p-Index From 2014 - 2019
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Rekayasa Catharsis
Muh. Ibnan Syarif, Muh. Ibnan
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

TOPENG SENI BARONGAN DI KENDAYAKAN TEGAL: EKSPRESI SIMBOLIK BUDAYA MASYARAKAT PESISIRAN

Catharsis Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran seni dalam kehidupan manusia menjadi salah satu kebutuhan bagi manusia. Salah satunya topeng seni barongan di Kendayakan Tegal. Bentuk topeng mengarah pada keislaman dan masih mempertahankan bentuk terdahulu. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini: (1) bagaimana bentuk topeng dalam seni barongan di Kendayakan Tegal?; (2) mengapa bentuk topeng dalam seni barongan di Kendayakan Tegal mengekspresikan secara simbolik budaya pesisiran?. Metode dan pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan kajian interdisiplin. Analisis data seni dengan intra dan ekstraestetik. Hasil penelitian yang pertama, topeng seni barongan terdiri dari Capluk, Gendruwo Lanang, Gendruwo Wadon, Singa, dan Buroq. Bentuk visual topeng memiliki gaya imajinatif dan stilaisi dengan corak sederhana serta variatif. Warna topeng cerah dan tegas. Topeng juga terkait dengan nilai kosmologis, klasifikasi simbolik, dan orientasi kehidupan. Kedua, topeng seni barongan sebagai praktik budaya masyarakat Desa Kendayakan berada di kawasan pesisir menghasilkan produk budaya berupa topeng seni barongan yang mengekspresikan secara simbolik budaya pesisiran. Topeng seni barongan dahulu memiliki unsur-unsur budaya Hindu bergeser menjadi budaya dan simbol Islam sebagai legitimasi yang kuat pada masyarakat Kendayakan serta bertujuan sebagai media syiar Islam.

MASJID JAMI’ PITI MUHAMMAD CHENG HOO PURBALINGGA: REFLEKSI AKULTURASI BUDAYA PADA MASYARAKAT PURBALINGGA

Catharsis Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Cheng Hoo Purbalingga memiliki bentuk yang unik dan menarik, serta berada di tengah-tengah muslim Jawa yang secara umum memiliki kepercayaan/keyakinan dan budaya berbeda dengan muslim Cina Purbalingga. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini: (1) bagaimana perwujudan akulturasi pada bentuk masjid; (2) bagaimana pola-pola hubungan dan keterlibatan muslim Jawa dan Cina; dan (3) bagaimana fungsi Masjid Cheng Hoo Purbalingga. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan interdisiplin (sosial, budaya, dan seni). Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Pemeriksaan data dengan triangulasi, member checking, dan rich and thick description. Prosedur analisis data dengan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Cheng Hoo Purbalingga merefleksikan akulturasi budaya pada masyarakat Purbalingga. Refleksi tampak pada hal-hal sebagai berikut. Pertama, Masjid Cheng Hoo Purbalingga benar-benar hasil akulturasi budaya, yaitu antara nilai-nilai Islam, unsur budaya Arab, Jawa, Cina, dan Hindu. Kedua, terdapat pola-pola hubungan dan keterlibatan muslim Jawa dan Cina dalam memunculkan gagasan tentang Masjid Cheng Hoo Purbalingga berkaitan dengan pengembangan ide/gagasan, pendirian, dan pemilihan nama masjid, baik yang berada di dalam maupun luar Purbalingga. Ketiga, Masjid Cheng Hoo Purbalingga memiliki fungsi berkaitan dengan ekspresi, fungsi individu, sosial, dan budaya.

PELATIHAN MENGAJAR SENI RUPA BERBASIS KONSERVASI LINGKUNGAN BAGI PARA GURU SEKOLAH DASAR

Rekayasa Vol 16, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang (1) konsep pendidikan dan pembelajaran seni rupa, (2) memilih jenis seni rupa dan media berkarya berdasarkan Kurikulum 2013, (3) berkarya seni rupa sesuai dengan prosedur, dan (4) membuat RPP dan penerapannya di kelas kepada Guru SD. Penataran dengan metode ceramah, tanya-jawab dan brainstorming dilakukan sebagai bentuk pemberian pemahaman tentang konsep pendidikan dan pembelajaran seni rupa di SD. Workshop untuk menganalisis kurikulum terkait dengan berbagai istilah, jenis dan media seni rupa di SD. Peserta terdiri dari empat SD Negeri di Kecamatan Ungaran Timur. Oleh karena keterbatasan waktu dari pihak mitra, maka kegiatan pelatihan dilangsungkan mulai 29 April sampai dengan 22 Juli 2017; dilaksanakan setiap hari Sabtu, dari pukul 08.00-12.30, dan penyusunan rancangan pembelajaran berikut penerapannya dilakukan mandiri dengan monitoring Tim.

Arts Education in Pesantren (Islamic Boarding School) : an Aesthetic Expression of Students’ Drawing in MTs Al Asror Semarang

Catharsis Vol 7 No 2 (2018): August 2018
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren Environment is an environment that has different characteristic from other environments. The research purpose is to observe the problem of aesthetic expression of Pesantren students’ drawing, the environment that influences them. Qualitative method was used with descriptive qualitative approach. Data collection techniques were observation, interview, and document study. data validity techniques used source triangulation, technique triangulation, and member checking. Data analysis procedure used data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results show; first, aesthetic expression of students’ painting shows the visual uniqueness in the lines, looks, shapes, textures, colors, and aesthetic principles. Second, environment that influences, natural-physical environment, social environment, Pesantren cultural environment that is manifested in a form of any symbol that relates to Pesantren.