Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH PERMAINAN KARTU KASUGI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA Sutriyanto, Kristyawan; Raksanagara, Ardini Septianingsih; Wijaya, Merry
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.005 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i4.12828

Abstract

Penyuluhan kesehatan dengan metode yang menarik dapat meningkatkan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh permainan kartu Kasugi terhadap peningkatan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan Quasi Experimental dengan Non-Equivalent Control Group Design. Subyek penelitian adalah siswa kelas 5 sekolah dasar di Kabupaten Bandung Barat. Data kuantitatif diperoleh dari nilai pretest-posttest pada kelompok eksperimen yang mendapat permainan kartu Kasugi maupun kelompok kontrol dengan ceramah.  Hasil analisis dengan uji Repeated Anova menunjukkan terdapat perbedaan bermakna nilai pretest dan posttest pengetahuan setelah siswa mendapat 1 kali permainan kartu Kasugi (p=0,021) dengan kenaikan sebesar 0,62, setelah 2 kali permainan kartu Kasugi (p=0,001) dengan kenaikan 22,24, dan setelah 3 kali permainan kartu Kasugi (p=0,001) dengan kenaikan 32,40. Tidak terdapat perbedaan bermakna peningkatan pengetahuan antara siswa yang mendapat 3 kali permainan kartu Kasugi dengan siswa yang mendapat 3 kali ceramah (p=0,831). Penyuluhan kesehatan melalui permainan kartu Kasugi sebanyak 1 kali atau lebih berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa. Penyuluhan kesehatan melalui permainan kartu Kasugi sebanyak 3 kali berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat yang sama dengan siswa yang mendapatkan 3 kali penyuluhan kesehatan melalui metode ceramah.Kata Kunci: Kartu Kasugi, Pengetahuan, Permainan, PHBS
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP NYERI IBU BERSALIN DAN KEMAJUAN PERSALINAN DI PUSKESMAS GARUDA TAHUN 2015 Wijaya, Merry; Tala Bewi, Dessy Winny; Rahmiati, Lina
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 3 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.641 KB) | DOI: 10.0809/jib.v3i3.85

Abstract

Nyeri persalinan merupakan hal yang sangat ditakuti oleh sebagian besar ibu hamil yang akan bersalin, terdapat banyak metode untuk mengurangi bahkan menghilangkan nyeri persalinan, salah satunya dengan menggunakan pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap nyeri ibu bersalin dan kemajuan persalinan. Metode dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Hasil penelitin diketahui bahwa nyeri ibu bersalin mengalami perubahan, hal ini terbukti berkurangnya rasa nyeri yang dialami responden pada saat pre tes 57,1 % masuk kategori nyeri sedang berubah menjadi 36,7 % saat post tes, dan responden berkategori nyeri berat dari 14,3 % saat pre tes menjadi 0 % saat pos tes. Pijat oksitosin berpengaruh terhadap penurunan nyeri ibu bersalin dengan P sebesar 0,05. Kelompok pijat oksitosin maupun kelompok yang tidak dilakukan pijat oksitosin sama-sama tidak mengalami kemajuan persalinan, karena yang tidak dilakukan pemijatan oxitosin juga tidak mengalami perpanjangan kala 1 fase aktif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pijat oksitotin berpengaruh menurunkan nyeri ibu bersalin, tetapi tidak berpengaruh untuk kemajuan persalinan.
Gambaran Status Nutrisi pada Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung Adiningrum, Farida; Sukandar, Hadyana; Wijaya, Merry
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.904 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i2.11258

Abstract

Proporsi gizi kurang pada pasien tuberkulosis (TB) dewasa masih tinggi di negara-negara berkembang. Hal ini akan menyebabkan permasalahan kesehatan yang lebih serius, jika tidak teridentifikasi dengan segera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status nutrisi berdasarkan karakteristik pasien TB dewasa rawat jalan di Klinik Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Penelitian ini menggunakan metode potong lintang. Data diambil dari 107 rekam medis online (Sistem Informasi Rumah Sakit: Admission dan Klinik Rawat Jalan) dan Kartu Pengobatan Pasien TB (Formulir TB.01) pada pasien TB dewasa rawat jalan dalam periode Juni 2015 hingga Oktober 2016. Informasi mencakup identitas pasien (nama, nomor rekam medis, umur, pekerjaan, pendidikan, dan sistem pembayaran), diagnosis, serta berat dan tinggi badan yang diukur saat didiagnosa mengalami TB.Proporsi gizi kurang adalah tiga puluh lima persen (35 %). Enam puluh dua persen (62 %) pasien tidak bekerja dan sembilan puluh persen (90 %) pasien terdaftar sebagai pasien asuransi kesehatan. Enam puluh lima persen (65 %) pasien mengalami gizi kurang dan tidak bekerja. Proporsi gizi kurang masih cukup tinggi (35 %) pada pasien-pasien yang mengalami TB. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan landasan penatalaksanaan yang lebih efektif dan meningkatkan angka kesembuhan pada pasien TB dewasa.Kata Kunci: Gizi kurang, pasien rawat jalan, tuberkulosis
Hubungan antara Riwayat Status Gizi Ibu Masa Keha milan dengan Pertumbuhan Anak Balita di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung Zaif, Ridha Mustika; Wijaya, Merry; Hilmanto, Dany
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.396 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i3.11964

Abstract

Pertumbuhan saat balita memiliki dampak terhadap kehidupan selanjutnya karena masa balita merupakan masa kritis (golden period). Status gizi anak harus diperhatikan  sejak dalam kandungan. Asupan gizi yang baik pada saat kehamilan penting  untuk pertumbuhan janin sampai bayi dilahirkan. Bayi lahir dengan berat badan rendah dapat mengalami risiko gangguan pertumbuhan dengan gizi kurang, pendek dan kurus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat status gizi ibu masa kehamilan yang dinilai dengan pertambahan berat badan ibu trimester III dan ukuran LILA dengan pertumbuhan balita. Desain penelitian dengan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 109 ibu yang mempunyai balita di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung pada bulan Maret-November 2016. Pengambilan sample dengan multistage random sampling dan dianalisis dengan uji Gamma Chi-square. Tidak terdapat hubungan antara lingkar lengan atas (LILA) ibu saat hamil dengan pertumbuhan anak balita berdasarkan BB/U (p=0,065), TB/U (p=0,218) dan BB/TB (p=0,089). Dan juga tidak terdapat hubungan antara pertambahan berat badan ibu trimester III kehamilan dengan pertumbuhan balita berdasarkan BB/U (p=0,978), TB/U (p=0,678) dan BB/TB (p=0,724). Tidak terdapat hubungan antara riwayat status gizi ibu pada masa kehamilan berdasarkan ukuran LILA dan pertambahan berat badan ibu hamil trimester III dengan pertumbuhan anak balita.Kata Kunci: Masa Kehamilan, Pertumbuhan Balita, Status Gizi
PERANGKAT LUNAK BANTU PENDETEKSI KONEKSI KABEL STP MENGGUNAKAN VISUAL BASIC Wijaya, Merry; Purwanto, Timur Dali
JURNAL ILMIAH MATRIK MATRIK Vol.16 No.3 Desember 2014
Publisher : Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

On the creation of a computer network requires a media liaison (connector) and STP cable (Shielded Twisted Pair) to connect one computer and another computer. And to determine if the STP cable is in good condition or damaged need a tool that can detect damage to the cable. Detection tool or LAN STP cable tester on the market usually only test the connection only, and therefore is expected to manufacture this tool is not only able to test the connection, but also can detect the polarity of each STP cable on the network, so for beginners who just found out about wiring can better understand it and to facilitate network administrators to detect damage to the STP cable.
Gambaran Lama Waktu Pelepasan Plasenta Dengan Manajemen Aktif Kala Iii Dan Masase Fundus Setelah Bayi Lahir Di Rsud Kelas B Kabupaten Subang Alviani, Euis Sisca; Wijaya, Merry; Aprilliani, Irna Kurnia
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.442 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i4.18496

Abstract

    Penyebab AKI di Indonesia yaitu perdarahan saat persalinan, MAK III terbukti mengurangi perdarahan, MAK III yaitu suntik oksitosin 1 menit setelah bayi lahir ketika tidak ada janin ke dua, penegangan tali pusat terkendali, masase fundus uteri setelah plasenta lahir, dengan MAK III dapat mengurangi perdarahan namun, penelitian lain menyebutkan masase fundus uteri sebelum plasenta lahir dapat mengurangi kehilangan darah, waktu pengeluaran plasenta berpengaruh terhadap pengeluaran darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui lamanya waktu pelepasan plasenta dengan MAK III dan masase fundus uteri setelah bayi lahir di RSUD Subang. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan secara Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sebanyak 66 ibu bersalin di RSUD Subang dengan menggunakan lembar observasi dan dilaksanakan pada 29 April – 3 Juli 2015.   Hasil penelitian diperoleh gambaran lama waktu pelepasan plasenta dengan MAK III dari 33 responden 87,9% dan 33 responden masase fundus uteri 81,8% terbanyak dalam waktu <15 menit untuk usia, paritas yang dilakukan dengan MAK III <15 menit adalah usia 20-35 tahun 60,6% dan 2-4 (multipara) 48,4% untuk masase 20-35 tahun 36,3% dan 1 (primipara) 54,5%. Simpulan dari penelitian adalah lama pelepasan plasenta dengan MAK III dan masase fundus uteri setelah bayi lahir terbanyak <15 menit.Kata Kunci: Manajemen Aktif Kala III, Masase fundus uteri, Pelepasan Plasenta, Waktu
PERBANDINGAN PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN MELALUI METODE FASIL DAN SIMULATION GAME Sari, Puspa; Susanti, Ari Indra; Astuti, Sri; Wijaya, Merry; Nur Annisa, Eka Noyan Nur Annisa
The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol 3 No 1 (2017): The Southeast Asian Journal of Midwifery
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPermasalahan masalah kesehatan reproduksi, diantaranya usia perkawinan pertama di bawah usia 20 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengetahuan remaja mengenai Pendewasaan  Usia Perkawinan (PUP) melalui metode fasil dan simulation game di salah satu SMP di wilayah Jatinangor. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental dalam bentuk pretest-posttest design yang dilakukan pada tanggal 2 Agustus 2016. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas IX SMP Negeri 1 Jatinangor yang berusia 13-15 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling dengan jumlah sampel 20 responden dengan metode fasil (kelompok kontrol) dan 20 responden dengan metode simulation game (kelompok eksperimen). Metode pendidikan kesehatan dengan metode fasil dan simulation game dapat meningkatkan pengetahuan remaja mengenai. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan mengenai PUP dengan metode fasil maupun metode simulation game (p&gt;0,05). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pengetahuan remaja mengenai PUP setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode fasil dan simulation game (p&gt;0,05).  Kata kunci: Fasil, Simulation Game, Pendewasaan Usia Perkawinan, Pendidikan kesehatan, Pengetahuan remaja.    ABSTRACTAdolescent, nowadays, are still susceptible of the reproductive health problem, especially for them who were married under the age of 20 years old. This study aimed to find out the comparison of adolescent’s knowledge about marriage age maturation through fasil and simulation game . Quasi experimental with pre-test and post-test design was applied in this study. It was conducted on 02 August 2016. The samples of the study were the third graders of SMP Negeri 1 Jationangor  with the range of age 13-15 years old. The samples involved in this study were randomly taken and devided into two groups, that were control and experimental groups, with 20 respondents in each. The control group was applied the fasil method, while the experimental group was applied the simulation game method. Then, at the end, the data gained were analyzed by Wilcoxon test. The result of the study showed the two methods can improve the of adolescent’s knowledge about marriage age maturation.  there was no  significant difference of the adolescent’s knowledge before and after given the campaign of educational health information about Marriage Age Maturation (PUP) through either fasil or simulation game methods (p&lt;0,05). Moreover, there was no significant comparison of the adolescent’s knowledge about Marriage Age Maturation (PUP) after given the campaign of educational health information about Marriage Age Maturation (PUP) through either fasil or simulation game methods (p&gt;0,05). Based on the result, it can be concluded that there was no significant difference of the adolescent’s knowledge about marriage age maturation after given the campaign of educational health information about marriage age maturation through either fasil or simulation game methods.  Key Words: Fasil, Simulation Game, Marriage Age Maturation, Educational health information, Adolescent knowledge
Tingkat Pengetahuan dan Kemampuan Kader Posyandu dalam Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil Berbasis Kemandirian Masyarakat Rahmiati, Lina; Wijaya, Merry; Aprillani, Irna Kurnia; Pramanik, Rikma; Didah, Didah
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijemc.v2i1.59

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat milik masyarakat berfungsi dalam upaya meningkatkan ibu dan anak dan berkaitan dengan penurunan angka kesakitan dan kematian ibu. Berdasarkan hasil survey pendahuluan di Desa Citapen terdapat 9 Posyandu dengan jumlah kader yang aktif sekitar 40 orang, tetapi hanya beberapa kader yang mampu melaksanakan penyuluhan untuk ibu hamil, hal ini disebabkan para kader merasa kurang pengetahuan dan kemampuan. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah agar kader posyandu mampu memberikan penyuluhan yang efektif  kepada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan memberikan penyuluhan kepada ibu hamil. Metode penelitian yang digunakan yang digunakan Pre-Experimental Design yaitu one-group pre-test post-. Pengambilan sampel dengan cara total sampling sesuai dengan kriteria inklusi yaitu sebesar 25 responden, instrument yang digunakan berupa kuesioner dan untuk pelatihan menggunakan modul pembelajaran. Analisis data untuk pengetahuan dengan Uji T sedangkan untuk keterampilan dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan data usia kader paling banyak antara 40 sampai dengan 50 tahun sejumlah 12 responden (48%) yang paling sedikit berusia <30 tahun hanya 1 orang (4%), pendidikan yang paling banyak tingkat SLTA sejumlah 13 orang (52,5%) dan paling sedikit tingkat perguruan tinggi 2 orang (8%), lama menjadi kader paling banyak antara 4 sampai dengan 6 tahun sejumlah 8 orang (32%). Rata-rata tingkat pengetahuan pretest 65,6 sedangkan posttest 81,2 (p<0,005) rata-rata keterampilan memberikan penyuluhan sebelum pelatihan 2,492 setelah pelatihan 3,136 (p<0,005). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam memberikan penyuluhan kepada ibu hamil di Desa Citapen Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. Rekomendasi untuk Puskesmas Pataruman dan Bidan Desa Citapen agar secara kontinu mendampingi kader memberikan penyuluhan sehingga kader dapat memberikan secara mandiri sesuai kebutuhan ibu hamil.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Melalui Media Kartu Cinta Anak Tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam Meningkatkan Pengetahuan Pasangan Calon Pengantin di KUA Kecamatan Jatinangor Nurlaela, Dian; Sari, Puspa; Martini, Neneng; Wijaya, Merry; Judistiani, R. Tina Dewi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 3, No 2 (2018): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/-.38765

Abstract

Background: The First Thousand Days of Life (Golden Period) is a very critical period from the moment of conception to infant aged 2-year-olds which, if not properly utilized, will have permanent damage such as impaired physical growth, intelligence, and non-communicable diseases. The soon-to-be married couple is one of the target groups to improve health quality in the First 1000 Days of Life (1000 FDL). Improvement of the quality of health can be achieved by providing health education using Kartu Cinta Anak (KCA). Objective: The purpose of this study is to determine the effectiveness of health education using KCA about 1000 FDL in improving the knowledge of soon-to-be married couple in KUA Jatinangor Sub District.Methods: This research used a quantitative method with pre-experimental design in the form of pretest-posttest, conducted in July 2017. The sample of the research are soon-to-be married couples registered in KUA Jatinangor sub district who have never been married and have not had children. The total number of samples are 34 pairs of respondents. Data analysis using Paired Sample t-test.Results: The results showed that the use of KCA was effective in improving soon to be married couple’s knowledge about 1000 FDL, with Paired Sample t-test value of <0,05 (P = 0,000), suggesting that there was significant difference in soon-to-be married couple’s knowledge before and after health education.Conslusion: The conclusion of this research is the use of KCA is effective in improving the knowledge of soon-to-be married couple about the First 1000 Days of Life.
PERBANDINGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DAMPAK KEHAMILAN PADA REMAJA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI MEDIA VIDEO Thursyana, Firda; Sari, Puspa; Wijaya, Merry
The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol 5 No 1 (2019): The Southeast Asian Journal of Midwifery
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A wide range of sexual and reproductive health problems occur among adolescents. The issue is high on teenage pregnancy on nowadays are teenagers. Based on studies of teenage pregnancies in Sumedang-related parenting parents, the influence of friends and dating, as well as media exposure information. This study aims to compare the knowledge of teenagers before and after the given health education about the impact of pregnancy on teens through the medium of video. The methods used in this research was quasi experimental research method with the concept of one group pre test and post test design. Development by way of doing a one time measurement before and after health education was given. Sampling is done using a stratified random sampling technique. The number of samples that used as many as 52 respondents ages 17-19 years as a schoolgirl SMAN Jatinangor. Instrument research using questionnaires with retrieving the data directly. This research using univariate analysis and bivariat with kolmogorov-smirnov test for normality and Wilcoxon test. Research time on July 28, 2016. The results of this research is that before health education 71.2% of respondents knowledgeable enough and after health education changed to 94.2% respondents have knowledge well. There is a difference of knowledge teenagers before and after health education is provided through video on the impacts of teenage pregnancies with p value 0.000.&nbsp;&nbsp; Summary of the research is given after the teenager's knowledge of health education through the medium of video is higher than before given health education through the medium of video.