Winarni Pratjojo, Winarni
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMBUATAN MANISAN KERING BELIMBING (Averrhoa carambola L.) DENGAN NIRA TEBU SEBAGAI PENGAWET ALAMI

Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan volume nira tebu dan konsentrasi asam sitrat terhadap sifat kimia, biologi dan organoleptik manisan kering belimbing yang dihasilkan. Uji kimia produk menghasilkan kadar air terbaik sebesar 1,7086 dan 3,0248 % pada penambahan nira tebu 700 mL dan asam sitrat 1 %. Kadar abu terbaik sebesar 0,1424 dan 0,3944 % pada penambahan nira tebu  300 mL dan asam sitrat 3 %. Kadar vitamin C terbaik sebesar 20,3280 dan 18,3897 % pada penambahan nira tebu 300 mL dan asam sitrat 3 %. Kadar gula terbaik sebesar 32,453 dan 32,295 % pada penambahan nira tebu 700 mL dan asam sitrat 3 %. Uji mikroba produk menghasilkan jumlah mikroba terbaik sebesar  1,0 x 101 koloni/gram pada penambahan nira tebu 700 mL dan asam sitrat 3 %. Uji organoleptik produk menghasilkan manisan  yang disukai para panelis adalah manisan kering belimbing manis dengan penambahan nira tebu 300 mL dan asam sitrat   3 %.

KARAKTERISASI EDIBLE FILM DARI TEPUNG BIJI NANGKA DAN AGAR-AGAR SEBAGAI PEMBUNGKUS JENANG

Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENINGKATAN KADAR N,P DAN K PADA PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN PEMANFAATAN BAT GUANO

Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS PROKSIMAT YOGHURT PROBIOTIK FORMULASI SUSU JAGUNG MANIS-KEDELAI DENGAN PENAMBAHAN GULA KELAPA (Cocos nucifera) GRANUL

Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yoghurt yang beredar di pasaran umumnya memakai bahan baku susu sapi dan pemanis gula putih atau sukrosa. Pembuatan yoghurt probiotik susu jagung manis – kedelai dengan penambahan gula kelapa granul merupakan upaya diversifikasi pangan guna memperoleh produk yoghurt nabati yang ramah bagi penderita diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penambahan gula kelapa granul sebagai pengganti sukrosa terhadap mutu kimia, kandungan proksimat serta tingkat penerimaan konsumen. Variasi yang diselidiki adalah variasi konsentrasi gula kelapa granul yang ditambahkan ke dalam produk yoghurt yakni sebanyak 3%, 6%, 9% dan 12%.  Penelitian memberikan hasil sebagai berikut: Semakin banyak gula kelapa granul yang ditambahkan akan berpengaruh pada peningkatan total asam tertitrasi dan menurunkan nilai pH dikarenakan semakin banyak asam laktat yang terbentuk, peningkatan kadar abu, protein, lemak, karbohidrat serta kadar air yang semakin rendah. Yoghurt formulasi C dengan  penambahan gula kelapa granul sebanyak 9% merupakan yoghurt yang paling banyak disukai oleh konsumen.

OPTIMALISASI PENGGUNAAN ENZIM BROMELIN DARI SARI BONGGOL NANAS DALAM PEMBUATAN MINYAK KELAPA

Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMANFAATAN PEKTIN KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca Linn) UNTUK PEMBUATAN EDIBLE FILM

Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi optimum sintesis produk kemasan makanan yang bersifat biodegradable dan dapat dimakan (edible film) serta karakterisasinya, sehingga mampu menggantikan material sintetis polipropilen. Edible film dapat disintesis dari bahan baku biopolimer pektin. Penambahan plasticizer gliserol dan variasi tepung tapioka dilakukan untuk memperbaiki karakter mekanik edible film pektin, sehingga memenuhi karakter mekanik polipropilen. Pengukuran karakter mekanik edible film pektin digunakan standar ASTM. Hasil rendemen tertinggi ekstraksi pektin adalah 0,8752 g pada suhu 70oC selama 120 menit. Karakterisasi sifat mekanik edible film pektin menunjukkan bahwa penambahan tepung tapioka 0 gram lebih berpengaruh terhadap penambahan nilai persen elongasi, sedangkan penambahan tepung tapioka 2,4 g berpengaruh terhadap nilai kuat tarik. Edible film pektin dengan kuat tarik tertinggi, yaitu 10,53 MPa pada penambahan 2,4 g tepung tapioka dan nilai persen elongasi tertinggi yaitu 20,47% pada penambahan 0 gram tepung tapioka. Hasil gugus fungsional FT-IR menunjukkan bahwa ekstraksi yang dihasilkan adalah pektin.

PEMANFAATAN KARAGENAN DALAM PEMBUATAN NUGGET IKAN CUCUT

Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UJI STABILITAS PIGMEN DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK ZAT WARNA ALAMI KULIT BUAH NAGA

Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat pewarna alami yang berpotensi untuk diekstrak adalah kulit buah naga (Hylocereus undatus). Ekstraksi antosianin dilakukan menggunakan pelarut air, asam asetat, dan asam sitrat. Penelitian ini bertujuan mencari pelarut yang tepat untuk ekstraksi dan mengetahui stabilitas pigmen antosianin, yang meliputi tiga tahap. Tahap I adalah ekstraksi zat warna merah kulit buah naga dengan pelarut air, asam asetat 10%, dan asam sitrat 10%. Tahap II, stabilitas pigmen antosianin terhadap pengaruh pH, suhu, lama penyinaran dan aplikasi sirup buah naga putih. Tahap III, penghitungan aktivitas antioksidan dalam ekstrak antosianin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah pada ekstraksi menggunakan pelarut asam sitrat 10% menghasilkan ekstrak warna merah dengan kadar antosianin 8,3556 mg/100gr dan stabilitas tertinggi selama 7 hari. Ekstrak warna stabil pada kondisi pH 2 – 5, namun terjadi penurunan pada pemanasan sampai suhu 80 ˚C dan penyinaran suhu tinggi. Aplikasi sirup buah naga menghasilkan pH 3,89 dan aktivitas antioksidan sebesar 76,71%.

SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KITOSAN-PEG (POLIETILEN GLIKOL) SEBAGAI PENGONTROL SISTEM PELEPASAN OBAT

Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi memberikan peluang penggunaan dan pengembangan material untuk penghantaran obat ke target atau mengontrol pelepasannya. Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan membran kitosan- PEG (Polietilen Glikol) bertujuan mensintesis dan mengkarakterisasi membran kitosan-PEG sebagai alternatif pengontrol sistem pelepasan obat secara in vitro. Membran kitosan divariasi komposisi massa kitosan dengan PEG, yaitu 4 : 4 (A), 5 : 4 (B), dan 6 : 4 (C). Karakterisasinya meliputi penentuan swelling index, koefisien partisi, perm-selektivitas, koefisien difusi dan permeabilitas. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa koefisien partisi membran kitosan-PEG A : B: C terhadap albumin dalam pH 7,5 berturut-urut 14,19, 30,98, dan 18,61. Hasil uji permselektivitas menunjukkan membran B merupakan membran paling selektif karena memiliki koefisien rejeksi yang lebih besar dibandingkan membran A dan C. Permeabilitas dan koefisien difusi membran B terhadap model obat albumin lebih kecil dibandingkan dengan membran A dan membran C sehingga membran B memiliki karakteristik lepas lambat terhadap albumin yang lebih lama.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KULIT JERUK NIPIS SEBAGAI PENGHILANG BAU AMIS PADA IKAN

Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghilangkan bau amis pada ikan goreng dengan cara mencampur kulit jeruk nipis dengan minyak goreng yang digunakan. Penelitian ini menggunakan kulit jeruk nipis yang sudah dioven selama 10 menit dengan suhu 60°C. Kulit jeruk nipis yang tepat untuk campuran minyak goreng dapat diketahui dengan menghitung kadar air, angka asam, dan angka peroksida paling rendah pada minyak goreng yaitu pada penambahan kulit jeruk nipis 150 g. Minyak goreng yang ditambah kulit jeruk nipis (150 g) mempunyai kadar air 0,1049 %, angka asam 0,2265 (mg NaOH/g), dan angka peroksida 3,1952 (meq/kg). Waktu menggoreng ikan yang optimum didapat saat menggoreng ikan lele dengan waktu 15 menit yang dilakukan uji organoleptik pada 10 panelis, kemudian ikan lele dianalisis komposisi kimia berupa kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein. Didapatkan komposisi kimia yang tidak jauh berbeda antara ikan lele goreng dengan ikan lele yang digoreng menggunakan minyak kulit jeruk nipis dan bau amis yang terdapat pada ikan lele dapat hilang, sehingga ikan lele layak untuk dikonsumsi dan tidak berbau amis.