Articles

Found 15 Documents
Search

SIMULASI XRD ZINC OXIDE TERDOPING MENGGUNAKAN METODE LAUE Azhara, Syaina Ulfa; Setianto, S; Hidayat, Darmawan
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 02 (2016): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Jurnal Material dan Energi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.086 KB)

Abstract

Struktur kristal ZnO setelah didoping ion Mg2+ dapat meningkatkan bandgap, penyerapan hidrogen serta meningkatkan sifat fotokatalitik dan pendopingan dengan ion Ca2+ dapat meningkatkan photoluminescence. Oleh karena itu, pada penelitian ini mengkaji perubahan dan pengaruh jenis dopan terhadap pola dan intensitas hasil XRD. Puncak difraksi baru setelah didoping hadir ketika konsentrasi atomik pendoping mencapai 10% maka penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi dopan 10% dan 20%. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi jenis dopan serta variasi konsentrasi dopan menggunakan metode Laue sebagai metode yang khas untuk difraksi pada bidang kristal. Hasil penelitian menunjukkan adanya puncak difraksi baru pada pola XRD ZnO setelah didoping serta intensitas yang lebih tinggi dengan rata-rata normalisasi 1,58 saat didoping ion Mg2+ dibandingkan ketika didoping ion Ca2+. Semakin besar konsentrasi atomik pendoping yang diberikan semakin meningkat nilai intensitas seluruh puncak difraksinya
Pembangkit Pulsa Orde Nano/Mikro-Detik untuk Pemicu Transduser Ultrasonik Hidayat, Darmawan; Simatupang, Muhammad Ega; Suhendi, Nendi; Wibawa, Bambang Mukti
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.473 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v2i1.15369

Abstract

Pulsa dengan lebar sempit (orde nano- hingga mikro- detik) banyak diperlukan untuk berbagai aplikasi, seperti teknologi pengolahan pangan, pembangkitan plasma, pemicu transduser ultrasonik frekuensi tinggi, elektroporasi dan sebagainya. Makalah ini melaporkan hasil rancang bangun oleh grup riset kami pembangkit pulsa dengan lebar hingga 75 nanodetik untuk digunakan sebagai pemicu transduser ultrasonik 1 Mhz. Pulsa level TTL dibangkitkan dari  sebuah astable multivibrator (NE555) dengan pengaturan interval antar-pulsa variabel hingga satu mikrodetik. Selanjutnya, tepi positif pulsa tersebut memicu rangkaian Schmitt trigger (SN74121) yang diatur pada mode kerja one-shot multivibrator dengan lebar pulsa orde ~75 nanodetik. Sebuah Schmitt trigger kedua (MC33151) yang bekerja pada tegangan catu daya +18 V mengubah level tegangan TTL menjadi +18 V guna mengaktifkan saklar tegangan tinggi pada tingkat berikutnya. Hasil pengujian menunjukkan generator dapat membangkitkan pulsa repetitif tegangan +18 V dengan lebar pulsa variabel hingga 75 nanodetik. Hasil ini menyimpulkan bahwa sistem yang dibangun dapat membangkitkan pulsa sesuai dengan rancangan.Kata kunci: generator pulsa, lebar pulsa, nanodetik, multivibrator astable dan monostable, Schmitt trigger
Pembangkit Pulsa Orde Nano/Mikro-Detik untuk Pemicu Transduser Ultrasonik Hidayat, Darmawan; Simatupang, Muhammad Ega; Suhendi, Nendi; Wibawa, Bambang Mukti
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v2i1.15369

Abstract

Pulsa dengan lebar sempit (orde nano- hingga mikro- detik) banyak diperlukan untuk berbagai aplikasi, seperti teknologi pengolahan pangan, pembangkitan plasma, pemicu transduser ultrasonik frekuensi tinggi, elektroporasi dan sebagainya. Makalah ini melaporkan hasil rancang bangun oleh grup riset kami pembangkit pulsa dengan lebar hingga 75 nanodetik untuk digunakan sebagai pemicu transduser ultrasonik 1 Mhz. Pulsa level TTL dibangkitkan dari  sebuah astable multivibrator (NE555) dengan pengaturan interval antar-pulsa variabel hingga satu mikrodetik. Selanjutnya, tepi positif pulsa tersebut memicu rangkaian Schmitt trigger (SN74121) yang diatur pada mode kerja one-shot multivibrator dengan lebar pulsa orde ~75 nanodetik. Sebuah Schmitt trigger kedua (MC33151) yang bekerja pada tegangan catu daya +18 V mengubah level tegangan TTL menjadi +18 V guna mengaktifkan saklar tegangan tinggi pada tingkat berikutnya. Hasil pengujian menunjukkan generator dapat membangkitkan pulsa repetitif tegangan +18 V dengan lebar pulsa variabel hingga 75 nanodetik. Hasil ini menyimpulkan bahwa sistem yang dibangun dapat membangkitkan pulsa sesuai dengan rancangan.Kata kunci: generator pulsa, lebar pulsa, nanodetik, multivibrator astable dan monostable, Schmitt trigger
Sistem Sensor Estimasi Tingkat Kematangan Buah Stroberi Berdasarkan Kecerahan Warna Merah Hidayat, Darmawan; Wibawa, Bambang Mukti; Setianto, Setianto; Syafei, Nendi Suhendi; Suanda, Arif Choerudin
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 2, No 2: December 2017
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.053 KB) | DOI: 10.31544/jtera.v2.i2.2017.83-90

Abstract

Seleksi tingkat kematangan pada buah stroberi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitasnya. Tingkat kematangan dalam panen merupakan faktor paling penting yang menentukan kualitas buah. Stroberi yang telah matang optimal memiliki banyak kandungan nutrisi. Sensor tingkat kematangan stroberi telah dibuat berdasarkan kecerahan warna merah pada permukaan kulit stroberi. Sistem sensor dirancang dengan menggunakan Light Dependent Resistor (LDR) sebagai sensor intensitas cahaya dan Light Emitting Diode (LED) sebagai sumber cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kematangan stroberi dengan menggunakan tiga derajat warna merah, yaitu light-red, fresh-red dan black-red untuk membedakan tingkat kematangan buah stroberi. Nilai tingkat kematangan untuk light-red 671,2, fresh-red 709,05 dan black-red 777,5. Hasil menunjukkan bahwa sensor dapat mendeteksi tingkat kematangan stroberi dengan presisi 93,3%. Dengan demikian, sensor tingkat kematangan stroberi dapat direalisasikan.
Analisis Korosi Pipa Baja Karbon API 5L-X65 dengan Metoda Pembebanan Tiga Titik pada Lingkungan Gas H2S Kondisi Jenuh CO2 dalam Larutan Asam Asetat. Suhendi, Nendi; Hidayat, Darmawan; Men, Liu Kin; Setianto, S
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.335 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v2i1.15370

Abstract

Pada penelitian pipa baja karbon API 5L-X65 digunakan rumah sampel dengan spesimen tiga titik pembebanan berada  lingkungan gas CO2 dan H2S jenuh dalam larutan asam asetat, maka akan terjadi peristiwa fenomena korosi. Sedangkan fenomena korosi yang terjadi adalah korosi retak tegang (SCC, Stress Corrosion Cracking), adalah suatu peristiwa pembentukan dan perambatan retak dalam pipa logam yang terjadi secara simultan antara tegangan yang bekerja pada bahan dengan lingkungan yang korosif (sweet gas).Bila pada pemipaan jalur migas akan menjadi masalah, karena pada industri minyak bumi dan gas dapat menghambat proses produksi. Bila  sweet gas pada tekanan yang tinggi akan mengakibatkan korosi retak tegangan dan akan mengakibatkan pipa itu pecah. Dari hasil penelitian bahwa sampel yang berbeda dengan defleksi yang sama dalam variasi waktu paparan maka laju korosinya makin lama makin kecil karena ada yang terhalang materi pembentuk korosi. Hasilnya bahwa sampel pipa baja karbon terjadi korosi retak tegangan baik korosi transgranular ataupun korosi intergranular berdasarkan analisa mikrostruktur. Dan kedalaman cracknya 66,72 µm (0,06672 mm) unrtuk waktu paparan 672 jam, 93,00 µm (0,093 mm) untuk waktu paparan 1008 jam dan 143,01µm (0,14301 mm) untuk waktu paparan 1344 jam dengan defleksi 0,015 m. Dan berdasarkan hasil SEM-EDX bahwa pipa baja karbon API 5L-X65 sudah terdapat pemicu terjadinya korosi, yaitu karena terdapat zat cair yang terjebak sehingga terbentuk void.Kata Kunci: korosi retak tegangan, sweet gas, spesimen tiga titik pembebanan.
Pengaturan Lampu Lalulintas Berbasis Fuzzy Logic Setianto, Setianto; Kin Men, Liu; Mukti Wibawa, Bambang; Hidayat, Darmawan
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 02 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.965 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.12795

Abstract

Lampu lalulintas memegang peranan penting dalam pengaturan kelancaran lalulintas. Sistem pengendalian lampu lalulintas yang baik akan secara otomatis menyesuaikan diri dengan kepadatan arus lalulintas pada jalur yang diatur. Dengan penerapan logika fuzzy, hal ini sangat memungkinkan untuk dilakukan. Permasalahan utama dalam perancangan dan pembuatan modul sistem peralatan pengaturan lampu lalulintas berbasis fuzzy logic ini, adalah perangkat keras tambahan yang terdiri dari : sensor, OpAmp, ADC 0809, Interfacing PPI 8255, Driver, Relay dan Lampu lalulintas (LL). Sedangkan sebagai dasar pengendalian dari sistem yang dijalankan, digunakan algoritma logika fuzzy. Hasilnya, dengan pengendali berbasis fuzzy waktu tunggu rata-rata lebih pendek sebesar 5% dibandingkan menggunakan pengendali konvensional. Kinerja sistem juga mencapai 72% lebih tinggi.Kata Kunci : Lalulintas, Pengaturan, Fuzzy Logic
Fabrikasi Transformator Step-up 1-kV Fasa Tunggal untuk Generator Pemicu Transduser Ultrasonik Hidayat, Darmawan; Syafei, Nendi Suhendi; Wibawa, Bambang Mukti; Tumbelaka, Bernard Y.
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 1: June 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.327 KB) | DOI: 10.31544/jtera.v3.i1.2018.11-16

Abstract

Generator pulsa tegangan tinggi diperlukan untuk memicu transduser ultrasonik dalam proses pembangkitan gelombang ultrasonik. Salah satu komponen sumber daya generator pulsa ini adalah tegangan tinggi searah (DC) orde 1 kV. Makalah ini melaporkan desain dan fabrikasi tegangan tinggi DC melalui transformator step-up inti besi fasa tunggal 0,5 mA dengan tegangan punak-puncak sinusoida sekunder hingga 1 kV 50 Hz. Masukan primer adalah jala-jala 220 VAC dengan variasi tegangan AC terminal sekunder 100, 200, 400, 600, 800 dan 1000 V. Sebuah dioda jembatan penyearah digunakan untuk penyearahan penuh tegangan AC sekunder menjadi DC. Kinerja transformator meliputi rasio dan linearitas penguatan tegangan, tanggapan frekuensi, dan analisis pembebanan. Hasil pengujian menunjukkan amplitudo tegangan sekunder meningkat linear seiring kenaikan tegangan sekunder dengan tegangan sekunder maksimum adalah 1220 V untuk masukan primer 220 VAC. Hasil penyearahan menunjukkan penyearahan penuh dengan ripple kurang dari 1%. Berdasarkan hasil seluruh pengujian, transformator dapat mencatu tegangan tinggi yang diperlukan hingga ~1 kV dengan daya maksimum sekitar 400 Watt memenuhi kriteria untuk mencatu generator pulsa tegangan tinggi.
Analisis Korosi Retak Tegangan pada Pipa Baja Karbon dalam Larutan Asam dan Sweet Gas Syafei, Nendi Suhendi; Hidayat, Darmawan; Tumbelaka, Bernard Y.; Men, Liu Kin
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 1: June 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.814 KB) | DOI: 10.31544/jtera.v3.i1.2018.137-144

Abstract

Pada eksplorasi di industri migas bahwa umumnya akan diikuti dengan zat korosif termasuk sweet gas (misalnya H2S dan CO2), maka akan mengakibatkan terjadinya peristiwa korosi. Bila terjadi peristiwa korosi retak tegangan akan mengakibatkan pipa baja karbon pecah sehingga berdampak produksi migas bisa terhenti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peristiwa korosi pipa baja karbon skala laboratorium dalam lingkungan asam dengan adanya sweet gas H2O dan CO2 dengan menggunakan metoda tiga titik pembebanan. Penelitian ini menggunakan bahan pipa baja karbon API 5L-X65 yang berada dalam lingkungan larutan asam asetat dan amoniak, kemudian diisikan sweet gas CO2 dan H2S dalam keadaan jenuh. Berdasarkan hasil uji mikrostruktur dan mikroskop terpolarisasi, terjadi peristiwa korosi retak tegangan, yaitu korosi retak tegangan transgranular dan korosi retak tegangan intergranular. Laju korosi yang terjadi pada sampel uji akan semakin besar, apabila defleksi yang diberikan semakin besar. Dalamnya retakan pada sampel uji akan semakin dalam apabila defleksi yang diberikan semakin besar. Laju korosi pada sampel uji akan semakin besar untuk defleksi yang sama tetapi variasi waktu paparan berbeda.
Generator Pulsa Spike Terprogram untuk Pemicu Transduser Ultrasonik Hidayat, Darmawan; Ismail, Taofik; Syafei, Nendi Suhendi; Wibawa, Bambang Mukti
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.169 KB) | DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.295-302

Abstract

Salah satu metode pembangkitan gelombang ultrasonik berbasis piezoelektrik adalah dengan memicu transduser oleh pulsa singkat dan tegangan tinggi. Pulsa ini dapat dibangkitkan dengan pensaklaran (switching) tegangan tinggi searah (DC) oleh pulsa penggerak (drive). Makalah ini menyajikan perancangan dan fabrikasi generator pulsa-singkat tegangan-tinggi repetitif terprogram dengan berbasis mikrokontroler ATMEGA 128. Pulsa dibangkitkan dari mikrokontroler ATMega sehingga interval dan skala repetisi dapat diatur melalui tombol input. Parameter-parameter pulsa tersebut ditampilkan pada peraga LCD (Liquid Crystal Display) untuk mempermudah pengguna dalam operasional generator. Pulsa dari mikrokontroler diubah menjadi lebar pulsa yang lebih singkat melalui sebuah multivibrator monostabil. Pulsa dari multivibrator selanjutnya diubah menjadi sinyal singkat level +15V sebagai input gerbang MOSFET untuk pensaklaran tegangan tinggi DC lalu dikonversi menjadi sinyal spike negatif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pulsa singkat repetitif terprogram dapat dibangkitkan untuk pensaklaran tegangan DC oleh MOSFET. Lebar pulsa sinyal spike negatif dibangkitkan hingga 100 ns. Sinyal ini mampu memicu transduser 1 MHz untuk pembangkitan gelombang ultrasonik. Berdasarkan pengujian, dapat disimpulkan bahwa generator dapat membangkitkan sinyal spike negatif dengan repetisi yang terprogram dan sesuai dengan frekuensi kerja transduser ultrasonik.
IMPLEMENTASI PENGONTROL PID PADA MODEL FISIS ELEKTRONIK Hidayat, Darmawan
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol 18 No 02 (2017): EKSAKTA Berkala Ilmiah Bidang MIPA
Publisher : Pusat Kajian Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.503 KB) | DOI: 10.24036/eksakta/vol18-iss02/75

Abstract

Pengontrol proporsional, integral plus derivatif (PID) merupakan suatu strategi kendali yang paling banyak digunakan di industri untuk mengatasi masalah-masalah dalam sistem kendali dan untuk keperluan sistem kendali otomatik suatu proses. Oleh karena itu, pemahaman atas kinerja dan penerapan pengontrol PID sangat diperlukan guna keperluan analisis performansi suatu sistem kendali. Makalah ini melaporkan implementasi pengontrol PID dan analisis respon pengontrol PID elektronik sistem kendali umpanbalik pada suatu model fisis elektronik yang dibangun dari komponen elektronika resistor (R) dan kapasitor (C) guna keperluan peraga kelas dan praktikum sistem kendali di Program Studi Teknik Elektro, Universitas Padjadjaran. Dengan cara ini besaran yang terlibat adalah tegangan sehingga memudahkan pengamatan di osiloskop untuk analisis respon pengaruh parameter Kp, Ki dan Kd pengontrol PID di laboratorium. Analisis respon dilakukan melalui eksperimen dan simulasi komputer. Analisis respon menunjukkan bahwa jika Kp diperbesar maka keadaan mantap akan lebih lambat tercapai, tetapi terjadi kesalahan keadaan mantap. Setelah menggunakan pengontrol integral, kesalahan keadaan mantap hilang dan jika Ki diperbesar maka keadaan mantap lebih cepat tercapai, tetapi osilasi bertambah. Setelah menggunakan pengontrol diferensial,osilasi berkurang dan jika Kd diperbesar maka keadaan mantap akan lebih cepat tercapai. Sistem kendali dengan pengontrol PID telah dibangun dan diuji melalui model fisis elektronik rangkaian RC. Hasil analisis respon sistem melalui eksperimen dan simulasi menyimpulkan bahwa perangkat sistem kendali umpanbalik yang dibangun menunjukkan performansi yang sesuai dengan teori kendali otomatik dan dapat digunakan guna keperluan proses belajar-mengajar.