Articles

Found 29 Documents
Search

PELANGGARAN SIARAN TELEVISI LOKAL DAN PEMBERIAN SANKSI OLEH KPID SULSEL DI KOTA MAKASSAR Andriansyah, Andriansyah; Unde, Andi Alimuddin; Hasrullah, Hasrullah
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.127 KB)

Abstract

Televisi Lokal di Makassar sering melakukan pelanggaran P3SPS dan berulang-ulang pada pelanggaran yang sama hal ini berdasarkan ekspose hasil monitoring KPID Sulsel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelanggaran isi siaran yang dominan yang dilakukan oleh televisi lokal, bagaimana KPID Sulsel dalam mengelola sanksi, serta strategi kebijakan KPID Sulsel dalam meminimalisir pelanggaran. Desain penelitian adalah deskriptif kualitatif melalui pengamatan langsung terhadap objek dengan mewawancarai Komisioner KPID Sulsel dan Ketua KPI Pusat serta kajian pustaka. Data dianalisis dengan menggunakan tabel frekuensi dan memperhatikan kebijakan komunikasi yang diambil oleh KPID Sulsel dalam meminimalisir pelanggaran isi siaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelanggaran televisi lokal yang paling dominan didapatkan oleh KPID Sulsel adalah Pelanggaran Penggolongan Program Siaran. Untuk tahun 2014 terdapat 17.392 pelanggaran dan tahun 2015 terdapat 15.306 pelanggaran. Pengelolaan sanksi KPID Sulsel tidak maksimal karena perbedaan yang sangat siginifikan antara pelanggaran dengan pemberian sanksi dan strategi kebijakan yang dikeluarkan oleh KPID Sulsel adalah kebijaksanaan terkait penempatan penggolongan program siaran, serta melakukan sosialisasi, pelatihan dan pembinaan kepada lembaga penyiaran melalui program kegiatan antara lain GESIT, KPID AWARD, FGD serta Literasi Media kepada Masyarakat melalui Program Kegiatan GEMES, FMPPS.
PEMANFAATAN DEBAT KANDIDAT UNTUK MENJUAL GAGASAN DAN MENUNJUKKAN KOMPETENSI DALAM PILKADA 2015 DI KABUPATEN SOPPENG Syadaruddin, Andi; Sultan, Muhammad Iqbal; Hasrullah, Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.682 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemilihan kepala daerah merupakan arena kontestasi politik dengan kompetisi antar pasangan kandidat, dan pemenang ditentukan suara terbanyak oleh pemilih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan debat kandidat sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan politik dengan cara public speaking dan mengetahui penguasaan materi dengan tujuan mempersuasi khalayak serta membangun opini publik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif Kualitatif. Informan penelitian ini adalah para kandidat pasangan calon, Tim Sukses, dan KPU Kabupaten Soppeng. Penetapan informan dalam penelitian ini menggunakan dua cara yaitu purposif dan aksidental. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kandidat calon Bupati Soppeng, tidak pernah mengikuti pelatihan public speaking. Menyusun materi debat pada dasarnya hasil olah pikir dan ide dari berbagai pihak termasuk dari masyarakat sebagai bentuk penggalangan aspirasi. Materi debat yang sifatnya untuk mempersuasi khalayak yang berisi pesan-pesan yang bertujuan untuk mempengaruhi pendapat dan perilaku khalayak. Kekuatan dari materi debat, yaitu dapat memberikan informasi tentang kandidat kepada khalayak. Kredibilitas pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Soppeng terbangun atas kualitas dan kapasitas atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan. Kualitas harus dibangun sejak awal, yaitu berupa pengalaman dan pengetahuan.para kandidat termotivasi untuk mempersuasi khalayak adalah untuk mendorong dan mengugah partisipasinya dalam pilkada, serta bahwa audiens merupakan pemilih cerdas yang akan membantu secara sukarela mendukung kandidat tertentu.
FRAMING PEMBERITAAN KASUS KPK VS POLRI DI SURAT KABAR TRIBUN TIMUR Aslam, Muhammad; Hasrullah, Hasrullah; Bahfiarti, Tuti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.661 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui menggambarkan, serta menganalisis sikap dan posisi media lokal dalam wacana polemik kasus KPK VS Polri, 2) Mengetahui aspek yang cenderung ditonjolkan harian Tribun Timur dalam memberitakan kasus KPK VS Polri. Objek penelitian ini koran lokal Sulawesi Selatan yakni Tribun Timur. Tipe penelitian peneliti mengarah pada penggunaan metode penelitian kualitatif. Ia bermaksud memberi makna atas fenomena secara holistik dan harus memerankan dirinya secara aktif dalam keseluruhan proses studi. Orientasi kerjanya melegitimasi pemikiran bahwa pendekatan penelitian ini adalah subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tribun Timur dalam pemberitaannya mengenai kasus KPK VS Polri mengkonstruksi adanya upaya balas dendam sebagai wujud egoisme lembaga tinggi negara. Secara garis besar dalam pemberitaannya, Tribun Timur mendelegitimasi Polri sebagai penyebab masalah. Tribun Timur dalam pemberitaannya cenderung melihat Kepolisian Republik Indonesia ke arah yang negatif. Namun Tribun Timur tetap menjunjung prinsip cover both sides dengan menghimpun keterangan dari kedua belah pihak.
KEBIJAKAN REDAKSIONAL RADAR SULBAR TENTANG BERITA PENDIDIKAN DALAM MENDUKUNG MAJENE SEBAGAI PUSAT PENDIDIKAN DI PROVINSI SULBAR MS, Anugrawati; Hasrullah, Hasrullah; Sultan, Muhammad iqbal
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.965 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) porsi pemberitaan seputar pendidikan di Majene lebih sedikit dibanding isu lain. (2) kebijakan redaksional Radar Sulbar dalam mendukung Majene sebagai pusat pendidikan di Sulbar. (3) faktor – faktor yang mempengaruhi kebijakan redaksional Radar Sulbar tentang berita pendidikan. (4) kelemahan dan kelebihan kebijakan redaksional Radar Sulbar dalam mendukung Majene sebagai pusat pendidikan di Sulbar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggabungkan analisis gatekeeping model Pamela J Shomaker dan Stephen D Reese. Penelitian ini dilakukan di Radar Sulbar Kabupaten Mamuju dan Majene. Jenis sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah hasil wawancara para redaktur dan berita – berita di Radar Sulbar edisi Januari – Maret 2016. Data sekunder berupa buku, tesis, skripsi, jurnal dan internet. Informan sebanyak delapan orang. Data analisis menggunakan beberapa teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemberitaan pendidikan Majene secara kuantitas di bawah dibading isu lain dipengaruhi kurangnya wartawan lapangan dan juga tidak adanya penekanan memunculkan berita pendidikan setiap hari. (2) Kebijakan Redaksional Radar Subar mendukung Majene sebagai pusat pendidikan dengan memberi penguatan kepada beberapa isu pendidikan saja. (3) Faktor – faktor yang dominan mempengaruhi kebijakan redaksional Radar Sulbar terkait berita pendidikan diantaranya ideologi dan organisasi. (4) Kelebihan kebijakan redaksional Radar Sulbar dalam mendukung Majene sebagai pusat pendidikan di Sulbar terlihat dari rubrik pendidikan Go madrasah dan konsistensi pemberitaan yang meski memiliki kerjasama iklan di lintas sektoral tidak mengurangi fungsi kontrolnya. Kelemahan : Rubrik Health and Education masih di dominasi berita nasional dan sebagian kecil berita lokal di Sulbar.
PERAN PEMUKA PENDAPAT (OPINION LEADER) DALAM MEMELIHARA KEDAMAIAN DI TENGAH KONFLIK HORIZONTALDI DESA WAYAME AMBON.pdf Jaali, La; Cangara, Hafied; Hasrullah, Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.3 Juli - September 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.277 KB)

Abstract

Abstrak Wayame merupakan satu-satunya desa yang ada di Kota Ambon yang tidak terkena konflik horizontal di Ambon, walaupun masyarakatnya heterogen yang terdiri dari dua komunitas besar Islam dan Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemuka pendapat dalam memelihara kedamaian di tengah konflik horizontal di Desa Wayame kota Ambon dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat desa wayame tidak terlibat dalam konflik horizontal di Ambon. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam (indepth interview). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan interactive model analysis dari Miles dan Huberman yang meliputi tahap Reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan simpulan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam memelihara kedamaian di tengah konflik horizontal di Ambon, maka para pemuka pendapat (opinion leader) di Desa Wayame berusaha melakukan suatu tindakan yang melibatkan banyak pihak yang ada di Desa Wayame. Tindakan-tindakan para pemuka pendapat (opinion leader) tersebut terlihat pada: a) membentuk TIM 20, b) membangun kerjasama dengan masyarakat Wayame, c) melakukan koordinasi dengan pihak keamanan, d) melakukan koordinasi dengan Desa tetangga dan Lembaga Keagamaan, dan e) melakukan upaya damai pada desa-desa tetangga tentang pentingnya perdamaian. Kelima peran yang dilakukan diatas menjadi penentu bagi masyarakat Wayame dalam memelihara kedamaian dan ketenteraman ditengah konflik horizontal di Ambon. Faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat Wayame tidak terlibat konflik, yaitu: a) adanya komitmen dari pemuka pendapat (opinion leader) dengan masyarakat, b) adanya penanganan TIM 20, c) adanya saluran komunikasi, d) adanya penerapan hukum lokal dan sanksi, e) adanya kesadaran dan dukungan masyarakat,, f) adanya pertemuan rutin, dan g) adanya pasar damai.Abstract Wayame is the only village in the city of Ambon, which is not affected by horizontal conflicts in Ambon, although heterogeneous society consisting of two large community of Muslims and Christians. This study aims to determine the role of opinion leaders in maintaining peace in the middle of the horizontal conflict in Ambon city Wayame village and know the factors that cause Wayame villagers not involved in horizontal conflicts in Ambon. Data collection techniques in this study using in-depth interviews (depth Interview). Analysis of the data in this study using the interactive model analysis of Miles and Huberman which includes the step of data reduction, data presentation and verification of the data or conclusions withdrawal. From these results it can be concluded that in maintaining peace in the middle of the horizontal conflict in Ambon, then the opinion leaders (opinion leader) in the village of Wayame attempt to commit an act that involves many parties in the village Wayame. Actions of opinion leaders (opinion leaders) are seen in: a) forming TEAM 20, b) build partnerships with the community Wayame, c) coordinating with security, d) coordinate with neighboring Villages and Religious Institutions, and e) peace efforts in neighboring villages about the importance of peace. Fifth roles performed above Wayame be decisive for the community in maintaining peace and tranquility in the middle of horizontal conflicts in Ambon. The factors that cause people Wayame not in conflict, namely: a) the commitment of opinion leaders (opinion leaders) with the community, b) the handling of TEAM 20, c) the communication channel, d) the application of local laws and penalties, e ) the awareness and support of the community,, f) the regular meetings, and g) the peaceful market. 
KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN STRATEGI KOMUNIKASI KAMPANYE PARA KANDIDAT DALAM PEREBUTAN KURSI LEGISLATIF DPRD KABUPATEN BARRU PERIODE 2014-2019 Jaya, Wirawan; Cangara, Hafied; Hasrullah, Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.3 Juli - September 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1203.151 KB)

Abstract

Abstract The success of a legislative candidate in the general election is determined by good communication strategy. The aims of the research were to determine the campaign communication strategy done by candidatesof Legislative Assembly who succeeded and failed in winning the chairs of legislative assembly of Barru Regency, factors affecting the success, failure and the attitude of the candidates related to the results of election of legislative membersin July, 2014. Theresearch was a qualitative study.The subjects of the research consisted of 13 candidates. The data were obtained through interview and analyzed using data using data triangulation technique.The results of the research indicate that campaign strategies done by the candidates of legislative assembly who both succeed and fail are generally the same, i.e the appointment of campaigner, the use of campaignmedia, thearrangement of typical message, and the same target audience. The factors affecting success and failure of candidates are self- image, family network, campaign fund, the performance of the fellow candidates, and the delay of parties passing verification. There are still who are not satisfied with the result of election of legislative members., while those who fail are generally satisfied with the results obtained.Abstrak Keberhasilan seorang kandidat legislatif dalam pemilihan umum ditentukan oleh strategi komunikasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi kampanye yang dilakukan oleh kandidat calon legislatif yang berhasil dan yang gagal dalam perebutan kursi legislatif DPRD Kabupaten Barru, Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan kegagalan para kandidat, serta sikap para kandidat terkait hasil pemilihan legislatif pada tanggal 9 juli 2014 yang lalu, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.Subyek penelitian ini terdiri dari 13 orang caleg. Data dikumpulkan melalui wawancara dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kampanye yang dilakukan calon legislatif yang berhasil maupun calon legislatif yang gagal umumnya sama yakni: penetapan juru kampanye, penggunaan media kampanye, penyusunan pesan yang khas, serta khalayak sasaran yang sama. Kemudian faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan kegagalan para kandidat terdiri atas: Citra Diri, Jaringan Keluarga, , Dana Kampanye, Kinerja sesama caleg, dan Keterlambatan partai lolos verifikasi. Adapun sikap para kandidat terhadap hasil pemilihan legislatif adalah secara mengejutkan pihak yang berhasil masih ada yang belum puas, sementara pihak yang gagal umumnya puas dengan hasil yang diperoleh. 
HUBUNGAN ANTARA IMPLEMENTASI KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DENGAN PENINGKATAN PENERBITAN PERIZINAN PADA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KABUPATEN PINRANG Yusran, Arland; Hasrullah, Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.3 Juli - September 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2058.68 KB)

Abstract

Abstract The aim of the research is to determine if there is a relationship and an influence the implementation of public information transparency on the improvement of licensing issue at Integrated Licensing Service Board and Capital Investment of Pinrang regency. The research was conducted in Integrated Licensing Service Board and Capital Investment of Pinrang regency and the population are license applicants in 2014. Sampling was conducted using a stratified random sampling with a sample of 97 respondents. The method used in the research is quantitative with explanative survey study type associative. Data analysis techniques used in this research is the technique of analysis of the correlation to determine the degree of relationship between the variables with two variables, i.e, independent variables consisting of implementation of public information transparency and the dependent variable is the the improvement of licensing issue. The results of the research indicate that there is a relationship between the implementation of public information transparency and the improvement of licensing issue by the correlation coefficient is low but definite, and there is also insignificantninfluence implementation of public information transparency on the improvement of licensing issue with contribution of the implementation of public information transparency by 13.7%, while the remaining 86.3% is influenced by other factors.Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan dan pengaruh dari implementasi keterbukaan informasi publik dengan peningkatan penerbitan perizinan pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Pinrang . Lokasi penelitian di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Pinrang dengan populasi masyarakat pemohon izin pada tahun 2014. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel sebesar 97 responden. Penelitian ini menggunakan metodologi atau pendekatan kuantitatif dengan metode survei jenis penelitian eksplanatif asosiatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis hubungan untuk mengetahui derajat hubungan antar variabel penelitian dengan dua variable yaitu variabel bebas adalah implementasi keterbukaan informasi publik dan variabel terikat yaitu peningkatan penerbitan perizinan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara implementasi keterbukaan informasi publik dengan peningkatan penerbitan perizinan dengan keeratan hubungan yang rendah tetapi pasti, dan juga terdapat pengaruh yang signifikan implementasi keterbukaan informasi publik dengan peningkatan penerbitan perizinan dengan besar kontribusi implementasi keterbukaan informasi publik sebesar 13.7%, sedangkan sisanya sebesar 86,3% dipengaruhi oleh faktor lain. 
PENDAPAT POLITISI TERHADAP KREDIBILITAS LEMBAGA SURVEI TENTANG ELEKTABILITASNYA DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF DPRD SULSEL 2014 Abdi, Andi Muhammad; Sultan, Muhammad Iqbal; Hasrullah, Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.88 KB)

Abstract

Abstract The presence of survey’s institute hold a strategic role for a politicians as well as for the political party in every political moments, but the main requirement for a survey institute to maintain the public trust in them is their credibility. This study aims to find out politicians’ opinions and factors influencing their opinions about the credibility of survey institutions in relation with electability in the election of legislative representatives in South Sulawesi Parliament in 2014. This descriptive qualitative research involved twelve politicians from different parties and four survey institution officials as informants. They were selected purposively. The data were collected through interviews and observations; and were analysed by using the interaction analysis model developed by Milles and Huberman. The data were processed through three channels of qualitative data analysis: reducing the data, presenting the data, and drawing the conclusion. The results reveal that politicians tend to trust the credibility of survey institutions and the results of electability survey released by the institutions. This is influenced by internal and external factors. Internally, the politicians are influenced by their experience and education. Externally, they are influenced by party traditions and the credibility of survey institutions. Furthermore, according to the politicians. There are five criteria for credibility of a survey institutions, including track record of the institution, track record of the institution’s leader, proffesionality of human resources, positive image, and clear addres of office. Survey institutions maintain their relationship with politicians through emotional approach and professional approach. It is expected for the survey institutions to formulate a relevant method of survey for every existing political dynamis, such as for the money politics phenomena in the recent local elections. As for the politicians them selves, they have to be more selective and based on the ideal standard in utilizing the survey institutions.Abstrak Kehadiran lembaga survei memiliki peran strategis bagi seorang politisi maupun partai politik dalam setiap momentum politik, namun kredibilitas adalah syarat utama yang harus dimiliki suatu lembaga survei agar tetap dipercaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat politisi dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi pendapat politisi terhadap kredibilitas lembaga survei mengenai elektabilitasnya dalam Pemilihan Legislatif DPRD Sulsel 2014. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah 12 orang politisi dari partai yang berbeda dan4 orang pimpinan lembaga survei. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis model interaksi yang dikembangkan oleh Milles dan Huberman, data yang telah didapat kemudian diolah melalui tiga jalur analisis data kualitatif yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa politisi cenderung masih mempercayai kredibilitas lembaga survei dan hasil survei elektabilitasnya yang dirilis oleh lembaga survei. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapat politisi dilatar belakangi oleh faktor internal dan eksternal. Secara internal pendapat politisi dipengaruhi oleh faktor pengalaman dan pendidikannya sedangkan secara eksternal dipengaruhi oleh tradisi partai dan kredibilitas lembaga survei tersebut. Politisi mengungkapkan ada lima kriteria kredibilitas suatu lembaga survei yaitu: track record lembaga survei, track record pimpinan lembaga survei, sumber daya manusia profesional, citra positif dan memiliki kantor yang jelas. Strategi yang dilakukan oleh lembaga survei dalam menjaga hubungannya dengan politisi adalah melalui pendekatan yang bersifat emosional dan pendekatan yang bersifat profesional. Diharapkan lembaga survei dapat merumuskan metodologi survei yang relevan dalam setiap dinamika politik yang ada, seperti fenomena Money Politic yang terjadi di pileg. Kepada politisi diharapkan agar selektif dan berdasarkan standar yang ideal dalam menggunakan lembaga survei. 
PERAN MEDIA CENTER DALAM MENGELOLA DAN MEMBENTUK CITRA KANDIDAT DIA PADA PEMILIHAN WALIKOTA MAKASSAR 2013 Soleman, Syahrir; Hasrullah, Hasrullah; Sultan, Muhammad Iqbal
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.078 KB)

Abstract

Abstract DIA Media Center is the central of planning and managing imaging messages a candidate on Election Mayor and Vice Mayor of Makassar in 2013. The aim of this research was to find out the role of media center in managing and shaping the image of DIA candidates and communication strategy used by media cent er in the election of mayor and vice mayor of Makassar in 2013. The research used descriptive method with qualitative approach conducted in Makassar City, South Sulawesi Provincee consisting of 8 informants who were all the team members of DIA media center. The data were obtained through observation and interview. They were analyzed using qualitative analysis. The results of the research indicate that media center controls production and dissemination process of imaging messages through printed media such as newspapers, outdoor advertisements, car stickers, and small format media, electronic media such as television and radio, and social media such as facebook, twitter, youtube, and websites. Media center is also used to deaden and neutralize negative campaign and black campaign from political opponents. Communication planning is done through communication strategy through the stages of setting the goals, analyzing the audience, developing the message, choosing communication media, disseminating message through individual communication, group communication, and mass communication, and doing gradual evaluationAbstrak Media Center DIA merupakan pusat perencanaan dan pengelolaan pesan pencitraan kandidat pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media center dalam mengelola dan membentuk citra kandidat DIA dan strategi komunikasi yang digunakan media center pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar pada tahun 2013. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Jumlah informan 8 orang yang kesemuanya merupakan bagian tim media center DIA. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media center mengontrol proses produksi dan penyebaran pesan pencitraan melalui media cetak seperti koran, iklan luar ruang, stiker mobil, media format kecil, dan juga media elektronik seperti televisi, radio serta media baru seperti media sosial facebook, twitter, youtube, website. Media center juga digunakan untuk meredam dan menetralkan kampanye negative dam kampanye hitam dari lawan politik. Perencanaan komunikasi dilakukan melalui strategi komunikasi dengan tahapan menetapkan tujuan, menganalisis khalayak, menyusun pesan, memilih media komunikasi, dan menyebarkan pesan melalui komunikasi individu, komunikasi kelompok, dan komunikasi massa, kemudian melakukan evaluasi secara bertahap. 
REPRESENTASI IDEOLOGI DALAM DISKURSUS REAKTUALISASI NILAI-NILAI PANCASILA PADA HARIAN KOMPAS Wahyudi, Raden Firdaus; Hasrullah, Hasrullah; Sultan, Muhammad Iqbal
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.3 Juli - September 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.552 KB)

Abstract

Abstract Discourse about the idea of the importance in reactualizing Pancasila in Kompas Daily Newspaper shows a perspective and ideology in interpreting Pancasila and its principles from Kompas viewpoints. The objective of the study are (1) to describe the Harian Kompas opinion of social reality, politics and culture through the perspective of Pancasila values implementation (2) to describe the conception of Ke-Pancasila-an discourse in society mediated by Harian Kompas (3) to describe conception of Pancasila ideology represented by harian Kompas. The study is a qualitative description with critical discourse analysis. The data are the text documentations such as news article, opinion, editorial and analysis column of May 15to June 15, 2011, 2012 and 2013. The data were collected based on Ke-Pancasila-an themes and analyzed with Norman Fairclough critical discourse analysis and ideology theory. The results of studyi indicated that the idea of Kompas Daily Newspaper on reactualization of Pancasila values is based on the conclusion that the principles of Pancasila have been ignored in practice of life, state, and nation. Pancasila discourse in Kompas shows multi interpretations and perspectives on reactualization of Pancasila values. Furthermore, Pancasila ideology represented by Kompas is opened, dynamic and comprehensive but still sticks to every principle in Pancasila namely nationalism or unity, internationalism or humanitarianism (respect for human rights), deliberative consensus (democracy), social welfare or economic democracy for all Indonesian people, and oneness of God framed in a motto “Bhineka Tunggal Ika”. Abstrak Diskursus mengenai gagasan perlunya mereaktualisasi Pancasila di harian Kompas menunjukan adanya keberagaman perspektif dan ideologi dalam menfsirkan Pancasila dan sila-silanya baik dari sudut pandang harian Kompas maupun para kontributornya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Mengetahui pandangan Harian Kompas mengenai realitas sosial, politik dan budaya dalam sudut pandang implementasi sila-sila Pancasila (2) Mengetahui konsepsi diskursus ke-Pancasila-an yang terjadi di masyarakat yang termediasi pada Harian Kompas (3)Mengetahui konsepsi ideologi Pancasila yang di anut oleh Harian Kompas. Tipe penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan perspektif analisa wacana kritis. Sumber data berupa dokumentasi teks berita berupa artikel berita, opini, tajuk rencana dan kolom analisis pada tanggal 15 mei sampai dengan 15 Juni tahun 2011, 2012 dan 2013 serta hasil wawancara dengan redaktur harian Kompas. Data dikoding berdasarkan tema yaitu ke- Pancasila-an yang kemudian dianalisa menggunakan analisa wacana kritis model Norman Fairclough dan teori ideologi. Hasil penelitian menunjukkan gagasan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila oleh harian kompas didasari pada kesimpulan bahwa sila-sila Pancasila telah terabaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Diskursus ke- Pancasila-an dalam harian kompas menunjukan multi interpretasi dan perspektif dalam mengemukakan gagasan mengenai reaktualisasi nilai-nilai Pancasila dan ideologi Pancasila yang direpresentasikan oleh harian Kompas adalah ideologi Pancasila yang terbuka, dinamis dan komprehensif namun tetap berpegang teguh pada kelima prinsip yang tertera dalam setiap sila dari Pancasila tersebut yakni nasionalisme atau persatuan, internasionalisme atau prikemanusiaan (penghargaan terhadap hak asasi manusia), mufakat (demokrasi), kesejahteraan sosial atau demokrasi ekonomi untuk seluruh rakyat Indonesia, dan ketuhanan yang dibingkai dalam slogan “Bhineka Tunggal Eka”