Lestari Wibowo, Lestari
university of lampung

Published : 31 Documents
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrotek Tropika

PENGARUH APLIKASI BEBERAPA TARAF KONSENTRASI FORMULASI KERING Metarhizium anisopliae (Metchnikoff) Sorokin ISOLAT YOGYAKARTA TERHADAP MORTALITAS KEPIK PENGISAP BUAH KAKAO (Helopeltis spp.) DI LABORATORIUM Erdiyanto, Erwan; Purnomo, Purnomo; Wibowo, Lestari; Yasin, Nur
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2054

Abstract

Hama pengisap buah kakao (Helopeltis spp.) merupakan hama penting yang menyerang tanaman kakao. Pengendalian hama menggunakan insektisida selama ini masih kurang memuaskan. Selain itu, petani dalam menggunakan insektisida pada umumnya melebihi dosis anjuran. Penggunaan pestisida yang tidak tepat ini dapat mengganggu ekosistem, keseimbangan populasi musuh alami, menyebabkankan resurjensi atau ledakan hama serta resistensi hama. Untuk itu diperlukan pengendalian yang aman dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang mencakup kedua hal ini yaitu penggunaan agensia pengendali hayati, seperti jamur entomopatogen, yang masih perlu untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa taraf konsentrasi formulasi keringMetarhizium anisopliaeisolat Yogyakarta terhadap mortalitas hama kepik penghisap buah kakao (Helopeltisspp.). Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 5 perlakuan. Pengelompokan berdasarkan 3 waktu aplikasi yang berbeda. Setiap unit percobaan terdiri atas 20 ekor imago Helopeltis spp. Perlakuan terdiri atas kontrol (P0), aplikasi formulasi kering M. anisopliae dengan konsentrasi 5 g l-1 air (P1), aplikasi formulasi kering M. anisopliae dengan konsentrasi 10 g l-1 air (P2), aplikasi formulasi kering M. anisopliae dengan konsentrasi 15 g l-1 air (P3), dan aplikasi formulasi kering M. anisopliae dengan konsentrasi konsentrasi 20 g l-1 air (P4). Data yang didapatkan dianalisis ragamnya dan dilanjutkan dengan Uji BNT dengan taraf nyata 1 atau 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi formulasi kering M. anisopliae isolat Yogyakarta menyebabkan mortalitas pada Helopeltis spp. Mortalitas Helopeltis spp. tertinggi pada 10 hsa terjadi pada perlakuan aplikasi formulasi kering M. anisopliae dengan konsentrasi 15 g l-1 air sebesar 88,24 %, dengan periode letal 4,21 hari yang tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 20 g l-1 air.
PENGARUH JENIS FORMULASI JAMUR ENTOMOPATOGEN Beauveria bassiana TERHADAP PERTUMBUHAN SPORA DAN KEMATIAN KUTUDAUN KEDELAI (Aphis glycines Matsumura) Pertiwi, Sasha Putri; Hasibuan, Rosma; Wibowo, Lestari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v4i1.1901

Abstract

Kutudaun kedelai Aphis glycines (Hemiptera: Aphididae) merupakan hama yang selalu ada di pertanaman kedelai dan menimbulkan kerugian yang sangat berarti bagi petani. Jamur Beauveria bassiana merupakan agensia hayati yang memiliki berbagai kelebihan diantaranya mempunyai kapasitas reproduksi yang tinggi, dapat membentuk spora yang tahan lama di alam, ramah lingkungan, serta memiliki patogenesis yang tinggi terhadap hama sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis formulasi jamur entomopatogen Beauveria bassiana terhadap pertumbuhan spora dan kematian kutudaun kedelai (Aphis glycinesMatsumura). Penelitian ini dilakukan di laboratorium yang terdiri atas 3 percobaan: kerapatan konidia, viabilitas spora dan patogenesitas kutudaun. Jenis perlakuan adalah formulasi cair (F0), formulasi kering (F1), Formulasi pasta-1 dan formulasi pasta-2. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan masing- masing perlakuan diulang empat kali. Data yang didapat dianalisis ragam dan dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf nyata 5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kerapatan konidia B.bassiana berbeda nyata antar formulasi yang diuji. Kerapatan konidia B.bassiana formulasi cair (F0) lebih tinggi dibandingkan formulasi pasta2 (F3) dan formulasi pasta1 (F2). Namun, formulasi cair (F0) tersebut tidak berbeda nyata dengan formulasi kering (F1). Viabilitas konidia B.bassiana berbeda nyata antar formulasi yang diuji. Viabilitas konidia B. bassiana formulasi kering (F1) lebih tinggi dibandingkan formulasi pasta1 (F2), formulasi cair (F0) dan formulasi pasta2 (F3). AplikasiB.bassiana beberapa dari formulasi kering (F1) menyebabkan mortalitas kutudaun tertinggi (92 %) dibandingkan formulasi cair (F0), formulasi pasta1 (F2) dan formulasi pasta2 (F3).
KAJIAN JENIS DAN POPULASI TIKUS DI PERKEBUNAN NANAS PT GREAT GIANT FOOD TERBANGGI BESAR, LAMPUNG TENGAH Husein, Ahmad Aziz Alfi; Solikhin, Solikhin; Wibowo, Lestari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v5i2.1832

Abstract

Kajian jenis dan populasi tikus merupakan tahapan dasar yang sangat penting sebelum dilakukannya manajemen pengendalian hama. Informasi yang diperoleh dapat menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan strategi pengendalian tikus yang efektif. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari jenis dan populasi tikus, serta intensitas serangan tikus di perkebunan nanas PT Great Giant Food (GGF). Penelitian dilakukan di perkebunan nanas PT GGF Terbanggi Besar, Lampung Tengah pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan teknik survei purposive sampling dengan empat blok kebun yang dipilih sebagai sampel yaitu blok kebun yang berbatasan dengan perkebunan tebu PT GMP, berdekatan dengan gedung dan kantor, berdekatan dengan desa, dan blok kebun yang jauh dari perbatasan maupun gedung. Penelitian dilakukan menggunakan metode perangkap (trapping), berbentuk persegi panjang dengan ukuran p x l x t = 30 cm x 20 cm x 15 cm. Jumlah tikus terperangkap dan intensitas serangan dianalisis nilai tengah standar errornya. Populasi relatif dihitung dari presentase setiap jenis di tiap blok, sedangkan nisbah kelamin dihitung dengan membandingkan jumlah jantan/betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis tikus yaitu Rattus argentiventer dan Rattus exulans. Populasi relatif tikusspesies Rattus argentiventer yaitu 66,7% sedangkan spesies Rattus exulans yaitu 33,3%. Intensitas serangan tikus tertinggi terdapat pada blok kebun yang berbatasan dengan perkebunan tebu PT GMP 0,68% dan intensitas serangan tikus terendah pada blok kebun yang jauh dari perbatasan dan bangunan 0,22%.
INVENTARISASI PARASITOID HAMA PENGGULUNG DAUN PISANG (Erionota thrax L.) DI KOTA METRO DAN SEKITARNYA PROVINSI LAMPUNG Yulian, Yudi Des; Wibowo, Lestari; Indriyati, Indriyati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v4i1.1871

Abstract

Kota Metro merupakan salah satu daerah penghasil pisang di Provinsi Lampung, dan mempunyai potensi yang menjanjikan apabila dikembangkan secara maksimal. Dalam budidaya tanaman pisang banyak faktor yang dapat menjadi kendala, diantaranya adalah serangan hama. Salah satu hama yang sering menyerang tanaman pisang adalah hama penggulung daun pisang (Erionota thrax L). Saat ini pengendalian organisme pengganggu tanaman (opt) yang ramah lingkungan terus dikembangkan, antara lain adalah dengan memanfaatkan musuh alami dalam penerapan pengendalian hayati. Penelitian ini bertujuan untukmenginventarisasi parasitoid hama penggulung daun pisang (E. thrax) serta menghitung persentase parasitasinya di Kota Metro dan sekitarnya, Provinsi Lampung. Pada penelitian ini digunakan metode survei lapang dengan mengambil sampel hama pada 4 kecamatan dengan tiap kecamatan diambil 2 desa pengamatan. Hasil penelitian yang didapat adalah ditemukannya berbagai jenis parasitoid di Kota Metro dan sekitarnya yaitu Brachymeria sp., Xanthopimpla sp. dan Famili Tachinidae.Tingkat parasitasi berbagai jenis parasitoid tertinggi ditemukan di Kecamatan Metro Pusat sebesar 25 %.
PENGARUH APLIKASI BEBERAPA KONSENTRASI FORMULASI KERING JAMUR Beauveria bassiana (Bals.) Vuill. ISOLAT TEGINENENG TERHADAP MORTALITAS HAMA PENGISAP BUAH KAKAO (Helopeltis spp.) DI LABORATORIUM Dwipayana, G. A. Oka; Purnomo, Purnomo; Wibowo, Lestari; Indriyati, Indriyati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2055

Abstract

Pemanfaatan musuh alami sebagai agensia pengendali hayati mempunyai beberapa keuntungan seperti mencegah resistensi hama, biaya relatif murah dan aman bagi lingkungan. Salah satu musuh alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama adalah jamur B. bassiana. Jamur B. bassiana dapat dibuat dalam bentuk formulasi kering. Keuntungan dari formulasi kering ini diantaranya dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, praktis, dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beberapa konsentrasi formulasi kering jamur B. bassiana isolat Tegineneng terhadap mortalitas hama pengisap buah kakao (Helopeltis spp.). Pengujian dilakukan di laboratorium menggunakan enam perlakuan yaitu kontrol (aplikasi air steril), aplikasi formulasi kering berbahan aktif jamur B. bassiana dengan taraf konsentrasi 5 g l-1, 10 g l-1, 15 g l1, 20 g l-1 dan 25 g l-1 air. Percobaan ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pengelompokan berdasarkan 3 waktu aplikasi yang berbeda. Serangga uji yang digunakan adalah pengisap buah kakao (Helopeltis spp.). Data yang didapatkan dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur B. bassiana isolat Tegineneng yang dibuat dalam bentuk formulasi kering mampu menyebabkan kematian terhadap serangga uji pengisap buah kakao (Helopeltis spp.). Mortalitas Helopeltis spp. tertinggi terdapat pada perlakuan 25 g l-1 air formulasi kering jamur B. bassiana isolat Tegineneng sebesar 63,33%.
UJI APLIKASI JAMUR BEAUVERIA BASSIANA (BALSAMO) VUILL. TERHADAP SYMPHYLID DI LABORATORIUM Simarmata, Desye Rinche Natalia; Wibowo, Lestari; Afandi, Afandi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v4i1.1902

Abstract

Symphylid merupakan salah satu hama perusak akar pada tanaman nanas. Salah satu alternatif pengendalian hama yang terus dikembangkan yaitu dengan menggunakan jamur entomopatogen yaitu Beauveriabassiana. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah jamur entomopatogen B. bassiana yang diaplikasikan mampu menginfeksi symphylid yang hidup pada tanah tanpa bahan organik maupun berbahan organik. Penelitan ini dilakukan di Laboratorium Hama Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada bulan Januari-April 2015. Penelitian ini terdiri dari dua set percobaan, yaitu aplikasi B.Bassianaterhadap symphylid dengan metode residu pakan dan residu pada media hidup symphylid. Masing-masing percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 10 ulangan. Seluruh data yang diperoleh diuji dengan analisis ragam dan di lanjutkan dengan pengujian BNT dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya mortalitas symphylid. Namun, mortalitas symphylid pada perlakuan aplikasi B. bassiana, baik perlakuan dimana symphylid hidup pada tanah yang berbahan organik maupun tanpa bahan organik sangat rendah. Mortalitas symphylid tertinggi pada kedua set percobaan terdapat dalam perlakuan aplikasi B. bassiana terhadap symphylid yang hidup pada tanah berbahan organik yaitu sebesar 10% dan6%. Dengan demikian hasil penelitian ini belum dapat membuktikan bahwa B. bassiana secara nyata mampu menginfeksi symphylid.
VIRULENSI BEBERAPA ISOLAT METARHIZIUM ANISOPLIAE TERHADAP ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) di LABORATORIUM Aryo, Ketut; Purnomo, Purnomo; Wibowo, Lestari; Aeny, Titik Nur
Jurnal Agrotek Tropika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v5i2.1833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pertumbuhan koloni, viabilitas spora serta kerapatan spora dari lima isolatMetarhizium anisopliae dan mempelajari pengaruh aplikasi Metarhizium anisopliae terhadap mortalitas Spodoptera litura F. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan dan Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Bidang Proteksi Tanaman Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada akhir tahun 2013 (Tahap I) dan dilanjutkan pada awal tahun 2016 (Tahap II). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : Tidak terdapat perbedaan viabilitas spora M. anisopliae yang nyata antar 5 isolat asal Tegineneng, Trimurjo, Gadingrejo, Bantul dan UGM; Kerapatan isolat asal UGM adalah 2,25 x 10 9 spora/ml, lebih tinggi dibandingkan dengan isolat asal Gadingrejo, Bantul, Tegineneng dan Trimurjo; Isolat M. anisopliae asal UGM mampu membunuh ulat grayak (S. litura) hingga86,67%, isolat lain memiliki kemampuan lebih rendah dibandingkan isolat asal UGM.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI JARAK PAGAR (Jatropha Curcas L.) TERHADAP MORTALITAS KEONG EMAS (Pomacea sp.) DI RUMAH KACA Banjarnahor, Irma; Wibowo, Lestari; Hariri, Agus M.; Hasibuan, Rosma
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v4i2.1861

Abstract

Keong emas (Pomacea sp.) merupakan salah satu hama pada tanaman padi. Teknik pengendalian yang saat ini banyak dikembangkan adalah dengan memanfaatkan pestisida nabati. Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai molluskisida nabati adalah jarak pagar (Jatropha curcas L.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji jarak pagar muda dan tua dalam membunuh keong emas dan mengetahui perbedaan toksisitas kedua ekstrak tersebut terhadap keong emas. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan Mei 6 Oktober 2015. Penelitian disusun dengan rancangan acak kelompok (RAK), dengan 9 perlakuan 4 ulangan. Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut dengan perbandingan ortogonal kontras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji jarak pagar muda dan tua menyebabkan mortalitas keong emas. Selanjutnya diketahui bahwa ekstrak biji jarak pagar tua toksisitasnya lebih tinggi dibandingkan ekstrak biji jarak pagar muda dalam membunuh keong emas. Aplikasi ekstrak biji jarak pagar tua dengan konsentrasi 15 g/l air dan 20 g/l air menyebabkan mortalitas keong emas 100% pada hari ke 3 setelah aplikasi, sedangkan ekstrak biji jarak pagar muda dengan konsentasi tersebut baru dapat mematikan 100% keong emas uji pada hari ke 7 setelah aplikasi.
PENGUJIAN FORMULASI KERING Metarhizium anisopliae ISOLAT UGM DAN TEGINENENG SERTA Beauveria bassiana ISOLAT TEGINENENG UNTUK MEMATIKAN Helopeltis spp. DI LABORATORIUM DAN DI LAPANGAN Irawan, Nazomi; Purnomo, Purnomo; Indriyati, Indriyati; Wibowo, Lestari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v3i1.1977

Abstract

Pemanfaatan musuh alami sebagai agensia pengendali hayati mempunyai beberapa keuntungan seperti  mencegah resistensi hama, biaya relatif murah,dan aman bagi lingkungan.  Salah satu musuh alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama adalah jamur entomopatogen. Jamur entomopatogen dapat dikemas dalam bentuk formulasi kering.  Keuntungan dari formulasi kering ini diantaranya dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, praktis, dan mudah diaplikasikan.  Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama simpan formulasi kering M. anisopliae isolat UGM dan isolat Tegineneng serta B.bassiana isolat Tegineneng dalam mematikan Helopeltis spp.  di laboratorium dan mengetahui pengaruh formulasi kering dari 3 jenis jamur patogen tersebut dalam mematikan Helopeltis spp.  di lapangan.  Penelitian terdiri dari percobaan di laboratorium dan di lapangan.  Percobaan di laboratorium dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan dianalisis dengan menggunakan uji Duncan taraf nyata 5%.  Percobaan di lapangan dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  dan dianalisis ragam serta dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf nyata 5%.  Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa kemampuan formulasi kering jamur M. anisopliae isolat UGM, M. anisopliae isolat Tegineneng serta B. Bassiana  isolat Tegineneng dalam menginfeksi Helopeltis spp.  semakin rendah dengan semakin lama penyimpanan formulasi kering tersebut.  Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan formulasi kering jamur M. anisopliae isolat UGM, M. anisopliae isolat Tegineneng serta B. bassiana isolat Tegineneng yang tidak mengalami masa simpan sangat efektif dalam menginfeksi Helopeltis spp.  yakni sebesar 83,3% dan 76,6%.  Selain itu aplikasi formulasi kering ketiga jamur entomopatogen di lapangan dapat mengurangi kerusakan pada buah kakao dengan mengurangi jumlah tusukan perbuah. 
PERTUMBUHAN JAMUR Beauveria bassiana (Bals) Vuill DAN PATOGENISITASNYA TERHADAP HAMA KUTU DAUN KEDELAI (Aphis glycines Matsumura) Hasibuan, Rosma; Levilia, Herlina; Wibowo, Lestari; Purnomo, Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2044

Abstract

Kutu daun Aphis glycines (Hemiptera: Aphididae) merupakan salah satu hama penting yang menyerang daun dan polong kedelai. Jamur Beauveria bassiana merupakan agensia hayati berpotensi untuk dikembangkan sebagai musuh alami hama kutu daun Aphis glycines. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan pengaruh beberapa konsentrasi konidia jamur B. bassiana terhadap mortalitas hama kutu daun kedelai (A. glycines). Percobaan dilakukan di laboratorium yang terdiri atas: pengujian diameter koloni, viabilitas, kerapatan konidia dan patogenisitas. Jenis perlakuan adalah isolate Tegineneng, Sumberjaya dan Tanggamus. Sedangkan pengujian patogenisitas isolat terbaik menggunakan empat perlakuan konsentrasi yaitu kontrol (air steril),2,90 x 107 konidia ml-1, 2,90 x 106 konidia ml-1, dan 2,90 x 105 konidia ml-1 B. bassiana. Hasil percobaan menunjukkan bahwa isolat jamur B. bassiana nyata mempengaruhi pertumbuhan spora (diameter koloni) dan kerapatan spora, namun tidak berpengaruh nyata terhadap viabilitas spora. Pertumbuhan spora terbesar terjadi pada isolat Sumberjaya, namun kerapatan spora terbesar terjadi pada isolat Tegineneng. Viabilitas spora yang diuji berkisar antara 58,12% - 67,40%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa jamur B. bassiana isolat Tegineneng merupakan isolat potensial dibandingkan isolat Sumberjaya dan Tanggamus. Mortalitas A. glycines tertinggi (97,95%) terdapat pada perlakuan 2,90 x 107 konidia ml-1 B. bassiana isolat Tegineneng.