Articles

Found 8 Documents
Search

Deskripsi Kesalahan Siswa Kelas XI MIA SMA Negeri 8 Pontianak dalam Menyelesaiakn Soal-Soal pada Materi Fluida Dinamis ditinjau Berdasarkan Kemampuan Kognitif

Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa kelas XI MIA SMA Negeri 8 Pontianak dalam menyelesaikan soal-soal pada materi fluida dinamis ditinjau berdasarkan kemampuan kognitif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian survei. Subjek penelitian ini dipilih satu kelas dari keseluruhan yang berjumlah empat kelas. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI MIA 2 SMA Negeri 8 Pontianak masih banyak mengalami kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal pada materi fluida dinamis. Adapun kesimpulan dari sub-sub masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal fluida dinamis variatif untuk setiap soal, secara keseluruhan persentase kesalahan yang dialami siswa antara lain: kesalahan konsep 40,66%, kesalahan kecerobohan 47,99% dan kesalahan memahami soal 31,99%. 2) Faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesalahan antara lain siswa tingkat kognitif tinggi cenderung disebabkan karena referensi yang kurang lengkap, kurang teliti dalam pengerjaan soal, tidak mengerti bahasa fisika. Siswa dengan tingkat kognitif sedang cenderung disebabkan karena referensi yang kurang lengkap, banyak berbicara bersama teman ketika guru menjelaskan, kurang memahami operasi hitung, kurang teliti dalam pengerjaan soal, tidak memahami bahasa soal, tidak mengerti bahasa fisika, tidak memahami variabel-variabel dalam soal. Sedangkan kesalahan siswa dengan tingkat kognitif rendah cenderung disebabkan oleh semua faktor yang dialami oleh siswa kognitif sedang dan rendah.This study aimed to describe the error class XI student of SMAN 8 Pontianak MIA in solving problems in dynamic fluid material is reviewed based on cognitive ability. The method used in this research is descriptive method with survey forms. Subjects of this study have one class of the whole amounting to four classes. Based on the analysis of data obtained can be concluded that the students of class XI MIA 2 SMA Negeri 8 Pontianak still experienced many errors in solving problems in dynamic fluid material. The conclusions of the sub-sub-problems in this research are: 1) The type of mistakes made by students in solving the dynamic fluid varied for each question, the overall percentage of errors experienced by students include: misconceptions 40.66%, carelessness error 47, 99% and error understand about 31.99%. 2) The factors that cause students to experience errors include a high cognitive level students tend to be caused due to incomplete reference, less careful in workmanship matter, do not understand the language of physics. Students with the cognitive level was likely to be caused because the reference is incomplete, many talk with friends when the teacher explains, lack of understanding of arithmetic operations, less careful in workmanship matter, do not understand the language problem, do not understand the language of physics, did not understand the variables in the matter. While the fault of students with low cognitive level tend to be caused by factors experienced by students cognitive medium and low.

Penerapan Pembelajaran Model Kooperatif Tipe Think-Pair-Share Dalam Materi Usaha Dan Energi Ditinjau Dari Gender Siswa Kelas Xi Ipa Sma Negeri 1 Sungai Ambawang

JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika) Vol 1, No 2 (2016): September 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.304 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran model kooperatif tipe think-pair-share dalam materi usaha dan energi ditinjau dari gender siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sungai Ambawang. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa laki-laki dan hasil belajar siswa perempuan. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode eksperimen dan bentuk penelitian eksperimen yang digunakan adalah Pre-Eksperimental Designs dengan rancangan penelitian The One-Shot Case Study.Sampel yang digunakan ialah kelas XI IPA 1 yang diambil secara purposive sampling.. Teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengukuran dengan alat pengumpul data berupa tes yang berbentuk essay. Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh kesimpulan: (1) Rata-rata hasil belajar siswa laki-laki yang diajarkan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dalam materi usaha dan energi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sungai Ambawang mencapai KKM (72) dengan nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi 5% (0,715 > 0,05). (2) Rata-rata hasil belajar siswa perempuan yang diajarkan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dalam materi usaha dan energi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sungai Ambawang mencapai KKM (72) dengan nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi 5% (0,185 > 0,05). (3) Terdapat perbedaan antara rata-rata hasil belajar siswa laki-laki dengan rata-rata hasil belajar siswa perempuan yang diajarkan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dalam materi usaha dan energi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sungai Ambawang dengan nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi 5% (0,101 > 0,05).

KONTRIBUSI KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA

Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.904 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana kontribusi keterampilan proses sains siswa terhadap hasil belajar siswa pada materi wujud zat dan perubahannya di kelas VII SMP Negeri 2 Sayan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sayan. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa terdapat kontribusi keterampilan proses sains siswa terhadap hasil belajar pada materi wujud zat dan perubahannya tergolong sangat tinggi. Kata Kunci:  keterampilan, proses sains, hasil belajar.

Penerapan Model Learning Cycle 5e dalam Materi Besaran Pokok dan Turunan di Kelas VII SMP Negeri 1 Sengah Temila

Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni
Publisher : UIN Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.242 KB)

Abstract

This study aims to determine the application model of  learning cycle 5e on the magnitude and derivative material class VII SMP Negeri 1 Sengah Temila. This research was quasi experiment design with posttest only design control. Data collection tool used is a multiple choice test. The hypothesis was tested using the t test of the parties. Based on the analysis concluded that: (1) student learning outcomes after application model of learning cycle 5e on the material of magnitude and derivative class VII SMP Negeri 1 Sengah Temila classified as good, (2) student learning outcomes after application of the model learning cycle 5e on material of magnitude and derivative class VII SMP Negeri 1 Sengah Temila relatively less, and (3) the results of student learning after the applied model of learning cycle 5e better than student learning outcomes after applied of conventional learning models on the material of magnitude and derivative class VII SMP Negeri 1 Sengah Temila.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model learning cycle 5 e pada materi besaran pokok dan turunan kelas VII SMP Negeri 1 Sengah Temila. Penelitian ini termasuk penelitian quasi eksperiment dengan rancangan posttest only design control design. Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes pilihan jamak. Hipotesis diuji menggunakanuji t satu pihak. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa: (1) hasil belajar siswa setelah diterapkan model learning cycle 5 e pada materi besaran pokok dan turunan kelas VII SMP Negeri 1 Sengah Temilatergolong baik, (2) hasil belajar siswa setelah diterapkan model learning cycle 5 e pada materi besaran pokok dan turunan kelas VII SMP Negeri 1 Sengah Temilatergolong kurang, dan (3) hasil belajar siswa setelah diterapkan model learning cycle 5 e lebih baik daripada hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran konvensional pada materi besaran pokok dan turunan kelas VII SMP Negeri 1 Sengah Temila.

Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Calon Guru Fisika

Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni
Publisher : UIN Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.134 KB)

Abstract

This study aims to determine the difference in the improvement of science process skills of physics teacher candidates after applied inquiry and conventional learning. This research uses the experimental method with quasi-experimental design and non-equivalent control group design. The results showed science process skills’ gain in the classroom applied inquiry learning is 38.09 while in the classroom applied conventional learning is 17.86. The result of the independent sample t-test shows that the significance is 0.004 less than 0.05. This indicates that H0 rejected and Ha accepted, so there is a difference in the improvement of science process skills of physics teachers in the classroom which is applied inquiry and conventional learning. N-Gain (g) in the experimental class is 0.65 with moderate interpretation and in the control class is 0.27 with low interpretation. The existence of such differences indicates that inquiry learning can improve the science physics teacher process skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan peningkatan keterampilan proses sains calon guru fisika setelah diterapkan pembelajaran inkuiri dan konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk quasi eksperimen dan rancangan non-equivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan proses sains pada kelas yang diterapkan pembelajaran inkuiri adalah 38,09 sedangkan pada kelas yang diterapkan pembelajaran konvensional adalah 17,86. Hasil uji t independent sampel menunjukkan angka signifikansi yaitu 0,004 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menandakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat perbedaan peningkatan keterampilan proses sains calon guru fisika di kelas yang diterapkan pembelajaran inkuiri dan konvensional. N-Gain (g) pada kelas eksperimen adalah 0,65 dengan interpretasi sedang dan pada kelas kontrol adalah 0,27 dengan interpretasi rendah. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan keterampilan proses sains guru fisika.

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Studnt Teams Achievement Division (STAD) terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Wujud Zat

JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa pada materi wujud zat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen bentuk quasy exsperimental design  dengan rancangan non-equivalent group posttest only. Adapaun yang menjadi populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Sanggau Ledo. Berdasarkan teknik pengambilan sampel dengan teknik sampling jenuh, maka diperoleh kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII A sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengukuran dengan alat berupa tes. Setelah dilakukan analisis data perhitungan effect size diketahui bahwa terdapat pengaruh penerapan model kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa pada materi wujud zat, dengan nilai ES sebesar 0,62 berkriteria sedang.

PELATIHAN PENGGUNAAN ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM IPA UNTUK GURU IPA SE-KABUPATEN KUBU RAYA

GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2018): GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.682 KB)

Abstract

Minimnya pengalaman guru-guru terhadap pelaksanaan praktikum disebabkan karena pembelajaran yang biasa digunakan guru memerlukan waktu yang lama jika pembelajarannya dikemas dalam praktikum (eksperimen di laboratorium), sehingga diperlukan adanya suatu kegiatan pemberdayaan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan praktikum. Oleh karena itu dilakukan kegiatan pelatihan penggunaan alat dan bahan praktik IPA untuk Guru IPA, khususnya guru IPA yang tergabung dalam MGMP Kubu Raya. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru-guru IPA di Kubu Raya terkait dengan pelaksanaan praktikum, khususnya pada pembelajaran IPA. Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan tersebut adalah penyelenggaraan inservice berupa pelatihan dan pendampingan. Pelatihan yang dilaksanakan adalah   pelatihan menggunakan aplikasi manajemen laboratorium, inventaris alat dan bahan laboratorium, tata ruang laboratorium, pembuatan buku penuntun paraktikum IPA SMP/MTs, dan Pelatihan penggunaan Alat dan bahan laboratorium IPA. Pendampingan juga dilakukan terkait dengan meningkatkan kemampuan guru dalam mengeksplorasi, mengelaborasi dan merefleksi materi ajar IPA terpadu (mencakup aspek fisika, biologi, dan kimia), serta meningkatkan keterampilan guru dalam mengimplementasikan rancangan pembelajaran yang dibuat sekaligus  penyempurnaan rancangan pembelajaran. Kata Kunci: praktikum, alat dan bahan, IPA

Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Calon Guru Fisika

Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni
Publisher : UIN Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.134 KB)

Abstract

This study aims to determine the difference in the improvement of science process skills of physics teacher candidates after applied inquiry and conventional learning. This research uses the experimental method with quasi-experimental design and non-equivalent control group design. The results showed science process skills’ gain in the classroom applied inquiry learning is 38.09 while in the classroom applied conventional learning is 17.86. The result of the independent sample t-test shows that the significance is 0.004 less than 0.05. This indicates that H0 rejected and Ha accepted, so there is a difference in the improvement of science process skills of physics teachers in the classroom which is applied inquiry and conventional learning. N-Gain (g) in the experimental class is 0.65 with moderate interpretation and in the control class is 0.27 with low interpretation. The existence of such differences indicates that inquiry learning can improve the science physics teacher process skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan peningkatan keterampilan proses sains calon guru fisika setelah diterapkan pembelajaran inkuiri dan konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk quasi eksperimen dan rancangan non-equivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan proses sains pada kelas yang diterapkan pembelajaran inkuiri adalah 38,09 sedangkan pada kelas yang diterapkan pembelajaran konvensional adalah 17,86. Hasil uji t independent sampel menunjukkan angka signifikansi yaitu 0,004 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menandakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat perbedaan peningkatan keterampilan proses sains calon guru fisika di kelas yang diterapkan pembelajaran inkuiri dan konvensional. N-Gain (g) pada kelas eksperimen adalah 0,65 dengan interpretasi sedang dan pada kelas kontrol adalah 0,27 dengan interpretasi rendah. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan keterampilan proses sains guru fisika.