Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH LAWATAN SEJARAH TERHADAP KESADARAN SEJARAH PADA SISWA Wiwin, Wiwin
Indonesian Journal of History Education Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jepara has a museum that can be used as a medium of learning, especially history. The museum is Education is very important in delivering human resources. No other to achieve better education lessons in schools should not only use the methods of teacher centered as well as still found in classes at SMAN 1 Muntilan. The teachers are still using the lecture method is still considered powerful when used in teaching, in curriculum subjects in 2013 with increased time history lecture method will only membuatpeserta students bored, so it needs a new breakthrough in teaching one of them with a tour of the history of which is expected to be able to increase awareness student of history.  Pendidikan sangat berperan penting dalam mengantarkan sumber daya manusia. Tidak lain untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik lagi seharusnya pembelajaran di sekolah tidak hanya menggunakan metode teacher centered seperti halnya yang masih ditemukan pada kelas-kelas di SMA Negeri 1 Muntilan. Para pengajar masih menggunakan metode ceramah yang masih dianggap ampuh saat digunakan dalam mengajar, di dalam kurikulum 2013 dengan mata pelajaran sejarah waktunya bertambah metode ceramah hanya akan membuatpeserta didik bosan, sehingga perlu trobosan baru dalam mengajar salah satunya dengan lawatan sejarah yang diharapkan akan mampu menambah kesadaran siswa terhadap sejarah.  
Pengembangan Hukum Wasiat Wajibah Terhadap Anak Tiri (Studi Analisis Putusan MA No:554 K/AG/2011 tgl 19 maret 2012) Wiwin, Wiwin
MAQASID Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.037 KB)

Abstract

Islam merupakan agama rachmatanlilalaminyang berusaha mengatur umatnya agar tercipta rasa keadilan, kesejahteraan, kedamaian dalam melakukan hubungan social antara manusia satu dengan yang lainnya, khususnya di dalam hubungan satu keluarga dengan melaksanakan norma-norma hukum yang sudah diatur dalam Al-Quran dan Hadits. Salah satu hubungan dalam kekeluaragaan adalah menyangkut masalah kewarisan.Naluri manusia yang menyukai harta benda tidak jarang memotivasi seseorang untuk menghalalkan berbagai cara untuk memperoleh harta warisan. Akibat motivasi tersebut sering terjadi perkara gugat waris di pengadilan- pengadilan khususnya di Pengadilan Agama. Seiring dengan banyak macam dan variasi perkara yang masuk ke Pengadilan Agama tidak menutup kemungkinan hakim sesuai kewenangannya dapat menciptakan dan membuat terobosan hukum atas perkara yang belum ada peraturan hukumnya.Salah satu kasus gugat waris yang terjadi di Pengadilan Agama Ternate yang oleh Mahkamah Agung dibakukan menjadi bentuk hukum baru dalam Putusan Mahkamah Agung tertanggal 19 Maret 2012 dalamperkara No. 554 K/AG/2011 jisPutusan Pengadilan Tinggi Maluku UtaraNo. 1/Pdt.G/2011/PT.MU jis Putusan Pengadilan Agama Ternate No. 238/Pdt.G/PAT tesangat menarik untuk dianalisis. Putusan Mahkamah Agung yang memberi hak anak tiri melalui instrument wasiyat wajibah sangat progresif dalam pengembangan hukum positif di Indonesia khususnya tentang wasiyat wajibah sebab instrument hukum tersebut selama ini hanya sebatas untuk anak angkat dan ahli waris yang menganut agama yang berbeda, Dasar perlindungan hukum anak tiri seandainya terjadi gugatan pembagian harta warisan adalah pemberian wasiat wajibah berdasarkan Alquran Surat Al Baqarah Ayat 180 yang dalam sebagian terjemahan dari ayat tersebut bersifat diwajibkan, sebagaimana didukung oleh Putusan Mahkamah Agung atas perkara No. 554 K/AG/2011 tertanggal 19Maret 2012.Lahirnya yurisprudensi atas perkara No. 554 K/AG/2011tertanggal 19Maret 2012 untuk sementara ini belum bisa dikatakan telah menjadi stare dicisis sebab kurang memenuhi syarat dan kedudukannya belum terlalu kuat jika dipakai sebagai dasar gugatan pembagian harta warisan anak tiri, untuk itu perlu kasus-kasus yang sama bentuknya dan Yurisprudensi yang telah ada dipakai referensi oleh hakim lain nya untuk memutus kasus sejenis. Kata Kunci :Wasiyat Wajibah Untuk Anak Tiri.
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS III SDN SUKARAJA II PADA MATERI PELESTARIAN LINGKUNGAN Wiwin, Wiwin; Sujana, Atep; Julia, Julia
Jurnal Pena Ilmiah Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pena Ilmiah
Publisher : Jurnal Pena Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.453 KB)

Abstract

Creative thinking skills need to be applied to students, both in the home, school, and community. One way that can be done to develop and improve creative thinking skills is to apply problem-based learning. This study aimed to find out the improvement and difference in the improvement of creative thinking skill in high, medium, and low group students after being treated in the form of problem based learning. The method in this research is pre-experimental method with one-group pretest-posttest design. The samples are students grade III SDN Sukaraja II. Instruments used in this study is test and non-test. The results of this study showed that of the Paired sample t-test of the three groups and one-way anova had P-value of 0.000, this means there is a significant increase and difference in the increase in the creative thinking skills of high, medium, and low group students. 
A "Not able to live anymore": Reaction of the grieving process of the elderly dealing with chronic disease Bahtiar, Bahtiar; Sahar, Sahar; Junaiti, Junaiti; Wiarsih, Wiarsih; Wiwin, Wiwin
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol 1 No 1 (2018): International Journal of Nursing and Health Services
Publisher : International Journal of Nursing and Health Services

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.485 KB)

Abstract

Background: Psychological problems have an impact on the elderly with chronic diseases thus affecting health status. Objective: The purpose of this study was to identify the response of the elderly in dealing with chronic diseases. Methods: This study uses a descriptive phenomenology method. The population in this study were elderly who lived in Makassar City and had a chronic disease. This study illustrates the experience of 13 older adults aged 60-78 years who experience chronic disease. Results: A response felt by the elderly with chronic diseases for years, a series of grieving processes. The grieving process felt by the elderly is a psychological reaction from the suffering experienced due to symptoms and complaints of chronic illness. The series of grieving process reactions that are displayed are denial, anger, bargaining, despair, and resignation. Conclusion: The old experience with denial, anger, bargaining during chronic illness is normal. Also, the elderly could experience a desperate reaction during chronic illness due to the prolonged treatment process, and resignation reaction was a sign that the elderly were aware of the disease condition which they experienced. Recommendation: nursing intervention is needed related to grieving issues that include aspects of self, physical, social and spiritual for elderly with chronic illness. Keyword: grieving, chronic illness, elderly, family