Ahmad Syarief, Ahmad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

APLIKASI ALAT PERAGA ANALISA GANGGUAN PENGENDALI ELEKTROMAGNETIK PADA MATA PELAJARAN MENGOPERASIKAN SISTEM PENGENDALI ELEKTROMAGNETIK KELAS XI SMK N 3 SEMARANG Syarief, Ahmad; Isdiyarto, Isdiyarto
Edu Elektrika Journal Vol 4 No 1 (2015): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mata pelajaran produktif dibutuhkan media pembelajaran secara visual yaitu sebuah alat peraga.  Alat peraga dapat mempermudah guru menyampaikan materi dan siswa dapat menerima materi. . Berdasarkan hasil observasi di SMK N 3 Semarang pada mata pelajaran mengoperasikan sistem pengendali elektromagnetik khususnya pada kompetensi dasar melacak gangguan pada sistem kontrol berbasis relay atau kontaktor magnetik, nilai tertinggi siswa adalah 80, nilai terendah siswa adalah 30. Kriteria ketuntasan minimal ( KKM ) 75 dengan nilai rata – rata siswa  62 maka hasil belajar siswa belum tuntas. Ada dugaan siswa belum dapat menerapkan materi bagaimana cara melacak gangguan pada sistem pengendali elekrtomagnetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sistem pengendali elektromagnetik yang diberi pengajaran menggunakan alat peraga dengan siswa yang tidak menggunakan alat peraga. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental yaitu Nonequivalent Control Group Design. Analisis data yang digunakan meliputi uji t. Pada penelitian ini terdapat perbedaan hasil belajar kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, berdasarkan uji t didapat nilai t(hitung) sebesar 2,72, t(hitung) tersebut lebih besar dari pada nilai t(tabel) yaitu sebesar 2,00. Jadi dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan alat peraga dan yang tidak menggunakan alat peraga. Sebagai saran dalam proses pembelajaran Mengoperasikan Sistem Pengendali Elektromagnetik supaya menggunakan alat peraga analisa gangguan pengendali elektromagnetik.  In the productive subjects required visual learning media is a props. Props can make teachers deliver the material and student can receive material. Based on observations in SMK N 3 Semarang on subjects particularly electromagnetic control system operates specially on the basis of competency tracking control system based on the distruption of the relay or magnetic contactor, highest grade of students is 80, the lowest grade of students is 30.  The minimum completeness criteria 75, students value avarage 62 result hadn’t student learning. There are allegations of students haven’t been able to apply the maerial how to track disturbances in the electromagnetic control system. This research aims to find out if there is a difference in students learning outcomes in subjects with electromagnetic control system using props with teaching students who don’t use props. This research used Quasi Experimental it’s Nonequivalent Control Group Design. The analysis of the data used include t-test. On the research, there are differences in learning outcomes of the experimental group and control group, based on the obtained value t test t (count) by 2.72, t (count) is greater than the value of  t (table) that is  2.00. So it can be concluded there is a difference in learning outcomes between students who use props and who do not use props. As a suggestion in the learning process so that the Electromagnetic Control System Operate using props analysis controlling electromagnetic interference.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Komitmen Organisasi dan Perilaku Kewargaan Organisasi Syarief, Ahmad; Maarif, M. Syamsul; Sukmawati, Anggraini
Jurnal Manajemen dan Organisasi Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Manajemen dan Organisasi
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.1 KB) | DOI: 10.29244/jmo.v8i3.22447

Abstract

ABSTRACTOrganizational commitment and extra role behavior of the employees in the workplace is needed by every institution for service excellent to stakeholders and can be implemented very well. Many factors influence the organizational commitment and extra role of the employee. Among them are leadership style and organizational culture. This study aims to analyze the influence of transformational leadership and organizational culture on organizational commitment and organizational citizenship behavior. The data was collected by distributing 115 questionnaires to the employee of the Faculty of Economics and Business of the Universitas Indonesia. Analytical tool used Structural Equation Modeling (SEM). The results showed that transformational leadership style did not affect organizational commitment; furthermore organizational culture had a significant influence on organizational commitment. Transformational leadership had an influence on the organizational citizenship behavior, organizational culture did not affect organizational citizenship behavior, and organizational commitment had a significant effect on organizational citizenship behavior. ABSTRAKKomitmen organisasi dan sikap ekstra peran karyawan dalam bekerja sangat dibutuhkan oleh setiap institusi agar pelayanan terhadap pemangku kepentingan dapat dilaksanakan dengan sangat baik. Banyak faktor yang mempengaruhi komitmen dan sikap ekstra peran pada karyawan. Diantaranya adalah gaya kepemimpinan dan budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap komitmen organisasi dan perilaku kewargaan organisasi. Pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran sebanyak 115 kuesioner kepada karyawan tenaga kependidikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Alat analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan gaya kepemimpinan transformasional tidak mempengaruhi komitmen organisasi, budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi. Kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh terhadap perilaku kewargaan organisasi, budaya organisasi tidak mempengaruhi perilaku kewargaan organisasi, dan komitmen organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku kewargaan organisasi.