Articles

Found 11 Documents
Search

KARAKTERISTIK NANOPARTIKEL ZnO: STUDI EFEK PELARUT PADA PROSES HIDROTHERMAL Saragi, Togar; PURBA, YONATAN R; D U, SATRIA AUFFA; OKTAVIANI, MARIA; SUSILAWATI, TUTI; RISDIANA, RISDIANA; BAHTIAR, AYI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Jurnal Material dan Energi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.403 KB)

Abstract

Telah berhasil disintesis nanopartikel ZnO (ZnO-NP) pada pelarut yang berbeda dengan metode hidrotermal. Bahan dasar yang digunakan adalah zinc acetate dihydrate (Zn(CH3COO)2.2H2O, Merck, 99 %), sodium hydroxide (NaOH, Merck), dengan pelarut 2-propanol (Sigma Aldrich, 99%) dan ethanol. Karakterisasi optik, morfologi dan struktur kristal nanopartikel ZnO masing-masing dilakukan melalui pengukuran UV-Vis, TEM dan XRD. Dari hasil pengukuran UV-Vis diperoleh bahwa band gap ZnO-NP pada pelarut 2-propanol memiliki energi band gap yang lebih besar dibandingkan dengan sampel pada pelarut ethanol. Dari hasil pengukuran TEM diperoleh bahwa morfologi nanopartikel ZnO pada pelarut 2-propanol memiliki bentuk nano-rod (20 nm ´ 9 nm), sedangkan nanopartikel ZnO pada pelarut etanol lebih cenderung oval (26 nm ´ 15 nm). Karakteristik kristal nanopartikel ZnO pada kedua pelarut memiliki memiliki struktur kristal hexagonal wurtzite.
Pembuatan dan Karakterisasi Bahan Organik Berbasis TTF dengan Akseptor TCNQ dan RbZn(SCN)4 Mulyana, Evan; Larasati K, Nadya; S. Rahman, Thoriq; Safriani, Lusi; Taniguchi, H; Risdiana, Risdiana
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 01 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.824 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i01.10900

Abstract

Telah disintesis bahan organik yaitu TTF-TCNQ dan θ-(BEDT-TTF)2RbZn(SCN)4dengan metode difusi untuk kristal TTF-TCNQ dan metode elektrokimia untuk kristal θ-(BEDT-TTF)2RbZn(SCN)4. TTF-TCNQ merupakan kristal yang di dalamnya terjadi charge transfer yang dapat mengalami penurunan resistivitas ketika suhunya diturunkan. Sedangkan kristal θ-(BEDT-TTF)2RbZn(SCN)4adalah kristal yang mengalami perubahan sudut θ yang mengakibatkan terjadinya kenaikan nilai resistivitas secara signifikan pada suhu tertentu.
SINTESISI NANOPARTIKEL MAGNETIK DENGAN METODE KOPRESIPITASI SARAGI, TOGAR; Permana, Bayu; Saputri, Mala; Safriani, Lusi; Rahayu, Iman; Risdiana, Risdiana
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 7, No 02 (2017): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Departemen Fisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.832 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v7i02.15393

Abstract

Nanopartikel magnetik, oksida besi  magnetit (Fe3O4), merupakan material yang menarik untuk dikembangkan. Material ini sangat potensial untuk dapat diaplikaikan secara luas diberbagai bidang seperti untuk diagnosa medik. Namun, untuk menghasilkan Fe3O4 berukuran nano (10-100 nm) masih sulit untuk dilakukan. Pada penelitian ini telah berhasil disintesis nanopartikel Fe3O4 dengan menggunakan metode kopresipitasi. Sintesis dilakukan menggunakan prekursor Ferrous Chloride Tetrahydrate (FeCl2.4H2O) dan Ferric Chloride Anhydrous (FeCl3.6H2O) dengan perbandingan ion ferrous dan ion ferric adalah 1:2. Kemudian, Ammonium Hidroksida (NH3.H2O) digunakan sebagai bahan presipitan. Morfologi partikel dari sampel dikarakterisasi menggunkan Transmission Electron Microscope (TEM).Berdasarkan hasil karakterisasi TEM diperoleh morfologi partikel berbentuk bulat dengan ukuran rata-rata berkisar 10 nm
STABILITAS POLYDIMETHYLSILOXANE (PDMS) TERHADAP PAPARAN SINAR ULTRAVIOLET FITRILAWATI, FITRILAWATI; ARDI, ATIKAH; NOVIANTI, RESSA MUSRIPAH; SYAKIR, NORMAN; RISDIANA, RISDIANA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 01 (2018): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Departemen Fisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.106 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i01.16525

Abstract

Polydimethylsiloxane (PDMS)atau lebih dikenal dengan nama Silicone Oil bersifat tidak menyerap (nonabsorbable) dan memiliki kekuatan yang cukup sebagai agent tamponade sehingga digunakan sebagai cairan pengganti vitreous humour pada penderita penyakit ablasi retina. Dalam aplikasinya sebagai cairan pengganti vitreous humour, PDMS tidak lepas dari paparan sinar ultraviolet (UV). Dalam penelitian ini dipelajari pengaruh paparan sinar UV pada stabilitas PDMS. Polimer PDMS disintesis dari octamethylcyclotetrasiloxane (D4) dan hexamethyldisiloxane (MM) sebagai monomer dan KOH sebagai katalis dengan menggunakan teknik ring opening polymerization. Hasil polimer PDMS yang disintesis diekspos dengan sinar UV dengan berbagai intensitas dan waktu paparan serta diukur stabilitasnya melalui perubahan transmitansi PDMS terhadap paparan sinar UV. Berdasarkan pengaruh intensitas dan waktu paparan sinar UV pada sampel gel PDMS dihasilkan penurunan nilai transmitansi sampel relatif konstan setelah terpapar sinar UV
Pembuatan dan Karakterisasi Bahan Organik Berbasis TTF dengan Akseptor TCNQ dan RbZn(SCN)4 Mulyana, Evan; Larasati K, Nadya; S. Rahman, Thoriq; Safriani, Lusi; Taniguchi, H; Risdiana, Risdiana
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 01 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.824 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i01.10900

Abstract

Telah disintesis bahan organik yaitu TTF-TCNQ dan θ-(BEDT-TTF)2RbZn(SCN)4dengan metode difusi untuk kristal TTF-TCNQ dan metode elektrokimia untuk kristal θ-(BEDT-TTF)2RbZn(SCN)4. TTF-TCNQ merupakan kristal yang di dalamnya terjadi charge transfer yang dapat mengalami penurunan resistivitas ketika suhunya diturunkan. Sedangkan kristal θ-(BEDT-TTF)2RbZn(SCN)4adalah kristal yang mengalami perubahan sudut θ yang mengakibatkan terjadinya kenaikan nilai resistivitas secara signifikan pada suhu tertentu.
KARAKTERISRIK KRISTAL DAN OPTIK NANOPARTIKEL ZINC OXIDE: KAJIAN EFEK MOLARITAS DALAM PROSES HIDROTHERMAL Saragi, Togar; Purba, Yonatan R; Auffa, Satria; Oktaviani, Maria; Simanjuntak, Edward; Susilawati, Tuti; Syakir, Norman; Kartawidjaja, Mariah; Risdiana, Risdiana; Bahtiar, Ayi
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 1 No 2 (2016): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 1 Nomor 2, Desember 2016
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SPEKTRA.012.07

Abstract

Abstrak Sintesis nanopartikel Zinc Oxide (ZnO) dengan metode hidrothermal sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter, salah satu diantaranya adalah perbandingan prekursor dan katalis dalam pelarut. Dalam penelitian ini telah berhasil disintesis nanopartikel zinc oxide dengan metode hidrothermal. Prekursor yang digunakan adalah zinc acetat dan katalis NaOH dalam pelarut ethanol. Perbandingan molaritas prekursor dan katalis adalah 0,008:0,5 dan 0,3:0,9. Karakteristik optik, morfologi dan struktur kristal nanopartikel ZnO masing-masing dilakukan dengan pengukuran UV-Vis, TEM dan XRD. Nanopartikel yang dihasilkan memiliki memiliki struktur kristal hexagonal wurtzite. Nanopartikel zinc oxide dengan perbandingan 0,3:0,9 memiliki karakteristik yang paling baik dibandingkan dengan nanopartikel dengan perbandingan 0,008:0,5. Reaksi dalam hidrothermal kaitannya dengan perubahan tekanan akibat peningkatan volume akan dikaji lebih jauh. Kata-kata kunci: oksidasi zinc, nanopartikel, hidrotermal, molaritas Abstract Synthesis of Zinc Oxide (ZnO) nanoparticles by hydrothermal method is influenced by several parameters one of them is the ratio of the precursor and catalyst in a solvent. In this study, we have successfully synthesized of zinc oxide nanoparticles by hydrothermal method. The raw material of precursor is zinc acetate, NaOH as catalyst and ethanol as a solvent. The molarity ratio of precursor and catalyst are 0.008: 0.5 and 0.3: 0.9. The optical characteristics, morphology and crystal structure of ZnO nanoparticles were characterised by the UV-Vis, TEM and XRD, respectively. From XRD measurement, it was observed that samples have hexagonal wurtzite structure and all peaks are well fitted with JCPDS:36-1451 data. The growth condition in the ratio of 0.3: 0.9 showed the best sample with high quality crystal structure and rod form. The effect of molar ratio to the characteristics of nanoparticle will be studied further in relation with the change of volume, and pressure inside of the reactor. Keywords: zinc oxide, nanoparticle, hidrotermal, molaritas
UJI STABILITAS BAHAN POLYDIMETHYLSILOXANE SETIADJI, SONI; FITRILAWATI, FITRILAWATI; SYAKIR, NORMAN; RISDIANA, RISDIANA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 9, No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.049 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v9i1.23104

Abstract

Polydimethylsiloxane (PDMS) merupakan polimer yang sering digunakan dalam bedah vitreoretina sebagai cairan pengganti vitreous humour pada mata. PDMS dengan tiga nilai viskositas yaitu  1,07 Pa.s, 1,69 Pa.s, dan 3,00 Pa.s telah berhasil di sintesis melalui polimerisasi pembukaan cincin. Dalam penelitian ini, telah dilakukan uji kestabilan sifat-sifat bahan PDMS seperti uji viskositas, transmitansi, indeks bias, tegangan permukaan dan gugus fungsi setelah disimpan selama 90 hari pada suhu ruang untuk menguji stabilitas bahan PDMS. Pada saat setelah sintesis, nilai transmitansi seluruh sampel sebesar 100 % dengan nilai indeks bias masing masing sebesar 1,4040, 1,4092 dan 1,4121 untuk sampel dengan viskositas 1,07 Pa.s, 1,69 Pa.s, dan 3,00 Pa.s. Untuk nilai tegangan permukaan, sampel dengan viskositas 1,07 Pa.s, memiliki nilai 19 mN/m, sedangkan untuk sampel dengan viskositas 1,69 Pa.s, dan 3,00 Pa.s. memiliki nilai tegangan permukaan masing-masing sebesar 19,7 mN/m dan 18 mN/m. Ketiga sampel PDMS memiliki serapan gugus fungsi yang menyerupai PDMS standar yaitu terdapat vibrasi ikatan Si?O?Si, Si?CH3, Si?C dan C?H. Ketiga sampel PDMS tersebut tidak mengalami perubahan sifat fisis secara signifikan setelah disimpan selama 90 hari.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI STRUKTUR KRISTAL BAHAN OVER DOPED SUPERKONDUKTOR DOPING ELEKTRON (Eu)_(2-X) (Ce)_X (CuO)_(4+Α-Δ) (ECCO) MARYATi, YATI; SARAGI, TOGAR; RISDIANA, RISDIANA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.593 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v6i01.11145

Abstract

Telah dilakukan pembuatan dan karakterisasi struktur kristal bahan superkonduktor doping elektron Eu2-xCexCuO4+?-? (ECCO) dengan kandungan doping lebih besar dari keadaan optimum (over doped), yaitu x=0.17, 0.18, 0.20 untuk mengetahui pengaruh penambahan x terhadap struktur kristalnya. Proses annealing dilakukan pada rentang suhu 900-930°C dengan variasi waktu antara 10-20 jam. Hasil XRD menunjukkan bahwa semua bahan yang telah diuji memiliki struktur kristal tetragonal. Parameter kisi a mengalami penurunan seiring dengan penambahan konsentrasi doping Ce4+. Hal tersebut dikarenakan jari-jari Ce4+ yang lebih kecil dibandingkan jari-jari Eu3+.
KARAKTERISTIK NANOPARTIKEL ZnO: STUDI EFEK PELARUT PADA PROSES HIDROTHERMAL SARAGI, TOGAR; PURBA, YONATAN R; D U, SATRIA AUFFA; OKTAVIANI, MARIA; SUSILAWATI, TUTI; RISDIANA, RISDIANA; BAHTIAR, AYI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.403 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v6i01.9366

Abstract

Telah berhasil disintesis nanopartikel ZnO (ZnO-NP) pada pelarut yang berbeda dengan metode hidrotermal. Bahan dasar yang digunakan adalah zinc acetate dihydrate (Zn(CH3COO)2.2H2O, Merck, 99 %), sodium hydroxide (NaOH, Merck), dengan pelarut 2-propanol (Sigma Aldrich, 99%) dan ethanol. Karakterisasi optik, morfologi dan struktur kristal nanopartikel ZnO masing-masing dilakukan melalui pengukuran UV-Vis, TEM dan XRD. Dari hasil pengukuran UV-Vis diperoleh bahwa band gap ZnO-NP pada pelarut 2-propanol memiliki energi band gap yang lebih besar dibandingkan dengan sampel pada pelarut ethanol. Dari hasil pengukuran TEM diperoleh bahwa morfologi nanopartikel ZnO pada pelarut 2-propanol memiliki bentuk nano-rod (20 nm ´ 9 nm), sedangkan nanopartikel ZnO pada pelarut etanol lebih cenderung oval (26 nm ´ 15 nm). Karakteristik kristal nanopartikel ZnO pada kedua pelarut memiliki memiliki struktur kristal hexagonal wurtzite.
SINTESIS NANOPARTIKEL MAGNETIK DENGAN METODE KOPRESIPITASI SARAGI, TOGAR; PERMANA, BAYU; SAPUTRI, MALA; SAFRIANI, LUSI; RAHAYU, IMAN; RISDIANA, RISDIANA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 7, No 02 (2017)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.451 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v7i02.15393

Abstract

Nanopartikel magnetik, oksida besi  magnetit (Fe3O4), merupakan material yang menarik untuk dikembangkan. Material ini sangat potensial untuk dapat diaplikaikan secara luas diberbagai bidang seperti untuk diagnosa medik. Namun, untuk menghasilkan Fe3O4 berukuran nano (10-100 nm) masih sulit untuk dilakukan. Pada penelitian ini telah berhasil disintesis nanopartikel Fe3O4 dengan menggunakan metode kopresipitasi. Sintesis dilakukan menggunakan prekursor Ferrous Chloride Tetrahydrate (FeCl2.4H2O) dan Ferric Chloride Anhydrous (FeCl3.6H2O) dengan perbandingan ion ferrous dan ion ferric adalah 1:2. Kemudian, Ammonium Hidroksida (NH3.H2O) digunakan sebagai bahan presipitan. Morfologi partikel dari sampel dikarakterisasi menggunkan Transmission Electron Microscope (TEM).Berdasarkan hasil karakterisasi TEM diperoleh morfologi partikel berbentuk bulat dengan ukuran rata-rata berkisar 10 nm