Articles

Found 9 Documents
Search

Penelitian Proses Pembuatan Konsentrat dan Ingot Tembaga dari Batuan Mineral Cu sebagai Substitusi Impor Hermansyah, Adid A; Kosasih, Kosasih; Hafid, Hafid
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 9 No 1 Juni 2015
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11541.801 KB)

Abstract

Research on the manufacturing process of concentrates and ingots of copper from Cu mineralized rocks as import substitution has been done. The aim is to produce import substitute products from raw materials from copper alloys in domestic. The research method was taken, consist of: (1) the manufacturing concentrates process, namely Cu smoothing stone (crusher), soaking in sulfuric acid (H2SO4) and dilution with Zn powder, (2) ingot-making process, that is burned on non-ferrous furnace (melting process) and liquid non-ferrous metals in print according to the desired size. Based on the results of the experimentaltrial the composition of concentrates and ingots of copper is dominated by Cu-Pb (98.7% -1.05%), the hardness of copper ingots is 62.28 Hv (hardness exceeds the standards of pure copper: Hv 20-40). The results of SEM and EDS showed the presence of a layer of copper matrix is quite tight and together, where the elements of Pb slip the matrix Cu. We hope that the products manufacturing process technology of copper alloys can be produced by SMEs mining in Indonesia to developing the added value of local mineral alloy.ABSTRAKPenelitian proses pembuatan konsentrat dan ingot tembaga dari batuan mineral Cu sebagai substitusi impor dengan tujuan untuk menghasilkan produk substitusi impor dari bahan baku paduan tembaga yang berasal dari dalam negeri. Metode penelitian yang dilakukan adalah: (1) proses pembuatan konsentrat, yaitu; penghalusan batu Cu (crusher), perendaman dengan asam sulfat (H2SO4) dan pelarutan dengan serbuk Zn, (2) proses pembuatan ingot, yaitu; dibakar pada tungku non ferro (proses peleburan) dan cairan logam non ferro di cetak sesuai ukuran yang dikehendaki. Berdasarkan hasil percobaan diketahui bahwa komposisi konsentrat maupun ingot tembaga didominasi oleh Cu-Pb (98,7%-1,05%), kekerasan yang dimiliki ingot tembaga adalah 62,28Hv (melebihi kekerasan pada standar tembaga murni: 20-40 Hv). Hasil pengujian SEM dan EDS menunjukkan adanya lapisan matrix tembaga yang cukup rapat dan menyatu, dimana unsur Pb menyelip pada matrix Cu. Diharapkan teknologi proses pembuatan produk dari paduan tembaga dapat diproduksi oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM) penambangan di Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah mineral paduan lokal. Kata kunci : konsentrat, ingot tembaga, tungku non ferro.
EPISTEMOLOGI AL-FARABI: GAGASANNYA TENTANG DAYA-DAYA MANUSIA Hafid, Hafid
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 17, No 3 (2007)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The philosophy of al-Farabi is a review and commentary on the philosophical works written by Greek Philosophers. Al- Farabi’s thought exposes new nuance that is brought to the tradition of Islamic treasure. Al-Farabi carries both philosophy and religion discourses, primarily in matching the philosophy of language to the religion that was polarized into language terminologies. Religion is viewed as expression of philosophical truth in the popular language that uses art, logic, rhetoric, and poetry. Al-Farabi put rhetoric and poetry into the integral-part of philosophy. Poetry has ability in creating imagination (khayali) as a description of empirical data. The power of imagination is put into logic. This is an unusual construction of logic. By the power of imagination, al-Farabi confirmed the prophetic truth. Prophet is not only the owner of intellectual capability as philosopher has, but he has the high power of imagination; prophet is capable to formulate concrete formulation from abstract conceptions that is easily understood and accepted by society and his followers.
STRATEGI PERGURUAN TINGGI ISLAM DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN MENGHADAPI TANTANGAN ERA GLOBAL Hafid, Hafid
Jurnal Kariman Vol 2 No 02 (2014): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.225 KB)

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berbasis pedesaan dalam era global tetap eksis menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Akan tetapi pondok pesantren membuka diri dengan sistem pendidikan klasikal modern sudah mulai menghadapi problema-problema. Termasuk perkembangan yang terakhir dengan pendirian perguruan tinggi Islam. Satu sisi menguntungkan pada pondok pesantren dengan dinamika itu, dan sisi yang lain membutuhkan strategi kongkrit agar pondok pesantren tidak kehilangan jati dirinya. Keberadaan kedua lembaga yakni pondok pesantren dan perguruan tinggi Islam memiliki perbedaan mendasar tetapi saat ini sudah mulai saling berdekatan dan saling membutuhkan. Perguruan tinggi Islam memiliki keunggulan rasionalitas dan pondok pesantren menekankan pada aspek spiritual dan lemah secara intelektual. Sinergi keduanya akan membentuk sebagai fenomena pascamodern.  
PENDIDIKAN PESANTREN DAN TANTANGAN MODERNISASI Hafid, Hafid
Jurnal Kariman Vol 1 No 01 (2013): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.766 KB)

Abstract

Pesantren adalah lembaga pendidikan yang relatif tua di bumi nusantara. Dalam perjalanan historisnya yang menjadi akulturasi Islam dengan budaya setempat senantiasa bergumul dengan problematika sistem pendidikan yang akan dan terus dilaksanakannya. Otonomi sebagai salah satu ciri khasnya membuat pesantren menolak setiap otoritas yang datangnya dari luar. Pesantren semakin berkembang secara cepat dengan adanya sikap non-kooperatif ulama terhadap kebijakan "politik etis" pemerintah kolonial Belanda pada akhir abad ke-19, yang berusaha membalas jasa rakyat Indonesia dengan memberikan pendidikan modern, termasuk budaya Barat. Sikap non-kooperatif ulama ditunjukkan dengan mendirikan semakin banyak pondok pesantren di daerah-daerah yang jauh dari kota, untuk menghindari intervensi kultural perintah kolonial, di samping juga untuk memberi kesempatan kepada rakyat yang sama sekali belum memperoleh pendidikan. Dengan kondisi semacam itu, pesantren mampu menyaring setiap nilai-nilai kehidupan dalam multidimensinya dengan satu nilai yang mengacu pada ajaran Islam, yang menjadi dasar dalam setiap langkah kebijakannya.
Penelitian Penggunaan Bahan Bakar Nabati (Bbn) pada Mesin Diesel Stasioner sebagai Upaya Mengurangi Ketergantungan terhadap Bahan Bakar Minyak Harbintoro, Sony; Krisnadi, Luky; Hafid, Hafid
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 7 No 14 Desember 2013
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8553.699 KB)

Abstract

Research on used biofuel for stationary diesel engine as an effort to reduce defendency fuel oil has been done. The objective is to stationary diesel engines are widely used by farmers for tractors and other farm machinery can be used biofuel as a substitute fuel oil. The research method was taken, consist of : (1) pressing and degumming process, (2) viscosities test, (3) effect the use jathropa curcas as fuel to the diesel engine component, namely : plunger and plunger housing, injector, cylinder head, piston and oil. The jathropa curcas which become fuel for engine diesel must be passing on pre-heating process at converter before goes to high pressure fuel pump (bosch pump). The aim of pre-heating process is to decrease the viscosity value of vegetable oil to be equal with diesel fuel. Based on endurance test for 17 hour, fit to SAE Paper No.942010 showed that engine diesel can be running well and performance can not change which is significant but there was much more deposit at piston head that is 12.55% compare to diesel fuel. 
PENGEMBANGAN SISTEM KALIBRASI INTERNAL MESIN STANDAR GAYA TIPE LENGAN 1 MN Hafid, Hafid; Eka Darmayanti, Nur Tjahyo
Instrumentasi Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4272.051 KB)

Abstract

Penelitian tentang pengembangan sistem kalibrasi internal mesin standar gaya tipe lengan 1 MN telah dilakukan. Pengembangan sistem kalibrasi pada mesin ini menggunakan nilai referensi mesin standar gaya tipe deadweight 20 kN dengan ketidakpastian 35 ppm. Kalibrasi dilakukan menggunakan metode baru yang dikembangkan oleh laboratorium melalui 3 tahapan. Tahapan pertama kalibrasi mesin standar gaya tipe lengan pada kapasitas 10 kN dan 20 kN. Tahapan kedua kalibrasi beban deadweight 10 kN dan 20 kN yang terdapat pada mesin standar gaya tipe lengan dan ketiga kalibrasi mesin standar gaya tipe lengan pada kapasitas 30 kN – 200 kN. Kalibrasi dilakukan menggunakan load cell 10 kN, 20 kN 50 kN, 100 kN dan 200 kN sebagai transfer standar gaya dengan indikator DMP40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalibrasi menggunakan metode baru ini menghasilkan ketidakpastian yang lebih baik yakni tidak lebih dari 100 ppm, dibandingkan klaim ketidakpastian mesin sebelumnya yakni sebesar 150 ppm. Kata kunci: mesin standar gaya, mesin standar gaya tipe lengan 1 MN, kalibrasi internal mesin standar gaya tipe lengan.
SIMPAN-PINJAM SYARI’AH: TUNTUTAN AGAMA YANG HANIF Hafid, Hafid
Jurnal Kariman Vol 5 No 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.985 KB)

Abstract

Praktek simpan pinjam syari’ah amat dibutuhkan masyarakat Islam dalam mengantisipasi laju perkembangan ekonomi modern yang cenderung kapitalistik dan sekuler. Pendirian simpan-pinjam koperasi, simpan-pinjam kelompok arisan, atau simpan-pinjam kelompok pengajian dapat mengatasi masyarakat yang membutuhkan pinjaman, akan tetapi terus diarahkan pada praktek yang syar’iyyah. Ada tiga bahasan sesuai dengan ulasan kitab-kitab fiqih: a) Syirkah, terkait dengan pengumpulan uang dari beberapa orang (perkongsian). b) Qardh, terkait dengan sistem pinjam-meminjam uang dari seseorang atau lembaga. c) Riba, terkait dengan konsekwensi transaksi ketika ada penarikan manfaat pada pinjaman.  
Analisis Komparatif Fiqih Syafi’i dan KHI tentang Wali Nikah Anak Angkat Yang Tidak Diketahui Orang Tuanya dalam Perkawinan Hafid, Hafid
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 3 No 2 (2018): Februari 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.777 KB)

Abstract

Arikel ini membahas wali nikah anak angkat yang tidak diketahui orang tuanya dalam perkawinan dalam KHI dan Fiqih Syafi’i. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa jika sang ayah tidak ada maka hak perwaliannya beralih pada kakeknya jika ada. Jika ayah dan kakeknya (wali mujbirnya) tidak ada maka beralih pada wali ab’adnya (wali nasab yang jauh hubungan kekerabatannya / wali mukhtarnya) dengan si anak angkat perempuan tersebut. Namun, jikalau wali ab’adnya juga tidak ada, baru hak perwalian anak angkat perempuan tersebut beralih pada Hakim atau Qodli sebagai penggantinya. Sedangkan kedudukan (status) anak angkat menurut Kompilasi Hukum Islam adalah tetap sebagai anak yang sah berdasarkan putusan pengadilan dengan tidak memutuskan hubungan nasab / darah dengan orang tua kandungnya. Kata kunci : Wali Nikah, Anak Angkat, KHI, Fiqih
PERSPEKTIF KEPEMIMPINAN PROFETIK: Hafid, Hafid
Jurnal Kariman Vol 1 No 1 (2015): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.037 KB)

Abstract

Kepemiminan menjadi penting untuk dipahami karena seorang pimpinan dalam memegang tampuk kekuasaannya dijumpai ketidakseimbangan antara ucapan dengan tindakannya. Pemimpin sebagai sosok yang mempunyai posisi strategis di tengah-tengah masyarakat harus memiliki kompetensi integritas dan moralitas yang mumpuni. Kepemimpinan profetik adalah kepemimpinan dengan meneladani apa yang telah dicontohkan oleh Muhammad Rasulullah. Amar ma’ruf, nahi mungkar dan tu’minu billahi sebagai etika dasar yang menjadi landasan perjuangannya.