Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKA, KIMIA, DAN BIOLOGI YOGHURT SUSU JAGUNG Widiani, Nurhaida; Maretta, Gres; Setianingrum, Syarifah
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosf.v8i2.2297

Abstract

Jagung manis (Zea mays L. Saccharata) atau sweet corn merupakan jenis jagung yang belum lama dikenal dan baru dikembangkan di Indonesia. Selama ini masyarakat mengolah jagung menjadi jagung rebus, jagung bakar, atau dibuat kue. Penganekaragaman produk makanan dengan bahan baku jagung perlu dilakukan untuk memberi nilai tambah bagi jagung. Untuk itu dalam penelitian ini jagung akan diolah menjadi yoghurt. Agar dapat diterima dipasaran yoghurt susu jagung yang dihasilkan harus memenuhi syarat mutu berdasarkan kriteria Standar Nasional Indonesia (SNI 2981:2009). Temperatur merupakan salah satu faktor penting dalam proses fermentasi. Dalam penelitian ini menggunakan variasi temperatur untuk menemukan temperatur yang paling tepat untuk pembuatan yoghurt yang berkualitas. Berdasarkan penelitian yoghurt susu jagung yang paling memenuhi syarat mutu berdasarkan kriteria SNI adalah yoghurt yang difermentasi pada temperatur 44°C. Yoghurt yang dihasilkan memiliki tekstur yang agak kental, bau khas yoghurt, rasa asam, dan warna kuning. Yoghurt yang dihasilkan memiliki kadar protein 2,052 % - 2,072 dan aman dari kontaminasi coliform.
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKA, KIMIA, DAN BIOLOGI YOGHURT SUSU JAGUNG Widiani, Nurhaida; Maretta, Gres; Setianingrum, Syarifah
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Jagung manis (Zea mays L. Saccharata) atau  sweet corn merupakan jenis jagung yang belum lama dikenal dan baru dikembangkan di Indonesia. Selama ini masyarakat mengolah jagung menjadi jagung rebus, jagung bakar, atau dibuat kue. Penganekaragaman produk makanan dengan bahan baku jagung perlu dilakukan untuk memberi nilai tambah bagi jagung. Untuk itu dalam penelitian ini jagung akan diolah menjadi yoghurt. Agar dapat diterima dipasaran yoghurt susu jagung yang dihasilkan harus memenuhi syarat mutu berdasarkan kriteria Standar Nasional Indonesia (SNI 2981:2009). Temperatur merupakan salah satu faktor penting dalam proses fermentasi. Dalam penelitian ini menggunakan variasi temperatur untuk menemukan temperatur yang paling tepat untuk pembuatan yoghurt yang berkualitas. Berdasarkan penelitian yoghurt susu jagung yang paling memenuhi syarat mutu berdasarkan kriteria SNI adalah yoghurt yang difermentasi pada temperatur 44°C. Yoghurt yang dihasilkan memiliki tekstur yang agak kental, bau khas yoghurt, rasa asam, dan warna kuning. Yoghurt yang dihasilkan memiliki kadar protein 2,052 % - 2,072 dan aman dari kontaminasi coliform.
Penentuan Tingkat Pencemaran Sungai Berdasarkan Komposisi Makrobentos sebagai Bioindikator Satiyarti, Rina Budi; Pawhestri, Suci Wulan; Merliyana, Merliyana; Widiani, Nurhaida
al-Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 5, No 2 (2018): al-Kimiya
Publisher : Jurusan Kimia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.712 KB) | DOI: 10.15575/ak.v5i2.3690

Abstract

Hadirnya industri dan kenaikan jumlah penduduk di sekitar sungai Way Belau di Kota Bandar Lampung menyebabkan pencemaran di aliran sungai. Aktivitas manusia di sepanjang aliran sungai membuat warna air pada kawasan hilir menjadi kuning pekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran air sungai Way Belau Teluk Betung menggunakan parameter biologi, fisika, dan kimia. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Line Transek pada 3 titik lokasi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi makrobentos yang didapat yaitu 6 famili, diantaranya 4 famili dari kelas Gastropoda, 1 famili dari kelas Crustacea dan 1 famili dari kelas Polychaeta. Indeks keanekaragaman (H’) pada ketiga lokasi berkisar 0,562-1,255. Indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,044-0,287 dan indeks dominansi (D) berkisar antara 0,313-0,625. Hasil pengukuran parameter fisika-kimia pada ketiga lokasi yaitu suhu berkisar 22°C-26°C, pH berkisar 5-7, kecerahan berkisar 19-40 cm, DO berkisar 5-7 mg/L, BOD berkisar 1-5 mg/L, COD berkisar 1-2 mg/L. Berdasarkan data diatas menjukkan bahwa kualitas perairan tercemar sedang.
ANALISIS SEKUEN NUKLEOTIDA E/NS1 GENE JUNCTION VIRUS DENGUE SEROTIPE 2 ASAL DKI JAKARTA, INDONESIA Widiani, Nurhaida; Wibawa, Tri; Wijayanti, Nastiti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam dengue atau demam berdarah dengue merupakan salah satu masalahkesehatan di daerah tropis dan subtropis. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue(genus flavivirus, famili flaviviridae). Vektor pembawa virus dengue adalah nyamukAedes aegypti dan Aedes albopictus. Genom virus dengue tersusun atas tiga proteinstruktural (protein nukleokapsid, protein envelope, dan protein pre-membran) dan tujuhprotein nonstruktural (NS1, NS2a, NS2b, NS3, NS4a, NS4b, dan NS5). Usaha untukmengontrol penyakit ini tergantung pada pemahaman patogenesis virus dengue. Tetapipengetahuan mengenai patogenesis virus dengue masih belum banyak diketahui karenabelum adanya model yang cocok baik in vitro maupun in vivo. Sehingga dilakukananalisis sekuen nukleotida E/NS1 gene junction virus dengue tipe 2 asal DKI Jakarta,Indonesia untuk mengetahui hubungan filogeni virus dengue yang beredar saat ini.Sekuen nukleotida (240 bp) dari E/NS1 gene junction merupakan segmen yang biasadigunakan untuk analisis perbandingan sekuen. Hasil analisis menunjukkan strain virusyang diteliti berkerabat dengan virus DEN-2 asal Asia yaitu Myanmar, Pakistan, SriLanka, Brunei, dan Malaysia. Tetapi kelima virus ini berada dalam kelompok yangberbeda dengan virus asal Amerika latin (Brazil). Virus Dengue dari Asia diduga lebihvirulen dibandingkan virus dengue dari daerah lain. Sehingga kemungkinan terjadipeningkatan kasus DBD di Indonesia.Kata kunci: Virus Dengue, E/NS1 gene junction, serotype, filogeni, DEN-2
hubungan paritas dan usia Putri, Devita Febriani; Widiani, Nurhaida; Arivo, Debi
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 12, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v12i4.81

Abstract

hbfgxcuybcyqqnxgc xffhwsvdttrycqwedqr
Analysis of the Bacteria Difference in Tilapia (Oreochromis niloticus) Cultivation Kamelia, Marlina; Widiani, Nurhaida; Adistyaningrum, Nurul
Biospecies Vol 11 No 2 (2018): Volume 11, No.2, July, 2018
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Fish have good prospect to be developed because have high economic value. However, the percentage of bacterial fish diseases reached 33.9%.  Tilapia (O. niloticus) is one of the most common bacteria. The TPC results of tilapia ponds of I, II, and III cultivation are 1.32 X 105 Cfu/g; 1.7 X 105 Cfu/g; 1.14 X 105 Cfu/g.  From the results of physics measurement parameters of three ponds cultivation is still in accordance with the classification of water quality, but if viewed from the results of chemical measurement parameters pond culture II pertained water polluted.
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKA, KIMIA, DAN BIOLOGI YOGHURT SUSU JAGUNG Widiani, Nurhaida; Maretta, Gres; Setianingrum, Syarifah
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosf.v8i2.2297

Abstract

Jagung manis (Zea mays L. Saccharata) atau sweet corn merupakan jenis jagung yang belum lama dikenal dan baru dikembangkan di Indonesia. Selama ini masyarakat mengolah jagung menjadi jagung rebus, jagung bakar, atau dibuat kue. Penganekaragaman produk makanan dengan bahan baku jagung perlu dilakukan untuk memberi nilai tambah bagi jagung. Untuk itu dalam penelitian ini jagung akan diolah menjadi yoghurt. Agar dapat diterima dipasaran yoghurt susu jagung yang dihasilkan harus memenuhi syarat mutu berdasarkan kriteria Standar Nasional Indonesia (SNI 2981:2009). Temperatur merupakan salah satu faktor penting dalam proses fermentasi. Dalam penelitian ini menggunakan variasi temperatur untuk menemukan temperatur yang paling tepat untuk pembuatan yoghurt yang berkualitas. Berdasarkan penelitian yoghurt susu jagung yang paling memenuhi syarat mutu berdasarkan kriteria SNI adalah yoghurt yang difermentasi pada temperatur 44°C. Yoghurt yang dihasilkan memiliki tekstur yang agak kental, bau khas yoghurt, rasa asam, dan warna kuning. Yoghurt yang dihasilkan memiliki kadar protein 2,052 % - 2,072 dan aman dari kontaminasi coliform.
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKA, KIMIA, DAN BIOLOGI YOGHURT SUSU JAGUNG Widiani, Nurhaida; Maretta, Gres; Setianingrum, Syarifah
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosf.v8i1.1261

Abstract

Abstrak: Jagung manis (Zea mays L. Saccharata) atau  sweet corn merupakan jenis jagung yang belum lama dikenal dan baru dikembangkan di Indonesia. Selama ini masyarakat mengolah jagung menjadi jagung rebus, jagung bakar, atau dibuat kue. Penganekaragaman produk makanan dengan bahan baku jagung perlu dilakukan untuk memberi nilai tambah bagi jagung. Untuk itu dalam penelitian ini jagung akan diolah menjadi yoghurt. Agar dapat diterima dipasaran yoghurt susu jagung yang dihasilkan harus memenuhi syarat mutu berdasarkan kriteria Standar Nasional Indonesia (SNI 2981:2009). Temperatur merupakan salah satu faktor penting dalam proses fermentasi. Dalam penelitian ini menggunakan variasi temperatur untuk menemukan temperatur yang paling tepat untuk pembuatan yoghurt yang berkualitas. Berdasarkan penelitian yoghurt susu jagung yang paling memenuhi syarat mutu berdasarkan kriteria SNI adalah yoghurt yang difermentasi pada temperatur 44°C. Yoghurt yang dihasilkan memiliki tekstur yang agak kental, bau khas yoghurt, rasa asam, dan warna kuning. Yoghurt yang dihasilkan memiliki kadar protein 2,052 % - 2,072 dan aman dari kontaminasi coliform.
ANALISIS JUMLAH MIKROBA PADA LAHAN PARKIR DI UIN RADEN INTAN LAMPUNG Kamelia, Marlina; Saputri, Dwijowati Asih; Widiani, Nurhaida; Nurhasanah, Novita
BIOEDUKASI Vol 10, No 2 (2019): BIOEDUKASI, NOVEMBER 2019
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v10i2.2496

Abstract

Vehicle emissions are the residual combustion of fuel in vehicle engines that are imperfect and released through the exhaust system into the air. Vehicle emissions are the main source of air pollution from motorized transportation as a source of movement. Pollutants from motor vehicles, namely CO, HC, NOx, SO2, are chemicals that can cause air pollution. From the results of microbial observations in 9 parking lots of UIN Raden Intan Lampung, it was found that there were differences in the average number of microbes in each parking lot caused by temperature factors, geographical conditions of parking lots and the number of vehicles passing and leaving the parking lot. From the results of data analysis using ANOVA and LSD follow-up tests, the highest number of microbes was found in the parking lot of the Faculty of Economics and Islamic Business (FEBI). The FEBI parking lot ranks 4th in the amount of motor vehicle emissions gas. While the Tarbiyah 2 parking lot has the highest average amount of motor vehicle emissions and with the number of microbes being the second largest after the FEBI parking lot. The observations stated that the effect of the emission gas on the number of bacteria did not significantly influence because the emission gas was still at a moderate level.Kata kunci: mikroba, lahar parkir, analisis jumlah mikroba