Ahmad Rustan, Ahmad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PERILAKU KOMUNIKASI ORANG BUGIS DARI PERSPEKTIF ISLAM Rustan, Ahmad; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.31 KB)

Abstract

Abstract The ability of Buginese in placing them selves among multicultural society represnts a phenomenon with different ethnics. Generally, the community was easily welcome any time and any where they come. The reality of the role of Buginese have attracted a lot of attention and research with includes communication behavior, as a focus of this research. The aims of this research are studying about communication principles as the identity of Buginese, and analyzing the concept based on the Islamic doctrine which has influenced the Buginese communication attitude and behavior among human being. Since the Buginese adopted Islamic religion in 16 century, Islam has become the new spirit for pangngadderrng (mores) as Buginese value system which governs in behavior in the society, including their communication behavior. Therefore, Buginese in communicating are opened to others with the principles basic.Abstrak Orang Bugis memiliki kemampuan untuk menempatkan diri dan hidup bersama dalam masyarakat multikultur. Ia menjadi komunitas yang mudah diterima oleh etnik lain kapan dan dimana saja. Kenyataan ini membuat sikap dan perilaku orang Bugis selalu menarik banyak perhatian untuk diteliti, termasuk perilaku komunikasinya yang menjadi fokus dalam studi ini. Penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari tentang perilaku komunikasi orang Bugis menjurut ajaran Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap sejumlah informan dan pengkajian literature atau dokumentasi tertulis yang telah ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang Bugis dalam berkomunikasi memiliki perilaku dengan prinsip; salig menghargai (sipakatau), saling menyanyangi (siammesei), kekeluargaan (siasseajingeng), jujur (lempu), tegas (getteng), berani (warani), dan berkata benar (ada tongeng). Prinsip-prinsip tersebut sesuai dengan ajaran Islam yang telah mereka terima sebagai agama sejak abad 16, kemudian mereka selaraskan dalam praktik bertutur kata dan bermasyarakat. 
MODEL PENGELOLAAN TBM BUDAYA PADA KOMUNITAS MASYARAKAT KEAMMATOAAN DI WILAYAH “ILALANG EMBAYYA” DESA TANATOA KECAMATAN KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA Rustan, Ahmad
Jurnal Al-Khitabah Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Al-Khitabah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.006 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul model pengelolaan TBM budaya pada komunitas masyarakatkeammatoaan di wilayah “Ilalang Embayya” Desa Tanatoa Kecamatan Kajang KabupatenBulukumba. Penelitian ini bertujuan untuk melahirkan Model TBM Budaya” danTerbentuknya TBM budaya kreatif pada masyarakat komunitas adat Tertingal sertaTerciptanya Gerakan Indonesi Membaca (GIM) pada masyarakat adat suku Kajang.Penelitian ini menggunakan metode Research & Development (Penelitian danPengembangan). Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman observasi, pedomanwawancara, serta dokumentasi. Sementara analisis data yang digunakan adalah data yangsudah terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskrpitif kualitatif dankuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) proses Pengelolaan TBM Budaya Pasang,efektif untuk diterapkan pada warga masyarakat yang bermukim di kawasan ilalang embayya.Hal itu disebabkan karena model TBM ini sangat relevan dengan upaya untukmemberdayakan masyarakat (think globally act lokally). Di samping itu dalampengelolaannya menggunakan prinsip-prinsip kepemimpinan Ammatowa dalam memimpinwarganya. (2) Motivasi warga ilalang embayya dalam penyelenggaraan program TBM tinggi,hal itu ditunjukkan dari keterlibatan warga dalam menyiapkan sarana dan prasarana TBM.Motivasi ini juga disebabkan oleh prinsip kegotong-royongan yang tetap terpelihara dalamkehidupan masyarakatImplikasi dari penelitian ini adalah: model TBM berbasis budaya pasang pada ujicobakonseptual terbukti efektif, terlaksana/dapat dilaksanakan dengan baik karena sesuai budaya,situasi dan kondisi serta kebutuhan masyarakat dan sudah menarik meskipun masih perludiujicoba lebih luas melalui ujicoba operasional.