Articles

Found 4 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT INOVASI PADA KOMUNITAS PETANI DAN NELAYAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN TAKALAR Warnaen, Andi; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.3 Juli - September 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.176 KB)

Abstract

Abstrak Secara ekonomis, Takalar bersandar pada sektor pertanian, tapi pada kenyataannya, petani dan nelayan di Takalar masih hidup dalam kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat inovasi komunitas petani dan nelayan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kab. Takalar. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Polombangkeng Utara dan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan penentuan narasumber atau informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi partisipatif moderat, focus group discussion (FGD), wawancara semiterstruktur dan dokumentasi. Penelitian ini menyatakan bahwa proses difusi inovasi yang terjadi pada komunitas petani lebih terbuka, sedangkan pada komunitas nelayan lebih tertutup. Proses adopsi inovasi petani dan nelayan dipengaruhi oleh aspek karakteristik inovasi, karakteristik individu, saluran komunikasi, aspek sosial ekonomi dan aspek sosial budaya. Kesejahteraan petani lebih merata dan terdapat sumber pendapatan tambahan dari bidang lain, sementara kesejahteraan nelayan kurang merata dan tidak adanya pendapatan tambahan bagi nelayan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor-faktor yang dominan menghambat inovasi pada komunitas petani adalah pada karakteristik inovasi, saluran komunikasi, dan aspek sosial ekonomi, sedangkan pada komunitas nelayan faktor yang dominan menghambat proses adopsi inovasi adalah aspek saluran komunikasi, aspek sosial budaya dan karakteristik individu. Abstract Economically, Takalar relies on the agricultural sector, but in fact, farmers and fishermen in Takalar, still live in poverty. still remain behind and shackled by poverty. The aim of this study to analyze the factors that inhibit innovation of the farmers and fishermen communities, in improving the welfare of the society in the district Takalar. The research was conducted in the District of North Polombangkeng and North Galesong Takalar. The method of this research is a qualitative approach and determines the sources or informants using purposive sampling technique. Researcher uses moderate participant observation, focus group discussion (FGD), semi- structured interviews and documentation as technique collecting the data. This study states that innovation diffusion process that occurs in a farming community more openly, whereas in fishing community the process is more closed. Innovation adoption process of farmers and fishermen affected by the aspects of innovation characteristics, individual characteristics, channels of communication, socio-economic aspects and socio- cultural aspects. Farmers’ welfare is more evenly distributed and there are sources of additional income from other fields, while the welfare of fishermen uneven, and the absence of additional income for fishermen. The conclusion from this study is the dominant inhibiting factors of innovation in the farming community is the innovation characteristics, aspect of communication channels, and socio-economic aspects, whereas in the fishing community the dominant inhibiting factors of innovation adoption process is the aspect of communication channels, social cultural and individual characteristics.
METODE KOMUNIKASI PENYULUHAN PERTANIAN MELALUI RADIO KOMUNITAS Warnaen, Andi; Nurlail, Nurlail; Sukmarini, Andi Vita
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radio komunitas merupakan lembaga siaran yang diselenggarakan dari,oleh dan untuk komunitas itu sendiri, sehingga radio komunitas dapat berperan maksimal sebagai metode penyuluhan untuk membangun dan memberdayakan masyarakat petani oleh dan untuk petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Radio Komunitas sebagai metode penyuluhan pertanian yang partisipatif. Penelitian dilaksanakan di Radio Komunitas Pass FM Kota Batu. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, adapun informan pada penelitian ini adalah para pendiri dan pengurus Pass FM. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah teknik Triangulasi diantaranya observasi partisipatif moderat, focus group discussion (FGD), wawancara semiterstruktur dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif Miled dan Huberman. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Metode komunikasi penyuluhan pertanianmelalui radio komunitas memudahkan penyuluh untuk menyampaikan informasi tentang inovasi-inovasi pertanian dan sesuai dengan prinsip-prinsip medote penyuluhan pertanian. Kondisi sarana dan prasarana penyuluhan seperti Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan serta kelembagaan petani yang dibentuk dengan berkelompok yaitu membentuk kelompok tani dan gapoktan, dapat menjadi potensi yang sangat baik untuk difasilitasi radio komunitas sebagai salah satu metode penyuluhan pertanian ditingkat kecamatan, kelompok tani dan gapoktan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode komunikasi penyuluhan pertanian melalui radio komunitas dapat dilaksanakan baik di BPP, Kelompok tani maupun di Gapoktan.
Titik Kontrol Kritis Pada Pengolahan Susu Pasteurisasi Di Koperasi Unit Desa (KUD) Dau Kabupaten Malang Kristanti, Novita Dewi; Warnaen, Andi; Daning, Dewi Ratih Ayu
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 15, No 1 (2017): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.762 KB)

Abstract

Penelitian tentang Titik Kontrol Kritis pada Pengolahan Susu Pasteurisasi di Koperasi Unit Desa Dau Kabupaten Malang bertujuan untuk menganalisis titik kontrol kritis pada pengolahan susu pasteurisasi dengan menggunakan decision tree di Koperasi Unit Desa Dau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan penelitian survey. Populasi dan sampel penelitian adalah para petugas di pos penampungan, pengemudi kendaraan tangki armada, petugas di tangki transit, petugas  pada pengolahan susu pasteurisasi dan petugas sanitasi di KUD Dau, jumlah sampel sasaran penelitian adalah 22 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif . Hasil penelitian Titik Kontrol Kritis Proses Pengolahan Susu Pasteurisasi menunjukkan susu pasteurisasi yang diproduksi oleh KUD Dau berpotensi mengandung Bahaya B. mengandung bahan tambahan makanan dan kandungan gizi dari susu. Bahaya D. Produk susu pasteurisasi kemungkinan dapat terkontaminasi ulang setelah pengolahan dan sebelum pengepakan. Bahaya E Pada susu pasteurisasi terdapat bahaya yang potensial pada penanganan saat distribusi atau penanganan oleh konsumen. Bahaya F. Tidak ada proses pemanasan akhir setelah proses pengepakan atau ketika dimasak di rumah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa TKK pengolahan susu pasteurisasi adalah tahapan: penerimaan susu di pos penampungan, pasteurisasi tahap I dan homogenisasi,  pasteurisasi tahap II, pencampuran flavour, penyimpanan serta distribusi.
PENGARUH DESAIN PESAN VIDEO INSTRUKSIONAL TERHADAP PERSEPSI PETANI TENTANG TRICHOKOMPOS Munawaroh, Febria Yatimatul; Riyanto, Riyanto; Warnaen, Andi
Jurnal Komunikasi Vol 13, No 1 (2019): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted in District of Babadan Regency of Ponorogo East Java Province,to 62 chilli farmers and cattle farmers selected by simple random sampling. The purpose of thisresearch is to know the influence of video usage and video message packaging elements to farmerperception about Trichokompos production and usage. The research design is One-Shot CaseStudy, independent variable used is narration, material, picture, music, time, and text, while thedependent variable is farmer perception on making and using Trichokompos. Information gatheringon this is obtained through a structured questionnaire. Influence of video packaging element wasanalyzed by multiple regression statistic test, while farmer perception toward Trichokompos wasanalyzed using class interval model. The results showed that the perception of farmers about themaking and use of Trichokompos influenced by independent variables of 52.1%, and the influenceof instructional video message design partially indicates that the narrative, material, image,music, and text variables significantly influence farmers’ and the use of Trichokompos. However,time variables do not significantly influence farmers’ perceptions. Meanwhile, the perception offarmers about the making and use of Trichokompos shows that as many as 36 respondents or58.1% claimed to receive Trichokompos innovation and perceived that the making and use ofTrichokompos characteristic of innovation in accordance with that required by farmers, have theadvantage, easy to apply by farmers, and materials standard available.