Niar Nurmauli, Niar
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Pupuk Urea pada Tumpangsari Jagung “Double Row” dan Kacang Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.)

Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.417 KB)

Abstract

The study aims to determine: (1) response growth and result of corn and peanut on monoculture and intercropping; (2) an optimal urea doze on growth and result of corn and peanut. Research did from July to November 2014 in Laboratory of Integrated, Faculty of Agriculture, University of Lampung. The research used complete Random Group Design with Triple Multiply. Homogenity of variance was tested by Bartlett test. Separation of median is done by using the test Polynomial Orthogonal with real level 5 %. The result showed that picking of corn per hectar for monoculture higher than intercropping but the other variable wasn’t really different. Peanut monoculture higher than intercropping for number of pods, weight of 100 grains, and production of seed per hectar but for plant height and greening level, pattern levels of intercropping higher than monoculture, and there were not find an optimal urea doze for corn on intercropping of corn “double row” and peanut. Keywords : corn, intercropping, peanuts, urea

Pengaruh Dosis Pupuk NPK Majemuk Susulan Saat Awal Berbunga (R1) pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max [L.] Merill)

Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.509 KB)

Abstract

The research was conducted in February to June 2015 in the District of Rajabasa Raya, Bandar Lampung. Research used design of randomized perfect group design with five dosages of compound NPK fertilizer (16:16:16), i.e., 0, 25, 50, 75 and 100 kg/ha applied at R1 (early Flowering) and repeated three times. Homogeneity was tested with Bartlet and the addition data was tested with Tukey, and analysis of kind (if applicable). Mean separation test used orthogonal polynomial on the level of confident 5%. The results showed that application of compound fertilizer NPK 16:16:16 increases soybean yield (t/ha) and nutrient efficiency. However, NPK applications have no effect on plant height, plant dry weight, number of total branches, number of productive branches, total number of pods, and weight of 100 grains of soybean seeds. Dosing up to 100 kg/ha of NPK compound increase soybean yield but still shows a linear graph Keywords: soybean, early flowering (R1), NPK fertilizer, NPK dose.

PENYULUHAN DAN DEMPLOT TEKNOLOGI PERTANIAN ORGANIKDENGAN DEMONSTRASI APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN BIOPESTISIDA DI DESA BRAJA CAKA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 3 (2016)
Publisher : LPM Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertanian alamiah belum banyak diterapkan di Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan penerapan iptek bagi masyarakat (IbM) ini dilaksanakan di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Aneka Guna” Desa Braja Caka, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, sejak bulan Februari 2016 sampai dengan November 2016.  Tujuan pengabdian ini adalah mengadakan pelatihan dan demplot teknologi pertanian organik dengan demonstrasi aplikasi pupuk organik cair dan biopestisida. Kegiatan ceramah dilakukan sebanyak 2 kali.  Setiap kegiatan ceramah ini dihadiri oleh petani sebanyak 40 orang. Materi yang disampaikan meliputi materi pertanian organik secara umum, budidaya  tanaman pangan secara organik, cara pembuatan pupuk organik cair, dan cara membuat biopestisida botani.  Hasil analisis laboratorium pupuk organik cair menunjukkan bahwa pupuk organik cair urine sapi memiliki kandungan unsur hara N sebesar 6657,08 ppm, P sebesar 12,21 ppm, dan K sebesar 2738,05 ppm.  Dari petak demplot dihasilkan panen padi 4.5 ton ton ha-1 dan panen jagung 10 ton ha-1.  Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan petani tentang pertanian organik, pembuatan pupuk organik cair dan pembuatan biopestisida telah meningkat. Peningkatan pengetahuan petani  meningkat berkisar dari 30% sampai dengan 50%.  Keterampilan petani bertambah setelah demplot pertanian organik.

PENGARUH PUPUK UREA TERHADAP HASIL TANAMAN JAGUNG YANG DITUMPANGSARIKAN DENGAN KACANG TANAH

Jurnal Agrotek Tropika Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.072 KB)

Abstract

Penelitian bertujuanuntukmengetahui (1) hasil tanaman yang lebih tinggi antara tanaman yang ditumpangsarikan dengan tanaman monokultur; dan (2) menentukan dosis pupuk Urea yang optimum untuk tumpangsari jagung dengan kacang tanah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2014 di Lapang Terpadu dan Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Lampung.Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS) dengan sembilan perlakuan yaitu monokultur jagung, monokulturkacang tanah, tumpangsari jagung dengan kacang tanah pada dosis urea untuk tanaman jagung 0 (P3), 50 (P4), 100 (P5), 150 (P6), 200 (P7), 250 (P8) dan 300 (P9) kg/ha. Perbedaan antar perlakuan diuji dengan uji ortogonal pada taraf α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil tanaman monokultur lebih tinggi daripada hasil tanaman tumpangsari. Rata-rata hasil tanaman jagung yang ditanam secara tumpangsari yaitu 1,69 t/ha dan tanaman kacang tanah yang ditumpangsarikan rata-ratanya yaitu 0,42 t/ha, tanaman jagung yang ditanam secara monokultur hasilnya 2,61 t/ha dan hasil kacang tanah yang ditanam monokultur yaitu 1,07 t/ha. Hasil tumpangsari tertinggi yaitu pada pemupukan urea 300 kg/ha dengan hasil jagung 2,57 t/ha dan kacang tanah 0,46 t/ha, (2) belum diperoleh dosis pupuk urea yang optimum untuk jagung yang ditumpangsarikan dengan kacang tanah.

EFISIENSI DOSIS PUPUK NPK MAJEMUK DALAM MENINGKATKAN HASIL KEDELAI VARIETAS GROBOGAN

Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.995 KB)

Abstract

Pemberian pupuk NPK majemuk yang efisien dalam meningkatkan hasil kedelai sangat penting dalam budidaya kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi dosis pupuk NPK majemuk dalam meningkatkan hasil kedelai varietas Grobogan.  Penelitian  dilakukan di Kebun Percobaan Terpadu Universitas Lampung dari bulan November 2011-Februari 2012. Rancangan perlakuan adalah tunggal terstruktur bertingkat dalam rancangan kelompok teracak sempurna dengan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari 5 taraf dosis pupuk NPK majemuk yaitu 100 kg ha-1 (p1), 150 kg ha-1 (p2), 200 kg ha-1 (p3), 250 kg ha-1 (p4), dan 300 kg ha-1 (p5).  Homogenitas ragam antarperlakuan diuji dengan Uji Barlett dan nonkemenambahan model melalui Uji Tukey.  Jika asumsi analisis ragam terpenuhi, data dianalisis ragam dan pemisahan nilai tengah diuji dengan uji perbandingan ortogonal polinomial. Hasil penelitian didapatkan bahwa setiap penambahan pupuk NPK majemuk 1 kg ha-1 justru akan menurunkan efisiensi pupuk NPK majemuk sebesar 0,029. Pemberian dosis 100 kg ha-1 sampai dengan 300 kg ha-1 menunjukkan hasil yang tidak berbeda pada variabel indeks panen, laju pengisian biji, dan bobot 100 butir, sedangkan hasil kedelai meningkat secara linear seiring dengan peningkatan NPK majemuk.

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERTANAMAN PADI SAWAH IRIGASI KELOMPOK TANI MEKAR DESA TULUNG BALAK KECAMATAN BATANGHARI NUBAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.752 KB)

Abstract

Tanaman padi merupakan tanaman yang sangat penting di Indonesia dikarenakan sebagian besar penduduk Indonesia mengonsumsi beras sebagai bahan pangan pokok. Untuk mencapai produksi yang optimal, tanaman padi sebaiknya ditanam pada lahan yang sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman tersebut.  Penilaian kesesuaian lahan sangatlah diperlukan guna mendapatkan informasi mengenai kualitas dan karakteristik lahan yang sesuai, sehingga dapat diketahui kelas kesesuaian lahan dan faktor pembatasnya, maka dapat ditentukan tingkat pengelolaan yang diperlukan.  Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan kualitatif dan kuantitatif pertanaman padi sawah irigasi Kelompok Tani Mekar Desa Tulung Balak Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur yang dilaksanakan pada Bulan Januari sampai Maret 2013 dengan menggunakan metode survei dan pendekatan evaluasi lahan secara paralel, yaitu melakukan analisis fisik lingkungan berdasarkan kriteria biofisik tanaman padi sawah irigasi dan analisis kelayakan usaha budidaya tanaman padi sawah irigasi dengan menilaiNet Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C ratio) dan Internal Rate of Return (IRR) untuk data selama 4 musim tanam.  Hasil penelitian menunjukkan, lahan pertanaman padi sawah irigasi Kelompok Tani Mekar Desa Tulung Balak Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur termasuk kedalam kategori kelas kesesuaian lahan cukup sesuai dengan faktor pembatas berupa kejenuhan basa dan C-organik (S2 nr), dan secara finansial menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan, kelayakan usaha ini dibuktikan dari hasil perhitungan yang menunjukkan bahwa nilai NPV rata-rata sebesar Rp 49.725.671,-, Net B/C ratio rata-rata sebesar 2,93, dan IRR rata-rata sebesar23,82% tahun-1 .

PENGUJIAN VIGOR BENIH KEDELAI VARIETAS GROBOGAN HASIL PEMUPUKAN NPK MAJEMUK PADA UMUR SIMPAN DUA BULAN

Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.093 KB)

Abstract

Benih merupakan salah satu bahan usaha tani yang mempengaruhi hasil.  Penggunaan benih bermutu yang memiliki vigor tinggi merupakan salah satu faktor yang dapat menghasilkan panen tanaman yang tinggi.  Dosis pupuk NPK majemuk selama periode pembangunan benih diduga mempengaruhi vigor suatu benih. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan vigor benih kedelai Varietas Grobogan yang berasal dari dosis pemupukan NPK majemuk berbeda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung dari bulan April hingga Mei 2012.  Percobaan dirancang menggunakan rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS) yang diulang tiga kali. Rancangan perlakuan adalah tunggal terstruktur terdiri dari lima taraf dosis pupuk NPK majemuk (100 kg ha-1, 150 kg ha-1, 200 kg ha-1, 250 kg ha-1, dan 300 kg ha-1). Homogenitas ragam diuji dengan Uji Barlett dan aditivitas data diuji dengan Uji Tukey. Bila asumsi analisis ragam  terpenuhi, maka data dianalisis ragam; rata-rata nilai pengaruh perlakuan diuji dengan Uji Ortogonal Polinomial pada taraf 0,05.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih kedelai Varietas Grobogan yang berasal dari pemupukan NPK majemuk yang ditingkatkan dosisnya sampai dengan 300 kg ha-1 menghasilkan perbedaan vigor benih secara kuadratik berdasarkan variabel bobot kering kecambah.  Pada dosis pupuk 178,95kg ha-1 menghasilkan bobot kering kecambah maksimum yaitu 0,08 g/kecambah sedangkan panjang akar dan panjang plumula meningkat secara linier seiring dengan peningkatan dosis pupuk. Variabel kecepatan perkecambahan, kecambah normal yang tumbuh, nilai daya hantar listrik, dan panjang hipokotil tidak menunjukkan perbedaan meskipun dosis pemupukan ditingkatkan.

PENGARUH PEMUPUKAN UREA DAN TEKNIK DEFOLIASI PADA PRODUKSI JAGUNG (Zea mays L.) VARIETAS PIONEER 27

Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.061 KB)

Abstract

Penelitian mengenai “Pengaruh Pemupukan Urea dan Teknik Defoliasi Pada Produksi Jagung (Zea mays L.) Varietas Pioneer27” telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Politeknik Negeri Lampung dari bulan November 2011 sampai bulan Februari 2012. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dosis pupuk urea yang optimum terhadap produksi tanaman jagung varietas pioneer 27, mengetahui produksi tanaman jagung varietas pioneer 27 dengan perlakuan defoliasi atau tanpa defoliasi, dan mengetahui interaksi antara dosis pupuk Urea dan defoliasi pada tanaman jagung varietas pioneer 27. Perlakuan disusun secara faktorial (4 x 2) dengan ulangan sebanyak 3 (tiga). Faktor pertama adalah pupuk urea yang terdiri dari 4 (empat) taraf yaitu 100 kg ha-1 (P1), 200 kg ha-1 (P2), 300 kg ha-1 (P3) dan 400 kg ha-1 (P4). Faktor kedua adalah teknik defoliasi yang terdiri dari 2 (dua) taraf yaitu tanpa defoliasi (D0) dan defoliasi disisakan tiga daun dibawah tongkol (D1). Homogenitas ragam antar perlakuan diuji dengan uji Barlett dan kemenambahan data diuji dengan uji Tukey. Selanjutnya data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjutan polinomial ortogonal 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis sebesar 100 kg ha-1 ureamampu memberikan bobot biji kering per petak sebesar 11,61 kg yang setara dengan 9,5 t ha-1, dan pemberian > 200 kg ha-1 tidak nyata meningkatkan bobot biji per petak. Perlakuan defoliasi ataupun tanpa defoliasi tidak bebeda terhadap bobot biji kering tanaman jagung. Terdapat interaksi antara dosis pupuk urea dengan perlakuan defoliasi untuk meningkatkan bobot berangkasan yaitu dengan dosis pupuk 254,77 kg ha-1 urea dengan teknik defoliasi akan menghasilkan bobot kering brangkasan yang optimum sebesar 113,87 g.

EFISIENSI PEMUPUKAN UREA DAN LAHAN PADA TUMPANGSARI JAGUNG DAN KACANG TANAH DALAM MENINGKATKAN HASIL JAGUNG

Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.265 KB)

Abstract

Penanaman jagung dengan kacang tanah dapat menjadi pilihan yang ideal dalam penerapan pola tanam tumpangsari. Nitrogen yang berasal dari tanaman kacang tanah dapat membantu pemenuhan kebutuhan N tanaman jagung. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efisiensi pemupukan urea dan penggunaan lahan pada pola tanam tumpangsari jagung dan kacang tanah dalam meningkatkan hasil jagung. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS) dengan sembilan perlakuan yang diulang tiga kali, yaitu tumpangsari jagung dan kacang tanah dengan tujuh taraf dosis pupuk masing-masing 0, 50, 100, 150, 200, 250, dan 300 kg urea/ha, monokultur kacang tanah, dan monokultur jagung. Pengelompokan didasarkan pada waktu pengamatan. Homogenitas ragam diuji dengan uji Barlett, kemenambahan data diuji dengan uji Tukey, dan untuk pemisahan nilai tengah dilakukan uji perbandingan ortogonal pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju tumbuh tanaman, laju pengisian biji, bobot pipilan kering, dan indeks panen jagung pada pola tanam monokultur lebih baik dibanding pada pola tanam tumpangsari. Penerapan tumpangsari jagung dan kacang tanah tidak menunjukkan efisiensi pemupukan urea secara agronomis karena peningkatan bobot pipilan kering jagung hanya sebesar 0,004 t/ha (4 kg/ ha) setiap peningkatan dosis 1 kg urea/ha, namun pada lahan tumpangsari jagung dan kacang tanah dengan dosis 200, 250, dan 300 kg urea/ha menunjukkan efisiensi penggunaan lahan dengan nilai LER masing-masing 1,18, 1,19, dan 1,30.

DEFOLIASI DAN PEMBERIAN PUPUK UREA DALAM MENINGKATKAN HASIL JAGUNG (ZEA MAYS L.) VARIETAS PIONEER 27

Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.484 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui defoliasi yang terbaik dalam meningkatkan hasil tanaman jagung varietas pioneer 27, (2) mengetahui dosis pupuk urea yang optimum dalam meningkatkan hasil tanaman jagung varietas pioneer 27, dan (3) mengetahui kombinasi yang terbaik dari defoliasi dan dosis pemupukan dalam meningkatkan hasil tanaman jagung varietas pioneer 27.  Penelitian dilakukan di kebun percobaan Politeknik Negeri Lampung dari bulan November 2011 sampai Februari 2012. Perlakuan disusun secara faktorial (2 x 4) dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 (tiga) ulangan. Faktor pertama adalah defoliasi yang terdiri dari 2 (dua) taraf yaitu disisakan dua daun di bawah tongkol (d1) dan empat daun di bawah tongkol (d2). Faktor kedua adalah pemberian dosis urea yang terdiri dari 4 (empat) taraf, yaitu 100 kg ha-1 (u1), 200 kg ha-1 (u2), 300 kg ha-1 (u3), dan 400 kg ha-1 (u4). Homogenitas ragam antar perlakuan diuji dengan uji Barlett dan kemenambahan data diuji dengan uji Tuckey. Bila asumsi terpenuhi, maka data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan Uji Ortogonal dan Ortogonal Polinomial pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan defoliasi tidak berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan pertumbuhan dan hasil jagung, kecuali pada variabel pengamatan bobot kering brangkasan, Pemberian pupuk urea tidak berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, sehingga dengan pemberian dosis urea sebesar 100 kg urea/ha telah cukup untuk mendapatkan hasil yang sama dengan pemberian dosis urea sebesar 200, 300, dan 400 kg urea ha-1 dengan hasil rata-rata yang disisakan 2 dan 4 daun di bawah tongkol sebesar 10,14 t ha-1 dan 10,13 t ha-1, dan tidak terdapat kombinasi yang terbaik antara perlakuan defoliasi dan pemberian pupuk urea.