Ian Yulianti, Ian
Jurusan Fisika, Universitas Negeri Semarang Jalan Taman Siswa Sekaran, Gunungpati, Semarang

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Koefisien Gesek Terhadap Tegangan Fiber Optik dalam Akrilik Menggunakan Metode Elemen Hingga Kurdi, Ojo; Haryadi, Gunawan Dwi; Rahman, Aulia; Yulianti, Ian
ROTASI Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.33 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.3.190-194

Abstract

Saat ini akrilik banyak digunakan sebagai bahan dinding dan atap dan untuk keperluan sensor suhu dan tekanan maka serat optik ditanam dalam bahan bangunan tersebut.  Simulasi dilakukan dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH) dengan menggunakan perangkat lunak komersial ABAQUS.  Kontak antara serat optic dan   akrilik dimodelkan dengan keadaan tanpa gesekan (frictionless) dan dengan adanya gesekan dengan koefisien gesek tertentu. Kofisien gesek divariasikan sebesar 0,3, 0,5 dan 0,8.  Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan von Misses terbesar adalah sebesar 39,49 MPa untuk koefisien gesek 0,8 dan tegangan von Misses terendah adalah sebesar 37,33 MPa untuk keadaan tanpa gesekan.  Maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi koefisien gesek tegangan von Misses pada akrilik akan semakin rendah dan tegangan von Misses pada serat optic akan semakin tinggi.
Pemanfaatan Limbah Daun Jambu dan Polimer Alami Getah Karet Sebagai Bahan Alternatif Furniture Damayanti, Heru; Masturi, Masturi; Yulianti, Ian
Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah organik maupun anorganik seperti daun, kertas, sayuran, buah-buahan, styrofoam,dan plastik dapat digunakan sebagai sesuatu yang bermanfaat. Pada penelitian sebelumnya, sampah yang sering digunakan antara lain sampah styrofoam, sekam padi, kertas, plastik,dan serbuk kayu dapat dijadikan sebagai alternatif bahan bangunan, dan telah teruji kelebihannya, baik secara fisik maupun mekanik. Pada penelitian ini memanfaatkan sampah halaman yang kadang mengganggu dan tidak terkelola dengan baik, salah satunya adalah daun jambu. Komposit sampah daun jambu dapat digunakan sebagai bahan alternatif furniture seperti papan partikel yang berfungsi sebagai penyangga keyboard komputer, rak sepatu dan lain-lain. Daun jambu yang kering dibuat sebagai komposit dengan polimer alami getah pohon karet. Komposit dibuat dengan cara pencampuran sederhana (simple mixing) dengan perbandingan massa daun jambu dan getah karet masing–masing 5:1, 5:2, 5:3, 5:4 , 5:5 dan 5:6. Sampah daun kering yang sudah dihancurkan kemudian dipress dengan mesin pengepress  pada posisi berat 5 ton tekanan 39,81 MPa dan suhu kamar. Komposisi maksimum dari pencampuran komposit dengan polimer getah karet dapat diuji dengan melakukan uji kekuatan tekan. Kekuatan tekan yang paling baik menunjukkan bahwa komposit daun jambu dengan polimer getah karet layak untuk dijadikan sebagai bahan alternatif furniture pengganti kayu.
Ketahanan Tekan Komposit Dari Resin Epoksi Berpenguat Serat Bambu Hermawan, Dian Wahid; Masturi, Masturi; Yulianti, Ian
Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat bambu memiliki sifat mekanis lebih baik dibandingkan dengan serat alam yang lainnya. Oleh sebab itu, serat bambu dapat digunakan sebagai penguat komposit. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan komposit dengan polimer resin epoksi sebagai perekat serat. Komposit serat bambu dicetak menjadi dua sampel, yaitu sampel I berukuran 105 mm x 18 mm x 9 mm dan sampel II berukuran125 mm x 40 mm x 10 mm.  Resin epoksi dan serat dicampur dengan perbandingan 100:40. Sampel I dicetak dengan menyusun serat dengan sudut silang sebesar 00, 450, 900.  Sampel II dicetak dengan ukuran diameter yang berbeda yaitu serat berdiameter rata-rata 1 mm dan serat yang berdiameter rata-rata 0,01 mm. Kedua sampel dicetak dengan tekanan sebesar 2 kgf/cm2. Hasil uji ketahanan tekan didapatkan serat yang diameter lebih besar dan dengan arah silang 450 memiliki ketahanan tekan yang lebih baik.
Karakterisasi Serat Optik Berlapis Kitosan Untuk Deteksi Ion Logam Kadmium Yulianti, Ian; S. E, Sukiswo; Saputa, Budi A.; Yulia H, Siti
Jurnal Fisika Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan ion logam berat dalam air dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi manusia mengingat ion logam berat bersifat racun.  Oleh karena itu, deteksi ion logam berat dalam air, khususnya dalam sumber air minum penting dilakukan.  Untuk menghemat waktu dan tenaga serta untuk mendapatkan data real-time, deteksi ion logam berat dapat dilakukan dengan menggunakan sensor serat optik.  Dalam penelitian ini, telah dilakukan karakterisasi serat optik sebagai sensor untuk mendeteksi ion logam berat kadmium dengan menggunakan teknik absorbsi gelombang evanescent.  Serat optik dimodifikasi menjadi sensor ion logam berat dengan mengganti bagian cladding dengan kitosan, material yang sensitif terhadap ion logam berat kadmium.  Karakterisasi dilakukan untuk mendapatkan nilai sensitivitas dan waktu respon.  Hasil pengukuran dengan mikroskop CCD menunjukkan bahwa ketebalan lapisan kitosan adalah 117mm.  Sensitivitas sensor adalah -4.5dBm/ppm, sedangkan waktu respon 2 menit pada konsentrasi 1ppm dan 7 menit pada konsentrasi 3ppm.
Analisis Keausan Kampas Rem Non Asbes Berbahan Limbah Organik Kulit Tempurung Kemiri ‘Ula, Indra Rahmatul; Masturi, Masturi; Yulianti, Ian
Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keausan kampas rem berbahan dasar kulit kemiri.Permasalahan penting tentang lingkungan adalah limbah organik maupun non-organik. Masyarakat pertanian lebih memilih membuang kulit pinang dan batok kemiri di pinggir jalan, sungai, hingga perkebunan. Hal ini dapat menimbulkan permasalahan baru di lingkungan sekitar seperti sampah yang menumpuk dan merusak pemandangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan kulit pinang dan batok kemiri dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kampas rem. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Kulit batok kemiri sebagai variabel bebas sedangkan keausan kampas rem sebagai variabel terikat. Massa dari serbuk kulit tempurung kemiri divariasi 100gram, 150gram, 200 gram, 250 gram, dan 300 gram dengan komposisi 60 : 40. Resin 208 B digunakan sebagai pengikat dengan perbandingan dengan bahan dasar yaitu, 60 : 40. Dari hasil penelitian diperoleh data nilai keausan tiap massa berbeda semakin bertambah massa dari bahan maka semain berkurang nilai keausan dari kampas rem 
Pengaruh Perubahan Massa Zeolit Terhadap Kadar Ph Limbah Pabrik Gula Melalui Media Filtrasi Rahayu, Arista; Masturi, Masturi; Yulianti, Ian
Jurnal Fisika Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pabrik gula merupakan salah satu industri yang menghasilkan limbah (padat, gas dan cair). Limbah pabrik gula menjadi salah satu permasalahan karena memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Limbah cair menjadi sorotan karena akan dibuang ke sungai yang airnya sering dimanfaatkan oleh masyarakat. Limbah cair umumnya lebih bersifat bahan organik yang mudah terurai oleh mikroorganisme yang jika dibuang ke perairan akan menyebabkan turunnya pH. Dibutuhkan suatu cara penanganan limbah cair pabrik gula yang dapat menghasilkan bahan buangan yang tidak menimbulkan pencemaran. Filtrasi merupakan proses pemisahan campuran solida likuida melalui media porous yang mana solida tersuspensi tertahan di dalam media dan likuida atau cairannya terlewatkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode filtrasi. Variasi massa zeolit adalah 200, 300, 400, 500, 600 gram untuk mengetahui perubahan kadar pH pada limbah cair pabrik gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan massa zeolit menyebabkan peningkatan kadar pH sebasar 6,09 sampai dengan 6,64.
Ketahanan Tekan Komposit Dari Resin Epoksi Berpenguat Serat Bambu Hermawan, Dian Wahid; Masturi, Masturi; Yulianti, Ian
Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v5i1.7369

Abstract

Serat bambu memiliki sifat mekanis lebih baik dibandingkan dengan serat alam yang lainnya. Oleh sebab itu, serat bambu dapat digunakan sebagai penguat komposit. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan komposit dengan polimer resin epoksi sebagai perekat serat. Komposit serat bambu dicetak menjadi dua sampel, yaitu sampel I berukuran 105 mm x 18 mm x 9 mm dan sampel II berukuran125 mm x 40 mm x 10 mm. Resin epoksi dan serat dicampur dengan perbandingan 100:40. Sampel I dicetak dengan menyusun serat dengan sudut silang sebesar 00, 450, 900. Sampel II dicetak dengan ukuran diameter yang berbeda yaitu serat berdiameter rata-rata 1 mm dan serat yang berdiameter rata-rata 0,01 mm. Kedua sampel dicetak dengan tekanan sebesar 2 kgf/cm2. Hasil uji ketahanan tekan didapatkan serat yang diameter lebih besar dan dengan arah silang 450 memiliki ketahanan tekan yang lebih baik.
Analisis Sebaran Butiran Agregat Tanah, Sebaran Butir Primer Tanah, dan Permeabilitas Tanah Pada Pabrik Teh Pratama, Irina Mei Risca; Yulianti, Ian; Masturi, Masturi
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika) Vol 2, No 1 (2017): March 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.675 KB) | DOI: 10.26737/jipf.v2i1.196

Abstract

Proses pembentukan tanah dimulai dari hasil pelapukan batuan induk (regolit) menjadi bahan induk tanah, diikuti oleh proses pencampuran bahan organik yaitu sisa-sisa tumbuhan yang dilapuk oleh mikroorganisme dengan bahan mineral dipermukaan tanah, pembentukan struktur tanah, pemindahan bahan-bahan tanah dari bagian atas ke bagian bawah dan berbagai proses lain, sehingga apabila kita menggali lubang pada tanah maka akan terlihat lapisan-lapisan tanah yang berbeda sifat fisik, kimia, dan biologinya, lapisan-lapisan inilah yang disebut dengan horizon tanah yang terbentuk dari mineral anorganik akar. Tumbuhan teh merupakan salah satu sumber daya alam yang dihasilkan dari pengolahan pucuk (daun muda) tanaman teh, Produksi pengolahan teh hitam di PT. Pagilaran menggunakan sistem pengolahan orthodox rotorvane. Pembuangan limbah teh yang telah diproduksi dalam PT.Pagilaran beruba cairan yang dibuang didalam tanah. Penelitian ini bermaksud mengkaji sebaran butiran agregat tanah yang dihasilkan adalah tanah berpasir dengan presentasi sebesar 59,34%, sebaran butir primer tanah dengan presentase lempung dan lanau sebesar 40,66%, pasir 59,34%, dan kerikil 0,00%  karena ukuran butiran tidak lengkap dan hal itu menyebabkan butiran-butiran yang ada tidak saling mengisi dan menyebabkan adanya rongga, dan permeabilitas tanah tersebut termasuk dalam tanah pasir kelanauan hasil pembuangan pengolahan teh di PT.Pagilaran.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH FISIKA BERBENTUK GRAFIK Setyono, Anton; Nugroho, Sunyoto Eko; Yulianti, Ian
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.276 KB) | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah berbentuk grafik dan profil kesulitannya khususnya pada materi gerak lurus. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMP N 06 Petarukan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A. Metode pengambilan data dengan tes diagnostik dan dengan didukung oleh wawancara. Analisis dilakukan dengan menggunakan deskriptif persentase. Hasilnya menunjukan bahwa rata – rata kemampuan pemecahan masalah grafik masih rendah dengan persentase setiap kemampuannya dimulai kemampuan interpretasi grafik (48,30%),  kemampuan interpolasi (34,36%), kemampuan ekstrapolasi (53,01%), dan kemampuan transformasi (48,61%). Profil kesulitan siswa didasarkan pada pencapaian KKM,  pengetahuan prasyarat, profil materi, miskonsepsi, serta tahap – tahap pemecahan masalahnya. Berdasarkan penguasaan KKM, siswa masih mengalami kesulitan untuk semua indikator. Untuk profil kesulitan siswa berdasarkan pengetahuan prasyaratnya, siswa tidak mengalami kesulitan dalam menentukan luas bangun datar, tetapi pada operasi hitung dan persamaan linier termasuk dalam kategori kesulitan sedang. Untuk profil kesulitan siswa berdasarkan profil materi, siswa masih mengalami kesulitan untuk semua sub materi terutama percepatan. Profil kesulitan siswa berdasarkan miskonsepsi termasuk dalam kategori kesulitan tinggi (63,89%). Serta yang terakhir, profil kesulitan siswa berdasarkan tahap – tahap pemecahan masalah. Kesulitan siswa semakin naik dari mulai tahapan terendah yaitu  tahap memahami masalah dan tahapan tertinggi yaitu tahap peninjauan kembali.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA LISTRIK DINAMIS BERBASIS POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN) UNTUK MENINGKATKAN PENALARAN DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA Falah, Syarifatul; Hartono, Hartono; Yulianti, Ian
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.898 KB) | DOI: 10.15294/upej.v6i2.16143

Abstract

The purposes of this study are to produce a worksheet with POE characteristics, how its properness, and how students’ reasoning and understanding improvement after its application. Research and Development (R&D) method with Pre-experimental One-Group Pretest-Posttest Design is used in this study. The procedures are: potential and problem, information collecting, product design, product validation, revision, small scale trial, revision, application. The properness test uses properness questionnaire. The data of students’ reasoning and conceptual understanding is taken from pretest and posttest. The properness test results indicate that Electrodynamics worksheet based on POE strategy is very proper as a teaching-material. Students’ reasoning and concept understanding improvement are in medium criteria after its application.