Pebriana Marlinda, Pebriana
Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Lancang Kuning

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA DOKTER OLEH DINAS KESEHATAN KOTA PEKANBARU Marlinda, Pebriana
Jurnal Niara Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Niara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study addresses the need of medical doctors planning process undertaken by theHealth Deparment in Pekanbaru City. So far inventory step in the planning process under taken only limited data collection and the number of qualified doctorsonly, not to the activity analysis and mapping. In addition,the method that used by health office in Pekanbaru City is not standard, so that the number of doctors exceeds national standards, but it is not appropriate qualifications and uneven distribution. This study is a qualitative research to seeks and understand deeply the secondary data from the documents which related the topics, as well as the primary data obtained from interviews with informant of the research as : Chief of medical department, The head of Human resources division and Chief of health section of Health Services and Referral Association.To analyze the planning needs of medical doctors conducted by the Health Departement Pekanbaru city, the author uses the theory proposed by Noatmodjo (2003: 24), namely: inventory, estimate (forecasting), and the planning, monitoring and evaluation. The conclusion of this research is the planning of the medical doctors’ need which has done by health department of Pekanbaru had through steps as follows: inventory, forecasting (estimate), monitoring and evaluation. But there should be strengthened in every steps and also commitment from pekanbaru government, as preparation of the health master plan, minimum standard services, establishes a special a department of planning and standard operational procedure.  Keyword: Planning Needs Analysis of Medical doctors. ABSTRAKTulisan ini membahas proses perencanaan kebutuhan tenaga dokter yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Sejauh ini langkah inventarisasi dalam proses perencanaan yang dilakukan hanya sebatas pendataan jumlah dan kualifikasi tenaga dokter saja, belum sampai pada kegiatan analisis dan pemetaan. Disamping itu, metode yang digunakan belum baku, sehinga jumlah dokter melebihi standar nasional, tetapi kualifikasinya tidak tepat dan distribusi tidak merata.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang akan memahami dan menggali secara mendalam data-data sekunder yang berupa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan topic penelitian, serta data-data primer yang diperoleh dari wawancara dengan informan penelitian yaitu: Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Subbagian umum dan Kepegawaian, Kepala Seksi Bagian Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan.Untuk menganalisa perencanaan kebutuhan tenaga dokter yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, penulis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Noatmodjo (2003:24) yakni: inventarisasi, perkiraan (peramalan), penyusunan rencana dan, monitoring dan evaluasi.Keseimpulan dari hasil penelitian ini adalah perencanaan kebutuhan tenaga dokter yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melalui langkah-langkah perencanaan yaitu: inventarisasi, perkiraan (peramalan), penyusunan rencana dan, monitoring dan evaluasi. Namun perlu adanya penguatan disetiap langkah-langkahnya dengan adanya komitmen resmi dari pemerintah Kota Pekanbaru, berupa pembuatan Master Plan Kesehatan, Standar Pelayanan Minimum (SPM), pembentukan bagian khusus yang melakukan perencanaan dan Standar Operasional Pelaksanaan (SOP).Kata kunci: Analisis Perencanaan Kebutuhan Tenaga dokter. Kata kunci: Analisis Perencanaan, Perencanaan dan Tenaga dokter.
Capaian Pelayanan Kesehatan Dasar Di Kota Pekanbaru Saputra, Trio; Marlinda, Pebriana
Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi, STKIP PGRI Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.226 KB)

Abstract

Minimum service standards hereinafter abbreviated SPM is a provision of the type and quality of basic services that are obligatory area obtained every citizen is entitled to a minimum. Minimum Service Standards health sector Health hereinafter referred SPM is a benchmark performance of health services, held the Regency/City. Health decentralization in Indonesia has been implemented since 2001. Basic health services Pekanbaru City can not be said to be good. Total availability of medical personnel and doctors are not proportional to the population. Distribution of medical personnel and doctors uneven per-districts in the city of Pekanbaru. Besides the availability of health centers, polyclinics and sub districts are also uneven. Pekanbaru city has not had a referral hospital, although their Arifin Achmad.Standar pelayanan minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan selanjutnya disebut SPM Kesehatan adalah tolok ukur kinerja pelayanan kesehatan yang diselenggarakan Daerah Kabupaten/Kota. Desentralisasi kesehatan di Indonesia telah dilaksanakan sejak tahun 2001.Pelayanan kesehatan dasar Kota Pekanbaru belum dapat dikatakan baik. Jumlah ketersediaan tenaga medis dan dokter tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Distribusi tenaga medis dan dokter yang tidak merata per-kecamatan di Kota Pekanbaru. Selain itu ketersediaan Puskesmas, Poliklinik dan Pustu kecamatan juga tidak merata. Kota Pekanbaru belum memiliki rumah sakit rujukan, kendati adanya RSUD Arifin Achmad. 
SOSIALISASI PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSLUSIF DI KELURAHAN SIDOMULYO BARAT KECAMATAN TAMPAN KOTA PEKANBARU Marlinda, Pebriana; Saputra, Trio; Sufi, Wasiah
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2017): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4045.995 KB)

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul sosialisasi pemberian ASI ekslusif di Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan. Kegiatan ini diperuntukan bagi ibu-ibu menyusui bayi 0-6 bulan yang dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan, dengan memberikan materi-materi terkait dengan ASI ekslusif yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 Tentang ASI Ekslusif. Selanjutnya, materi-materi yang dimaksud dipaparkan oleh Tim dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Lancang Kuning dan Tim dari Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan. Kegiatan ini diikuti oleh 32 orang.  Dalam pelaksanaannya kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan ceramah, diskusi dan kuisioner. Respon yang ditunjukkan oleh peserta sangat baik, hal ini terlihat dari antusiasme peserta dalam mengikuti dan memberikan pertanyaan-pertanyaan sehungan dengan pemberian ASI ekslusif pada bayi. Disamping itu, peserta memberi usulan agar kegiatan sosialisasi seperti ini berkelajutan