I. Indriyati Wibisono, I. Indriyati
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Resistensi terhadap Metoksifenozida pada Spodoptera exigua di Jawa Wibisono, I. Indriyati; Trisyono, Y. Andi; Martono, Edhi; Purwantoro, Aziz
Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Vol 13, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpti.11859

Abstract

The objective of this research was to know the resistance level of beet armyworm Spodoptera exigua to methoxyfenozide. The lara were collected from the shallot production areas in the districts of Nganjuk (East Java), Bantul and Kulonprogo (Yogyakarta Specia Territory) and Brebes (Central JAva). The bioassay used first instars of S. exigua with artificial diets that had been dipped in a series of methoxyfenozide solutions. Larval mortality was recorded at 72 hours after the exposure. The LC50 value of methoxyfenozide for the population from Sanden (Bantul) was the lowest (0.53 ppm) among 16 tested population, therefore it was used as refenrence population to determine the resistance ratio (RR) values of other populations. The RR values of the tested populations varied from 1 to 240,8 times. Population collected from Wanasari (Brebes) was found to have the highest level of resistance of methoxyfenozide as a result of using methoxyfenozide intensively to S. exigua controlling.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resistensi ulat bawang. Spodoptera exigua terhadap metoksifenozida. Larva dikumpulkan dari daerah sentra produksi bawang merah kabupaten Nganjuk (Jawa Timur), Bantul dan Kulonprogo (Daerah Istimewa Yogyakarta) dan Brebes (Jawa Tengah). Uji hayati menggunakan S.exigua instar satu dengan pakan buatan yang telah dicelup dalam seri larutan metoksifenozida. Mortalitas larva diamati 72 jam setelah perlakuan. Nilai LC50 metoksifenozida terhadap populasi Sanden (Bantul) adalah paling rendah (0,53 ppm) di antara 16 populasi yang di uji, oleh karena itu digunakan sebagai pembanding untuk menentukan nilai rasio resistensi (RR). Nilai RR populasi yang diuji bervariasi dari 1 hingga 240,8 kali. Populasi Wanasari (Brebes) mempunyai tingkat resistensi tertinggi terhadap metoksifenozida sebagai akibat penggunaan metoksifenozida secara intensif untuk pengendalian S. exigua.