Aisyah Surya Bintang, Aisyah Surya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Keragaman Genetik Metarhizium anisopliae dan Virulensinya pada Larva Kumbang Badak (Oryctes rhinoceros) Bintang, Aisyah Surya; Wibowo, Arif; Harjaka, Tri
Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpti.16015

Abstract

Rhinoceros beetle (Oryctes rhinoceros) is one of the important pests of coconut tree. One of eco-friendly control applied for this pest is by using entomopathogenic fungiMetarhizium anisopliae. There is not much information about the variability and virulence of M. anisopliae toward O. rhinoceros. M. anisopliae isolates obtained from Biological Control Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada were cultured on PDA medium.M. anisopliae isolates was isolated from O. rhinoceros larvae (MaOr), Lepidiota stigma larvae (MaLs), Brontispa longissima beetle (MaBl).O. rhinoceros beetles were obtained from Kulon Progo, DIY. This study used molecular test, and virulence test toward 3rd stadium of O. rhinoceros larvae by using dipping method. Molecular test by sequence and phylogenetic analysis, showed that MaOr was located at different group (out group) with MaLs and MaBr. On the density 107 conidium/ml MaOr and MaLs were more virulent than MaBl towards 3rd stadium of O. rhinoceros larvae.INTISARIKumbang badak (Oryctes rhinoceros) merupakan salah satu hama penting pada tanaman kelapa. Salah satu upaya pengendalian yang ramah lingkungan adalah dengan menggunakan jamur entomopatogen, yakni Metarhizium anisopliae. Belum banyak diketahui mengenai keragaman dan juga virulensi dari M. anisopliae terhadap O. rhinoceros. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman genetik M. anisopliae dan virulensinya pada larva kumbang badak. Isolat yang digunakan berasal dari Laboratorium Pengendalian Hayati, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada dalam bentuk kultur murni pada medium PDA. Isolat yang gunakan diisolasi dari larvaOryctes rhinoceros (MaOr), larva Lepidiota stigma (MaLs), dan kumbang Brontispa longissima (MaBl). Serangga yang diuji berasal dari daerah Kulon Progo, DIY. Pengujian secara molekuler dengan analisis sekuensing dan filogenetik, menunjukkan bahwa isolat MaOr terletak pada grup yang berbeda dengan MaLs dan MaBl berdasarkan pada urutan basa DNA. Pada kerapatan 107 konidium/ml isolat MaOr dan MaLs lebih virulen terhadap larva O. rhinoceros instar 3 dibandingkan dengan MaBl.
Morphological and Molecular Characterization of Rhizoctonia solani Isolates from Two Different Rice Varieties Bintang, Aisyah Surya; Wibowo, Arif; Priyatmojo, Achmadi; Subandiyah, Siti
Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpti.25469

Abstract

Six isolates of Rhizoctonia solani, i.e. two isolates collected from infected rice plants and four isolates from laboratory collection were studied by using morphological characters and molecular analysis. Un-weighted pair group method with arithmetic mean dendogram constructed based on cluster analysis showed that these isolates were grouped into three clusters at the 0.77 similarity coefficient. Cluster I consisted of BA, BNJ, and NBR isolates with 100% similarity and indicated that those were from AG 1 IA sub group, cluster II consisted of BND, and cluster III consisted of SL1 and SL2. Mycelium was very light brown or whitish with few and moderate sclerotia except SL1 and SL2. Molecular characterization showed that BA, BNJ, and NBR were amplified at 140 bp using Rs1F/Rs2R specific primer for R. solani AG1 IA. All isolates were amplified between 350−400 bp using Rhsp1 primer, meanwhile SL1 and SL2 were not amplified using AG2sp and AG22sp2 primers. Based on Maximum Likelihood tree analysis showed that SL1 and SL2 had high similarity based on ITS sequence data.IntisariEnam isolat Rhizoctonia solani yang berasal dari tanaman padi bergejala dan koleksi laboratorium diuji secara morfologi dan molekuler. Analisis UPGMA dengan koefisien persamaan 0,77 menunjukkan bahwa enam isolat tersebut terbagi atas tiga klaster. Klaster I terdiri atas isolat BA, BNJ, dan NBR dengan kesamaan 100% dan menunjukkan bahwa isolat tersebut berasal dari subgrup AG 1 IA , klaster II yakni isolat BND, dan klaster III terdiri atas isolat SL1 dan SL2. Miselium berwarna putih hingga cokelat muda dengan jumlah sklerotia sedang, kecuali isolat SL1 dan SL2. Uji keragaman secara molekuler menunjukkan bahwa isolat BA, BNJ, dan NBR teramplifikasi pada kisaran 140 bp dengan menggunakan  primer Rs1F/Rs2R yang merupakan primer spesifik dari R. solani AG1 IA. Seluruh isolat teramplifikasi pada kisaran 350−400 bp dengan menggunakan primer Rhsp1, sedangkan isolat SL1 dan SL2 keduanya tidak teramplifikasi oleh primer AG2sp dan AG22sp2. Analisis Maximum Likelihood tree berdasar data sekuen ITS menunjukkan bahwa isolat SL1 dan SL2 memiliki tingkat kesamaan yang tinggi.