Sugiyo Sugiyo, Sugiyo
Unknown Affiliation

Published : 44 Documents
Articles

Bentuk dan Faktor Determinan Perilaku Belajar Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku seseorang berdasarkan praktik atau pengalaman tertentu. Perilaku belajar merupakan semua aktivitas dalam rangka memperoleh hal, pemahaman, dan tingkah laku baru individu. Perilaku belajar mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang berpengaruh secara determinan dalam perilaku belajar bisa ditinjau dari faktor fisiologis, psikologis, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bentuk perilaku belajar mahasiswa Universitas Negeri Semarang dan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku belajar. Jenis penelitian adalah penelitian survey. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa UNNES angkatan 2010 dan 2011. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Insidental Sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Instrument tersebut telah diujicobakan untuk digunakan dalam penelitian. Metode analisis data menggunakan deskriptif persentase untuk bentuk perilaku belajar dan regresi ganda untuk faktor determinan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk perilaku belajar positif yang paling muncul adalah mencatat pada saat kuliah yaitu sebanyak 84,44% sedangkan perilaku belajar negatif adalah mengcopy tugas teman sebanyak 62,74%. Faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku belajar adalah faktor psikologis sebesar 55,6%. Simpulan dari penelitian ini adalah faktor psikologis paling berpengaruh terhadap perilaku belajar mahasiswa.   Learning is a process of change in behavior human based on practice or particular experience. Learning behavior is activity in order to gain something, understanding, and new behavior. College student learning behavior is influenced by several factors. The determinant factors that influence the learning behavior can be observed from physiological, psychological, family, school, and community. The problems studied in this research is the form of learning behavior UNNES college students and the factors affecting the learning behavior. This type of research is survey research. The population is UNNES college students grade 2010 and 2011. The sampling using an incidental sampling technique. The methods of data collection using a questionnaire. The instrument has been tested for use in this research. The Data analysis using descriptive percentages to analyze form of learning behavior and multiple regression for determinant factor. The results showed that the most positive form learning behaviors is take some note at the time of the study as 84.44% while the most negative learned behaviors are copying friends task as 62.74%. The factors that most influence of learning behavior is a psychological factor as 55.6%. The conclusions of this study are the psychological factors most influence on student learning behavior.

SUPERVISI KLINIS BERBASIS KOMUNIKASI EFEKTIF (SKBKE) UNTUK MENINGKATKAN LAYANAN SUPERVISI GURU SMK

Educational Management Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan dan menganalisis model supervisi guru mata pelajaran produktif SMK Kabupaten Karanganyar saat ini; (2) menghasilkan dan menganalisis model supervisi klinis yang tepat bagi guru mata pelajaran produktif SMK; dan (3) menguji dan menganalisis apakah model supervisi klinis berbasis komunikasi efektif valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan layanan supervisi guru mata pelajaran produktif SMK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development oleh Sugiyono (2014) yang dimodifikasi dalam empat tahap yaitu tahap studi pendahuluan, tahap pengembangan, tahap validasi, dan tahap pengujian. Hasil penelitian menunjukkan: (1) supervisi klinis selama ini dilakukan tidak melalui prosedur yang sistematis meliputi pertemuan awal, observasi mengajar, pertemuan balikan, dan tindak lanjut. Guru kurang aktif berpendapat selama layanan supervisi berlangsung; (2) model yang tepat diterapkan adalah supervisi klinis berbasis komunikasi efektif; (3) model dinyatakan valid dengan skor rata-rata validator 53,5 dari skor maksimum 60, praktis dengan respon semua responden menyatakan Sangat Baik, dan efektif dengan kenaikan nilai layanan rata-rata sebesar 36,81% dibanding sebelum diterapkannya model. Simpulan penelitian ini adalah model supervisi klinis berbasis komunikasi efektif dapat efektif untuk meningkatkan layanan supervisi bagi guru mata pelajaran produktif SMK Kabupaten Karanganyar.

SUPERVISI KLINIS HUMANISTIK UNTUK GURU SOSIOLOGI SMA

Educational Management Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  mendeskripsikan dan menganalisis supervisi klinis pada guru sosiologi SMA, menghasilkan model supervisi klinis berbasis pendekatan humanistik di Kab.  Jepara dan mengetahui keefektifan model. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development, yang dibagi dalam tiga tahap yaitu tahap studi pendahuluan, tahap pengembangan dan tahap validasi. Studi pendahuluan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, angket dan observasi. Tahap pengembangan melibatkan ahli dan praktisi,  sehingga menghasilkan model yang siap diuji coba. Tahap validasi dengan uji coba terbatas pretest–postest design dan uji statistik menggunakan uji willcoxon. Hasil uji coba menunjukan keefektifan supervisi, dalam mengajar sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakuan (postest) atau tingkat efektifitas termasuk kategori baik dan secara statistik menunjukkan keefektifan supervisi. Nilai presentase pre-test 62,33 dan post-test 83,83 sehingga terjadi kenaikan sebesar 21,5 %.

SUPERVISI AKADEMIK BERBASIS SHARING OF EXPERIENCEUNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK

Educational Management Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisa dan mendeskripsikan pelaksanaan supervisi akademik saat ini (model faktual), menghasilkan model supervisi akademik yang sesuai kebutuhan (model hipotetik), keefektifan supervisi akademik berbasis sharing of experience (model final).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development, yang dibagi dalam tiga tahap yaitu tahap studi pendahuluan, tahap pengembangan dan tahap evaluasi. Tahap pengembangan melibatkan ahli dan praktisi, sehingga menghasilkan model yang siap diujicoba. Tahap evaluasi (uji coba terbatas) menggunakan one group pretest-posttest design untuk mengetahui keefektifan model dan uji statistik menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan supervisi akademik selama ini dinilai kurang efektif. Supervisi akademik yang sesuai dengan kebutuhan guru adalah supervisi akademik berbasis sharing of experience yang melibatkan pengawas dan guru yang disupervisi. Hasil uji coba menunjukkan keefektifan supervisi, di mana terjadi peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam mengajar sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakuan (postest). Peneliti menyimpulkan model supervisi akademik berbasis sharing of experience ini efektif untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru produktif pelayaran. Model ini dapat menjadi pedoman bagi pengawas dalam melakukan supervisi akademik.

PELAKSANAAN BILINGUAL BOARDING SCHOOL (STUDI KASUS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI WINONG PATI)

Educational Management Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis peran SDM dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dalam pelaksanaan bilingual boarding school MTs Negeri Winong Pati. Penelitian ini mengguakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus desain kasus tunggal terjalin (embeded). Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi teknik, sumber dan waktu. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif. Hasil temuan menunjukkan bahwa pelaksanaan bilingual boarding school MTs Negeri Winong Pati meliputi perencanaan pelaksanaan bilingual boarding school sudah disusun dengan rapat dan semua pihak dilibatkan, akan tetapi perencanaan dalam menetapkan standar kualifikasi guru belum disusun, Pengelolaan pelaksanaan bilingual boarding school berkaitan dengan layanan pendidikan dan agenda rutin dalam proses pendampingan langsung oleh volunteer kurang optimal, Pelaksanaan bilingual boarding school dalam PBM dengan bilingual pada mata pelajaran bahasa inggris dan bahasa arab mencapai 50% dan mata pelajaran lainnya 25% hanya ditekankan pada greeting dan evaluasi dilakukan langsung oleh Waka bilingual terhadap guru dan disampaikan secara langsung atau melalui rapat. Disarankan pada madrasah agar lebih meningkatkan pengelolaan pelaksanaan bilingual boarding school sehingga dapat meningkatkan lulusan yang berkualitas dan menjadikan Madrasah Tsanawiyah Negeri Winong Pati yang unggul dengan memiliki SDM yang berkompetensi khususnya dalam bidang bilingual dan memiliki kemampuan mengajar yang sesuai dengan bidang masing-masing.

Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Peningkatan Pemahaman Self-Control Siswa

Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted based on the phenomenon that occurs in class IX students of SMP N 1 Wanasari Brebes which led to a low negative behavioral symptoms associated with the understanding of self-control. The purpose of this study was to determine the effect of group guidance services to increase students understanding of self-control. This type of research is experimental research. Experimental research is research used to search for a specific treatment effect. This study was conducted with eight times the provision of treatment on IXA grade students of SMP N 1 Wanasari Brebes, with research subjects 10 students. Data collection method used is the scale of self-control. Data were analyzed using descriptive analysis of the percentage and the Wilcoxon test. The results showed an effective learning behaviors of students categorized as moderate (55%). After being given a treatment through group guidance increased understanding of self-control students in the high category (81%). It shows that the effect of group guidance services to increase students understanding of self-control.

Keefektifan Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sodiodrama untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri

Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phenomenon in class IX C SMP Islam Ungaran shows a lack of confidence shown by feeling nervous when advanced in front of the class that looks shaky hands and legs move students who are hesitant, embarrassed when dealing with the crowds, there are students who do not venture out such class to the cafeteria because they feel less attractive appearance. Efforts are being made to reduce this problem is to provide technical guidance to the group sociodramas. The purpose of this study was to obtain empirical data on the effectiveness of the group with technical guidance services sociodramas to increase self-confidence. The population in this study were students of SMP Islam Ungaran IX C class consists of 24 students and a sample of 10 students were taken using purposive sampling. Data collection method used is the psychological scale. Data were analyzed using Wilcoxon matched pairs test. The results showed before obtaining services group with technical guidance sociodramas, the confidence of students included in the criteria are, and after obtaining technical guidance services group with confidence sociodramas criteria, students become high. Wilcoxon matched pairs test results show T (0) and T_tabel 5% (8) so that T_hitung <T_ (table) (0 <8) which means H_a received and H_0ditolak. It shows that the group with technical guidance services sociodramas effective to increase self-confidence.

THE INFLUENCE OF STUDENTS’ PERCEPTION ON SOCIAL INFORMATION SERVICES AND INDEPENDENCE TO SELF ADJUSTMENT

Unnes Science Education Journal Vol 5 No 2 (2016): July 2016
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   The phenomenon that occurs is the seventh grade students of SMP N 22 Semarang has an average adaptability 70%, while the services of social information has been provided by the teacher of guidance and counseling regularly. In addition there is a significant difference in the level of student independence. The purpose of this study is to determine and analyze the influence of students perception on social information services and independence to self adjustment seventh grade students of SMP N 22 Semarang. This research is an ex post facto with quantitative approach. The study population numbered 240 students sample taken by purposive sampling technique. Collecting data using psychological scale were tested for its validity and reliability. The data analysis used is simple and multiple linear regression. The results are (1) Perceptions of students on social information services influences self adjustment, (2) Independence influences self adjustment, and (3) Perceptions of students on social information services and independence influences self adjustment. Based on these results it can be predicted that the higher level of students perceptions on the service of social information and independence, the adaptability of students will be increased. Therefore, it is suggested that teachers of guidance and counseling should provide services that fit the needs of students so that students have a better perception on social information services and also they should foster students independence.      

THE DEVELOPMENT OF PERFORMANCE-BASED HIGH SCHOOL FINANCING MANAGEMENT MODEL OF SENIOR-HIGH SCHOOLS IN PEMALANG REGENCY

The Journal of Educational Development Vol 5 No 1 (2017): February 2017
Publisher : The Journal of Educational Development

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Three main resources of school financial management problem in Indonesia are (a) the low transparency and accountability (b) the inappropriate standard operating procedures (SOP), and (c) the inappropriate operational fund calculating system. This research aims to develop the school financial management system. This is a research and development (R&D) which implemented three main steps, i.e. (a) describing the school financial management system, (b) developing a model, and (c) validating the model. The subjects of the study were two state senior high schools in Pemalang regency. There are three main results of this research. They are the real description of the school financial management system, the model or SOP for financial management, and the model for calculating the school operational fund. After being validated, the models were proven effective.

Meningkatkan Interaksi Sosial Siswa Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Permainan Social Playing

Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data empiris tentang peningkatan interaksi sosial pada siswa kelas VII G melalui layanan bimbingan kelompok teknik permainan social playing. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII G SMP Negeri 3. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 siswa dengan kemampuan interaksi sosial tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala interaksi sosial. Metode analisis data yaitu deskriptif persentase dan uji hipotesis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini yaitu setelah memperoleh layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan social playing, kriteria interaksi sosial siswa menjadi tinggi (80.04%). Dari uji Wilcoxon diperoleh Zhitung sebesar 2.80 dan nilai Ztabel pada taraf kesalahan 0.025 dan  n=10 yaitu 1.96. Sehingga dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial pada siswa kelas VII G SMP Negeri 3 Ungaran dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan social playing. The purpose from this research is to get empirical data about the increase of social interaction in seven G student. Through guidance service group social playing games. This type of research is experimental research, the population in this research is experimental research, the population in this research is seven G students in junior high school 3 Ungaran. Sampling technique in this research was purposive sampling. The samples have been taken on this research is 10 students with the ability of social interaction is high, medium, low, and very low. Method of collecting data in this research is using social interaction scale. Analysis methods data is descriptive percentage and hypothesis testing with wilcoxon test. The result in this research is after receiving guidance service group with social playing techniques, criteria of social interaction of students is high (80.04%). Obtained from Wilcoxon test with Zcount =2.80  and Ztable if level error 0.025 and n=10 is 1,96. So it can be concivde that social interaction in seven G  students in junior high school 3 Ungaran can be enhanced by giving guidance service group with social playing techniques.

Co-Authors Abdul Kholiq Achmad Slamet Anggraeni, Tika Anwar Sutoyo Arief Yulianto Arinata, Firdian Setiya Aulia Ika Sadewi, Aulia Ika Awalya Awalya, Awalya Catharina Tri Anni, Catharina Tri Cheristiyanto Cheristiyanto, Cheristiyanto Danang Januar, Danang Desy Tri Haryanti, Desy Tri Dewi Pradnya Paramita, Dewi Pradnya Distira, Riski Putra Ayu Dwi Purwaningsih, Dwi Dwi Yuwono Puji Sugiharto, Dwi Yuwono Puji Dwikintari, Aulia Edy Purwanto Eko Nusantoro Enny Yulianti, Enny ganang bachtiar, ganang Hartati, Maria T. S Indrajaya, Ary Bima Jianzhong J Hong, Jianzhong J Joko Sutarto Joko Widodo Juminah, Juminah Kustiono Kustiono, Kustiono Lacksana, Indra Lita Latiana Mahanani, Sari Maman Rahman, Maman Masrukan Masrukan Muhammad japar, Muhammad Muhlisin Muhlisin Mukaromah, Devy Mulawarman Mulawarman Muliasari, Mona mungin eddy wibowo, mungin eddy Ninik Setyowani noor halida fitriawati ghozali, noor halida fitriawati Nur Sholihah, Nur Nurdiyanti, Isro’ah Dwi Nurlaily Mauludiyah, Nurlaily Nurul Rizkiana, Nurul P, Yekti Endah Puji Sugiharto, Dwi Yuwono Puspitasari, Yeny Sukma Dian Rasdi Ekosiswoyo Retno Ekaningrum, Ifada Riduwan, Muhd. Riskiyani, Dwi S, Nuril Hidayanti Samsudi Samsudi Sania Nur Hanifa, Sania Nur Santy Indrias Tuti, Santy Indrias Sari, Anggie Nurfitria Sari, Nurul Enggar Permana Selvya Yuliandita, Selvya Sigit Gunawan Sinta Saraswati Siti Anisa Slamet Hariyadi Slameto Slameto Suharso Suharso Sunawan Sunawan Tyas Prastiti, Tyas Wagimin Wagimin, Wagimin Wahyu Hardyanto Wandansari, Carissa Octora Wasino Wasino Widiyanto Widiyanto Widyaningrum, Desy Noor Linna Yuli Kurniawati Sugiyo Pranoto, Yuli Kurniawati Sugiyo