Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KOMPETENSI SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII MTs AD-DA’WA BEKASI TAHUN PELAJARAN 2006-2007

Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 3, No 1 (2010): PSYMPATHIC
Publisher : Faculty of Psychology, Sunan Gunung Djati Islamic State University of Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.197 KB)

Abstract

Based on phenomena in grade 8 students in Mts. AdDa’wa Bekasi, there are few students that tend to draw themselves from interpersonal relation with students at their age outside their peer group. Many question then arise, if there were any significant reason and its correlation between their self concept and social competency. The method used for this research is a correlation model with sample population of 80 subject participant. The data required for this research then gathered with questionnaire and were measured with self concept measurement test TSCB (Tennessee Self Concept Scale) from William H. Fist. Other measurement test were then created based on Krasnor Theory to measure social competency from those students. After data have been collected with we have a correlation point rs=0,598 with  thit = 6,59 > ttab =1,980 which means that H1 is approved and H0 is denied. According to result of this research, it was concluded that the assumption were proved true that there is positive relation between self concept and social competency in grade 8 students from Mts. AdDa’wa Bekasi.

HEREDITAS DAN GENETIKA DALAM PRESTASI OLAHRAGA DITINJAU DARI PERSPEKTIF PERKEMBANGAN MANUSIA

Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol 2, No 1 (2013): Edisi Mei 2013
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia adalah makhluk hidup yang selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Bermula dari proses pembuahan yang terjadi dalam bentuk menyatunya sperma sang ayah dengan sel telur ibu, terbentuklah serangkaian organisme yang kemudian tumbuh menjadi janin. Dari proses inilah yang akan menentukan menjadi manusia yang akan menjalani hidup dengan proses gerak yang terus-menerus dan berkelanjutan. Bagaimanakah peran hereditas dan genetika dalam menghasilkan manusia yang unggul (berprestasi) dalam bidang olahraga perspektif ilmu perkembangan manusia ? Hereditas dan genetika belum dapat mempengaruhi prestasi olahraga, faktor lingkungan yang mempengaruhi prestasi olahraga. Faktor genetika dapat mempengaruhi jenis olahraga yang ditekuni (Gen tanpa faktor varian R577X plasma ACTN3 untuk olahraga sprint/power, dan Varian R577X pada plasma ACTN3 untuk olahraga ketahanan/endurance)

Evaluasi Kompetensi Pelatih Sepakbola Usia Dini di Sekolah Sepakbola

JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 2 No 2 2017
Publisher : Departemen of Physical Education-Indonesian University of Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.107 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai evaluasi kompetensi pelatih sepakbola usia dini. Metode yang digunakan adalah metode kombinasi (kuantitatif-kualitatif) dengan model evaluasi CIPP.  Hasil analisis data diperoleh nilai evaluasi: 1. Context. sebesar 61.66% menunjukkan legalitas keberadaan pelatih perlu dukungan pemerintah dan lembaga terkait (Asosiasi PSSI, KONI dan Asosiasi SSB).  2. Input. sebesar 53.03% menunjukkan pelatih harus memiliki kualifikasi akademik,  pengalaman melatih dan kewenangan melatih. 3. Process. Hasil analisis SEM melalui pendekatan Partial Least Square (PLS), diketahui pengaruh kompetensi pelatih (X) terhadap kompetensi pengembangan karakter (X1) = 26.064044, kompetensi motivasi (X2) = 16.628261, kompetensi teknik (X3) = 34.177510 dan kompetensi strategi permainan (X4) = 26.900712 berarti  thitung  >  ttabel (1,96). Sedangkan nilai goodness of fit  atau R-square (R2) variabel (X1) sebesar 0.7549, (X2) sebesar 0.7572, (X3) sebesar 0,6844 dan sebesar (X4) sebesar 0.7805 secara deskriptif menunjukkan kompetensi pelatih sepakbola usia dini ada pengaruh dan relevansinya terhadap kompetensi pengembangan karakter, kompetensi strategi permainan, kompetensi motivasi, dan kompetensi teknik. 4. Product. Kompetensi pelatih sepakbola usia dini yang direpresentasikan oleh komponen kompetensi pengembangan karakter, strategi permainan, motivasi dan kompetensi teknik secara konseptual  dikembangkan menjadi tiga rumusan kompetensi pelatih terdiri dari unsur sikap (afektif),  pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotor).

TINGKAT KESEGARAN JASMANI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA ANTARA YANG ATLET DAN NON ATLET RELEVANSINYA TERHADAP INDEKS PRESTASI AKADEMIK (IPK)

Jurnal Ilmiah Adiraga Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Adiraga
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengenai tingkat kesegaran jasmani mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) antara mahasiswa yang atlet dan non atlet mahasiswa relevansinya terhadap indeks prestasi akademik (IPK). Populasi penelitian adalah mahasiswa program Studi PKO FKIP Universitas PGRI Adibuana Surabaya tahun akademik 2014/2015. Sedangkan sampelnya 60 orang mahasiswa dari jalur atlet 30 orang mahasiswa dan 30 orang mahasiswa lainnya dari jalur non atlet (variabel pembanding). Hasil analisis ternyata tingkat kesegaran jasmani mahasiswa PKO yang atlet dan non atlet tidak memiliki perbedaan yang berarti (tidak signifikan), sedangkan Indeks Prestasi akademik antara mahasiswa yang atlet dan non atlet memiliki perbedaan yang berarti (signifikan) dimana nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel (0.12 < 2.01). Derajat koefisien korelasi antara tingkat kesegaran jasmani dengan indeks prestasi akademik (IPK) mahasiswa PKO yang atlet (r) sebesar 0.74 lebih baik jika dibandingkan mahasiswa non atlet (r) sebesar 0.59 artinya ada perbedaan korelasi antara tingkat kesegaran jasmani dengan indeks prestasi pada mahasiswa yang atlet maupun non atlet. Jika diamati derajat korelasi pada mahasiswa yang atlet dan non atlet memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Keywords: kesegaran jasmani, indek prestasi akademik

TINJAUAN ALTERNATIF KONSEP MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PJOK) DI SEKOLAH

Jurnal Buana Pendidikan Vol 12 No 22 (2016): Jurnal Buana Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.084 KB)

Abstract

Konsep model pengajaran penddidikan jasmani sebagai alternatif dalam pembelajaran PJOK perlu diperhatikan dan dipertimbangkan untuk dilaksanakan di sekolah-sekolah, mengingat model-model tersebut masing-masing mempunyai keunggulan dan kesesuiaan dengan kondisi sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. Mengapa model pengajaran penddidikan jasmani ini perlu diterapkan di antara lain: a) Peserta didik secara fisik dan mental tidak sama dengan orang dewasa, sehingga sangat tidak tepat mengharapkan peserta didik untuk melakukan kegiatan olahraga dengan menggunakan peralatan atau peraturan seperti orang dewasa., b) Kegiatan olahraga yang dilakukan dengan peralatan atau peraturan yang dimodifikasi dalam pengajaran PJOK dapat mengurangi terjadinya cedera olahraga dan memudahkan peserta didik untuk mempelajari keterampilan gerak yang diperlukan untuk melakukan olahraga yang sesungguhnya., c) Model pengajaran PJOK dengan memodifikasi olahraga mendorong anak untuk melakukan tugas gerak dengan tingkat keberhasilan yang lebih baik dan dapat memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi dengan senang bergerak.

PERKEMBANGAN FISIK DAN KOGNITIF PADA MASA KANAK-KANAK

Jurnal Buana Pendidikan Vol 6 No 11 (2010): Jurnal Buana Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.199 KB)

Abstract

Childhood is a time-sensitive, where the child begins to sensitive receiving various efforts to develop all the potential that exists. Occur during maturation are sensitive functions of the physical and psychological ready to respond to stimuli that is given by the environment. Age period of 4-6 years is the development of the first basic physical abilities (motor), cognitive, language, sosia, l emotional, and cognitive. It is therefore necessary at this time and stimulation conditions appropriate to the needs of the child to the childs development will be achieved optimally. The process of development of physical abilities of children associated with the growth process childs motor, while the process of cognitive development related to the maturity of the way children think. Motor development of children consists of three main elements that are very dominant, namely: 1) The development of anatomical, these developments indicated a change in the quantity of bone structure, and height. 2) The development of physiological, these developments indicated a change of work on the organs. 3) The development of behavior, this development is the coordination between persyarafan and muscle functional and cognitive function, affective, and conative. Cognitive development occurs through a process he called adaptation. Adaptation is the adjustment to the demands of the environment through assimilation and accommodation. 

DAMPAK LATIHAN LARI 2400 METER PADA DAYA TAHAN AEROBIK

WAHANA Vol 63 No 2 (2014)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.123 KB)

Abstract

Olahraga dapat membantu tercapainya pembentukan manusia yang kuat fisik dan mental juga dapat memberikan sumbangan kepada perkembangan kepribadian dan perkembangan mental pembaharuan dan pembangunannya. Dengan olahraga kita dapat meningkatkan daya tahan aerobik yaitu kemampuan tubuh untuk menghirup, menyalurkan dan menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan tubuh dalam melakukan aktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh latihan lari 2400 meter terhadap daya tahan aerobik. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa PKO angkatan 2013 sebanyak 24 orang yang selanjutnya secara acak dibagi menjadi 2, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Rancangan penelitian adalah pretest -posttest control group design. Kelompok eksperimen diberi latihan lari 2400 meter 3 x seminggu dengan intensitas latihan adalah 72% -87% denyut nadi maksimal.Setelah data terkumpul selanjutnya dilakukan analisis menggunakan SPSS versi 21.Dari hasil analisa statistik didapatkan pada kelompok eksperimen sig 0.00 dengan α 0,05 sementara pada kelompok kontrol sig 0.082, hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti ada pengaruh latihan 2400 meter terhadap daya tahan aerobic

KONSEP DASAR PERKEMBANGAN POTENSI MOTORIK ANAK USIA PRA-SEKOLAH

WAHANA Vol 57 No 2 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.335 KB)

Abstract

Motorik merupakan bentuk perilaku gerak manusia, atau dengan kata lain adalah semua gerakan yang dapat dilakukan oleh seluruh tubuh. Perkembangan motorik adalah berkembangnya unsur kematangan dan pengendalian gerakan tubuh. Potensi motorik anak berkembang bersamaan dengan tingkat kematangan sistem syaraf dan otot, serta terjadinya aktivitas anak di bawah kontrol otak. Pada anak perkembangan motorik merupakan perubahan kemampuan motorik yang melibatkan berbagai aspek prilaku dan kemampuan motorik. Pada prinsipnya ada tiga tahap perkembangan potensi motorik pada anak usia pra-sekolah, yaitu tahap kognitif, asosiatif, dan automatis. Pertumbuhan fisik anak akan menentukan potensinya dalam bergerak, sedangkan perkembangan kemampuan motorik akan mempengaruhi cara anak memandang diri sendiri dan orang lain. Meningkatnya potensi motorik anak akan meningkatkan pula aspek fisiologis, psikologis, dan kognitif anak.

METODE PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLA TANGAN DENGAN MENGGUNAKAN LATIHAN LADDER DRILL HOP SCOTCH PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN AGILITY BERMAIN BOLA TANGAN

Jurnal Buana Pendidikan Vol 14 No 26 (2018): Buana Pendidikan: Jurnal FKIP Unipa Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.463 KB)

Abstract

This research is motivated by the fact that teaching in activities Students of the 2015 Sports Coaching Education, the Teaching and Education Faculty of the University of PGRI Adi Buana Surabaya the delivery of training materials less than the maximum, so that learners become passive and processes running less interesting extracurricular activities. Agility on hand ball sport is a absolut needs wich is must be had by all of hand ball’s atletes. Formulation of the problem in this research is "Hand ball learning method using training ladder drill hop scotch effect on ability materials to play hand ball" The goal is to determine the presence or absence of ladder drill hopscotch training for agility on hand ball game on boy students 18th grade of student of 2015 Sports Coaching. Agility is ability of someone to move faster and turn the navigate with agile. Agility is a combine of speed, strength, balance, flexibility and coordination. In this study to measure the agility use the instrumen of research zig-zag run test.. Subjects in this study consisted of 15 boy students. The method used for this study is one group pretest-posttest design. Data collection techniques using the test. Results of the t test obtained by value t = 6,795 and while t table with significance level of α = 5% (0.05) 1.761. Thus t count > t table is 6,795 > 1.761. This means that by using ladder drill hopscotch training influence the agility of hand ball game.

Profil Kondisi Fisik Atlet PPLP Pencak Silat Jawa Timur

Journal Physical Education, Health and Recreation Vol 3, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif yang menggambarkan objek atau subjek yang diteliti. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kondisi atlet PPLP Pencak Silat Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengumpulan data menggunakan parameter tes dan pengukuran kondisi fisik yang terdiri dari 1). sprint 30 m untuk mengukur kecepatan, 2) shuttle run untuk mengukur kelincahan, 3) push ups dan sit ups untuk mengukur kekuatan otot lengan dan perut, 4) standing broad jump untuk mengukur daya ledak (power) tungkai, 5) sit and reach untuk mengukur kelentukan dan 6) bleep test untuk mengukur daya tahan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah atlet pelajar yang dipusatkan dalam PPLP Pencak Silat Jawa Timur yang berjumlah 14 atlet. Hasil analisis kondisi fisik atlet PPLP Pencak Silat Jawa Timur, menunjukkan komponen kelincahan, daya ledak otot tungkai dan daya tahan masuk kategori sangat baik dengan persentase dari masing-masing komponen sebesar 71.4% (kelincahan), 35.71% (daya ledak otot tungkai) dan 35.71% (daya tahan). Sedangkan untuk komponen kecepatan, kekuatan, dan kelentukan masuk kategori baik dengan persetase dari masing-masing komponen sebesar 50% (kecepatan), 42.85% (kekuatan otot lengan), 35.71% (kekuatan otot Perut) dan 42.85% (kelentukan). Sehingga dapat disimpulkan bahwa profil kondisi fisik atlet PPLP Pencak Silat Jawa Timur terdiri dari komponen kelincahan, daya ledak (power) otot tungkai, daya tahan, kecepatan, kekuatan dan kelentukan.ABSTRACTThis research is a type of descriptive research that describes the object or subject under study. Therefore, the purpose of this study was to determine the profile of PPLP athletes in Pencak Silat, East Java. The method used is a survey method with data collection techniques using test parameters and physical condition measurements consisting of 1). 30 m sprint to measure speed, 2) shuttle run to measure agility, 3) push ups and sit ups to measure arm and abdominal muscle strength, 4) standing broad jump to measure explosive power (power) legs, 5) sit and reach to measure flexibility and 6) bleep test to measure endurance. The population and sample in this study were student athletes who were centered in PPLP Pencak Silat, East Java, which amounted to 14 athletes. The results of the analysis of the physical condition of PPLP Pencak Silat athletes in East Java showed an agility component, explosive limb muscle strength and endurance in a very good category with a percentage of each component of 71.4% (agility), 35.71% (leg muscle explosive power) and 35.71 % (durability). While the components of speed, strength, and flexibility are in the good category with the percentage of each component by 50% (speed), 42.85% (arm muscle strength), 35.71% (abdominal muscle strength) and 42.85% (flexibility). So that it can be concluded that the profile of the physical condition of PPLP Pencak Silat athletes in East Java consists of agility components, power of leg muscles, endurance, speed, strength and flexibility.