Rina Budi Satiyarti, Rina Budi
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

IDENTIFIKASI FRAGMEN DNA MITOKONDRIA PADA SATU GARIS KETURUNAN IBU DARI SEL EPITEL RONGGA MULUT DAN SEL FOLIKEL AKAR RAMBUT Satiyarti, Rina Budi; Nurmilah, Nurmilah; Rosahdi, Tina Dewi
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: DNA mitokondria (mtDNA) manusia memiliki sejumlah sifat genetik khas yang membedakannya dari genom inti yang dimanfaatkan dalam identifikasi penurunan hubungan kekerabatan, studi evolusi dan migrasi global manusia modern, bidang forensik dan identifikasi penyakit genetik. DNA mitokondria (mtDNA) manusia memiliki laju mutasi yang lebih cepat dibandingkan dengan DNA inti sehingga dapat dimanfaatkan untuk pemeriksaan sampel yang terbatas seperti untuk kepentingan visum. Penelitian ini bertujuan untuk megidentifikasi fragmen DNA mitokondria dari lisis sel epitel rongga mulut menggunakan primer M1dan HV2R, dan sel folikel akar rambut mengunakan primer M1 dan M2 dengan teknik PCR dan elektroforesis agarosa.Sampel sel epitel mulut dan akar rambut yang diambil dari satu garis keturunan dilisis terlebih dahulu dan dilakukan ekstraksi sel secara kimiawi dan enzimatik sehingga DNA total dapat keluar dari inti sel dan mitokondria. Setelah itu dilakukan amplifikasi fragmen D-loop mtDNA secara in vitro dengan dua jenis primer yang berbeda menggunakan teknik PCR dan proses terakhir yaitu dilakukan analisis hasil PCR menggunakan teknik elektroforesis gel agarosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amplifikasi fragmen DNA mitokondria menggunakan primer M1 dan HV2R dari sel epitel rongga mulut menghasilkan fragmen berukuran 1 kb. Pada hasil amplifikasi fragmen DNA mitokondria dari sel folikel akar rambut menggunakan primer M1 dan M2, fragmen yang didapatkan berukuran 0,4-0,5 kb. Dengan demikian, fragmen DNA mitokondria dapat diamplifikasi menggunakan dua primer balik M2 dan HV2R yang dirancang pada ujung daerah D-LOOP mitokondria.
Penentuan Tingkat Pencemaran Sungai Berdasarkan Komposisi Makrobentos sebagai Bioindikator Satiyarti, Rina Budi; Pawhestri, Suci Wulan; Merliyana, Merliyana; Widiani, Nurhaida
al-Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 5, No 2 (2018): al-Kimiya
Publisher : Jurusan Kimia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v5i2.3690

Abstract

Hadirnya industri dan kenaikan jumlah penduduk di sekitar sungai Way Belau di Kota Bandar Lampung menyebabkan pencemaran di aliran sungai. Aktivitas manusia di sepanjang aliran sungai membuat warna air pada kawasan hilir menjadi kuning pekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran air sungai Way Belau Teluk Betung menggunakan parameter biologi, fisika, dan kimia. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Line Transek pada 3 titik lokasi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi makrobentos yang didapat yaitu 6 famili, diantaranya 4 famili dari kelas Gastropoda, 1 famili dari kelas Crustacea dan 1 famili dari kelas Polychaeta. Indeks keanekaragaman (H’) pada ketiga lokasi berkisar 0,562-1,255. Indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,044-0,287 dan indeks dominansi (D) berkisar antara 0,313-0,625. Hasil pengukuran parameter fisika-kimia pada ketiga lokasi yaitu suhu berkisar 22°C-26°C, pH berkisar 5-7, kecerahan berkisar 19-40 cm, DO berkisar 5-7 mg/L, BOD berkisar 1-5 mg/L, COD berkisar 1-2 mg/L. Berdasarkan data diatas menjukkan bahwa kualitas perairan tercemar sedang.
IDENTIFIKASI FRAGMEN HV1 DNA MITOKONDRIA INDIVIDU DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI Satiyarti, Rina Budi; Aminah, Siti; Rosahdi, Tina Dewi
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosf.v8i2.2296

Abstract

An individual adaptation towards the geographical altitude associated with genetic factors, one of the genetic materials of the most widely used to study the characteristic of individuals in the population is the mitochondrial DNA.Based on that condition, this research will deciding human Fragmen HVI mtDNA from Indramayu as lowland individual and Sukabumi as highland individual. The purpose of this research is to identify hair root and the epithelial cell of the mouth as a source DNA mitochondrial that can used for a amplification of human fragment DNA mitokondria template and to identify fragment territory HV1 mtDNA by using Polimerase Chain Reaction (PCR) technic and detecting the yield of PCR from lowland and highland individual. The steps include the lysis to do the sample of the hair root and the epithelial cell of the mouth, amplified HV1 fragment mtDNA to utilize Polimerase Chain Reaction (PCR) technique and the result of PCR with elektroforesis gel agarosa. This research has been successfully, hair root and the epithelial cell can do analyze DNA mitochondrial marked by the fragment measuring 0,4 kb in the area D-Loop mtDNA and it can easier amplification is hair root characterized by the presence of DNA bands in agarose gel electrophoresis.
ENDOGAMY MARRIAGE MITOCHONDRIAL DNA VARIATION OF NORTH CIGINTUNG GARUT ISOLATES Satiyarti, Rina Budi; Anggita, Rindu
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 9, No 1 (2018):
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosf.v9i1.2883

Abstract

Mitochondrial DNA (mtDNA) has an unique genetic sequences which made its different from nuclear DNA. MtDNA is maternally inherited without recombination, and it has higher mutation rate rather than nuclear DNA. D-loop is an noncoding area in mtDNA which has highest polymorphism among mtDNA. The objective of this research is to study about nucleotide variation in D-Loop area from people who has endogamy marriage. The subject is four generation of maternally inherited. The research steps are sample collection, DNA template preparation, mtDNA amplification, agarose gel electrophoresis, sequencing analysis and homology analysis. The amplification of D-Loop fragment has 0,9 kb in size. Homology analysis showed fifty varians nucleotides. 
Keanekaragaman Burung di Kampus Uin Raden Intan Lampung Apriliano, Amanda; Anwar, Chairul; Pawhestri, Suci Wulan; Satiyarti, Rina Budi
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 9, No 2 (2018): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v9i2.3850

Abstract

Biodiversity of Indonesia is worldwide known. One of those is bird biodiversity. The native utilize birds as a pet. It is because birds have a beautiful color and voice. Therefore, Rare birds is likely to be hunted to get their aesthetic value. Raden intan Islamic ngy (UIN RIL) were a part of city forest. Trees and scrub were considered as bird habitat. The aim of this research is to identify birds in UINRIL campus, gruping the bird based on their exctinction.This research was done in five station each three times. The method is point count. All data were collected at 06.00-09.00 and 15.00-18.00 WIB. Data were analyzing using deskriptif quantitative approach. Diversity index (H’) for all station is 1.166-2.351. Diversity average at all station were(H’) 2,023. This research had success write 24 species of birds from 16 famili. Three of them were under government surveillance pp no. 7 year 1999. They are cekakak sungai (Todirhamphus chloris), madu sriganti (Nectarinia jugularis), and madu kelapa (Anthreptes malacensis).
Penggunaan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) sebagai Ovisida Keong Mas (Pomacea canaliculata L.) Satiyarti, Rina Budi; Yana, Yuli; Fatimatuzzahra, Fatimatuzzahra
al-Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 6, No 1 (2019): al-Kimiya
Publisher : Jurusan Kimia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v6i1.4729

Abstract

Keong mas adalah hama bagi tanaman padi. Hama keong mas akan memakan batang padi dalam waktu yang relatif singkat, sehingga kehadiran keong mas pada tanaman padi dapat menggagalkan panen. Penggunaan pestisida sintetik dalam penanggulanan telur dan keong mas dewasa tubuh telah diketahui dapat mencemari lingkungan sekitar. Terlebih lagi, pestisida sintetik dapat menyebabkan resistensi vektor. Penggunaan pestisida nabati hanya dapat mematikan keong mas dewasa tubuh, tetapi tidak untuk telurnya. Oleh karena itu, dibutuhkan pestisida nabati yang dapat mematikan keong mas sejak tahap menjadi telur. Daun jambu biji (Psidium guajava L.) mempunyai senyawa yang mengandung saponin, flavonoid, tanin, terpenoid dan alkaloid yang diperkirakan dapat menghambat daya tetas telur (ovisida). Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksperimental. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Konsentrasi daun jambu yag digunakan adalah  1%, 1,5%, 2%, 2,5%, 3% . Kontrol positif  menggunakan bentan dengan total telur sebanyak 21 telur keong mas. Pengamatan dilakukan selama 14 hari. Hasil penelitian yaitu telur yang tidak menetas diuji dengan menggunakan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjutan yaitu uji LSD (Least Significant Difference). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) dapat digunakan sebagai ovisida keong mas (Pomacea canaliculata L.). Konsentrasi ekstrak daun jambu biji 1% ternyata sudah dapat mematikan keong mas.
ENDOGAMY MARRIAGE MITOCHONDRIAL DNA VARIATION OF NORTH CIGINTUNG GARUT ISOLATES Satiyarti, Rina Budi; Anggita, Rindu
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 9, No 1 (2018):
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosf.v9i1.2883

Abstract

Mitochondrial DNA (mtDNA) has an unique genetic sequences which made its different from nuclear DNA. MtDNA is maternally inherited without recombination, and it has higher mutation rate rather than nuclear DNA. D-loop is an noncoding area in mtDNA which has highest polymorphism among mtDNA. The objective of this research is to study about nucleotide variation in D-Loop area from people who has endogamy marriage. The subject is four generation of maternally inherited. The research steps are sample collection, DNA template preparation, mtDNA amplification, agarose gel electrophoresis, sequencing analysis and homology analysis. The amplification of D-Loop fragment has 0,9 kb in size. Homology analysis showed fifty varians nucleotides. 
IDENTIFIKASI FRAGMEN HV1 DNA MITOKONDRIA INDIVIDU DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI Satiyarti, Rina Budi; Aminah, Siti; Rosahdi, Tina Dewi
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosf.v8i2.2296

Abstract

An individual adaptation towards the geographical altitude associated with genetic factors, one of the genetic materials of the most widely used to study the characteristic of individuals in the population is the mitochondrial DNA.Based on that condition, this research will deciding human Fragmen HVI mtDNA from Indramayu as lowland individual and Sukabumi as highland individual. The purpose of this research is to identify hair root and the epithelial cell of the mouth as a source DNA mitochondrial that can used for a amplification of human fragment DNA mitokondria template and to identify fragment territory HV1 mtDNA by using Polimerase Chain Reaction (PCR) technic and detecting the yield of PCR from lowland and highland individual. The steps include the lysis to do the sample of the hair root and the epithelial cell of the mouth, amplified HV1 fragment mtDNA to utilize Polimerase Chain Reaction (PCR) technique and the result of PCR with elektroforesis gel agarosa. This research has been successfully, hair root and the epithelial cell can do analyze DNA mitochondrial marked by the fragment measuring 0,4 kb in the area D-Loop mtDNA and it can easier amplification is hair root characterized by the presence of DNA bands in agarose gel electrophoresis.
IDENTIFIKASI FRAGMEN DNA MITOKONDRIA PADA SATU GARIS KETURUNAN IBU DARI SEL EPITEL RONGGA MULUT DAN SEL FOLIKEL AKAR RAMBUT Satiyarti, Rina Budi; Nurmilah, Nurmilah; Rosahdi, Tina Dewi
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosf.v8i1.1260

Abstract

Abstrak: DNA mitokondria (mtDNA) manusia memiliki sejumlah sifat genetik khas yang membedakannya dari genom inti yang dimanfaatkan dalam identifikasi penurunan hubungan kekerabatan, studi evolusi dan migrasi global manusia modern, bidang forensik dan identifikasi penyakit genetik. DNA mitokondria (mtDNA) manusia memiliki laju mutasi yang lebih cepat dibandingkan dengan DNA inti sehingga dapat dimanfaatkan untuk pemeriksaan sampel yang terbatas seperti untuk kepentingan visum. Penelitian ini bertujuan untuk megidentifikasi fragmen DNA mitokondria dari lisis sel epitel rongga mulut menggunakan primer M1dan HV2R, dan sel folikel akar rambut mengunakan primer M1 dan M2 dengan teknik PCR dan elektroforesis agarosa.Sampel sel epitel mulut dan akar rambut yang diambil dari satu garis keturunan dilisis terlebih dahulu dan dilakukan ekstraksi sel secara kimiawi dan enzimatik sehingga DNA total dapat keluar dari inti sel dan mitokondria. Setelah itu dilakukan amplifikasi fragmen D-loop mtDNA secara in vitro dengan dua jenis primer yang berbeda menggunakan teknik PCR dan proses terakhir yaitu dilakukan analisis hasil PCR menggunakan teknik elektroforesis gel agarosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amplifikasi fragmen DNA mitokondria menggunakan primer M1 dan HV2R dari sel epitel rongga mulut menghasilkan fragmen berukuran 1 kb. Pada hasil amplifikasi fragmen DNA mitokondria dari sel folikel akar rambut menggunakan primer M1 dan M2, fragmen yang didapatkan berukuran 0,4-0,5 kb. Dengan demikian, fragmen DNA mitokondria dapat diamplifikasi menggunakan dua primer balik M2 dan HV2R yang dirancang pada ujung daerah D-LOOP mitokondria.