Marsongko Marsongko, Marsongko
Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi, BATAN Jln Lebak Bulus No. 49, Jakarta 12440, Indonesia

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Perbandingan Pembuatan Sarung Tangan Dari Lateks Alam Yang Divulkanisasi Radiasi Dan Belerang Marsongko, Marsongko
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 35 No. 2 Oktober 2013
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.398 KB)

Abstract

Pembuatan sarung tangan dari lateks vulkanisasi radiasi dan belerang telah dilakukan. Kondisi optimal pembuatan sarung tangan yang meliputi kadar bahan penggumpal, formulasi kompon lateks, proses pemanasan, dan pencucian disesuaikan dengan kondisi peralatan yang ada. Pengeringan sarung tangan dilakukan dalam oven pada suhu 130°C selama 0 menit, 4 menit, 8 menit, 12 menit, 16 menit, 20 menit, 24 menit, dan 28 menit. Parameter yang diamati meliputi sifat fisik dan mekanik sarung tangan. Sarung tangan yang dihasilkan baik dari lateks alam vulkanisasi radiasi maupun vulkanisasi belerang kualitasnya memenuhi Standar Nasional Indonesia, yaitu sarung tangan karet sekali pakai untuk pemeriksaan kesehatan (SNI 16-2623-2002) dan sarung tangan karet steril sekali pakai untuk keperluan pemeriksaan bedah (SNI 16-2622-2002). 
DENSIFIKASI KAYU RANDU (CEIBA PENTANDRA L. GAERTN) DAN PELAPISAN PERMUKAANNYA DENGAN PEMADATAN MENGGUNAKAN RADIASI ULTRA VIOLET Danu, Sugiarto; Razzak, Mirzan T.; Handono, Dhedy; Darsono, Darsono; Marsongko, Marsongko
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 3: APRIL 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.539 KB)

Abstract

DENSIFIKASI KAYU RANDU (CEIBA PENTANDRA L. GAERTN) DAN PELAPISAN PERMUKAANNYA DENGAN PEMADATAN MENGGUNAKAN RADIASI ULTRA VIOLET. Proses densifikasi dan pelapisan permukaan kayu randu (Ceiba pentandra L. Gaertn) telah dilakukan dengan metode penekanan dilanjutkan proses pelapisan permukaan dengan pemadatan menggunakan radiasi sinar Ultra Violet (UV). Penekanan dilakukan secara bertahap pada suhu 100 oC untuk mendapatkan variasi pengurangan tebal 15%, 30 %, 45%, 60 %dan 75%dan parameter yang diukur meliputi densitas dan pengembangan tebal kayu. Proses pelapisan dilakukan menggunakan resin poliester tak jenuh setelah dicampur fotoinisiator 2,2-dimetil- 2-hidroksi asetofenon dengan konsentrasi 1 %berat, 2 %berat dan 3 %berat dan bahan pewarna titanium dioksida. Iradiasi dilakukan pada kecepatan konveyor 1 m/menit, 2 m/menit dan 3 m/menit. Penekanan sampai dengan pengurangan tebal 75% meningkatkan densitas secara signifikan danmenurunkan pengembangan tebal. Pada variasi konsentrasi fotoinisiator dan kecepatan konveyor yang dipakai, lapisan mempunyai kekerasan pendulum23 detik hingga 37 detik, nilaiwarna (putih) dengan L = 61%hingga 79%, kilap (60o) = 16%hingga 56%, adesi memenuhi standar ASTMdan tahan bahan kimia dan pelarut yang diujikan kecuali terhadap larutan NaOH 1 %.
PEMBUATAN KOMPOSIT SEKAM PADI-LATEKS DENGAN BAHAN PENGISI SEMEN DAN ABU TERBANG Marsongko, Marsongko; Danu, Sugiarto; K, Made Sumarti
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.233 KB)

Abstract

PEMBUATAN KOMPOSIT SEKAM PADI-LATEKS DENGAN BAHAN PENGISI SEMEN DAN ABU TERBANG. Telah dilakukan penelitian pembuatan komposit sekam padi dan limbah lateks dari proses pemekatan lateks dengan lateks iradiasi sebagai perekat. Secara garis besar proses pembuatan komposit sekam padi-lateks dilakukan dengan mencampurkan sekampadi yang telah kering dengan ukuran lebih kecil yaitu 40 sampai dengan 80 mesh dengan tepung slugde (limbah lateks), abu terbang, lateks iradiasi, dan semen sehingga menjadi adonan. Masing-masing adonan dengan komposisi yang berbeda yaitu konsentrasi semen adalah 0%, 6%, 8%, 10%, 12%, lateks iradiasi dan abu terbang masing-masing adalah 15%dan 10%dari berat campuran. Adonan kemudian dimasukkan ke dalam cetakan, dan ditekan dengan mesin pres pada suhu 160 ºC, tekanan 60 kg/cm2 selama 15 menit. Sifat fisik dan mekanik komposit yang diukur meliputi kadar air, kerapatan, pengembangan tebal, kuat lentur (MOR), modulus elastisitas (MOE), kuat ikat internal (IB), dan kuat pegang sekrup (SW). Kadar air, kerapatan dan pengembangan tebal masing-masing 4,05% hingga 5,02%, 0,95 g/cm3 hingga 0,97 g/cm3 dan 6,50 % hingga 9,06 % (perendaman dalam air selama 2 jam), 9,32 % hingga 12,44 % (perendaman dalam air selama 24 jam). Standar Nasional Indonesia (SNI) mensyaratkan kadar air papan partikel maksimum 14 %, kerapatan 0,50 g/cm3 hingga 0,70 g/cm3, dan untuk pengembangan tebal pada perendaman dalam air 10 % hingga 20 %. Nilai kuat lentur 292,92 kg/cm2 hingga 349,54 kg/cm2 (SNI = minimum 100 kg/cm2), modulus elastisitas 14,819 kg/cm2 hingga 20,238 kg/cm2, IB = 4,88 kg/cm2 hingga 25,87 kg/cm2, SW= 70 kg hingga 88 kg. SW telah memenuhi standar SNI yaitu minimal 40 kg.
PELAPISAN PERMUKAAN KERAMIK DENGAN POLIMER EPOKSI AKRILAT MENGGUNAKAN IRADIASI UV Marsongko, Marsongko
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 1: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.062 KB)

Abstract

PELAPISAN PERMUKAAN KERAMIK DENGAN POLIMER EPOKSI AKRILAT MENGGUNAKAN IRADIASI UV. Penelitian pelapisan permukaan polimer epoksi akrilat pada keramik telah dilakukan dengan pengeringan menggunakan radiasi ultra-violet (UV). Bahan pelapis radiasi adalah resin epoksi akrilat dengan nama komersial Laromer EA 81 (oligomer epoksi akrilat dalam 20 %berat monomer heksandiol diakrilat) setelah dicampur dengan monomer tripropilen glikol diakrilat (TPGDA) dan fotoinisiator 2,2 dimetil-2-hidroksil asetofenon (Darocur 1173). Konsentrasi TPGDA dalam campuran divariasi menjadi 0 %berat; 5 %berat; 10 %berat; 15 %berat dan 20 %berat, sedangkan konsentrasi fotoinisiator 1 %berat campuran resin epoksi akrilat dan TPGDA. Iradiasi dilakukan menggunakan sumber radiasi UV dengan intensitas 80 watt/cm pada kecepatan konveyor 2 m/menit; 4 m/menit dan 5 m/menit. Parameter yang diamati meliputi kekerasan, adesi, ketahanan kikis, dan ketahanan terhadap bahan kimia, pelarut dan noda. Hasil pengukuran sifat-sifat lapisan menunjukkan bahwa lapisan hasil iradiasi mempunyai kekerasan pensil yang sama yaitu, 2H, kekerasan pendulum 193 detik hingga 206 detik, dan ketahanan kikis 10,5 % hingga 26,3 %. Pada umumnya pengukuran adesi menggunakan uji tarikmemberikan informasi bahwa adesi antara lapisan dan permukaan keramik lebih kuat dibanding kohesi bahan keramik sendiri, dan nilai tegangan tarik adalah 6,8 kg/cm2 sampai dengan 35,1 kg/cm2. Semua lapisan mempunyai ketahanan yang baik terhadap bahan kimia, pelarut dan noda kecuali terhadap natrium karbonat 1 %.