Cut Morina Zubainur, Cut Morina
Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Syiah Kuala

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

Strategi Mengajar Calon Guru yang Mendapat Pendampingan

Didaktik Matematika Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.094 KB)

Abstract

Abstract. Pedagogical Content Knowledge (PCK) of teachers is an important aspect of professional teachers. PCK teacher originally developed through a process of education at the Institute of Education of Teaching. In addition to theoretical study, during LPTK prospective teachers are also trained through the Training Field Experience (PPL) to gain concrete experience. Assistance for implementing PPL expected to increase PCK prospective teachers. It is for prospective teachers menjembatanikesenjangan understanding of the theory gained with experience gained. The purpose of research is to analyze the strategies of teaching prospective teachers who get assistance and determine the students understanding is based on the strategy undertaken by prospective teachers. Subjects were a student of Mathematics Education who are conducting PPL and students in the first semester of the academic year 2015/2016 in SMPN 1 Banda Aceh. Data strategy to teach prospective teachers collected through observation of learning activities and interviews of prospective teachers and tests. Data were analyzed based on indicators PCK through the description of the implementation of learning activities prospective teachers. The result showed that the strategy of teaching prospective teachers who receive assistance are already using learning strategy and approach to scientific, it is in choosing the right strategy, the right to choose the context, effective in using time allocation, has designed activities that are appropriate to present the concept of algebra, linking concepts algebra with everyday life in instruction and implementing the learning process in accordance with the design of learning activities. Student understanding based teaching strategies prospective teachers who received student assistance is easy to understand the material and can solve problems that relate to the material.

Pemanfaatan Smart Board pada Materi Transformasi di Kelas VIII SPK SMP Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School Banda Aceh

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan media pembelajaran berbasis IT telah diaplikasikan dalam dunia pendidikan khususnya pada pembelajaran matematika. Guru di SPK SMP Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School Banda Aceh telah memanfaatkan smart board sebagai media untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaan media tersebut perlu diukur terutama pada aspek pemanfaatannya dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan smart board dalam proses pembelajaran materi transformasi. Jenis penelitian yang dijalankan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah satu orang guru matematika di kelas VIII SPK SMP Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School Banda Aceh. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi dan wawancara. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi pengajaran guru dan lembar pedoman wawancara guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan smart board yang dilakukan oleh guru di kelas VIII telah memenuhi sepuluh aspek yang diamati. Kesepuluh aspek pengamatan tersebut meliputi pemanfaatan smart board yang dilakukan oleh guru pada tahap apersepsi dan memotivasi siswa. Guru juga memanfaatkan smart board sebagai media pengganti papan tulis, yaitu sebagai sarana untuk menulis, menggambar, menyelesaikan soal-soal dan menampilkan buku paket pembelajaran matematika. Guru mendampingi dan membimbing siswa dalam penyelesaian persoalan dan memeriksa jawaban siswa serta menanggapi dan meluruskan jawaban siswa yang terdapat pada layar smart board. Selain itu guru juga memanfaatkan smart board sebagai media untuk menampilkan power point dan memutar video pembelajaran transformasi. Kata Kunci:     Pemanfaatan media pembelajaran, Smart board, Transformasi.

Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP melalui Model Problem Based Learning

Didaktik Matematika Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.682 KB)

Abstract

Creative thinking ability of students is still low and less attention in the implementation of the learning of mathematics. Some efforts are needed to foster creative thinking ability because of lack of creative thinking ability in the learning of mathematics. One of effort is applying Problem Based Learning (PBL) Model. The purpose of this research was (1) to describe the creative thinking ability of students during the learning process with PBL Model, and (2) to determine the increase of the creative thinking ability of students after implementation of PBL model. This research used mixed methods with concurrent triangulation strategy. Samples were selected by random sampling from all grade 8 students from one of junior high school at Banda Aceh, those were 28 students in class VIII-3. The instrument used to obtain data of the creative thinking ability of students after learning with PBL Model was test and observation. The instrument used to obtain data to determine the increase of the students’ creative thinking ability after learning with the PBL model were pretest and posttest. Test and observations were analyzed by using an assessment rubric of creative thinking abilities with descriptive qualitative method. The result of pretest and posttest were analyzed by statistical tests using t-test. The results showed that the students were creative in solving problems during the learning process with model of PBL. There was increasing creative thinking abilities of students after learning with PBL Model. The implication of this research indicates that creative thinking abilities of students increase through PBL model.

Pembelajaran Menemukan Nilai PHI(π) melalui Pendekatan Matematika Realistik di Sekolah Dasar

Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak implementasi Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dalam mengajarkan nilai  melalui pendekatan matematika realistik. Penelitian ini mendeskripsikan implementasi Hypothetical Learning Trajectory (HLT) melalui penelitian Design Research yang terdiri atas tiga tahap yaitu (i) preparing for the experiment, (ii) the teaching experiment, dan (iii) the retrospective analysis. Penelitian ini melibatkan satu orang guru dan 28 siswa kelas V MIN Rukoh, Banda Aceh. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, video pembelajaran, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HLT yang dikembangkan dapat membantu siswa melukis titik pusat dan diameter benda berbentuk lingkaran, menemukan nilai yang paling akurat hasil pembagian keliling dengan diameter lingkaran yaitu  Kendala  dalam penelitian ini adalah siswa kesulitan melakukan operasi pembagian bilangan desimal.The purpose of this study was to determine the impact of the implementation Hypothetical Learning Trajectory (HLT) in teaching the value of π through realistic mathematics approach. This study describes the implementation Hypothetical Learning Trajectory (HLT) through research Design Research, which consists of three stages: (i) preparing for the experiment, (ii) the teaching experiment, and (iii) the retrospective analysis. The study involved one teacher and 28 students of class V MIN Rukoh, Banda Aceh. Data were collected through observation sheets, instructional videos, and field notes. The results showed that the HLT developed to help students paint the center and diameter of a circle-shaped object, find the most accurate value of the division of the circumference to the diameter of the circle is π = 3.14. Constraints in this study were students’ difficulty performing division operation decimals.

Pembelajaran Menemukan Nilai PHI(?) melalui Pendekatan Matematika Realistik di Sekolah Dasar

Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak implementasi Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dalam mengajarkan nilai melalui pendekatan matematika realistik. Penelitian ini mendeskripsikan implementasi Hypothetical Learning Trajectory (HLT) melalui penelitian Design Research yang terdiri atas tiga tahap yaitu (i) preparing for the experiment, (ii) the teaching experiment, dan (iii) the retrospective analysis. Penelitian ini melibatkan satu orang guru dan 28 siswa kelas V MIN Rukoh, Banda Aceh. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, video pembelajaran, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HLT yang dikembangkan dapat membantu siswa melukis titik pusat dan diameter benda berbentuk lingkaran, menemukan nilai yang paling akurat hasil pembagian keliling dengan diameter lingkaran yaitu Kendala dalam penelitian ini adalah siswa kesulitan melakukan operasi pembagian bilangan desimal.The purpose of this study was to determine the impact of the implementation Hypothetical Learning Trajectory (HLT) in teaching the value of ? through realistic mathematics approach. This study describes the implementation Hypothetical Learning Trajectory (HLT) through research Design Research, which consists of three stages: (i) preparing for the experiment, (ii) the teaching experiment, and (iii) the retrospective analysis. The study involved one teacher and 28 students of class V MIN Rukoh, Banda Aceh. Data were collected through observation sheets, instructional videos, and field notes. The results showed that the HLT developed to help students paint the center and diameter of a circle-shaped object, find the most accurate value of the division of the circumference to the diameter of the circle is ? = 3.14. Constraints in this study were students difficulty performing division operation decimals.

Pengenalan Sifat dan Karakteristik Tabung dengan Pendekatan Matematika Realistik

Didaktik Matematika Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.884 KB)

Abstract

The learning process of mathematics, especially the one related to the characteristic of cylinder, at elementary school or at the other higher level of school only required the students to memorize the concept of it without comprehending its meaning. Based on that reason, it is a need to have an appropriate learning approach to help the students in understanding the characteristics of cylinder. This research aims to describe the learning activity of cylinder characteristic by using Realistic Mathematics Education (RME). There were five students of grade V from SDN 3 Sigli who were involved in this study.Byusing the approach, the students were motivated to learn about cylinder characteristics more meaningfully. The use of the appropriate context that matches with the students’ culture also became a strong foundation for them in possessing a meaningful experience toward the material. It also can lead them to have more formal learning experiences (identifying the characteristics of cylinder). There were three kinds of activities that are conducted in the study and were related to introduction the characteristicsof cylinder. They were glueing by using different colour, drawing a tissue place, and unloading the model of the tissue place. The use of concrete objects that relates to the culture of the students to develop their ability in understanding the material of the cylinder was the first step in learning the cylinder volume concept

Miskonsepsi Konsep Prasyarat Aljabar Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Didaktik Matematika Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.894 KB)

Abstract

The concept of algebra prerequisites that must be understood by primary school teachers (SD) including: (1) concept of numbers and numerical operations, (2) the ratio/proportion, and (3) the order of operations. The third prerequisite concept also needs to be understood as a candidate in primary students in elementary uru. Lack of understanding of the concept of preconditions can lead to misconceptions in students. The researchers aim to analyze the misconceptions of what happens to students in primary prerequisite to the concept of algebra. The study involved five students in primary UIN Ar-Raniry. Data obtained through diagnostic tests and interviews so analyzed descriptively qualitative. The results showed that students in primary experiencing misconceptions on the concept of algebra prerequisites are: the concept of fractions, prime numbers, integers, mixed operations, and operations on fractions. The implication of the study is the need for efforts to improve understanding of student teachers, especially students in primary through appropriate measures. 

Hasil Belajar Siswa pada Materi Segiempat melalui Model Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) di Kelas VII SMP Negeri 18 Banda Aceh

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.405 KB)

Abstract

Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar matematika yaitu kecerdasan, kesiapan anak, bakat anak, kemauan belajar, minat anak, model penyajian materi, pribadi dan sikap guru, suasana belajar, kompetensi guru dan kondisi masyarakat.Banyak kendala yang dihadapi seperti dalam hal ketelitian, visualisasi, kecepatan dan ketepatan dalam menghitung.Hambatan-hambatan ini menciptakan sugesti buruk terhadap matematika sehingga minat dan hasil belajar siswa menjadi rendah.Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa yaitu dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajarsiswa di kelas VII SMP Negeri 18 Banda Aceh melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS pada materi segiempat. Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan jenis penelitian Pre Experimental Design. Desain yang digunakan adalahOne Group Pretest-Postest Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswakelas VII SMP Negeri18 Banda Aceh, sedangkan sampelnya seluruh siswakelas VII1 dengan banyak siswa 26 siswa. Teknik pengumpulan data digunakan dengan tes hasil belajar yang dilakukan diawal pembelajaran (pretest) dan diakhir pembelajaran (protest). Pengolahan data di lakukan dengan menggunakan uji t berpasangan pada taraf signifikan (α) = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = 25. Dari perhitungan tersebut thitungttabel (4,78Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VII SMP 18 Banda Aceh.Kata kunci: model pembelajaran TPS, Hasil Belajar, materi Segiempat

Level Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education di Kelas VII MTsN 1 Banda Aceh

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.345 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis amat diperlukan siswa untuk menghadapi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Kenyataan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa masih rendah. Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dapat dilaksanakan guru untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Pendekatan ini memberi kesempatan kepada siswa menemukan sendiri konsep matematika melalui penyelesaian berbagai masalah kontekstual. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui level kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pembelajaran dengan pendekatan RME. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-2 MTsN 1 Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan instrumen tes uraian harian. Kemampuan berpikir kreatif dalam penelitian ini diukur melalui empat indikator yaitu memahami masalah, kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk indikator memahami masalah, sebanyak 4 (11.5%) siswa berada pada level 0, 4 (11.5%) siswa berada pada level 2, 7 (20%) siswa berada pada level 3 dan 20 (57%)  siswa berada pada level 4. Untuk indikator kefasihan, sebanyak 8 (22.9%) siswa berada pada level 1 dan 27 (77.1%)  siswa berada pada level 4. Untuk indikator fleksibilitas, sebanyak 4 (11.5%) siswa berada pada level 0, 1 (2.8%) siswa berada pada level 1, 18 (51.4%) siswa berada pada level 2 dan 12 (34.2%) siswa berada pada level 4. Untuk indikator kebaruan, sebanyak 33 (94.2%) siswa berada pada level 0 dan 2 (5.8%) mencapai berada pada level 2.  Kata Kunci:         Pendekatan realistic mathematic education, Kemampuan berpikir kreatif, Pecahan.

Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa melalui Pembelajaran dengan Model Treffinger pada Materi Segiempat

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.984 KB)

Abstract

Salah satu kemampuan matematis yang masih memerlukan perhatian guru dalam pembelajaran matematika yaitu kemampuan berpikir kreatif. Kemampuan ini belum seperti yang diharapkan. Pengembangan kemampuan berpikir kreatif dapat diupayakan melalui pembelajaran dengan menerapkan model Treffinger. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi segiempat melalui pembelajaran dengan model Treffinger. Sebanyak 19 siswa kelas VII SMP Negeri 16 Banda Aceh dilibatkan dalam penelitian ini. Data penelitian dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kreatif. Data penelitian dianalisis dengan merelevansikan jawaban siswa dengan kriteria dari kemampuan berpikir kreatif yaitu kelancaran, keluwesan dan kebaruan. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu sebanyak 19 siswa memenuhi kriteria kelancaran untuk soal nomor 1 tentang pengetahuan dan 4 dari 19 siswa memenuhi kriteria kelancaran untuk soal nomor 2 tentang penerapan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semua siswa memenuhi indikator kemampuan berpikir kreatif yang pertama yaitu kelancaran untuk soal mengenai pengetahuan dan 4 dari 19 siswa memenuhi indikator kemampuan berpikir kreatif kelancaran untuk soal tentang penerapan. Setelah diberikan pembelajaran dengan model Treffinger, guru perlu memperhatikan kesiapan siswa dalam melaksanakan setiap langkah pembelajaran dari model Treffinger berkaitan dengan kemampuan siswa. Rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa dikarenakan siswa belum terbiasa menerima pembelajaran dengan model Treffinger dan siswa kurang terbiasa apabila diberi soal terbuka yang mempunyai banyak cara penyelesaian.  Kata Kunci:     Kemampuan Berpikir Kreatif, Model Pembelajaran Treffinger, Segiempat.