Articles
5
Documents
FLOOD DISASTER, LOCAL BELIEF AND ISLAM-SUFISM

EL HARAKAH (TERAKREDITASI) Vol 19, No 1 (2017): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flood disaster as a natural phenomenon has a lot of meaning for the rural community. They believe that flood is the power of deity, as a sign that a quarrel is happening ‘under water’, and a sign of God’s kindness because flood has negative and positive aspects. These show that people’s thoughts are shaped by several factors, such as local and religious beliefs (Sufism). This paper outlines how Segeri society describes the meaning of flood disaster constructed by local beliefs and Islamic sufism. Historically, the spread of Islam in South Sulawesi – that is generally characterized as ‘Sufi’ – is the factor influencing the religious belief of local society. The aforementioned belief is the sufism characteristic which is about the absolute resignation toward God’s will and fate. This study uses phenomenological approach to interpret the understanding of flood and the local belief obtained through in-depth interview to Bissu and farmers. The interview data is also linked to the observation of the natural environment. The research shows that Segeri society believes that flood is God’s will and reprisal. By being given an ordeal, someone’s sins will be decreased. Flood – they believe – will give positive impacts and also bring God’s blessing in their lives. This belief causes the so-called ‘resignation’ everytime flood destroys their area.Bagi masyarakat pedesaan, bencana banjir adalah fenomena alam yang memiliki banyak makna. Beberapa di antaranya yaitu banjir sebagai perwujudan kekuasaan dewa, sebagai pertanda sedang terjadi pertikaian di alam bawah air, dan merupakan tanda kebaikan Tuhan karena banjir memiliki aspek negatif dan positif. Contoh-contoh tersebut menunjukkan pemaknaan masyarakat yang dibentuk oleh beberapa faktor, antara lain kepercayaan lokal dan keyakinan keagamaan (sufisme). Tulisan ini menguraikan pemaknaan masyarakat Segeri terhadap terjadinya bencana banjir yang dikonstruksi kepercayaan lokal dan Islam sufisme. Secara historis, penyebaran agama Islam di provinsi Sulawesi Selatan yang umumnya berciri ‘sufistik’ merupakan salah satu faktor yang membentuk keyakinan keagamaan masyarakat setempat. Keyakinan keagamaan yang dimaksud adalah adanya karakteristik sufisme yang berisi ‘kepasrahan’ mutlak atas kehendak dan takdir Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan menafsirkan pemahaman masyarakat Segeri terhadap banjir, kepercayaan lokal mereka yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan bissu dan petani. Data wawancara tersebut juga dihubungkan dengan pengamatan terhadap lingkungan alam setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Segeri meyakini banjir sebagai cobaan dan kehendak dari Tuhan. Setiap cobaan yang dialami manusia berarti menggugurkan dosa-dosanya. Banjir yang datang dianggap memiliki hikmah kebaikan dan keberkahan Tuhan dalam kehidupan mereka. Keyakinan tersebut berkonsekuensi terhadap ‘kepasrahan’ masyarakat setiap banjir terjadi

Exchange and Political Communication: Study at Regent Election of Soppeng District

The POLITICS : Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Jul 2015
Publisher : Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper aims to reveal the socio-political reality that is loaded with interest. The interest certainly are mutually-beneficial but often unbalanced political advantage. In this regard, politics always intersect or identical to ‘exchange’ and ‘communication’. When interpreted in reverse, that isn’t politics if it doesn’t contain elements of ‘exchange’ which must be preceded by a communication strategy its politicians. Specifi cally, this paper reveals the occurrence of a ‘political exchange’ and the ongoing process of ‘political communication’. Set in the elections in Soppeng district iIn 2010, the process of exchange and political communication that takes place generally is ‘transactional’. Although some cases of ‘looks’ is ‘interactional’ but it always ends with a political compensation (transactional).Keywords: Exchange, Political Communication, Election, Transactional, Interactional

PARTISIPASI PETANI DALAM PEMANFAATAN SUMBER PROTEIN DI AREAL TAMBAK SEBAGAI PAKAN KOMPLIT TERNAK ITIK DI KABUPATEN PANGKEP

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha ternak itik intensif mengalami kendala dalam penyediaan sumber protein yang berkelanjutan. Jika menggunakan pakan komersil, maka keuntungannya sangat sedikit utamanya pada skala usaha kecil. Penelitian ini bertujuan menemukan sumber protein alternatif di areal tambak yang dapat digunakan sebagai bahan pakan komplit dan untuk membuat formulasi pakan komplit ternak itik. Manfaat  penelitian ini adalah merekomendasikan formulasi pakan komplit untuk para peternak itik intensif. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif, melalui focus group discussion (FGD), survei ketersediaan dan keterjangkauan sumber protein di areal tambak, selanjutnya menyusun formulasi pakan itik dengan menggunakan metode bujur sangkar dengan target protein pakan minimal 18%. Hasil penelitian menunjukkan sumber protein di areal tambak untuk pembuatan pakan komplit ternak itik adalah rebon, udang laci-laci, kangkung, batang pisang dan daun pisang dengan kandungan protein masing-masing sebesar 54,16%, 50,48%, 16,27%, 3,26% dan 12,05%. Berdasarkan kebutuhan nutrisi ternak itik dengan harga murah maka formulasi pakan komplit adalah rebon 17%, udang laci-laci 10%, kangkung 14%, batang pisang 55% dan daun pisang 4%.

PEMANFAATAN DAN KEBERLANJUTAN GOSSE SEBAGAI SUMBER PROTEIN UNTUK MENDUKUNG PEMELIHARAAN ITIK INTENSIF DI KABUPATEN PANGKEP

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha ternak itik intensif mengalami kendala dalam penyediaan sumber protein secara berkelanjutan.  Jika mengharapkan dari pakan buatan, maka keuntungan sangat sulit dicapai utamanya pada skala yang kecil.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi dari gosse, jumlah produksi dan daya dukung terhadap ternak itik. Manfaat penelitian ini adalah  ditemukannya formulasi pakan yang berbasis sumber protein dari gosse yang dapat direkomendasikan untuk para peternak itik intensif. Metode pengambilan sampel menggunakan metode bujur sangkar Latin. Parameter yang diukur adalah nilai nutrisi gosse sebagai bahan baku pembuatan pakan ternak itik. Selanjutnya menyusun  formulasi  pakan  itik dengan target protein pakan minimal 18%. Daya dukung gosse yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein untuk ternak itik adalah 306 ekor ha-1.

Development of Travel Attractions through the Design of Google SketchUp Based Coastal Tourist Map (Pengembangan Daya Tarik Wisata melalui Perancangan Peta Wisata Pantai Berbasis Google SketchUp)

Jurnal Pekommas Vol 2, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cartography is a science on making a map or globe. As of now the field of cartography constitute visualization in 2-dimensional form (2D). In order to fix the quality of the cartography, a map similar to thereal situation in three-dimensional visualization (3D) can be created. The research aims to design a beach tourism created by Google SketchUp application. Designing of 3D map is in accordance with the rules of software engineering that starts from planning, modeling and construction. Google SketchUp is an excellent graphics software in the manufacture of physical design such as building design, home design, etc. In addition to ease of building design, the excellence of Google SketchUp also makes it easy to build a 3D design that gives more interesting impression compared to 2D design. The instrument of expert validation performed by 3 experts validator who is a lecturer State University of Makassar. Based on the results from validator clear that the system is proper to use, thus agree with the decent category used as tourism information material which is more interesting attractions. This is evidenced by the utilization of android based applications.Kartografi merupakan suatu ilmu dalam pembuatan peta atau globe. Selama ini bidang ilmu kartografi merupakan visualisasi dalam bentuk dua dimensi (2D). Untuk memperbaiki kualitas kartografi tersebut, maka dapat dibuat peta dalam bentuk visualisasi yang menyerupai dunia nyata yakni peta dalam bentuk tiga dimensi (3D). Penelitian ini bertujuan untuk merancang peta wisata pantai dengan menggunakan aplikasi Google SketchUp. Perancangan desain peta 3D dilakukan dengan kaidah rekayasa perangkat lunak (software engineering) yang dimulai dari proses perencanaan (planning), modeling (perancangan), dan konstruksi (construction). Google SketchUp merupakan software grafis yang sangat andal dalam membuat suatu desain fisik seperti gedung, rumah, dan lain-lain. Selain mempermudah dalam membangun desain, keunggulan dari Google SketchUp juga mempermudah membangun rancangan 3D yang berguna untuk memberikan kesan yang lebih menarik bila dibandingkana aplikasi yang bersifat abstrak atau 2D. Instrumen validasi ahli dilakukan dengan tiga validator yang ahli dibidangnya. Berdasarkan hasil telaah validator, aplikasi ini dinyatakan layak sehingga memenuhi kategori layak digunakan sebagai bahan informasi objek wisata yang lebih menarik. Hal ini dibuktikan dengan pemanfaatan aplikasi berbasis android.