Hasty Widyastari, Hasty
Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, FIK, UNNES

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Status Gizi, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein terhadap VO2 Maks Widyastari, Hasty; Setiowati, Anies
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh status gizi , tingkat asupan energi (TKE) dan protein (TKP) terhadap VO2 maks. Penelitian ini merupakan observasional analitik ini dilakukan secara cross sectional pada 20 sampel yang diambil secara acak sederhana pada 50 orang populasi. Sebagai populasi adalah mahasiswa semester III PKG PGSD Jurusan PJKR UNNES berusia 20-30 tahun, sehat saat penelitian dan bersedia dijadikan sampel penelitian. Status Gizi dinilai berdasarkan IMT (BB/TB2 ), TKE dan TKP dari hasil recall 24 jam sedangkan VO2 Maks diukur dengan tes Balke lari 15 menit. Analisis univariat menggunakan nilai rerata IMT, TKE dan TKP serta distribusi frekuensi. Analisis bivariat dengan korelasi Pearson. Hasil penelitian :  rerata IMT 22,5 ± 2,9 kg/m2, asupan energi 1791,5 ± 428,8 kklal, asupan protein 40,6 ± 14,3 gram, VO2 maks 37,1 ± 6,2 ml/kgBB/menit, 60% mahasiswa mempunyai IMT normal, 90% TKE dan 70% TKP kurang. Hasil analisis korelasi pearson diperoleh hasil tidak terdapat hubungan antara  IMT , tingkat asupan energi, tingkat asupan protein dengan VO2 maks (IMT , p= 0,816 ; r= -0,056 ), (TKE, p= 0,142 ; r= -0,341), (TKP, p= 0,267 ;  r=-0,261. Simpulan: terdapat faktor-faktor lain yang berpengaruh pada VO2 maks selain IMT, TKE dan TKP.
Dasa Wisma Bebas Penyakit Berbasis Lingkungan Melalui Home Environmental Health and Safety Wijayanti, Yuni; Widyastari, Hasty
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.18321

Abstract

Abstrak Dukuh Persen pada tahun 2016 mendapat sertifikat “Daerah Kumuh” di Kota Semarang. Kondisi lingkungan sekitar rumah warga sebagian besar terlihat masih kotor tidak sehat, kejadian penyakit berbasis lingkungan masih ada, pengetahuan dan sikap tentang Home Environmental Health and Safety (HEHS) juga masih kurang. Tujuan dari intervensi ini adalah untuk mengetahui pengaruh peningkatan pengetahuan penjamah makanan melalui implementasi Home Environmental Health and Safety (HEHS). Penelitian eksperimen ini menggunakan desain One Group Pre test-Post test. Metode pelaksaan intervensi terdiri dari diskusi dengan tokoh masyarakat, pembentukan kader, pelatihan, praktik, dan metode pemecahan masalah. Evaluasi terhadap keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan instrumen-instrumen yang berupa tes, kuesioner, dan observasi langsung. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebelum intervensi nilai rata-rata pretes dari peserta kegiatan sebesar 6,57 memiliki pengetahuan tentang penerapan HEHS. Setelah dilakukan intervensi, tingkat pengetahuan peserta meningkat menjadi 7,80. Terjadi peningkatan pengetahuan pada peserta yang ditunjukkan dengan meningkatnya persentase pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan intervensi dilakukan. Abstract Dukuh Percent in 2016 was certified "Slum Area" in Semarang City. The environmental conditions surrounding the residents' homes were largely seen to be unhealthy, the incidence of environment-based diseases still existed, knowledge and attitudes about the Home Environmental Health and Safety (HEHS) were also lacking. The purpose of this intervention was to examine the effect of increased knowledge of food handlers through the implementation of the Home Environmental Health and Safety (HEHS). This experimental study used the design of One Group Pre test-Post test. Intervention method consisted of discussions with community leaders, cadre formation, training, practice, and problem-solving methods. Evaluation of the success of community service activities was done with the instruments in the form of tests, questionnaires, and direct observation. From the research results it was known that before the intervention the average value of pretest from the participants of activity of 6.57 have knowledge about the application of HEHS. After intervention, the participant's knowledge level increased to 7.80. There was an increase in knowledge to the participants as indicated by the increased percentage of knowledge before and after the intervention activity was carried out. Keyword : environment-based disease, homeless mother, HEHS