Dahlan lama bawa, Dahlan lama
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

IbM KELOMPOK USAHA GULA AREN DI SEKITAR KAWASAN HUTANKABUPATEN GOWA

Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 7 No 2 (2016): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai tambah produk pertanian sangat penting peranannya bagi penduduk di sekitar kawasan hutan, karena apabila penduduk tersebut telah memiliki pendapatan dan kesejahteraan yang layak maka secara tidak langsung akan mengurangi laju tingkat kerusakan hutan. Tanaman aren cukup banyak terdapat di Kawasan Hutan Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Produk utama dari tanaman aren ini adalah nira yang dijadikan gula aren. Nilai tambah produk gula aren tersebut masih relatif kecil dan jangkauan pemasarannya pun masih di sekitar desa, sehingga kurang menguntungkan bagi petani pengrajin gula aren. Di sisi lain, produk gula aren juga belum dilakukan diversifikasi produk baik dari segi kemasan maupun produk lain seperti palm sugar. Target luaran dari kegiatan ipteks bagi kelompok usaha gula aren di sekitar kawasan hutan ini antara lain: (1) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani pembuat gula aren dalam kaitannya dengan nilai tambah produk, serta manajemen dan pemasaran; (2) Terciptanya produk gula aren yang lebih higienis dengan kemasan dan brand yang menarik; (3) Terciptanya diversifikasi produk olahan gula aren yang lebih bervariasi dan berkemasan menarik; (4) Terbentuknya penetrasi pemasaran yang lebih luas untuk diversifikasi produk gula aren yang berkemasan dan bermerek. Untuk mencapai target luaran yang diharapkan maka metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan IbM ini adalah metode penyuluhan dan pelatihan/pendampingan yang diperuntukkan terutama pada kelompok usaha gula aren.Hasil pelaksanaan kegiatan IbM ini menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan Kegiatan IbM Kelompok Usaha Gula Aren di Sekitar Kawasan Hutan secara umum dapat berjalan dengan baik dan memiliki respons yang positif dari kedua mitra ini; (2) Pada dasarnya kegiatan IbM ini sangat bermanfaat terutama bagi masyarakat sekitar kawasan hutan yang masih hidup di bawah garis kemiskinan, sehingga mampu meningkatkan pendapatannya; (3) Kegiatan IbM ini secara umum telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani/wanita tani gula aren tentang wawasan berwirausaha, pengembangan produk gula aren (gula palem, gula cair, gula aren kemasan), serta teknik packaging dan branding yang menarik; (4) Ketertarikan dan minat petani gula aren untuk mengaplikasikan atau mengembangkan usaha diversifikasi produk gula aren masih relatif lemah karena semakin menipisnya ketersediaan bahan baku, serta minimnya ketersediaan waktu dan tenaga kerja.

PEMIKIRAN PENDIDIKAN MULLA SHADRA

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1, No 2 (2016): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.337 KB)

Abstract

Perkembangan pemikiran Islam di dunia semakin berkembang pesat. Salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam pemikiran pendidikan Islah adalah Mullah Shadra. Shadr Al-Muta’allihin atau Mulla Shadra terkenal dengan pemikiran pendidikannya atau yang populer disebut filsafat Al-Hikmah Al Muta’aliyah (Filsafat Transendental).  Jenis penelitian ini adalah penelitian pustakan, yaitu mengkaji tulisan-tulisan Mulla Shadra yang berkaitan dengan pemikiran pendidikan islam. Secara ontologis, pemikiran dan analisis  Mulla Shadra didasarkan pada tiga hal, yaitu: Pertama, Ashalah al-wujud (prinsipianitas eksistensi) Seperti filosof-filosof muslim sebelumnya, Shadra berusaha menjawab masalah mahiyyah (kuiditas/esensi), dan wujud (eksistensi). Perbandingan antara eksistensi-esensi Shadra menyatakan eksistensi bersifat positif, pasti, tertentu dan nyata. Kedua, Tasykik (gradasi wujud) Jika para filosof peripatetik itu menganggap wujud setiap benda berbeda dari wujud yang lain, walaupun prinsipial dalam hubungannya dengan mahiyah, maka bagi Mulla Shadra wujud adalah realitas tunggal yang muncul dalam gradasi (tahap) yang berbeda. Ketiga, Gerak Substansial (al-harokhah al-jauhariyyah) Mulla Shadra berpendapat bahwa gerak tidak hanya terjadi pada empat kategori aksiden: kuantitas, kualitas, posisi dan tempat.Kata Kunci: Pemikiran, Pendidikan The development of Islamic thought in the world is growing rapidly. One Of the influential figures hearts Islam Education Thought was Mullah Sadra. Shadr Al-Muta’allihin atau Mulla Shadra thought education or a popular use is called the philosophy of Al-Hikmah Al muta'aliyah (transcendental philosophy). Type of this research is library research., assess namely writings relates with Mulla Sadra thought Islamic Education  Operates ontological, Mulla Sadra Thought and analysis is based on three things are: First, Ashalah al-being (prinsipianitas Existence) Like the earlier Muslim philosophers, Sadra tried Answering problems mahiyyah (kuiditas / essence), and forms (Existence). comparison between Existence essence Sadra states are positive, certainly, Specific and Realistic. Second, Tasykik (gradation form) IF IT Peripatetic philosopher considers form Benda any different of another form, although prinsipial hearts conjunction with mahiyah, Then For Mulla Sadra form is sole Reality Appears hearts gradation (Phase) the differentiate. Third, substantial motion (al-harokhah al-jauhariyyah) Mulla Sadra argued that the motion does not only happen in the four categories of accidents: quantity, quality, position and place.  Keywords: Development , Education

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN; IKHTIAR MENCEGAH KONFLIK DAN MEMBINA TOLERANSI

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2, No 02 (2017): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.668 KB)

Abstract

ABSTRAKTulisan mengenai Pendidikan Kewarganegaraan; ikhtiar mencegah konflik dan membina toleransi ini dilatarbelakangi oleh adanya konflik atas nama agama yang pernah terjadi di Indonesia pada kurun waktu tahun 1990-2000-an. Tujuan penulisan ini dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi dan toleransi kepada masyarakat Indonesia pada umumnya dan mahasiswa khususnya yang memprogramkan mata kuliah Civic Education. Metode penelitian yang digunakan untuk menggali informasi pada tulisan ini adalah deskriptif-kualitatif, dengan pendekatan fenomenologis. Adapun sumber data terdiri dua sumber data yaitu sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer, yakni penulis menggali informasi dari data-data  mengenai konflik atas nama agama di Indoensia baik dalam bentuk buku-buku ilmiah maupun jurnal laporan hasil penelitian. Sedangkan sumber data sekunder, yakni penulis menghimpun data dan informasi di media cetak dan elektronik. Adapun intrumen dalam penelitian ini adalah penulis sendiri sebagai instumen kunci. Adapun temuan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemicu konflik atas anama agama di Indonesia terdiri dari tiga faktor, yakni faktor adanya  pelecehan/penodaan agama, adanya sikap yang mau menang sendiri serta mengabaikan kehadiran umat beragama lain,  adanya diskomunikasi dan miskomunikasi antar umat beragama.    Kata kunci: Penanaman Nilai-nilai Demokrasi dan Toleransi  ABSTRACTWritten of civic education; the effort to prevent and maintain tolerance is based by there were conflicts was the name of religion that occurred in Indonesia in the period 1990-2000's. The purpose of this research is intended to build the values of democracy and tolerance to the society generally and students particulary who program Civic Education subject. Research method used to find information in this paper is descriptive-qualitative, with phenomenological approach. The data sources consist of two data sources are primary and secondary. Primary data sources, are the researcher find information from data about the conflict in the name of religion in Indonesia both scientific books and report research journals. While secondary data sources, are the researcher collect data and information in print and electronic media. Instrument of this research is the researcher himself as a key. The findings of this research indicate that the trigger of conflict religion in Indonesia consists of three factors, namely the factors religious desecration, the attitude of self-defeating and the disregard presence of other religious communities, the existence of discommunication and miscommunication among religious people. Keywords: Build Democratic Values and Tolerance