Articles

PELANGGARAN SIARAN TELEVISI LOKAL DAN PEMBERIAN SANKSI OLEH KPID SULSEL DI KOTA MAKASSAR Andriansyah, Andriansyah; Unde, Andi Alimuddin; Hasrullah, Hasrullah
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i2.6901

Abstract

Televisi Lokal di Makassar sering melakukan pelanggaran P3SPS dan berulang-ulang pada pelanggaran yang sama hal ini berdasarkan ekspose hasil monitoring KPID Sulsel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelanggaran isi siaran yang dominan yang dilakukan oleh televisi lokal, bagaimana KPID Sulsel dalam mengelola sanksi, serta strategi kebijakan KPID Sulsel dalam meminimalisir pelanggaran. Desain penelitian adalah deskriptif kualitatif melalui pengamatan langsung terhadap objek dengan mewawancarai Komisioner KPID Sulsel dan Ketua KPI Pusat serta kajian pustaka. Data dianalisis dengan menggunakan tabel frekuensi dan memperhatikan kebijakan komunikasi yang diambil oleh KPID Sulsel dalam meminimalisir pelanggaran isi siaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelanggaran televisi lokal yang paling dominan didapatkan oleh KPID Sulsel adalah Pelanggaran Penggolongan Program Siaran. Untuk tahun 2014 terdapat 17.392 pelanggaran dan tahun 2015 terdapat 15.306 pelanggaran. Pengelolaan sanksi KPID Sulsel tidak maksimal karena perbedaan yang sangat siginifikan antara pelanggaran dengan pemberian sanksi dan strategi kebijakan yang dikeluarkan oleh KPID Sulsel adalah kebijaksanaan terkait penempatan penggolongan program siaran, serta melakukan sosialisasi, pelatihan dan pembinaan kepada lembaga penyiaran melalui program kegiatan antara lain GESIT, KPID AWARD, FGD serta Literasi Media kepada Masyarakat melalui Program Kegiatan GEMES, FMPPS.
DAMPAK PENGGUNAAN SMARTPHONE DI LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA Asmurti, Asmurti; Unde, Andi Alimuddin; Rahamma, Tawany
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penggunaan smartphone di lingkungan sekolah di SMAN Provinsi Sulawesi Tenggara, (2) mengetahui prestasi belajar siswa di SMAN Provinsi Sulawesi Tenggara, dan (3) mengetahui pengaruh penggunaan smartphone di lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa di SMAN Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian ex-post facto terhadap populasi penelitian yang berasal dari siswa kelas XI SMAN 1 Kendari, SMAN 4 Kendari, SMAN 1 Kulisusu dan SMAN 2 Kulisusu. Sampel yang diambil berjumlah 647 orang dengan metode simple random sampling. Teknik analisis regresi linear sederhana digunakan untuk melihat hubungan penggunaan smartphone di lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa dan uji 𝑡 untuk membandingkan prestasi belajar siswa yang mengizinkan dan tak mengizinkan penggunaan smartphone di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan smartphone di lingkungan sekolah cukup tinggi; (2) prestasi belajar siswa untuk sekolah yang mengizinkan menggunakan smartphone lebih tinggi dibandingkan tingkat prestasi pada sekolah yang tidak mengizinkan; dan (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan smartphone terhadap peningkatan prestasi belajar siswa di lingkungan sekolah. 
PEMIKIRAN INOVATIF DAN MOTIVATIF SYAHRUL YASIN LIMPO DALAM MEMAJUKAN PEMBANGUNAN DAN PEMERINTAHAN DI SULAWESI SELATAN Halim, Muh. Ibrahim; Unde, Andi Alimuddin; Farid, Muhammad
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku SYL WAY merupakan salah satu media komunikasi massa yang dimanfaatkan Syahrul Yasin Limpo sebagai media penyebaran informasi dan ide-ide kepada khalayak, di mana ide-ide dalam buku SYL WAY bermuatan pesan inovatif dan motivatif dalam kaitannya dengan pembangunan dan pemerintahan di Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konstruksi pemikiran inovatif dan motivatif Syahrul Yasin Limpo melalui esai terhadap pembangunan dan pemerintahan di Sulawesi Selatan. Metode penelitian ini menggunakan tipe deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis framing. Objek penelitian ini adalah empat seri buku SYL WAY yaitu SYL WAY I, SYL WAY II, SYL WAY III, dan SYL WAY IV. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan konstruksi pemikiran inovatif dan motivatif Syahrul Yasin Limpo dalam menulis dipengaruhi tiga faktor yakni sebagai seorang pamong atau birokrat yang merangkak dari bawah dengan jenjang karier birokrasi yang lengkap, sebagai putra seorang mantan pejuang kemerdekaan, dan karakter kultural sebagai orang Gowa yang memegang prinsip dan teguh memperjuangkan hal yang ingin dicapainya. Upaya penyebaran informasi dan ide-ide inovatif dan motivatif dilakukan melalui media berupa buku yang merupakan media komunikasi massa.
KONSEP DIRI DAN KOMPETENSI KOMUNIKASI PENYANDANG DISABILITAS DALAM MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI DAN AKTUALISASI DIRI DI DUNIA KEWIRAUSAHAAN KOTA MAKASSAR Armas, Andi Maulana; Unde, Andi Alimuddin; Fatimah, Jeanny Maria
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penyandang disabilitas memiliki keterbatasan untuk mendapatkan pekerjaan sedangkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berwirausaha, penyandang disabilitas harus memiliki konsep diri positif dan memiliki kompetensi komunikasi yang baik. Penelitian ini bertujuan: (1). Memahami dan mengetahui konsep diri pada penyandang disabilitas dalam menumbuhkan kepercayaan diri di dunia kewirausahaan Kota Makassar dan (2). Mengetahui kompetensi komunikasi penyandang disabilitas dalam menumbuhkan aktualisasi diri di dunia kewirausahaan Kota Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan ditetapkan secara purposif, yaitu terdiri atas 4 orang penyandang disabilitas fisik dan 4 orang lainnya yang dianggap mengenal informan (significant others). Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyandang disabilitas yang berwirausaha memiliki konsep diri positif walaupun awalnya memiliki konsep diri negatif pada saat mengalami dan merasakan keterbatasannya yang dipengaruhi oleh persepsi dari dalam diri (in self) dan persepsi dari luar diri (out self). Penyandang disabilitas dalam berwirausaha memiliki kompetensi komunikasi yang baik yang dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu: motivasi, pengetahuan dan keterampilan. Kompetensi komunikasi yang tidak maksimal ditemukan pada penyandang disabilitas rungu dan wicara, yaitu pada aspek pengetahuan dan keterampilan yang disebabkan oleh keterbatasan atau disabilitas yang mereka alami terhubung langsung dengan organ tubuh yang berfungsi untuk berkomunikasi.
BEGAL DAN KERESAHAN MASYARAKAT (JARINGAN KOMUNIKASI KELOMPOK ANARKIS DI KOTA MAKASSAR) Gani, Nur Salwiyani; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Begal is one crime that is rampant form of violence for the victims. The purpose of this study is to analyze how the communication network begal anarchist groups in the city of Makassar. The approach used in this study is a combination of qualitative and quantitative methods (mixed methods). The data in this study in the form of data processed from the relevant agencies, interviews begal members of anarchist groups and community leaders, whether in the form of text, tables, matrices and sosiogram. The results showed that the motor group of anarchists bermetamarfosis be robber. Birth of a motorcycle gang, the average beginning of a bunch of teenagers who like wild races and actions that challenge the danger on the eve of early morning on the highway. In the gang then appear own language with the use of words and specific terms that can only be understood by the gang members themselves, in order to carry out the action with committing a crime, as did the robbery on the highway, and the place that they think could be the place for action, be it morning, noon and night. Ketergangtungan attachment and relationship between members of anarchist groups robber with communication patterns that they do every day, to form the mindset which then becomes a form of behavior that tend to be negative and deviant behavior. The robber anarchy regarding the crimes to the detriment of many. Begal anarchist group is a social arrangement which formed informally created by communication between members. In begal anarchist group created the chain caused by communications made by each member. This chain form a network through interpersonal relationships antaranggotanya unconventional group, such as a network of friends that form a pattern of communication network anarchist group begal in Makassar. The mindset that existed at the robbers anarchist group shifted the pattern of group interaction that exist in general, which also experienced a process of rational thinking results, both for members perindividu, as well as the overall group. This affects their thought patterns and trends in making decisions, which is doing anarchy robber. Begal merupakan salah satu tindak kriminal yang marak terjadi berbentuk kekerasan bagi para korbannya. Tujuan Studi ini adalah Menganalisis bagaimana jaringan komunikasi kelompok anarkis begal yang ada di Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan dalam Studi ini adalah gabungan antara metode kualitatif dan metode kuantitatif (mixed methods). Data dalam Studi ini berupa data olahan dari instansi terkait, hasil wawancara anggota kelompok anarkis begal dan tokoh masyarakat , baik berupa teks, tabel, matriks maupun sosiogram. Hasil Studi menunjukkan Kelompok motor yang bermetamarfosis menjadi kelompok anarkis begal. Kelahiran geng motor, ratarata diawali dari kumpulan remaja yang hobi balapan liar dan aksi-aksi yang menantang bahaya pada malam menjelang dini hari di jalan raya. Di dalam kelompok geng kemudian muncul bahasa sendiri dengan penggunaan kata dan istilah khusus yang hanya dapat dimengerti oleh para anggota geng itu sendiri, guna menjalankan aksinya dengan melakukan tindak kriminal, seperti melakukan pembegalan di jalan raya, dan ditempat yang menurut mereka bisa menjadi tempat beraksi, baik itu pagi, siang maupun malam hari. Adanya hubungan keterikatan dan ketergangtungan antara anggota kelompok anarkis begal dengan pola komunikasi yang mereka lakukan setiap harinya, hingga membentuk pola pikir yang kemudian menjadi suatu bentuk perilaku yang cenderung negatif dan menjadi perilaku yang menyimpang. Tindak anarkis begal tersebut berkaitan dengan kejahatan yang merugikan orang banyak. Kelompok anarkis begal merupakan susunan sosial yang terbentuk secara informal yang diciptakan oleh komunikasi antar anggota. Dalam kelompok anarkis begal tercipta mata rantai yang disebabkan oleh komunikasi yang dilakukan oleh masing-masing anggota. Mata rantai ini membentuk jaringan melalui hubungan interpersonal antaranggotanya diluar aturan kelompoknya, seperti jaringan pertemanan yang membentuk pola jaringan komunikasi kelompok anarkis begal di Kota Makassar. Pola pikir yang ada pada kelompok anarkis begal ini bergeser pada pola interaksi kelompok yang ada pada umumnya, yang didalamnya mengalami proses dari hasil pemikiran yang rasional, baik itu untuk anggota perindividu, maupun secara keseluruhan dalam kelompoknya. Hal ini mempengaruhi pola pikir dan kecendrungan mereka dalam mengambil keputusan, yakni melakukan tindak anarkis begal.
PENTINGNYA KOMUNIKASI DAN INFORMASI PADA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYELENGGARAN PENANGGULANGAN BENCANA DI KOTA MAKASSAR Syarif, Ahmad; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.3 Juli - September 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Makassar City is one of the areas in South Sulawesi with potential high hazard index. The aims to research were to find out the importance communication and information and the factors which had role in the implementation of disaster management policy in Makassar City. The research used qualitative and quantitative methods. The methods of obtaining the data were questionnaire, interview, observation and documentation, so the data analyzed were in one unity and presented in the form of frequency table. The results of the research indicate that communication and information are the most important elements in the implementation of disaster management policy in Makassar city. There are three dimensions as the indicators of the importance of communication and information, i.e. coordination, integration and synchronization. Then, the implementation of policy implementation is analyzed by four factors having important roles, i.e. communication, resources, disposition and bureaucratic structure. All of those aspects categorized moderate meaning that the implementation of disaster management in Makassar City still needs increasing so that the decrease of disaster risk more maximun and effective. Abstrak Kota Makassar adalah salah satu wilayah di Sulawesi Selatan dengan potensi indeks rawan bencana yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya komunikasi dan informasi dan faktor-faktor apa yang berperan pada implementasi kebijakan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Meote pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan mengorganisasikan data, yaitu menggabungkan kelompok data yang satu dengan yang lainnya sehingga data yang dianalisis berada dalam satu kesatuan dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dan informasi menjadi unsur yang sangat penting dalam implementasi kebijakan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kota Makassar. Ada tiga dimensi yang menjadi indikator pentingnya komunikasi dan informasi, yaitu: koordinasi, integrasi dan sinkronisasi. Kemudian pelaksanaan implementasi kebijakan dianalisis dengan empat faktor yang berperan penting, yaitu: komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Semua aspek atau dimensi masih kategori sedang, artinya bahwa pelaksanaan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kota Makassar masih perlu ditingkatkan agar upaya pengurangan risiko bencana lebih maksimal dan efektif. 
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) OLEH HUMAS PT. SEMEN TONASA TERHADAP KOMUNITAS LOKAL DI KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN Muhtar, Sitti Murniati; Cangara, Hafied; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penilaian beberapa kalangan masyarakat sekitar perusahaan bahwa program CSR PT. Semen Tonasa kurang memberi manfaat kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mengkaji tentang strategi komunikasi humas dalam pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) pada PT. Semen Tonasa. Fokus penelitian ini berorientasi pada analisis strategi komunikasi Humas PT. Semen Tonasa pada pelaksanaan program CSR dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Data bersumber dari 15 orang informan antara lain Direktur Utama, Karo Humas, Karo PKBL, dan masyarakat masing-masing 3 orang dari 4 Kelurahan/Desa berbeda di wilayah ring 1 PT. Semen Tonasa. Data hasil observasi disajikan dalam bentuk gambar (foto). Data hasil wawancara dianalisis dengan menelaah seluruh data, reduksi data, dan penyajian data. Data hasil studi kepustakaan disajikan dalam bentuk kutipan-kutipan untuk memperkuat temuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi humas PT. Semen Tonasa pada pelaksanaan program CSR semakin dikembangkan dengan bentuk transparansi dan partisipasi aktif masyarakat sekitar. Strategi komunikasi Humas PT. Semen Tonasa pada pelaksanaan program CSR sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, dua diantaranya adalah pengakuan pihak manajemen perusahaan tentang adanya pihak-pihak yang ingin mengambil bagian pada pelaksanaan/pengelolaan program CSR dan pengakuan pihak masyarakat yang terlibat pada program CSR tentang syarat dan kendala yang ditemui dalam pelaksanaan program CSR. Disimpulkan bahwa strategi komunikasi humas semakin dikembangkan dengan bentuk transparansi dan partisipasi aktif masyarakat sekitar. Adapun faktor-faktor yang memengaruhinya, dua diantaranya adalah pengakuan pihak manajemen perusahaan tentang adanya pihak-pihak yang ingin mengambil bagian pada pengelolaan program CSR dan pengakuan masyarakat yang terlibat pada program CSR tentang syarat dan kendala dalam pelaksanaan program CSR. Diharapkan pihak perusahaan lebih mengembangkan strategi komunikasi dengan pelibatan masyarakat dan menemukan solusi atas faktor-faktor yang memengaruhinya.Abstract The assessment of some societies around the company is that the CSR program of PT. Semen Tonasa give less benefit to society. This research aims to describe and analyze the communication strategy of public relations on implementing Corporate Social Responsibility (CSR) by public relations officer of PT. Semen Tonasa. The focus of the research is oriented on analysis of communication strategy PT. Semen Tonasa on CSR program implementation and factors affecting it. Data was collected through observation, interview, and library study. Fifteen selected informants were chosen whom of which are Director, Public Relations Officer, PKBL Officer, and society’s representatives. Observation result data was presented in the form of photos and pictures. Interview result data was analyzed by study, reduction, and data presenting. Library data result was presented in the form of citations to strengthen the research finding. The research shows that communication strategy of public relations officer on implementing corporate social responsibility program (CSR) is developed through transparency and active participation of surrounding society. The factors affecting the implementation of CSR program are: (1) recognition of company’s management side about outsiders who are willing to participate on implementation of CSR program, and (2) acknowledgement of society involved within the CSR program about terms and conditions found on implementation of CSR program. It can concluded that the communication strategy of public relation is increasingly developed in the form of transparancy and active participation of society. Furthenmore, the influencial factors are the acknowledgement of company’s management regarding the existence of parties willing to take part in the management of CSR program and acknowledgement of society involved in CSR program regarding the requirements and obstacles in CSR program implementation. It is hoped that the company will develop the communication strategy by involving society and find solution toward the influencial factors. 
ANALISIS PERAN PUBLIC RELATIONS (PR) DALAM PENANGANAN OPINI DAN SIKAP KOMUNITAS SEKITAR TERHADAP PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT. ENERGY SENGKANG DI KABUPATEN WAJO Rusmin, Andi; Unde, Andi Alimuddin; Sultan, Muhammad Iqbal
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The success of a Corporate Social Responsibility (CSR) is program influenced by the role of Public Relations (PR) in carrying out its role both internally and ekxternal. The aims of the study were observe the surrounding public opinion and attitudes on corporate social responsibility (CSR) of PT. Energy Sengkang in community empowerment the role and function of the public relations (PR) of PT. Energy Sengkang on community empowerment program of Corporate Social Responsibility (CSR). The method used in this study, the qualitative approach. The object of this study PR PT. Energy stirrups, technical implementing CSR programs and community activities around the company from three villages in the district Pammana Wajo. Data were colleted trough obsevation, interviews and documentation and were analyzed with qualitative analysis. The results of the research indicated that PR of PT. Energy Sengkang had not implemented its CSR program effectively, characterized by the uneven data collected in some villages being studied. PT. Energy Sengkang was positively perceived by public opinion, mainly reated to the optimal, indicated by less-saticfaction of neigbor communities on the implementation of the CSR program, especially on budget transparency and community empowerment in improving local economy.Abstrak Keberhasilan program Corporate Social Responsibility (CSR) ditentukan oleh peran Public Relations (PR) dalam menjalankan perannya baik secara internal maupun ekxternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui opini dan sikap masyarakat komunitas sekitar terhadap program Corporate Social Responsibility PT. Energy Sengkang dalam pemberdayaan masyarakat dan peran dan fungsi Public Relations(PR) PT. Energy Sengkang terhadap pemberdayaan masyarakat dalam program CSR.Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pendekatan kualitatif. Objek penelitian ini PR PT. Energy sengkang, pelaksana teknis kegiatan program CSR dan komunitas sekitar perusahaan dari tiga desa di Kecamatan Pammana Kabupaten wajo . Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan cheking, organizing, coding, pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan CSR pada bagian PR PT. Energy Sengkang belum berjalan secara efektif. Hal ini ditandai dengan oleh pengumpulan data dan pelaksanaan kegiatan yang belum merata dibeberapa desa yang diteliti guna menampung aspirasi komunitas sekitar terkait dengan program CSR. Opini masyarakat terhadap program yang ditawarkan PT. Energy Sengkang sudah dirasakan positif, terutama yang terkait dengan program kesehatan. Namun, dari segi pemberdayaan masyarakat belum terlaksana secara optimal. Hal tersebut ditandai oleh sikap komunitas sekitar yang merasa kurang puas dengan pelaksanaan program CSR PT. Energy Sengkang, terutama pada keterbukaan anggaran kegiatan dan pemberdayaan komunitas sekitar dalam peningkatan ekonomi masyarakat. 
PROFIL DESA DAN KELURAHAN SEBAGAI SUMBER INFORMASI: STUDI EVALUASI TENTANG PENYEDIAAN INFORMASI POTENSI DESA DAN KELURAHAN DI SULAWESI SELATAN OLEH BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEMERINTAHAN DESA DAN KELURAHAN (BPMPDK) PROVINSI SULAWESI SELATAN Achsin, Sitti Nurmasita; Cangara, Hafied; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The aims of the study were to evaluate the availability, completeness, and accountability of village profile data presentation, its utilization as village sources of information and various constraints in the preparation of village profile data preparation in South Sulawesi Province. The research type was descriptive with 15 informants selected purposively. Data were collected with in-depth interview, direct observation and literature study, and were analyzed with qualitative analysis. The results of the research indicated that the presentation of village profile data in South Sulawesi were available, but neither complete nor accountable yet, therefore it has not been utilized, but it served as a source of information of potential villages expected to data base for development planning. Being viewed from communication perspective the village profiles were related to communication elements, village profile (messages) was presented by the organization working group (communicator), by development actors and public users of information (communicant) had not been utilized (immature effect) for the benefit of development planning (feedback).Abstrak Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketersediaan, kelengkapan dan akuntabilitas penyajian Data Profil Desa dan Kelurahan, pendayagunaannya dalam fungsinya sebagai sumber informasi potensi desa dan kelurahan dan berbagai kendala dalam pelaksanaan kegiatan Penyusunan Data Profil Desa dan Kelurahan di Sulawesi Selatan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pemilihan informan secara purposive sejumlah 15 orang, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung dan studi literatur. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data Profil Desa dan Kelurahan di Sulawesi Selatan sudah tersedia namun belum lengkap dan akuntabel sehingga belum didayagunakan dan belum dapat berfungsi sebagai sumber informasi potensi desa dan kelurahan yang diharapkan dapat menjadi data dasar dalam perencanaan pembangunan. Ditinjau dari perspektif komunikasi kaitannya dengan unsur-unsurnya, Profil Desa dan Kelurahan (pesan) yang disajikan oleh organisasi Pokja (komunikator), oleh para pelaku pembangunan dan publik pengguna informasi (komunikan) belum didayagunakan (belum menghasilkan efek) untuk kepentingan perencanaan pembangunan (umpan balik). 
SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI APEKSI UNTUK PENINGKATAN TATA PEMERINTAHAN KOTA DI KAWASAN TIMUR INDONESIA Fitri, Andi Nur; Cangara, Hafied; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembentukan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) pada tahun 2000 untuk menjembatani kepentingan dan kebutuhan tingkat kota. Asosiasi ini berperan sebagai wadah pemersatu, fasilitasi, dan mediasi pemerintah kota dalam menata dan menyelenggarakan tata pemerintahan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami organisasi APEKSI dalam perspektif komunikasi, baik dalam tinjauan sistem informasi dan jaringan komunikasinya. Tipe penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi di APEKSI kebanyakan menggunakan selular dan sms, namun tidak demikian dengan penggunaan sosial media. Jaringan komunikasi di APEKSI seperti kegiatan-kegiatan seminar, lokakarya, bimbingan teknis, dan kegiatan lainnya menjamin keberlangsungan APEKSI. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keanggotaan di APEKSI telah mengikuti dinamika perkembangan teknologi informasi dan jaringan komunikasi yang terstruktur. Abstract The Association of Indonesian Municipalities (APEKSI) which is formed in 2000 aimed to bridge the interests and needs of the city level. The association acts as a unifying, facilitation, mediation and city governments in managing and organizing their governance. This study aims to understand the perspective of APEKSI in communication, both in the review of information systems and communication networks. The type of research is qualitative. The results showed that mobile and sms is most used by APEKSI as information system, but not so with the use of social media. APEKSI communication network in such activities seminars, workshops, technical assistance, and other activities ensure the sustainability of APEKSI. It can be concluded that membership in APEKSI have followed the dynamics of the development of information technology and structured communications networks. 
Co-Authors Ahmad Husain Mappaseling, Ahmad Husain Ahmad Syarif Akhmad, Rezhita Adityana Andi Dewi Masuara, Andi Dewi Andi Evi Elvira Adnan, Andi Evi Elvira Andi Muhammad Irvan, Andi Muhammad Andi Nur Fitri, Andi Nur Andi Rusmin, Andi Andriansyah Andriansyah ARDIANSYAH ARDIANSYAH Armas, Andi Maulana Asmurti, Asmurti Azis, Syamsuddin Bading, Basril Bakri Bakri Fahri, Muhammad Eka Febri Herawati Fitrya S, Siti Nadila Tenri Ajeng Gani, Nur Salwiyani Hafied Cangara, Hafied Halim, Muh. Ibrahim Hasrullah Hasrullah, Hasrullah Hendrek Semuel Mesmor, Hendrek Semuel Hermansyah Hermansyah Humriati Buhari, Humriati Ibrahim Ibrahim Irwan Irwan Jeanny Maria Fatimah Kasnawi, Tahir Kasnawi, Tahir Kenny Monica Kemal Putri, Kenny Monica Kemal Lewankiky, Lolita Lilis Sukmawati Lisna Sari Lukman Lukman Manggazali, Manggazali Mayasari Mayasari, Mayasari Muhammad Farid Muhammad Iqbal Sultan, Muhammad Iqbal Muhammad Massyat, Muhammad Muhammad Nadjib, Muhammad Muhammad Syahban Sidiq, Muhammad Syahban Muhammad Zulkifli Tahir, Muhammad Zulkifli Mulyadi Setiawan, Mulyadi Murniati Muhtar, Murniati Mursalim Mursalim Nahria Nahria, Nahria Nosakros Arya, Nosakros Piter Barto Tarukallo, Piter Barto Rahamma, Tawany Reni Juliani, Reni Riza Darma Putra, Riza Darma Roberto, Irvan Roberto, Irvan Rosniar Rosniar, Rosniar Sitti Murni Kaddi Sitti Murniati Muhtar, Sitti Murniati Sitti Nurmasita Achsin, Sitti Nurmasita Supardi Supardi Susilawati Belekebun, Susilawati Telly Muriany, Telly Tuti Bahfiarti Yuyun Yunita Puspa, Yuyun Yunita