Articles

Found 3 Documents
Search

The Younger the Happier Agustina, Sherly
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.925 KB)

Abstract

ABSTRACT: The school should be a place to spend time by playing and enjoying their childhood and adolescene. So, the school should not to becomes the main source of stress for the child. This research aimed to identify the difference in the happiness of students based on gender, age, and class’ level, as well as identify the aspects that affect the happiness of students. This research uses a quantitative approach. The sample numbered 332 respondents was selected using simple random sampling techniques, with details of the students 112 students grade 10; 108 students grade 11; and 112 students grade 12. The instruments used in the form of a detailed questionnaire “Happiness in School” compiled by researcher with reference to the five aspects of happiness according to M.E.P. Seligman (2011), which are: Positive emotion, Engagement, Relationships positive, Meaning of life or Meaningfulness, and Accomplishment categories, abbreviated as PERMA. Analytical technique used in this research is t-test, ANOVA (Analysis of Variance), and multiple regressions. There are two findings of this research, namely: the existence of a distinction based on age of happiness as well as aspects of the engagement is the most influential aspect of student’s in school. Based from these findings, it is expected that the teacher could design a class regarding to the aspects of engagement, which can increase happiness. KEY WORD: Happiness; Source of Happiness; School; Adolescent; PERMA. ABSTRAKSI: “Yang Muda yang Bahagia”. Sekolah harus menjadi tempat untuk menghabiskan waktu dengan bermain dan menikmati masa kecil dan remaja mereka. Jadi, sekolah seharusnya tidak menjadi sumber utama stres bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kebahagiaan siswa berdasarkan jenis kelamin, usia, dan jenjang kelas, serta mengidentifikasi aspek yang mempengaruhi kebahagiaan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 332 responden dipilih dengan menggunakan teknik random sampling sederhana, dengan rincian 112 siswa kelas 10; 108 siswa kelas 11; dan 112 siswa kelas 12. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner “Bahagia in Sekolah” disusun oleh peneliti dengan mengacu pada lima aspek kebahagiaan menurut M.E.P. Seligman (2011), yaitu: “Positive emotion” (Emosi positif), “Enggagement” (Keterlibatan), “Relationship positive” (Hubungan positif), “Meaning of life or Meaningfulness” (Hidup bermakna), dan “Accomplishment” (Berprestasi), disingkat PERMA. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t, ANOVA (Analisis Varians), dan regresi jamak. Terdapat dua temuan dari penelitian ini, yaitu: adanya perbedaan kebahagiaan berdasarkan usia serta aspek keterlibatan yang merupakan aspek paling berpengaruh terhadap kebahagiaan siswa selama berada di sekolah. Berpijak dari temuan tersebut, diharapkan guru dapat merancang pembelajaran dengan memperhatikan aspek keterlibatan para siswa yang dapat meningkatkan kebahagiaan mereka. KATA KUNCI: Kebahagiaan; Sumber Kebahagiaan; Sekolah; Remaja; PERMA.About the Author: Sherly Agustina, S.T.P. is a Postgraduate Student at the Study Program of Education Psychology SPs UPI (School of Postgraduate Studies, Indonesia University of Education), Jalan Dr. Setiabudi No.229 Bandung 40154, West Java, Indonesia. For academic interests, the author is able to be contacted via her e-mail address at: sherlyagustinaa@gmail.com Suggested Citation: Agustina, Sherly. (2018). “The Younger the Happier” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Volume 3(1), March, pp.45-58. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Article Timeline: Accepted (December 25, 2017); Revised (February 14, 2018); and Published (March 30, 2018).
STUDI KINETIKA DAN TERMODINAMIKA ADSORPSI TEMBAGA (II) MENGGUNAKAN ADSORBEN KITIN-SELULOSA HASIL IMPREGNASI Lesbani, Aldes; Agustina, Sherly; Hidayati, Nurlisa; Mohadi, Risfidian
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan proses impregnasi kitin dari cangkang bekicot dan selulosa dari jerami padi menggunakan tiourea sebagai impregnan. Hasil impregnasi dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer FTIR yang dibandingkan dengan spektra FTIR kitin maupun selulosa sebelum impregnasi. Selanjutnya hasil impregnasi kitin-selulosa digunakan sebagai adsorben pada adsorpsi tembaga(II). Proses adsorpsi dipelajari melalui parameter kinetika dan termodinamika dan dibandingkan dengan kitin dan selulosa sebelum impregnasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses impregnasi berhasil dilakukan yang ditunjukkan adanya bilangan gelombang baik untuk kitin maupun selulosa pada spektra FTIR. Hasil penentuan parameter kinetika menunjukkan proses adsorpsi mengikuti order laju reaksi adsorben hasil impregnasi (0,006 menit-1)  > kitin (0,005 menit-1) > selulosa (0,004 menit-1). Penentuan parameter termodinamika yang diamati dari kapasitas adsorpsi menunjukkan order kapasitas adsorpsi pada adsorben hasil impregnasi (5x10-4 mol/g) > kitin (2,5x10-4 mol/g) > selulosa (0,63x10-4 mol/g).
KONFLIK ORANGTUA-ANAK DALAM PEMILIHAN PASANGAN PADA KELUARGA DI BANGKA Agustina, Sherly; Budiarto, Yohanes; Hastuti, Rahmah
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.788 KB)

Abstract

Konflik orangtua dan anak dapat terjadi dalam berbagai hal. Salah satu permasalahan yang menjadi konflik tersebut adalah preferences mate. Konflik yang terjadi biasanya tidak dapat dihindari. Namun, dalam budaya tertentu seperti budaya kolektif, ada kecenderungan konflik tidak terjadi. Pada pemilihan pasangan sendiri terdapat berbagai karakteristik. Dalam hal ini, akan terdapat kecenderungan orangtua dan anak memiliki kesamaan dalam karakteristik yang diinginkan untuk pemilihan pasangan. Namun, orangtua dan anak juga dapat memiliki perbedaan mengenai karakteristik yang diinginkan dalam pemilihan pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik orangtua dan anak yang terjadi pada keluarga di Bangka. Selain itu, penelitian ini juga ingin mengetahui karakteristik yang paling didambakan maupun yang paling tidak didambakan dalam preferences mate oleh keluarga di Bangka. Data penelitian ini diambil dari 178 partisipan orangtua dan anak yang tinggal di Bangka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat konflik antara orangtua dan anak dalam preferences mate. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa karakter baik dan pengertian merupakan karakter yang paling didambakan dalam preferences mate oleh partisipan penelitian. Selain itu, untuk karakteristik yang paling tidak didambakan oleh partisipan penelitian ini adalah sarjana.