Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN Martanti, Fitria
Journal of Economic Education Vol 1 No 2 (2012): November 2012
Publisher : Journal of Economic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CIRCUIT LEARNING PADA SISWA KELAS V Bikhurin’in, Oktafina; Husna, Asma’ul; Martanti, Fitria
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 9, No 2 (2018): MAGISTRA
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.328 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v9i2.2546

Abstract

AbstrakPenelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnyamata pelajaran IPS melalui model pembelajaran circuit learning. Penelitian ini merupakanpenelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di MI Wonoyoso Pringapus kecamatanPringapus Kabupaten Semarang dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V yangberjumlah 16 siswa, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan. Penelitiandilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus penelitian terdiri dari tahap perencanaan,pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi,dan wawancara. Hasil penelitian sebagai berikut: kondisi awal pra siklus menunjukkanbahwa rata-rata hasil belajar siswa yaitu 33,4 dan belum ada siswa yang tuntas mencapainilai KKM (70), siklus I nilai rata-rata hasil belajar meningkat 45,9 dengan ketuntasanklasikal 6,2% karena hanya 1 siswa yang tuntas mencapai KKM (70), dan pada siklus II nilairata-rata hasil belajar meningkat lagi dengan rata-rata hasil belajar 83,1 dan ketuntasanklasikal mencapai 81,2% sehingga penelitian ini dikatakan berhasil. Berdasarkan perolehantes formatif yang terus mengalami peningkatan tiap siklus tersebut, dapat disimpulkan bahwahasil belajar IPS dapat ditingkatkan melalui penggunaan model circuit learning pada siswakelas V MI Wonoyoso Pringapus.Kata Kunci: Hasil Belajar, IPS, Model Pembelajaran Circuit LearningAbstractThe goal of this classroom action research is to improve the students learning resultespecially on IPS lesson through circuit learning model. This research is classroom actionresearch which conducted in MI Wonoyoso Pringapus, kecamatan Pringapus, KabupatenSemarang and the subjects are 16 students of fifth grade, consist of 12 male students and 4female students. This research conducted in 2 cycles, each cycle consist of planning,implementation, observation and reflection. Technique of data collection using test,observation, and interview. The result of this research as follow : early condition beforecycle show that the average of students’ learning result was 33,4 and no one reached thecompleteness (70), cycle 1 the average score of learning result increased become 45,9 withclassical completeness 6,2% because only one student reached the completeness (70), and oncycle 2 the average score increased again with the learning result was 83,1 and classicalcompleteness until 81,2% and this research can be said success. Based on the test formativeresult which always increase in every cycle, can be concluded that the learning result of IPSUpaya Meningkatkan Hasil Belajar …89 MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018Oktafina B., Asma’ul H., FitriaM.can be increased by the use of circuit learning model for fifth grade in MI WonoyosoPringapus.Keywords : learning result, IPS, circuit learning model
PERAN FURU KELAS DALAM MEMBERIKAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SDN WATUAJI 01 KABUPATEN JEPARA martanti, fitria
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 6, No 2 (2015): MAGISTRA
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.136 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v6i2.1776

Abstract

AbstrakKegiatan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar tidak diberikan oleh Guru Pembimbing secara khusus, sehingga guru kelas harus juga memberikan layanan bimbingan konseling kepada semua siswa tanpa terkecuali. Guru Sekolah dasar tentunya harus mendapat pengetahuan yang cukup selain dalam melaksanakan tugas sebagai guru kelas, juga dalam memberikan layanan bimbingan konseling. Penelitian ini berupaya untuk melihat bagaimana peran guru kelas dalam pelaksanaan Bimbingan Konseling di SDN Watuaji 01 Kabupaten Jepara. Adapun hasil penelitian menunjukkan pemberian layanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh belum dilkukan secara maksimal. Guru juga belum melakukan catatan secara tertulis tentang berbagai permasalahan yang terjadi, solusi maupun perkembangan masalah hingga masalah tersebut dapat terselesaikan dengan baik. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peran guru kelas dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling adalah melakukan pelatihan tentang pelaksanaan pemberian layanan bimbingan dan konseling oleh guru Sekolah Dasar, menyelenggarakan berbagai seminar tentang upaya pemberian layanan bimbingan dan konseling oleh guru Sekolah Dasar dan pengupayaan peran maksimal Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)Kata Kunci: Guru Kelas, Bimbingan dan KonselinAbstractGuidance and Counseling in elementary school are not provided by Teachers Advisors specifically, so classroom teachers should also provide counseling services to all students without exception. The elementary school teacher surely must have sufficient knowledge in addition to carrying out duties as a classroom teacher, also in providing counseling services. This study attempted to see how the class teacher's role in the implementation of Guidance and Counseling at SDN 01 Watuaji Jepara regency. The research results indicate the provision of guidance and counseling services as a whole has not dilkukan maximum. She also has not made a written note of the various issues involved, as well as the development of problem solutions until the issue can be resolved properly. The effort can be done to enhance the role of19Fitria Martanti Peran Guru Kelas Dalam Memberikan Layanan….MAGISTRA - Volume 6 Nomor 2 Oktober 2015classroom teachers in providing guidance and counseling services is to conduct training on the implementation of the provision of guidance and counseling services by elementary school teachers, organizes various seminars on efforts to provide guidance and counseling services by elementary school teachers and the insistence on maximum role group Teachers work (KKG) and Subject Teachers Council.Keywords: Master Class, Guidance and Counseling
PENANAMAN KONSEP GENDER PADA MATA PELAJARAN IPS SD Martanti, Fitria
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 8, No 1 (2017): MAGISTRA
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.548 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v8i1.1993

Abstract

Abstrak Konsep gender yang benar semestinya diajarkan pada anak mulai usia dini maupun usia sekolah dasar. Pemahaman gender akan memberikan gambaran tentang peran laki-laki dan perempuan yang benar bukan hanya sekedar stereotip masyarakat. Penanaman konsep gender yang tidak sesuai akan membentuk pemikiran anak tetang bagaimana peran laki-laki dan perempuan dan akan membentuk pemikiran anak yang bias gender. Adanya stereotip tentang gender pada dasarnya sangat nampak dalam pendidikan terutama nilai gender yang dianut oleh masyarakat terutama berkaitan dengan tempat pendidikan diabdikan, stereotip gender yang terdapat dalam kurikulum maupun buku ajar, dan nilai gender yang ditanamkan oleh guru. Menginggat begitu pentingnya penanaman konsep gender yang benar pada anak, maka dapat dilakukan melalui beberapa cara diantaranya penanaman konsep gender dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Hal ini menginggat mata pelajaran IPS SD memiliki muatan materi untuk memahamkan anak tentang diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Adapun konsep gender tentunya dapat diajarkan guru pada mata pelajaran IPS tema keluarga. Peran guru harus dapat memberikan contoh konkrit tentang peran laki-laki dan perempuan dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat sehingga anak akan memahami konsep gender yang benar. Kata kunci: Konsep Gender; Pelajaran IPS Abstract The appropriate gender concept should be taught on children since early childhood or elementary school age. The understanding of gender will give description about the appropriate act on men and women, not only public stereotype. Unappropriate gender implementation will shape children’s mind about how men and women act and will shape children’s mind which gender refraction. The existance of stereotype about gender basically is visible in education, especially gender value attentived by public and related to implementation place, gender stereotype available in curriculum or teaching book, and gender value which applied by teacher. Considering the importance of appropriate gender implementation on children, it can be done by some ways, such as gender concept implementation in IPS lesson. Because it consider that IPS lesson on elementary school has material to understand student about themselves, family, and public. Gender concept can be taught by teacher on IPS lesson in theme about family. Teacher role should be give solid model about men and women act in family, school, and public so students can understand the appropriate gender concept.Keywords: gender concept; IPS lesson 
Metode Struktural Analitik Sintetik dalam Pembelajaran Anak Disleksia Martanti, Fitria
Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Study Program of Islamic Elementary Education, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.626 KB) | DOI: 10.14421/al-bidayah.v10i1.127

Abstract

Membaca merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki oleh anak. Tidak semua anak dapat belajar membaca dengan mudah, pada beberapa kasus ditemukan anak yang kesulitan belajar membaca atau dikenal dengan istilah disleksia.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, artinya data yang dikumpulkan bukan merupakan angka-angka, melainkan data tersebut berasal dari wawancara, catatan lapangan dan dokumen resmi lainnya.Berdasarkan hasil penelitian di SDN Watuaji 1 Jepara dapat diketahui bahwa beberapa anak yang mengalami kesulitan membaca disebabkan oleh perhatian orang tua yang kurang dan faktor intelegensi maupun sosio-ekonomi. Pelaksanaan metode struktural analitik sintetik dalam pembelajaran anak disleksia dapat membantu anak dalam mempermudah belajar membaca. Pelaksanaan metode struktural analitik sintetik dilakukan dengan menyajikan kalimat secara utuh, kemudian kalimat itu dianalisis menjadi kata, suku kata, dan huruf, serta unsur huruf tersebut dirangkaikan hingga menjadi kalimat kembali. Penggunaan metode struktural analitik sintetik selain dapat membantu kesulitan membaca juga dapat meningkatkan kerjasama anak dalam proses pembelajaran.