas Islam Indragiri Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer dalam pengolahan data akademiknya masih menggunkan sistem komputerisasi sederhana. Walaupun sudah didukung dengan komputer tetapi hanya memanfaatkan office standar (Microsoft Office Excel dan Word) sehingga memungkinkan banyak sekali kesalahan dalam pengolahan data akademik. Hal ini dapat menghambat pelayanan akademik terhadap para mahasiswa, dan dosen menjadi kurang efisien, serta mengakibatkan kesulitan dalam pencarian data yang menyita waktu relatif lama dalam pembuatan laporan. Untuk membantu pengolahan data KKU dan Penelitian di Program Studi Sistem Informasi pada Universitas Islam Indragiri Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer perlu adanya suatu sistem informasi baru agar setiap pekerjaan yang menyangkut pengolahan datanya dapat dikurangi tingkat kesalahannya serta dapat memberikan pelayanan yang memuaskan terhadap para pengguna sistem. Dalam perancangan sistem informasi ini digambarkan ke dalam bentuk diagram UML (Unified Modelling Language). UML (Unified Modelling Language) merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada objek. Secara filosofi kemunculan UML diilhami oleh konsep yang telah ada yaitu konsep permodelan Object Oriented (OO), karena konsep ini menganalogikan sistem seperti kehidupan nyata yang didominasi oleh obyek dan digambarkan atau dinotasikan dalam simbol-simbol yang cukup spesifik maka OO memiliki proses standard dan bersifat independen. Kata Kunci : Sistem Informasi, Pengolahan Data Kulia Kerja Usaha (KKU) dan Penelitian, Unified Modeling Language (UML).
Pesantren Sultan Hasanuddin Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Tahun 1986-2017 Inarwati, Inarwati; Najamuddin, Najamuddin; Ridha, Muh. Rasyid
Jurnal Pattingalloang Vol. 5 No. 3 Juli - September 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.197 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i3.8541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya Pesantren Sultan Hasanuddin, perkembangan Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin (1986-2017), serta dampak keberadaan Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, melalui tahapan: heuristik yakni tahap pengumpulan data atau sumber, kritik yakni tahap penyeleksian sumber ataupun data, interpretasi yang merupakan penafsiran dari fakta-fakta yang telah ada dan historiografi yang merupakan tahap akhir penulisan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang melatarbelakangi berdirinya Pondok Pesantren adalah  keprihatinan terhadap kualitas dan kuantitas pendidikan yang ada di dalam masyarakat, sehinggah Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin didirikan pada tahun 1986 di Desa Paraikatte Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Perkembanga pondok pesantren Sultan Hasanuddin yang sangat pesat dapat dilihat dari sarana prasarana, santri, tenaga pendidik dan prestasinya. Dampak keberadaan pondok pesantren sangat positif dari berbagai bidang seperti bidang Agama, Sosial, dan Pendidikan.Kata kunci : Pondok, Pesantren, Gowa
Yayasan Pengkajian Pemberdayaan Masyarakat Sulawesi Selatan 1989-2017 Sari, Aulia; Madjid, Muh. Saleh; Ridha, Muh. Rasyid
Jurnal Pattingalloang Vol. 5 No. 3 Juli - September 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.779 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i3.8515

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Yayasan Pengkajian Pemberdayaan Masyarakat Sulawesi Selatan (YKPM) Sulsel adalah Non-governmental organizations (NGO) yang secara umum mengkaji terkait permasalahan-permasalahan sosial dan melakukan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pembangunan khususnya di Sulawesi Selatan. YKPM sendiri lahir dari realitas yang terjadi di wilayah Sulawesi Selatan, yakni kekangan pemerintah Orde Baru dari segi sosial dan ekonomi dimana sangat membutuhkan pengembangan dan pemberdayaan. Dengan kondisi sosial dan politik maka terbentuk YKPM dengan program-program terkait permasalahan-permasalahan sosial terkait partisipasi masyarakat, perempuan, anak, dan kondisi sosial yang membutuhkan pengkajian dan pengembangan. Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan penelitian historis (Historical Research), yang terdiri atas beberapa tahapan yakni: (1) Heuristik, mengumpulkan tulisan tentang YKPM dari berbagai bentuk berita, arsip, profil dari YKPM, beberapa buku diantaranya: Taktik Politik Gratis (Audit Sosial Pendidikan dan Kesehatan Gratis Berbasis Komunitas di Kota Makassar), Meretas Kebijkan Program Pro Rakyat (pembelajaran Audit Sosial dan Partisipasi Warga dalam Pembangunan di Kota Makassar), Ketika Pembangunan Berpihak (Meretas Kebijakan Program Pro Rakyat), Menuju Masyarakat Partisipatif, dan Pengembangan Masyarakat wacana dan Pratik. (2) Kritik atau proses verifikasi keaslian sumber sejarah. (3) Interpretasi atau penafsiran sumber sejarah, dan (4) Historiografi, yakni tahap penulisan sejarah.Kata Kunci :  Hak Asasi Manusia, Lembaga Swadaya Masyarakat, Yayasan Pengkajian Pemberdayaan Masyarakat
Masjid Agung Luwu : Pusat Sejarah dan Pengembangan Islam Di Polopo Mutmainna, Mutmainna; Ridha, Muh. Rasyid; Najamuddin, Najamuddin
Jurnal Pattingalloang Vol. 5 No. 2 April - Juni 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.903 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i2.8473

Abstract

Kajian ini membahas mengenai latar belakang pembangunan Masjid Agung Luwu, perkembangan serta dampak yang ditimbulkan Masjid Agung Luwu yang lokasinya berada di Kota Palopo. Pembangunan masjid ini dilakukan pada tahun 1974 dengan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Bupati Kepala Daerah Luwu A. Samad Suhaeb bersama dengan pimpinan DPRD dan sejumlah Umat Islam. pada saat mereka telah melakukan Sholat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1393 pada tanggal 4 Januari 1974. Keberdaaan masjid ini sebagai wadah untuk memperdalam ilmu agama serta menjadi simbol persatuan masyarakat muslim yang ada di Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), kritik sumber (kritik intern dan ektern), interpretasi (penafsiran sumber) dan historiografi (penulisan sejarah). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penelitian lapangan terdiri dari wawancara dan mengumpulkan sumber arsip. Kata kunci : Masjid Agung, Islam, Palopo AbstractThis study discusses the background of the construction of the Great Mosque of Luwu, the development and the impact of the Great Mosque of Luwu which is located in Palopo City. The construction of this mosque was carried out in 1974 with the laying of the first stone carried out by the Regent of the Regional Head of Luwu A. Samad Suhaeb together with the leaders of the DPRD and a number of Muslims. when they had performed Eid Al-Adha Prayers 10 Dzulhijjah 1393 on January 4, 1974. The existence of this mosque as a place to deepen the knowledge of religion and become a symbol of the unity of the Muslim community in Palopo City. This research uses historical research method which consists of four stages, namely heuristics (searching and collecting resources), source criticism (internal and external criticism), interpretation (interpretation of sources) and historiography (historical writing). Data collection methods are carried out by conducting field research consisting of interviews and collecting archival sources. Keywords: Great Mosque, Islam, Palopo
Pemukiman Baru Penduduk Liwu Ke Desa Gu-Lakudo 1969-1977 Arwin, Arwin; Ridha, Muh. Rasyid; Madjid, Muh. Saleh
Jurnal Pattingalloang Vol. 5 No. 3 Juli - September 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.917 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i3.8519

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang latar belakang pemindahan penduduk Liwu ke Desa Gu Lakudo, proses pemindahan dan dampak dari pemindahan penduduk Liwu ke Desa Gu-Lakudo. Hasil penelitian menunjukkan latar belakang pemindahan penduduk Liwu ke Desa Gu-Lakudo yaitu pada tahun 1969-1977 yang dilakukan oleh pemerintah khususnya pemerintah Kabupaten Buton. Dengan adanya pemindahan tersebut maka seiring dengan berjalannya pemerintahan Desa Gu-Lakudo mengalami perkembangan baik dalam sistem pemerintahan, perkembangan jumlah penduduk dan infrastruktur sosial serta perekonomian yang setiap tahun mengalami peningkatan dari tahun 1969-1977. Dengan adanya perkembangan maka terdapat pula dampak yang ditimbulkan dalam pembetukan Desa yaitu mempercepat pelayanan untuk masyarakat, pembangunan semakin nampak serta kesejahteraan sosial masyarakat semakin meningkat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya Program Rsettlement Desa: Kajian Tentang Pemindahan Penduduk Liwu ke Desa Gu-Lakudo pada tahun 1969-1977 telah mengalami kemajuan diberbagai bidang seperti sosial, ekonomi, politik dan budaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu heuristic (mencari dan pengumpulan sumber), kritik sumber (kritik ekstern dan kritik intern), interpretasi (penafsiran sumber), dan historiografi (penulisan sejarah). Metote pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penelitian lapangan (wawancara) dan pustaka.Kata Kunci: Program Resettlement Desa, lakudo, Buton Tengah .  
Baraka : Basis Pertahanan DI/TII di Sulawesi Selatan (1953-1965) Aisyah, Nur; Patahuddin, Patahuddin; Ridha, Muh. Rasyid
Jurnal Pattingalloang Vol. 5 No. 2 April - Juni 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.115 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i2.8469

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang  Baraka sebagai Basis Pertahanan DI/TII di Sulawesi Selatan. Pada tahun 1953 Kahar Muzakkar menjadikan daerah Baraka, Kabupaten Enrekang sebagai basis pertahanan pertama DI/TII di Sulawesi Selatan. Letak yang strategis dan keterbukaan masyarakat yang menjadi potensi daerah Baraka dijadikan sebagai basis pertahanan DI/TII oleh Kahar Muzakkar. Selain itu, karena Baraka merupakan daerah operasi dari komandan bawahan Kahar Muzakkar yaitu Andi Sose. Banyaknya simpatik yang diperoleh Kahar Muzakkar dari masyarakat Baraka bahkan masyarakat Sulawesi  Selatan memaksa pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan operasi penumpasan kepada Pemberontakan Kahar Muzakkar yang telah mengancam keutuhan NKRI. Kemudian  pada tanggal 3 Februari 1965 pimpinan tertinggi Darul Islam/Tentara Islam Indonesia di Sulawesi Selatan tertembak mata oleh Kopral Sadeli di pinggir sungai Lasolo, Sulawesi Tenggara. Tulisan ini menggunakan metode penelitian sejarah yakni, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Kata kunci : Baraka, DI/TII, Sulawesi Selatan AbstractThis paper examines Baraka as the DI / TII Defense Base in South Sulawesi. In 1953 Kahar Muzakkar made Baraka, Enrekang District the first DI / TII defense base in South Sulawesi. The strategic location and openness of the community which is the potential of the Baraka area is used as a defense base for DI / TII by Kahar Muzakkar. In addition, because Baraka was the operating area of Kahar Muzakkar's subordinate commander, Andi Sose. The amount of sympathy gained by Kahar Muzakkar from the Baraka community and even the people of South Sulawesi forced the Indonesian government to carry out a crackdown on the Kahar Muzakkar Rebellion which had threatened the integrity of the Republic of Indonesia. Then on February 3, 1965 the highest leader of the Darul Islam / Indonesian Islamic Army in South Sulawesi was shot by Corporal Sadeli on the edge of the Lasolo river, Southeast Sulawesi. This paper uses historical research methods namely, heuristics, criticism, interpretation and historiography. Keywords: Baraka, DI / TII, South Sulawesi
Kertas Minor dari Timur: Koran Tribun Timur 2004-2016 Sucipto, Adi; Patahuddin, Patahuddin; Ridha, Muh. Rasyid
Jurnal Pattingalloang Vol. 5 No. 1 Januari - Maret 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.214 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i1.8521

Abstract

Kertas Minor dari Timur adalah sebuah judul yang membahas tentang sebuah Koran harian yang ada di Makassar. Maksud dari kata Kertas dalam judul tersebut adalah penyebutan untuk Koran Tribun Timur. Sedangkan Minor, dikarenakan Koran Tribun Timur adalah Koran yang terbilang masih muda atau baru, namun dapat menyaingi bahkan mengungguli Koran yang telah terbit sebelumnya. Untuk Timur sendiri, karena Koran Tribun Timur berada di wilayah Indonesia Timur, yaitu Makassar. Penelitian ini membahas tentang proses lahirnya dan perkembangan Koran Tribun Timur sejak tahun 2004-2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koran Tribun Timur  mulai digagas pada tahun 2003, dan mulai terbit untuk pertama kali pada 9 Februari 2004. Koran Tribun Timur berada di bawah naungan PT. Bosowa Media Grafika. Hal menarik dari latar belakang berdirinya Koran Tribun Timur ini adalah keterlibatan Jusuf Kalla. Dalam proses perkembangannya Koran Tribun Timur mengalami dua kali pergantian pemimpin redaksi yaitu Uki M Kurdi dan Dahlan Dahi. Oplah dan readership mengalami perkembangan, rubrik pun mengalami penambahan guna memenuhi kebutuhan informasi masyarakat khususnya Kota Makassar. Koran Tribun Timur memiliki keunikan dibandingkan Koran lain, yaitu dengan adanya rubrik Citizen Report. Dengan adanya rubrik tersebut, maka masyarakat dapat mengirim berita ke Tribun Timur dan setelah diseleksi akan diterbitkan. Sehingga berita dari Koran Tribun Timur bervariasi karena masyarakat yang mengirimkan berita berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yaitu heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), kritik sumber (kritik ekstern dan kritik intern), interpretasi (penafsiran sumber) dan historiografi (penulisan sejarah). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penelitian pustaka, penelitian lapangan (wawancara) dan dokumentasi. Akhir dari penelitian, ditarik kesimpulan bahwa proses lahirnya Koran Tribun Timur disebabkan oleh  tingginya populasi penduduk Makassar, tingginya daya beli, permintaan Jusuf Kalla untuk menerbitkan Koran di Makassar, sera kurangnya koran harian yang terbit di Makassar.Kata Kunci : Tribun Timur, Media, Makassar
Perpindahan Karena Perluasan: Masuknya Mangasa dalam Wilayah Kota Makassar 1971 Abdullah, Akhmad Akbar; Madjid, Muh. Saleh; Ridha, Muh. Rasyid
Jurnal Pattingalloang Vol. 5 No. 4 Oktober - Desember 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.415 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i4.9006

Abstract

Tulisan ini berupaya menjelaskan proses perluasan Kotamadya Makassar dari persiapan hingga terjadinya perluasan Kotamadya Makassar sehingga membuat Mangasa yang sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Gowa berpindah ke dalam bagian wilayah administratif Kotamadya Makassar, perkembangan Kelurahan Mangasa setelah masuk dalam wilayah administratif Kota Makassar serta kehidupan sosial ekonomi yang terdapat di Kelurahan Mangasa. Berpindahnya daerah Mangasa ke dalam wilayah administratif Kota Makassar yang sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Gowa disebabkan karena adanya perluasan Kota Makassar pada tahun 1971. Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan penelitian historis (Historical Research), yang terdiri atas beberapa tahapan yakni: (1) Heuristik, dengan mengumpulkan arsip terkait data-data perluasan Kotamadya Makassar dari Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dan buku-buku maupun karya tulis ilmiah yang terkait dengan Kotamadya Makassar dan Mangasa. (2) Kritik atau proses verifikasi keaslian sumber sejarah. (3) Interpretasi atau penafsiran sumber sejarah, dan (4) Historiografi, yakni tahap penulisan sejarah. This simple work attempts to explain the process of expanding the Municipality of Makassar from preparation to the expansion of the Municipality of Makassar so that Mangasa which was previously part of Gowa Regency moved into the administrative area of Makassar Municipality, the development of Mangasa Village after being included in the administrative area of Makassar City and socio-economic life which is found in Mangasa Village. The transfer of the Mangasa area into the administrative area of Makassar City which was previously part of the territory of Gowa Regency was due to the expansion of Makassar City in 1971. This research was a research with historical research approach, consisting of several stages, namely: (1) Heuristics, by collecting archives related to data on the expansion of the Municipality of Makassar from the Archives and Regional Library of South Sulawesi Province and books and scientific papers related to the Municipality of Makassar and Mangasa. (2) Criticism or the process of verifying the authenticity of historical sources. (3) Interpretation or interpretation of historical sources, and (4) Historiography, namely the stage of historical writing.