Articles

Found 15 Documents
Search

KAJIAN NIKEL LATERIT DENGAN METODE ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY DI DAERAH BATU PUTIH, KOLAKA UTARA SULAWESI TENGGARA santoso, budy; Wijatmoko, Bambang; Supriyana, Eddy
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 7, No 01 (2017): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Jurnal Material dan Energi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.594 KB)

Abstract

Abstrak. Endapan nikel laterit terdapat pada zona limonit, zona saprolit, dan zona saprock. Masing-masing zona laterit tersebut mempunyai kandungan mineral dan kadar nikel yang berbeda, sehingga mempunyai nilai resistivitas yang berbeda-beda. Penampang laterit dapat diperoleh dengan Metode Electrical Resistivity Tomography (ERT).  Metode ERT adalah metode pengukuran resistivitas dipermukaan tanah dengan menggunakan banyak elektroda, agar diperoleh variasi distribusi resistivitas bawah permukaan secara lateral dan vertikal, sehingga didapatkan citra  bawah permukaan. Konfigurasi elektroda yang digunakan dalam akuisisi data ERT yaitu Konfigurasi Wenner. Pengolahan data menggunakan program inversi Res2DInv. Berdasarkan hasil pengukuran ERT yang telah dikorelasikan dengan data test pit, diperoleh nilai resistivitas laterit sebagai berikut : resistivitas limonit : < 400 Ohm.m, resistivitas saprolit : (400 – 640) Ohm.m,  resistivitas saprock : (640 – 1720) Ohm.m dan resistivitas bedrock  > 1720 Ohm.m.Kata kunci : ERT, limonit, saprolit, saprock, Wenner
PENENTUAN RESISTIVITAS BATUBARA MENGGUNAKAN METODE ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY DAN VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING Santoso, Budy; WIJATMOKO, BAMBANG; SUPRIYANA, EDDY; Harja, Asep
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Jurnal Material dan Energi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.706 KB)

Abstract

Pemanfaatan batubara sebagai salah satu sumber energi alternatif semakin meningkat, diantaranya untuk kebutuhan energi sektor industri dan pembangkit tenaga listrik. Peningkatan tersebut telah mendorong penelitian mengenai keberadaan batubara dan sumberdayanya. Metode Geofisika yang digunakan untuk mengetahui keberadaan batubara, diantaranya : Metode Electrical Resistivity Tomography dan Vertical Electrical Sounding. Parameter fisika untuk menentukan indikasi batubara dengan metode tersebut yaitu resistivitas. Untuk menghindari ambiguitas ketika menginterpretasikan lapisan batubara pada suatu penampang resistivitas, maka perlu dilakukan penentuan nilai resistivitas batubara secara insitu diatas singkapan batubara. Penentuan resistivitas batubara secara insitu dengan Metode Electrical Resistivity Tomography dilokasi I (Muarobungo, Jambi) diperoleh nilai resistivitas (81,4 – 115) Ωm, sedangkan dilokasi II (Lahat, Sumatera Selatan) diperoleh nilai resistivitas (60 – 110) Ωm dan dilokasi III (Nunukan, Kalimantan Utara) diperoleh nilai resistivitas (83 – 130) Ωm. Penentuan resistivitas batubara secara insitu dengan Metode Vertical Electrical Sounding dilokasi I (Muarobungo, Jambi) diperoleh nilai resistivitas 80,89 Ωm dan dilokasi II (Lahat, Sumatera Selatan) diperoleh nilai resistivitas 76,92 Ωm.Keywords ; Electrical Resistivity Tomography, Vertical Electrical Sounding, coal outcrops, cross-section resistivity.
PENGARUH KEBERADAAN OBJEK MANUSIA TERHADAP STABILITAS RECEIVED SIGNAL STRENGTH INDICATOR (RSSI) PADA BLUETOOTH LOW ENERGY 4.0 (BLE) Santoso, Budy
Telematika Vol 13, No 1 (2016): Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.568 KB)

Abstract

There are many systems with diverse technologies such as GPS, Wi-Fi, Bluetooth, Zigbee, Ultra Wide Band, Ultrasound, Infrared can be used for location-based services. Of these technologies can be developed several applications for positioning purposes such as monitoring patients in hospitals or elderly people who are undergoing treatment at home. This paper proposes a simple method to estimate the presence of the object / user in a fixed area using parameter Received Signal Strength Indicator (RSSI) on Bluetooth 4.0 Low Energy (BLE). To determine the performance of the RSSI, conducted two experiments in a room scenario dimensions 3 x 2.80 x 2.5 m (present and not present). Two experiments were conducted to test the performance of the RSSI signal. The first experiments with conditions not present showed a good performance. However, in the second experiment (present) with the status of various objects that are in the same room, resulting in poor performance of RSSI, where there is a shift in the RSSI value at the first measurement was obtained average RSSI -73 dBm with a range distance of 2 m, the second measurement obtained an average RSSI value of -85 dBm at a distance of 3 m range. With these results it can be concluded that the human presence in the area of research is very influential on the performance positioning signal strength (RSSI) and the significant impact that the shift distance of up to 1 m.
Investigasi Gerakan Tanah dan Akuifer Menggunakan Metode Electrical Resistivity Tomography di Sekitar Lereng BGG Jatinangor Santoso, Budy; Risdiana, Setianto,; Hilman Mohammad, Imran
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.602 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v2i1.15392

Abstract

Penelitian gerakan tanah dan akuifer telah dilakukan disekitar lereng Bandung Giri Gahana (BGG), Jatinangor, pada bulan Juni – November 2017. Faktor pemicu terjadinya gerakan tanah yaitu adanya batuan yang dapat berfungsi sebagai bidang gelincir serta lapisan pembawa air (akuifer). Bidang gelincir adalah bidang yang berada pada lapisan yang stabil dan bersifat kedap air (impermeable). Akuifer adalah lapisan batuan yang permeable baik yang terkonsolidasi atau yang tidak terkonsolidasi dengan kondisi jenuh air. Metode Geofisika yang dapat mengidentifikasi bidang gelincir dan akuifer yaitu Metode Geolistrik Electrical Resistivity Tomography (ERT). Berdasarkan hasil pengukuran ERT, bidang gelincir terdapat pada lempung pasiran dengan nilai resistivitas : (50 – 78) Ohm.m, sedangkan bidang geser yang menyebabkan pergerakan tanah terdapat pada bahan rombakan dengan nilai resistivitas : (79 – 660) Ohm.m. Berdasarkan hasil pengukuran ERT, gerakan tanah yang terdapat dilokasi penelitian pergerakannya lambat sehingga dikategorikan ke dalam tipe rayapan. Lapisan pasir (akuifer) yang terdapat dibawah bidang geser memiliki resistivitas rendah dengan nilai : (9 – 25) Ohm.m.
Pendugaan Mineral Kromit Menggunakan Metode Induced Polarization (Ip) di Daerah Kabaena Utara, Bombana Sulawesi Tenggara Santoso, Budy; Subagio, Subagio
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol 17, No 3 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2007.04 KB)

Abstract

Mineral kromit di daerah Kabaena Utara terdapat pada batuan ultramafik (batuan peridotit) dan endapan aluvial. Untuk mengetahui penyebaran mineral kromit di daerah penelitian maka dilakukan pengukuran Induced Polarization. Induced Polarization merupakan salah satu metode geofisika yang dapat digunakan untuk pendugaan mineral kromit berdasarkan parameter fisis chargeabilitas dan resistivitas batuan. Teknik pengukuran Induced Polarization dilakukan dengan metode Sounding Profilling 2D, dengan metode ini penyebaran mineral kromit secara lateral dan vertikal dapat diketahui. Konfigurasi elektroda yang digunakan dalam akuisisi data IP yaitu Konfigurasi Dipole-Dipole dengan menggunakan alat Res & IP Meter Supersting-R8. Pengolahan data menggunakan program inversi Res2Dinv. Endapan kromit di daerah penelitian terdiri dari endapan primer dan endapan sekunder. Berdasarkan hasil pengukuran Induced Polarization, endapan kromit primer yang terdapat pada batuan ultramafik (batuan peridotit) mempunyai nilai chargeabilitas (221 – 320) msec dan resistivitas (900 – 6000) Ohm.m, sedangkan endapan kromit sekunder yang terdapat pada lapisan pasir yang mengandung gravel dan fragmen batuan peridotit mempunyai nilai chargeabilitas (203 – 270)  msec dan resistivitas (296 – 400) Ohm.m. 
Struktur Resistivitas Dangkal Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Pergerakan Tanah Wijatmoko, Bambang; Santoso, Budy; Agustine, Eleonora; Rosandi, Yudi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.247 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.33076

Abstract

Cisempur village is located at the slope of Mount Geulis, having a very variated morphology from gentle slopes to very steep ones. Due to the high demand for settlements the land use change can not be avoided.  The steepness of the slope, the decrease of the number of vegetations, and the increase of load from buildings may induced land slide occurrence.  This problem motivate us to perform measurement at the area, in order to uncover the information about the level of stability and the land carrying capacity, through the study of the subsurface rock layering condition. In this work, we present the shallow resistivity by means of Electrical Resistivity Tomography (ERT) method in two measurement lines. The obtained data is processed using 2D inversion method, in order to obtain the layering structure cross-section. The interpretation of the results suggest the existence of sandstone, which is normally associated with the location of aquifer and tuffaceous clay. The tuffaceous may function as the slide plane in the land slide event. The interpretation also shows that the carrying capacity decrease very extremely at the settlement site, which is indicated by the land displacement. This information has to be socialized and transferred to the inhabitant, in order to build awareness, and the land slide disaster mitigation can be carried out.
KAJIAN STRUKTUR RESISTIVITAS DANGKAL DI SEKITAR SUMUR SINDU KECAMATAN JATITUJUH KABUPATEN MAJALENGKA Wijatmoko, Bambang; Santoso, Budy; Supriyana, Eddy
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 1 No 1 (2016): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 1 Nomor 1, Agustus 2016
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.83 KB) | DOI: 10.21009/SPEKTRA.011.02

Abstract

Abstrak Sumur Sindu merupakan salah satu cagar budaya peninggalan sejarah yang terletak di Desa Sumber Wetan Kecamatan Jati Tujuh Kabupaten Majalengka. Sumur yang dikenal keramat ini sudah digunakan sebagai sumber mata air yang tidak pernah kering. Namun demikian, di sekitar lokasi sumur sering mengalami kekeringan di musim kemarau, bahkan di tempat-tempat tertentu tidak dijumpai sumber air tanah. Hal ini menarik untuk dikaji mengenai bagaiman struktur bawah permukaan di daerah sekitar sumur tersebut. Makalah ini akan membahas tentang struktur resistivitas dangkal yang diperoleh melalui teknik Electrical Resistivity Tomography (ERT) pada tiga lintasan. Hasil pengukuran selanjutnya diolah menggunakan metode inversi 2D sehingga diperoleh suatu penampang yang menggambarkan struktur perlapisan batuan bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitasnya. Interpretasi terhadap ketiga penampang menunjukkan bahwa struktur resistivitas daerah penelitian dapat dikelompokkan menjadi lima kategori, yaitu sangat rendah (1-7 ohm.m) berasosiasi dengan akuifer, rendah (8-17 ohm.m) berasosiasi dengan lempung pasiran dan lempung, sedang (18-40 ohm.m) berasosiasi dengan pasirlempungan, tinggi (41-90 ohm.m) berasosiasi dengan pasir kerikil, dan kategori sangat tinggi (91-180 ohm.m) yang diduga berasosiasi dengan batupasir padat. Pola pelipatan berupa antiklin juga terlihat pada citra penampang tersebut, hal ini menjadi indikasi kemungkinan adanya zonasi akuifer. Kata-kata kunci: struktur resistivitas, sumur sindu, ERT, zonasi akuifer Abstract Sindu well is one of the cultural heritage located in Desa Sumber Wetan Kecamatan Jati Tujuh Kabupaten Majalengka. The well is known sacred and it has been used as a water source that never dry. However, the location around the well droughts in the dry season, and even in certain places the source of groundwater cannot be found. It is interesting to study about how the subsurface structure in the area around the well. This paper will discuss the shallow resistivity structure obtained through Electrical Resistivity Tomography (ERT) on three lines. The result of the measurement will processed using 2D inversion methods to obtain a cross-section that describes the structure of rock layering in subsurface based on resistivity value. Interpretation of the three cross sections showed that the resistivity structure of the study area can be grouped into five categories i.e. very low (1-7 ohm.m) associated with the aquifer, low (8-17 ohm.m) associated with sandy clay and clay, medium (18-40 ohm.m) associated with sandy clay, high (41-90 ohm.m) associated with gravel, and the very high category (91-180 ohm.m) allegedly associated with solid sandstone. The image of the cross section also described the folding pattern in the form of the anticline which indicate the possibility of aquifer. Keywords: resistivity structure, Sindu well, ERT, aquifer zone.
Pengembangan Karier dan Keberhasilan Kerja Karyawan Industri Strategis di Jawa Timur Santoso, Budy
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya 1993: JANUARI
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/tk.v1i1.7116

Abstract

Pengembangan Karier dan Keberhasilan Kerja Karyawan Industri Strategis di Jawa Timur
Pemodelan Nikel Laterit Berdasarkan Data Resistivitas Di Daerah Kabaena Selatan Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara Santoso, Budy; Subagio, Subagio
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol 19, No 3 (2018): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.596 KB)

Abstract

The lateritic nickel precipitate in the South Kabaena region is found in ultramafic rocks. The lateritic nickel model in the research area is vertically comprised of overburden, limonite zone, saprolite zone, saprock zone and bedrock. The limonite zone and the saprolite zone are included in the lateritic soil and have different nickel levels. Lateritic soil has resistivity contrast to bedrock, then resistivity data can be used to model lateritic nickel precipitate.The aquisition of resistivity data using Electrical Resistivity Tomography (ERT) Method. The ERT method is a method of measuring resistivity on the ground surface by using many electrodes, in order to obtain sub-lateral and vertical resistivity distribution variations, to obtain sub-surface imagery. The electrode configuration used in data acquisition is configuration of Dipole-Dipole. The lateritic nickel precipitate is obtained by inversion modeling based on the resistivity data. Inversion modeling is done by using Res2DInv software. Based on resistivity modeling results obtained lateritic resistivity values, as follows: limonite overburden resistivity < 40 Ohm.m, limonite resistivity: (40 – 200) Ohm.m,  saprolite resistivity : (201 – 444)  Ohm.m, saprock resistivity : (246 – 645) Ohm.m and  bedrock resistivity : (645 – 3300) Ohm.mKeywords: bedrock, configuration of  Dipole-Dipole, limonite, resistivity, saprolite
Mitigation of Land Movement using Self Potential Method in Ling-Anjung Region Sumedang Regency Santoso, Budy; Setianto, Setianto; Hasanah, M U; Wijatmoko, B; Supriyana, E; Mohammad, H
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol 19 No 2 (2018): EKSAKTA Berkala Ilmiah Bidang MIPA
Publisher : Pusat Kajian Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1216.37 KB) | DOI: 10.24036/eksakta/vol19-iss2/141

Abstract

Land movement occurs due to reduced soil strength which is affected by water pressure. The Self Potential (SP) method is a geoelectric method that can detect well the flow of groundwater. The Self Potential method can also be used to detect the presence of debris flow&nbsp; in the form of weathered soil, tuff sand, cobble gravel and other rock fragments that have mixed with water. Based on the results of the SP measurement, debris flow has a medium SP with a value (3 - 12) mV, rock that has shifted (sandstone associated with andesite fragment) has a SP value &lt; &nbsp;2mV, while water seepage and water flow has an SP value (13 - 36) mV.